<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="WordPress/2.5.1" -->
<rss version="0.92">
<channel>
	<title>Menulis Tanpa Berguru</title>
	<link>http://webersis.com</link>
	<description>Ersis Writing Theory (EWT): Menulis Ala Posmodernis</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 May 2008 17:11:18 +0000</lastBuildDate>
	<docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
	<language>en</language>
	
	<item>
		<title>Menulis Sakinah</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
DAMAI di hati damai di tulisan. Hebat benar rangkaian kata-kata tersebut. Ya, kalau menulis menjadikan hati  bermuatan kedamaian, ketenteraman, ketenangan, kebahagiaan, kenapa tidak. Kalau damai di hati menjadikan damai di pikiran bermuara damai di tulisan, tentu lebih baik. Tidak ada salahnya to.
 
Minimal jalan katarsis. Minimal pula tulisan menjadi kapal keruk agar kerak-kerak [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/17/menulis-sakinah/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menulis Syuhat</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
SERING kali, apabila menulis, mulai dari mula sampai menjadi, kita dihinggapi keragu-raguan. Apakah tema tulisannya benar, isinya pas, sajiannya bagus, atau diterima apa tidak oleh pembaca. Syubhat alias keragu-raguan tentang tulisan, wajar saja. Bahkan, syubhat pada takaran tertentu bisa jadi kekuatan.
 
Saya ingat kuliah-kuliah awal dimana Pak Dosen mengatakan, ragukan apa saja, meragukan [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/17/menulis-syuhat/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Menulis Seronok</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
AGITASI, boleh pula dikatakan provokasi, melalui media cetak, arena seminar, pelatihan, dan terutama (belakangan) melalui www.webersis.com nampaknya sudah saatnya bergeser bingkai. Kalau sebelumnya lebih kepada motivasi, yang penting menulis dulu, kini beralih setapak demi setapak, bagaimana menulis yang nyaman; nyaman dibaca oleh pembaca tentunya, he he.
 
Hal ini berkaitan dengan langkah kedua Ersis [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/16/menulis-seronok/</link>
			</item>
	<item>
		<title>BBM Bakalan &#8216;Terbang&#8217;?</title>
		<description><![CDATA[Wacana kenaikan BBM (hampir pasti), menuai protes. Pemerintah berargumen, kalau tidak naik, APBN (P) bakalan &#8216;gawat; tersedot subsidi. Bagaimana kalau jurus ngutang? Kata Wapres JK, siapa yang mau ngutangi untuk subsidi BBM. Nah, buah simalakama.
Kalau protes meningkat, bisa-bisa jadi &#8230; yang ujung-ujung &#8230; duh susah membayangkan. Sekalipun, alasan pemerintah mengalihkan subsidi dari kalangan berpunya kepada [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/15/bbm-bakalan-terbang/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ahimsa Menulis</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MAHATMA Gandhi pejuang cerdas dan tangguh Tanah Hindi nampaknya melihat, perjuangan kehidupan adalah perjuangan ‘penyelamatan’ kemanusian, dan bahkan perkebinatangan. Sesama makhluk Sang Mahapencipta jangan menyakiti, apalagi membunuh. Menggunakan kekerasan tabu. Bapak kemanusian berkesederhanaan tersebut sungguh merasuk jiwa.
 
Tentu Gandhi anti penjajahan. Namun, dalam melawan penjajah bukan harus dengan kekerasan. Non-violence adalah pilihan. Tidak [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/15/ahimsa-menulis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Ambisi Menulis</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
SAYA bukan ambisius, kata seorang teman ketika mengutarakan keinginan menjadi Kepala Daerah. Mau ambisius atau tidak terserah. Banyak orang memahami kosakata ambisius berkonotasi negatif. Kalau berambisi, berkeinginan keras mencapai sesuatu, nyaman secara sosial. Berambisi bagus, ambisius tunggu dulu.
 
Bila seseorang berambisi menulis tentu bagus. Sebab, keinginan yang kuat adalah bahan bakar untuk ‘sukses’. [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/14/ambisi-menulis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Akselerasi Menulis</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MENULIS sangat mudah. Kalau ingin menulis, tulis saja. Kalau belum lancar, terus menulis, lama-lama terbiasa. Kalau sudah terbiasa, pasti lancar. Intinya lakukan. Jangan akan. Akan, menulis anu, dan anu. Tulis. Pasti jadi tulisan.
 
Masih ingat karya Bobbi DePorter, Quantum Learning, Quantum Teaching, Quantum Business atau karya Colin Rose dan Malcolm J. Nicholl, Accelerated [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/13/akselerasi-menulis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Tantangan Buat Mahasiswa</title>
		<description><![CDATA[Hallo teman-teman. Jarang lho yang nulis tentang kampus sendiri, ya kampusnya, dosennya, maahasiswanya, karyawannya, sistemnya, atau apa saja, fisik dan non-fisik. Bagaimana kalau menulis &#8216;diri sendiri&#8217;, melihat diri. Mana tahu dapat masukan dari teman-teman. Salam.
]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/12/tantang-buat-mahasiswa/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Agitator Menulis</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis warmansyah Abbas
PEMANTIK menulis, sebagaimana rizki, terkadang datang tanpa diduga. Kalau Allah SWT mendatangkan rizki, tanpa mengharapkan akan didapat. Wajar, Rasulullah tidak mengajarkan, tidak ada hadis, menolak rizki. Rizki datang dari Allah.
 
Menulis tentu bukan ’rizki’ dalam artian harpiah. Hanya saja, kalau mampu dimaknai bisa jadi ‘ibu’ rizki. Menguntungkan secara psikologis, berupa amal manakala untuk [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/12/agitator-menulis/</link>
			</item>
	<item>
		<title>Adrenalin Menulis</title>
		<description><![CDATA[Oleh Ersis Warmansyah Abbas
PERMAINAN atau olah raga yang dapat memicu adrenalin, menaikkan tekanan darah dan denyut jantung, kini seolah mewabah di banyak tempat. Di Taman Impian Jaya Ancol banyak pilihannya, dari tora-tora sampai roadcoaster. Di Bali ada yang melambungkan badan ke udara. Kalau pengecut, jangan coba-coba. Ibarat kata, bisa copot jantung. Ih &#8230; ngeri.
 
Adrenalin dalam [...]]]></description>
		<link>http://webersis.com/2008/05/12/andrenalin-menulis/</link>
			</item>
</channel>
</rss>
