Membodohi Otak

10 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

SEMANGAT menulis menggebu-gebu. Bacaan memadai. Pengalaman hebat dan cukup. Kerja otak bagus. Sehat rohani dan jasmani. Tetapi, mengidap ‘penyakit’; menulis satu-dua alinea, dan … stop. Padahal, kehendak menulis menancap di ubun-ubun. Tekad mantap. Menulis mandeg. Kacien dech lo.
 
Illustrasi derita panjang tersebut, setelah dianalisis, ternyata berbasis kebiasaan menanamkan kebodohan di otak. Tidak dipungkiri lagi, otak adalah lambang kepintaran, lambang kehidupan. Hanya saja, tidak paham bagaimana setiap saat memperbodoh otak, menanamkan, menancapkan kebodohan. Memantapkan kebodohan di otak. Nah, lo. Teruskan membaca… »

Mengetik Pikiran

9 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

MENULIS Mudah, Menulis Sangat Mudah. Ya, sekalipun ada yang menyoal, bahkan mencemooh sebagai hal tidak masuk akal dan mengada-ada, setiap orang bebas bependapat. Sebaliknya, ada pula yang mengamini setelah memahami konsep Ersis Writing Theory (EWT) dan mempraktikkan, menulis memang mudah. Sangat mudah malahan. Sure.
 
Betapa tidak. Apa-apa yang akan ditulis (diketik) telah terformulasi di otak, tinggal diketik, jadilah tulisan. Bagi mereka yang bermasalah dengan menulis, akarnya adalah, ketika hendak menulis memikirkan apa yang akan ditulis. Dalam EWT jangan memikirkan apa yang hendak ditulis. Lho? Teruskan membaca… »

Menulislah di Otak

8 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

SETIAP berpikir pada hakikatnya kita menulis; menulis di otak. Apalagi, kalau pikiran mengenai sesuatu diformulasikan sedemikian rupa sehingga menjadi ‘kesatuan’. Apabila menyimpan kosakata di memori (otak) berarti kita menyimpan konsep. Ada miliaran konsep tersimpan di memori.
 
Misalnya konsep Bumi, sungai, demokrasi, atau pacar. Konsep konkret atau abstrak menjadi hal abstrak dalam penyimpannya. Tentu saja kita tidak mungkin memasukkan kursi ke dalam otak, tetapi kita mampu menimpan konsep kursi. Bahkan, jagat raya dan segala isinya mudah saja disimpan. Semakin banyak simpanan semakin berpengetahuanlah seesorang. Teruskan membaca… »

Naluri Menulis

6 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

KEPRIBADIAN manusia dibentuk atas tiga hal, pengetahuan, perasaan, dan naluri. Dalam kaitan menulis, pada bagian terdahulu, hal pengetahuan dan perasaan telah dibahas. Bagaimana dengan naluri? Apakah manusia punya naluri untuk menulis?
 
Secara kamusis (KBBI, 1988: 607) naluri berarti: (1)dorongan hati yang dibawa sejak lahir; pembawaan alami yang tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu, (2) perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup. Bahasa lainnya, kalau lebih agak kebinatangan, insting. Masih ingat filem Basic Insting? Teruskan membaca… »

Mengasah Rasa

4 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

KOSAKATA rasa, adakalnya agak susah dipahami. Secara kamusis, dalam arti kelima, berarti: Pendapat (pertimbangan) mengenai baik atau buruk, salah atau benar, dan sebagainya (KBBI: 1988: 729). Diskusi ini tidak mencampuradukan dengan pengertian ‘perasaan’ sebagai konsep psikologi.
 
Lagi pula dalam kaitan sharing menulis, rasa dalam menulis dimaknai sebagai pendapat ‘baik’ atau ‘buruk’, ‘salah’ atau ‘benar’ ketika mempertimbangkan tulisan yang dihasilkan. Rasa, karena itu, menjadi ‘pisau pembedah’ karya dimana semakin tajam akan semakin baik. Artinya, dalam melajukan kualitas tulisan, di satu sisi mengasah rasa, di sisi lain rasa ‘menilai’ tulisan. Teruskan membaca… »

Mengalirkan Pikiran

2 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

MEMBATU. Cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada. Begitu kalimat terkenal Rene Descarter. Masih ingat patung terkenal karya Rodin? Manusia tegap menundukkan kepala melambangkan berpikir. Kita berpikir setiap hari. Tanpa berpikir kita mati dalam hidup. Berpikir penanda utama manusia.
 
Allah SWT Mahapemberi. Dibekalinya manusia segenggam otak bermuatan setrilun sel saraf (neuron) yang kalau dibentangkan panjangnya bisa mengelilingi Bumi. Kapasitasnya lebih ‘luas’ dari jagat raya. Jagat raya bisa ‘disimpan’ di otak manakala yang punya otak mampu melakukannya. Otak sumur pengetahuan yang tidak akan pernah penuh atau dangkal. Teruskan membaca… »

Rindu Menulis

1 August 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

TULIS. Apabila berharap sungguh-sungguh, sangat ingin, atawa rindu (menulis), tidak perlu berpanjang-panjang. Rindu menulis paling mudah direalisasikan. Syaratnya sederhana. Selama mampu berpikir, pikiran tersebut ditulis. Jadilah tulisan. Putik rindu (menulis) terpenuhi seketika. Ringkas.
 
Menulis menjadi susah dan rumit kalau disusah-susahkan. Misalnya, harus begini-begitu, begini-begina, dan segerobak aturan yang ditimpakan. Aturan, entah siapa yang membuat, tentu baik agar tulisan baik. Tetapi, dalam memasihkan menulis, menjadi lain soalnya. Adakalanya aturan atau teori menjadi belenggu, penjara menulis. Teruskan membaca… »

Memahat Makna

31 July 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

BERARTI. Menulis, tentu dengan tujuan tertentu. Penulis yang pertama memahami tujuannya menulis. Hampir bisa dipastikan, sebagian besar bertujuan baik. Ada memang yang rada ‘aneh’, tetapi prosentasenya kecil. Saya mengamati tulisan seseorang di blog dan media cetak, yang isinya rada-rada miring. Cenderung ‘menyerang’ orang lain. Sakit jiwa kali.
 
Secara tidak tertulis, ada konvensi, tidak menyerang pribadi. Dalam mengkritik, sebaiknya lebih ditujukan pada umum dalam artian sebagai korekasi bagi sesama. Dengan demikian tulisan lebih berarti, bermakna, berguna bagi khalayak. Misalnya, sistem  pendidikan atau guru, bukan Ersis guru SMU Anu. Teruskan membaca… »

‘Dicintai’ Pengunjung Haram

30 July 2008

Pagi ini, begitu membuak dashboard www.webersis.com, penangkal Mas Akis menangkap 50 aneka ‘penawaran seram’. Situs porno, Viagra, sampai penawaran dari orang-orang kaya dari aneka bank di Afika. Seperti biasa, didelet.

Pertanyaan saya, karena memang gaptek, ada ngak cara  supaya kunjungan Pendatang Haram tersebut jangan datang. Padahal, jam 03.00 dini hari dalam jumlah yang sama dah dihapus. Lebih seratusan dihapus tiap hari.

Para bloger ada yang mau bantu?  

Nikmatnya Kuliner

29 July 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

MAKAN. Apabila ke Jakarta, sejak kuliah di Jogja dan Bandung, dua sahabat sejak kecil saya, Ahmad Faisal Tahir dan Sabri Achmad membawa ke tempat makan nyaman. Ke Kramat, berburu Sate Padang sudah rutin. Faisal (almarhum) pejabat keuangan di Departemen Perhubungan dan Sabri Direktur Utama perusahaan ekspedesi sukses. Semasa rutin ke Jakarta, tidak terhitung tempat makan nyaman yang didatangi.
 
Ketika baru-baru ini ke Jogja, bernostalgia berburu masakan semasa kuliah. Kalau RM Padang, wajib hukumnya. Menikmati Soto Pintu Tertutup di jembatan Gondolayu, duh nikmatnya. Dua mangkok soto lewat plus goreng daging renyah. Teruskan membaca… »