<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments for Menulis Tanpa Berguru</title>
	<atom:link href="http://webersis.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://webersis.com</link>
	<description>Ersis Writing Theory (EWT): Menulis Ala Posmodernis</description>
	<pubDate>Sat, 17 May 2008 01:04:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>Comment on Menulis Sakinah by SQ</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/17/menulis-sakinah/#comment-13328</link>
		<dc:creator>SQ</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 23:41:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/?p=726#comment-13328</guid>
		<description>kalau soal pembaca (manusianya) memang kembali ke hati dan pikiran, ya nggak bisa dong maksa2 orang buat nyamakan pikiran dengan orang lain. Intiya ya tulis buat menyamankan diri sajalak..

kayak iklan, BE YOURSELF.

saya sepakat soal "belajar" juga, inti belajar itu salah kan pak? nggak salah nggak rame :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau soal pembaca (manusianya) memang kembali ke hati dan pikiran, ya nggak bisa dong maksa2 orang buat nyamakan pikiran dengan orang lain. Intiya ya tulis buat menyamankan diri sajalak..</p>
<p>kayak iklan, BE YOURSELF.</p>
<p>saya sepakat soal &#8220;belajar&#8221; juga, inti belajar itu salah kan pak? nggak salah nggak rame <img src='http://webersis.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BBM Bakalan &#8216;Terbang&#8217;? by M. Rizky Adha</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/15/bbm-bakalan-terbang/#comment-13327</link>
		<dc:creator>M. Rizky Adha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 23:16:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/05/15/bbm-bakalan-terbang/#comment-13327</guid>
		<description>Wah, Salah juga kalo dibiarkan berlalu,,, ????

Kita memang tidak mempunyai daya dan upaya, tetapi 
sebagai manusia yg mempunyai fitrah, hendaknya kita merasakan betul dialektika sosial yg terjadi terhadap saudara2 kita yg tak berdaya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, Salah juga kalo dibiarkan berlalu,,, ????</p>
<p>Kita memang tidak mempunyai daya dan upaya, tetapi<br />
sebagai manusia yg mempunyai fitrah, hendaknya kita merasakan betul dialektika sosial yg terjadi terhadap saudara2 kita yg tak berdaya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menulis Sakinah by M. Rizky Adha</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/17/menulis-sakinah/#comment-13326</link>
		<dc:creator>M. Rizky Adha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 23:07:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/?p=726#comment-13326</guid>
		<description>Kayaknya ada yg kurang lagi??? Mawaddah &#38; Warrahmah kemana...??? Kan jadi lengkap toh!

Sangat sulit sekarang ini menemukan orang yg mempunyai kedamaian pd setiap tulisannya,,, terlebih2 mungkin, mungkin dilebih2kan, atawa melebih2kan mungkin...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kayaknya ada yg kurang lagi??? Mawaddah &amp; Warrahmah kemana&#8230;??? Kan jadi lengkap toh!</p>
<p>Sangat sulit sekarang ini menemukan orang yg mempunyai kedamaian pd setiap tulisannya,,, terlebih2 mungkin, mungkin dilebih2kan, atawa melebih2kan mungkin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menulis Syuhat by M. Rizky Adha</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/17/menulis-syuhat/#comment-13325</link>
		<dc:creator>M. Rizky Adha</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 22:57:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/?p=725#comment-13325</guid>
		<description>Perasaan gak ada istilah "Syuhat" (Pada Judul) toh??? Yg ada ya "Subhat"... Wduh2,,,???
Gitu aja kok repot, kalo ragu2 lebih baik kembali... Gampang kan!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Perasaan gak ada istilah &#8220;Syuhat&#8221; (Pada Judul) toh??? Yg ada ya &#8220;Subhat&#8221;&#8230; Wduh2,,,???<br />
Gitu aja kok repot, kalo ragu2 lebih baik kembali&#8230; Gampang kan!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on BBM Bakalan &#8216;Terbang&#8217;? by hanggadamai</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/15/bbm-bakalan-terbang/#comment-13321</link>
		<dc:creator>hanggadamai</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 16:41:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/05/15/bbm-bakalan-terbang/#comment-13321</guid>
		<description>wah diriku udah mumets sama masalh beginian pak :(

***&lt;em&gt;Sama, biarkan saja berlalu ... he he&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah diriku udah mumets sama masalh beginian pak <img src='http://webersis.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>***<em>Sama, biarkan saja berlalu &#8230; he he</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Antropologi: Mahasiswa Menulis Buku by dharma setyawan</title>
		<link>http://webersis.com/2008/04/15/antropologi-mahasiswa-menulis-buku/#comment-13318</link>
		<dc:creator>dharma setyawan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 15:28:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/04/15/antropologi-mahasiswa-menulis-buku/#comment-13318</guid>
		<description>LEBIH MENGENAL

MUSEUM NEGERI LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU

sumberdaya sejarah dan budaya sangat penting untuk generasi mendatang, dalam rangka pembangunan bangsa yang besar dan maju dengan tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya. Sumberdaya sejarah dan budaya merupakan sumberdaya yang tak ternilai harganya dan tak terbaharui (unrenewable) keberadaannya, sehingga harus dikelola secara baik dan benar. Pengelolaan sumberdaya sejarah dan budaya “yang baik” memiliki arti bahwa pengelolaannya akan membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat luas, sedangkan pengelolaan “yang benar” memiliki arti bahwa pengelolaan tersebut harus dapat menjamin kelestariannya sebagai data yang dapat diakses sepanjang masa. Hal inilah yang mendorong berdirinya museum umum[1] di berbagai propinsi di Indonesia, demi pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya sejarah dan budaya.

Secara umum tugas dan fungsi museum adalah mengkomunikasikan serta mempublik asikan hasil-hasil penelitian ilmiah kepada umum, baik melalui media pameran, bimbingan edukatif kultural maupun media lainnya dalam pelestarian dan pemanfaatan bukti material manusia dan lingkungannya untuk ikut serta mengembangkan seni, ilmu dan teknologi dalam rangka peningkatan nilai budaya dan kecerdasan kehidupan bangsa. Dengan demikian informasi yang disajikan oleh museum haruslah betul-betul objektif.

Hal ini berkesesuaian dengan defenisi museum itu sendiri yaitu setiap badan tetap yang tidak mencari keuntungan, yang dalam melayani masyarakat terbuka untuk umum dan kegiatannya meliputi; mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkaji, mengkomunikasikan, serta memamerkan bukti material manusia dan lingkungannya, untuk kepentingan studi dan rekreasi, (RUU Permuseuman Ps. 1 ayat huruf b).

Sejarah Museum :

Sejak direbutnya Constantinopel, Asia Kecil dan Yunani oleh Turki, jalur perdagangan Eropa dan Asia putus. Para pelayar Eropa berusaha mencari jalan laut menuju negeri Timur yang kaya rempah-rempah dan permata.

Sekembalinya dari daerah yang mereka kunjungi mereka juga membawa benda-benda budaya yang kemudian disimpan dalam Cabinet of Curiousities sebagai milik kebanggaan. Kemudian timbul gagasan untuk menghimpun Cabinet of Curiousities dalam MOUSEION (pura/tempat suci untuk memuja para dewa muse)

Kata MOUSEION inilah yang mencadi cikal bakal penyebutan Museum, yang dalam Bahasa Yunani Kuno berarti “pura” (tempat pemujaan) bagi para Muse. Para muse itu terdiri atas 9 orang. Mereka adalah puteri-puteri Dewa Zeus (Jupiter) dari isterinya yang bernama Mnemosyne. Kesembilan orang Muse itu adalah para Dewi Penguasa Ilmu Pengetahuan dan Seni, yang dipimpin oleh Apollo, putera Zeus dari isterinya yang bernama Letto

Sejarah Museum Di Kalimantan Selatan

Museum pertama yang didirikan di Kalimantan Selatan adalah Borneo Museum yang didirikan pada tahun 1907 di Banjarmasin. Mula-mula berlokasi di Swartpark (sekarang Kompleks Masjid Sabilal Muhtadin), kemudian dipindahkan ke Heeren Gracht (Jalan D.I. Panjaitan sekarang). Usia museum ini tidak berumur panjang, karena pada hari-hari terakhir pendudukan Jepang, koleksi museum ini jadi rebutan para penguasa ketika itu.

Museum yang kedua adalah Museum Kalimantan yang didirikan berkat kegigihan usaha para budayawan di daerah ini, yang antara lain dimotori oleh Alm. Amir Hasan Gelar Kyai Bodan Kejawan. Museum yang menggunakan Gedung Permufakatan Indonesia ini juga tidak berumur panjang. gedung itu terbakar habis.

Museum yang ketiga adalah Museum Banjar yang didirikan pada tahun 1967 dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 19/1-2-301-573, tanggal 8 Mei 1967 Untuk sementatra koleksi-nya disimpan pada sebuah bangunan rumah Alm. Abdul Ghafar Hanafiah di Jalan Haryano M.T. No 1 Banjarmasin yang disewa sebagai gedung sementara Museum Banjar itu. Pada tahun 1968 dipindahkan ke Balai Wartawan Jalan Jend. Sudirman Banjarmasin, dan selanjutkan ke Jalan A. Yani Km. 5,5 Banjarmasin.

Museum yang keempat adalah Museum Lambung Mangkurat, Lahirnya Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru memiliki riwayat yang panjang. Selain berkait secara kronologis dengan sejarah museum di Kalimantan Selatan yakni sejak Borneo Museum (1907), Museum Kalimantan (1955), Museum Banjar (1957) dan akhirnya Museum Lambung Mangkurat, keberadaannya berawal dari pemikiran cemerlang yang terlahir oleh keprihatinan terhadap kondisi sumberdaya sejarah dan budaya yang kita miliki, yang secara nyata agaknya kurang terurus.

Museum dan pendidikan, selama keduanya masih berfungsi ditengah-tengah masyarakat, maka peranannya akan tetap aktual dan terus diamati, dikaji untuk kemudian dapat disempurnakan. Antara museum dengan pendidikan memang tidak terdapat hubungan fungsional. Pendidikan sebagai proses sosialisasi dan proses pembudayaan orang-perorang telah berlaku sejak manusia itu lahir, hidup bermasyarakat dan berkebudayaan.

Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru

Memasuki pintu gerbang Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru ini, mata kita langsung dimanjakan dengan bangunan mewah yang mengadaptasi bentuk rumah tradisional banjar yaitu “Rumah Bubungan Tinggi” yang dipadu dengan gaya modern sebagai ruang pameran utama. Selanjutnya bangunan lain yaitu Ruang Pameran Temporer dan ruang pameran kain, keramik, lukisan bergaya eropa. Kantor Tata Usaha, ruang Kepala dan Perpustakaan bentuk atap pisang sasikat. Kantor tenaga teknis dan gudang koleksi dengan bangunan atap hidung bapicik[2]. Tentu saja memikat

Saat diresmikan pada tahun 1979, Museum Lambung Mangkurat memiliki bangunan seluas 2000 m2 yang dibangun di atas lahan seluas 15.000 m2. Fasilitas gedung tersebut terdiri dari : Gedung Induk Pameran Tetap dua lantai, Ruang Pameran Temporer, Kantor dan Rumah Dinas Kepala.

Sampai dengan Desember 2007, jumlah koleksi Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru mencapat 12.020 buah, Benda koleksi sejumlah tersebut harus terus menerus dikelola agar terjamin keamanannya baik dari ancaman kerusakan maupun kehilangan, baik kerusakan biotic (jamur, pelapukan, rayap) maupun kimiawi dan fisis akibat perubahan suhu, kontaminasi lingkungan mikro dan sebagainya.

Koleksi merupakan benda-benda bernilai sejarah, kebudayaan dan sejarah alam yang dikelola oleh museum untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas baik langsung melalui pameran di museum maupun melalui media (cetak, elektronik, brosur dan buku). Pada awal berdirinya Museum Lambung Mangkurat, sebagian koleksinya berasal dari Museum Banjar yang masih tersisa, sebagian lain dari Direktorat Permuseuman dan sebagian lagi hasil pengadaan baru Museum Lambung Mangkurat. Jumlahnya saat itu sebanyak 5.253 buah dengan rincian :

- Prasejarah

- Arkeologi

- Numismatika/Heraldika

- Keramologika

- Sejarah

- Naskah

- Seni rupa modern

- Seni kriya/kontemporer

- Geografi

- Astronomi

- Geologi

- Paleontologi/antropologi

- Botani

- Zoologi

- Herbarium

- Etnografi
	

21 buah

61 buah

309 buah

449 buah

90 buah

111 buah

144 buah

507 buah

26 buah

15 buah

27 buah

19 buah

28 buah

16 buah

16 buah

3.193 buah

Jumlah……………………
	

5.253 buah

Sumber : Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan

Banjarbaru 2008

Sejak diresmikan pada tahun 1979 hingga saat ini (2008), Museum Lambung Mangkurat telah memberikan layanan informasi sejarah dan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas, baik pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Jumlah kunjungan dari waktu ke waktu cenderung meningkat pada 15 tahun terakhir, yang dapat dilihat pada Tabel dan Grafik berikut ini :

Tabel Kunjungan Museum Negeri Lambung Mangkurat

Th 1990-2008

Tahun
	

Jumlah Pengunjung

1990/1991
	

8165 orang

1991/1992
	

29200 orang

1992/1993
	

27200 orang

1993/1994
	

16946 orang

19941995
	

12201 orang

1995/1996
	

15690 orang

1996/1997
	

19580 orang

1997/1998
	

20000 orang

1998/1999
	

17300 orang

1999/2000
	

18048 orang

2000/2001
	

13500 orang

2001/2002
	

18287 orang

2002/2003
	

21660 orang

2003/2004
	

21406 orang

2004/2005
	

29954 orang

2005/2006
	

36114 orang

2006/2007
	

49965 orang

2007-2008
	

45500 orang

Sumber : Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru 2008

Peranan Museum Lambung Mangkurat Terhadap Pendidikan

Kota Banjarbaru menempatkan dirinya sebagai kota Pendidikan di Kalimantan Selatan, sebagai tempat yang comfortable untuk para pencari ilmu. Keberadaan sebuah museum di kota ini dapat memberikan informasi edukatif tentang sejarah dan kebudayaan lokal melalui koleksi yang ditampilkannya. Museum dapat pula menjadi sebuah lembaga pendidikan non formal yang dapat memainkan peranan positif dalam bidang pendidikan berkaitan dengan upaya pencerdasan bangsa dan “melek” budaya. Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru akhirnya memposisikan dirinya sebagai media tempat belajar dan rekreasi bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan masyarakat Banjarbaru pada khususnya. Banyaknya kunjungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa atau pun para pecinta sejarah dan budaya ke Museum Lambung Mangkurat ini menunjukkan adanya sifat memerlukan (defendensi) dari masyarakat terhadap keberadaan sebuah museum.

[1] Museum Umum adalah museum yang koleksinya meliputi benda-benda sejarah, budaya dan sejarah alam, sedangkan museum khusus adalah museum yang koleksinya terdiri satu jenis atau satu tema tertentu seperti Museum Tekstil, Museum Botani, Museum Purbakala dan sebagainya.

[2] Wawancara dengan Drs. Ikhlas Budi Prayogo, M. Hum (Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru) 15 Mei 2008</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>LEBIH MENGENAL</p>
<p>MUSEUM NEGERI LAMBUNG MANGKURAT BANJARBARU</p>
<p>sumberdaya sejarah dan budaya sangat penting untuk generasi mendatang, dalam rangka pembangunan bangsa yang besar dan maju dengan tanpa kehilangan identitas dan akar budayanya. Sumberdaya sejarah dan budaya merupakan sumberdaya yang tak ternilai harganya dan tak terbaharui (unrenewable) keberadaannya, sehingga harus dikelola secara baik dan benar. Pengelolaan sumberdaya sejarah dan budaya “yang baik” memiliki arti bahwa pengelolaannya akan membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat luas, sedangkan pengelolaan “yang benar” memiliki arti bahwa pengelolaan tersebut harus dapat menjamin kelestariannya sebagai data yang dapat diakses sepanjang masa. Hal inilah yang mendorong berdirinya museum umum[1] di berbagai propinsi di Indonesia, demi pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya sejarah dan budaya.</p>
<p>Secara umum tugas dan fungsi museum adalah mengkomunikasikan serta mempublik asikan hasil-hasil penelitian ilmiah kepada umum, baik melalui media pameran, bimbingan edukatif kultural maupun media lainnya dalam pelestarian dan pemanfaatan bukti material manusia dan lingkungannya untuk ikut serta mengembangkan seni, ilmu dan teknologi dalam rangka peningkatan nilai budaya dan kecerdasan kehidupan bangsa. Dengan demikian informasi yang disajikan oleh museum haruslah betul-betul objektif.</p>
<p>Hal ini berkesesuaian dengan defenisi museum itu sendiri yaitu setiap badan tetap yang tidak mencari keuntungan, yang dalam melayani masyarakat terbuka untuk umum dan kegiatannya meliputi; mengumpulkan, merawat, meneliti, mengkaji, mengkomunikasikan, serta memamerkan bukti material manusia dan lingkungannya, untuk kepentingan studi dan rekreasi, (RUU Permuseuman Ps. 1 ayat huruf b).</p>
<p>Sejarah Museum :</p>
<p>Sejak direbutnya Constantinopel, Asia Kecil dan Yunani oleh Turki, jalur perdagangan Eropa dan Asia putus. Para pelayar Eropa berusaha mencari jalan laut menuju negeri Timur yang kaya rempah-rempah dan permata.</p>
<p>Sekembalinya dari daerah yang mereka kunjungi mereka juga membawa benda-benda budaya yang kemudian disimpan dalam Cabinet of Curiousities sebagai milik kebanggaan. Kemudian timbul gagasan untuk menghimpun Cabinet of Curiousities dalam MOUSEION (pura/tempat suci untuk memuja para dewa muse)</p>
<p>Kata MOUSEION inilah yang mencadi cikal bakal penyebutan Museum, yang dalam Bahasa Yunani Kuno berarti “pura” (tempat pemujaan) bagi para Muse. Para muse itu terdiri atas 9 orang. Mereka adalah puteri-puteri Dewa Zeus (Jupiter) dari isterinya yang bernama Mnemosyne. Kesembilan orang Muse itu adalah para Dewi Penguasa Ilmu Pengetahuan dan Seni, yang dipimpin oleh Apollo, putera Zeus dari isterinya yang bernama Letto</p>
<p>Sejarah Museum Di Kalimantan Selatan</p>
<p>Museum pertama yang didirikan di Kalimantan Selatan adalah Borneo Museum yang didirikan pada tahun 1907 di Banjarmasin. Mula-mula berlokasi di Swartpark (sekarang Kompleks Masjid Sabilal Muhtadin), kemudian dipindahkan ke Heeren Gracht (Jalan D.I. Panjaitan sekarang). Usia museum ini tidak berumur panjang, karena pada hari-hari terakhir pendudukan Jepang, koleksi museum ini jadi rebutan para penguasa ketika itu.</p>
<p>Museum yang kedua adalah Museum Kalimantan yang didirikan berkat kegigihan usaha para budayawan di daerah ini, yang antara lain dimotori oleh Alm. Amir Hasan Gelar Kyai Bodan Kejawan. Museum yang menggunakan Gedung Permufakatan Indonesia ini juga tidak berumur panjang. gedung itu terbakar habis.</p>
<p>Museum yang ketiga adalah Museum Banjar yang didirikan pada tahun 1967 dengan Keputusan Gubernur Kalimantan Selatan No. 19/1-2-301-573, tanggal 8 Mei 1967 Untuk sementatra koleksi-nya disimpan pada sebuah bangunan rumah Alm. Abdul Ghafar Hanafiah di Jalan Haryano M.T. No 1 Banjarmasin yang disewa sebagai gedung sementara Museum Banjar itu. Pada tahun 1968 dipindahkan ke Balai Wartawan Jalan Jend. Sudirman Banjarmasin, dan selanjutkan ke Jalan A. Yani Km. 5,5 Banjarmasin.</p>
<p>Museum yang keempat adalah Museum Lambung Mangkurat, Lahirnya Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru memiliki riwayat yang panjang. Selain berkait secara kronologis dengan sejarah museum di Kalimantan Selatan yakni sejak Borneo Museum (1907), Museum Kalimantan (1955), Museum Banjar (1957) dan akhirnya Museum Lambung Mangkurat, keberadaannya berawal dari pemikiran cemerlang yang terlahir oleh keprihatinan terhadap kondisi sumberdaya sejarah dan budaya yang kita miliki, yang secara nyata agaknya kurang terurus.</p>
<p>Museum dan pendidikan, selama keduanya masih berfungsi ditengah-tengah masyarakat, maka peranannya akan tetap aktual dan terus diamati, dikaji untuk kemudian dapat disempurnakan. Antara museum dengan pendidikan memang tidak terdapat hubungan fungsional. Pendidikan sebagai proses sosialisasi dan proses pembudayaan orang-perorang telah berlaku sejak manusia itu lahir, hidup bermasyarakat dan berkebudayaan.</p>
<p>Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru</p>
<p>Memasuki pintu gerbang Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru ini, mata kita langsung dimanjakan dengan bangunan mewah yang mengadaptasi bentuk rumah tradisional banjar yaitu “Rumah Bubungan Tinggi” yang dipadu dengan gaya modern sebagai ruang pameran utama. Selanjutnya bangunan lain yaitu Ruang Pameran Temporer dan ruang pameran kain, keramik, lukisan bergaya eropa. Kantor Tata Usaha, ruang Kepala dan Perpustakaan bentuk atap pisang sasikat. Kantor tenaga teknis dan gudang koleksi dengan bangunan atap hidung bapicik[2]. Tentu saja memikat</p>
<p>Saat diresmikan pada tahun 1979, Museum Lambung Mangkurat memiliki bangunan seluas 2000 m2 yang dibangun di atas lahan seluas 15.000 m2. Fasilitas gedung tersebut terdiri dari : Gedung Induk Pameran Tetap dua lantai, Ruang Pameran Temporer, Kantor dan Rumah Dinas Kepala.</p>
<p>Sampai dengan Desember 2007, jumlah koleksi Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru mencapat 12.020 buah, Benda koleksi sejumlah tersebut harus terus menerus dikelola agar terjamin keamanannya baik dari ancaman kerusakan maupun kehilangan, baik kerusakan biotic (jamur, pelapukan, rayap) maupun kimiawi dan fisis akibat perubahan suhu, kontaminasi lingkungan mikro dan sebagainya.</p>
<p>Koleksi merupakan benda-benda bernilai sejarah, kebudayaan dan sejarah alam yang dikelola oleh museum untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas baik langsung melalui pameran di museum maupun melalui media (cetak, elektronik, brosur dan buku). Pada awal berdirinya Museum Lambung Mangkurat, sebagian koleksinya berasal dari Museum Banjar yang masih tersisa, sebagian lain dari Direktorat Permuseuman dan sebagian lagi hasil pengadaan baru Museum Lambung Mangkurat. Jumlahnya saat itu sebanyak 5.253 buah dengan rincian :</p>
<p>- Prasejarah</p>
<p>- Arkeologi</p>
<p>- Numismatika/Heraldika</p>
<p>- Keramologika</p>
<p>- Sejarah</p>
<p>- Naskah</p>
<p>- Seni rupa modern</p>
<p>- Seni kriya/kontemporer</p>
<p>- Geografi</p>
<p>- Astronomi</p>
<p>- Geologi</p>
<p>- Paleontologi/antropologi</p>
<p>- Botani</p>
<p>- Zoologi</p>
<p>- Herbarium</p>
<p>- Etnografi</p>
<p>21 buah</p>
<p>61 buah</p>
<p>309 buah</p>
<p>449 buah</p>
<p>90 buah</p>
<p>111 buah</p>
<p>144 buah</p>
<p>507 buah</p>
<p>26 buah</p>
<p>15 buah</p>
<p>27 buah</p>
<p>19 buah</p>
<p>28 buah</p>
<p>16 buah</p>
<p>16 buah</p>
<p>3.193 buah</p>
<p>Jumlah……………………</p>
<p>5.253 buah</p>
<p>Sumber : Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan</p>
<p>Banjarbaru 2008</p>
<p>Sejak diresmikan pada tahun 1979 hingga saat ini (2008), Museum Lambung Mangkurat telah memberikan layanan informasi sejarah dan budaya Kalimantan Selatan kepada masyarakat luas, baik pelajar, mahasiswa, masyarakat umum, wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Jumlah kunjungan dari waktu ke waktu cenderung meningkat pada 15 tahun terakhir, yang dapat dilihat pada Tabel dan Grafik berikut ini :</p>
<p>Tabel Kunjungan Museum Negeri Lambung Mangkurat</p>
<p>Th 1990-2008</p>
<p>Tahun</p>
<p>Jumlah Pengunjung</p>
<p>1990/1991</p>
<p>8165 orang</p>
<p>1991/1992</p>
<p>29200 orang</p>
<p>1992/1993</p>
<p>27200 orang</p>
<p>1993/1994</p>
<p>16946 orang</p>
<p>19941995</p>
<p>12201 orang</p>
<p>1995/1996</p>
<p>15690 orang</p>
<p>1996/1997</p>
<p>19580 orang</p>
<p>1997/1998</p>
<p>20000 orang</p>
<p>1998/1999</p>
<p>17300 orang</p>
<p>1999/2000</p>
<p>18048 orang</p>
<p>2000/2001</p>
<p>13500 orang</p>
<p>2001/2002</p>
<p>18287 orang</p>
<p>2002/2003</p>
<p>21660 orang</p>
<p>2003/2004</p>
<p>21406 orang</p>
<p>2004/2005</p>
<p>29954 orang</p>
<p>2005/2006</p>
<p>36114 orang</p>
<p>2006/2007</p>
<p>49965 orang</p>
<p>2007-2008</p>
<p>45500 orang</p>
<p>Sumber : Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru 2008</p>
<p>Peranan Museum Lambung Mangkurat Terhadap Pendidikan</p>
<p>Kota Banjarbaru menempatkan dirinya sebagai kota Pendidikan di Kalimantan Selatan, sebagai tempat yang comfortable untuk para pencari ilmu. Keberadaan sebuah museum di kota ini dapat memberikan informasi edukatif tentang sejarah dan kebudayaan lokal melalui koleksi yang ditampilkannya. Museum dapat pula menjadi sebuah lembaga pendidikan non formal yang dapat memainkan peranan positif dalam bidang pendidikan berkaitan dengan upaya pencerdasan bangsa dan “melek” budaya. Museum Lambung Mangkurat Banjarbaru akhirnya memposisikan dirinya sebagai media tempat belajar dan rekreasi bagi masyarakat Kalimantan Selatan dan masyarakat Banjarbaru pada khususnya. Banyaknya kunjungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa atau pun para pecinta sejarah dan budaya ke Museum Lambung Mangkurat ini menunjukkan adanya sifat memerlukan (defendensi) dari masyarakat terhadap keberadaan sebuah museum.</p>
<p>[1] Museum Umum adalah museum yang koleksinya meliputi benda-benda sejarah, budaya dan sejarah alam, sedangkan museum khusus adalah museum yang koleksinya terdiri satu jenis atau satu tema tertentu seperti Museum Tekstil, Museum Botani, Museum Purbakala dan sebagainya.</p>
<p>[2] Wawancara dengan Drs. Ikhlas Budi Prayogo, M. Hum (Kasi Edukasi Preparasi Museum lambung Mangkurat Propinsi Kalimantan Selatan Banjarbaru) 15 Mei 2008</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menulis Seronok by petak</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/16/menulis-seronok/#comment-13313</link>
		<dc:creator>petak</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 10:37:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/05/16/menulis-seronok/#comment-13313</guid>
		<description>Godot apaan tu pak?
mirip namanya miss israel aja..

***Mirip cerita fiksi yang saling dikutip he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Godot apaan tu pak?<br />
mirip namanya miss israel aja..</p>
<p>***Mirip cerita fiksi yang saling dikutip he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Tantangan Buat Mahasiswa by Erina Marsiana</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/12/tantang-buat-mahasiswa/#comment-13308</link>
		<dc:creator>Erina Marsiana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:36:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/05/12/tantang-buat-mahasiswa/#comment-13308</guid>
		<description>SAKADOMAS DI FKIP

Sakadomas merupakan bangunan ataupun tempat yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif bagi para civitas akademik Fkip Unlam. Kegiatan-kegiatan disini  tidak hanya bersifat akademik. Namun juga bersifat non akademik. Misalnya kegiatan akademik adanya kuliah umum bisa mengenai bedah buku, kalau yang non akademik adanya pentas seni seperti lomba menyanyi, membaca puisi dsb.

Bangunannya yang khas budaya banjar, unik dan menarik lokasinya pun sangat strategis yaitu terletak di tengah-tengah bangunan kampus FKIP. memang dulunya sebelum tempat itu dibangun, tempat itu hanyalah kolam ikan. Apa fungsinya, dan apa pula manfaatnya ? bagaimana efektifitas Sakadomas dalam menunjang ide-ide kreatif yang ada dilingkungan FKIP? mungkin banyak sekali pertanyaan yang akan terlontar mengenai sakadomas karena sakadomas dalam hal ini telah menjadi suatu perbincangan yang menarik pada kalangan mahasiswa yang terkait fungsi dan guna dari tempat tersebut. Sakadomas adalah singkatan dari sakahandak dosen dan mahasiswa, yang kalau boleh diartikan dalam bahasa Indonesia adalah terserah dosen dan mahasiswa. Artinya dosen dan mahasiswa sebagai keluarga besar FKIP mempunyai hak untuk memanfaatkan tempat tersebut yang tentunya dalam hal-hal positif.

Munculnya ide pembuatan tempat tersebut merupakan hasil dari pemikiran dan mempunyai tujuan. Dalam konteks ini kita harus berfikir positif tentang tujuan dari pembuatan sakadomas,dan itulah tadi sepintas dari segi positifnya, ada segi positif tentulah ada segi negatifnya yang bisa dirasakan dampaknya. Sebagai contoh ketika lomba-lomba diselenggarakan di sakadomas, yaitu terganggunya proses kegiatan belajar-mengajar karena pengalaman lomba-lomba tersebut diselenggarakan bertepatan dengan waktu ujian middle test dan menurut saya itu sangatlah mengganggu konsentrasi mahasiswa yang sedang menempuh ujian. Dan yang lebih memprihatinkan lagi dosen yang memberi ujian di kelas, juga ikut menonton acara lomba nyanyi tersebut. Tetapi bagaimanapun juga itu akan menjadi sesuatu yang berharga apabila itu dimanfaatkan oleh mahasiswa. 

Sakadomas bisa digunakan untuk apa saja, bahkan setiap hari nampak sekali terlihat mahasiswa yang duduk-duduk santai, tapi terkadang tempat itu bisa jadi tempat kuliah dan arena diskusi. Dalam waktu-waktu tertentu banyak acara-acara  yang diadakan di sakadomas, saperti bedah buku, lomba menyanyi, puisi dalam rangka Dies natalis. Walau begitu nampak sekali bahwa sakadomas belum dimanfaatkan secara maksimal. karena dalam penglihatan saya sakadomas menjadi tempat yang banyak nganggurnya daripada digunakan untuk kegiatan yang kreatif. tapi terlepas dari semua itu, sakadomas telah menjadi sarana penting dalam mengapresiasikan ide-ide kreatif yamg muncul dari civitas FKIP UNLAM.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SAKADOMAS DI FKIP</p>
<p>Sakadomas merupakan bangunan ataupun tempat yang dipergunakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif bagi para civitas akademik Fkip Unlam. Kegiatan-kegiatan disini  tidak hanya bersifat akademik. Namun juga bersifat non akademik. Misalnya kegiatan akademik adanya kuliah umum bisa mengenai bedah buku, kalau yang non akademik adanya pentas seni seperti lomba menyanyi, membaca puisi dsb.</p>
<p>Bangunannya yang khas budaya banjar, unik dan menarik lokasinya pun sangat strategis yaitu terletak di tengah-tengah bangunan kampus FKIP. memang dulunya sebelum tempat itu dibangun, tempat itu hanyalah kolam ikan. Apa fungsinya, dan apa pula manfaatnya ? bagaimana efektifitas Sakadomas dalam menunjang ide-ide kreatif yang ada dilingkungan FKIP? mungkin banyak sekali pertanyaan yang akan terlontar mengenai sakadomas karena sakadomas dalam hal ini telah menjadi suatu perbincangan yang menarik pada kalangan mahasiswa yang terkait fungsi dan guna dari tempat tersebut. Sakadomas adalah singkatan dari sakahandak dosen dan mahasiswa, yang kalau boleh diartikan dalam bahasa Indonesia adalah terserah dosen dan mahasiswa. Artinya dosen dan mahasiswa sebagai keluarga besar FKIP mempunyai hak untuk memanfaatkan tempat tersebut yang tentunya dalam hal-hal positif.</p>
<p>Munculnya ide pembuatan tempat tersebut merupakan hasil dari pemikiran dan mempunyai tujuan. Dalam konteks ini kita harus berfikir positif tentang tujuan dari pembuatan sakadomas,dan itulah tadi sepintas dari segi positifnya, ada segi positif tentulah ada segi negatifnya yang bisa dirasakan dampaknya. Sebagai contoh ketika lomba-lomba diselenggarakan di sakadomas, yaitu terganggunya proses kegiatan belajar-mengajar karena pengalaman lomba-lomba tersebut diselenggarakan bertepatan dengan waktu ujian middle test dan menurut saya itu sangatlah mengganggu konsentrasi mahasiswa yang sedang menempuh ujian. Dan yang lebih memprihatinkan lagi dosen yang memberi ujian di kelas, juga ikut menonton acara lomba nyanyi tersebut. Tetapi bagaimanapun juga itu akan menjadi sesuatu yang berharga apabila itu dimanfaatkan oleh mahasiswa. </p>
<p>Sakadomas bisa digunakan untuk apa saja, bahkan setiap hari nampak sekali terlihat mahasiswa yang duduk-duduk santai, tapi terkadang tempat itu bisa jadi tempat kuliah dan arena diskusi. Dalam waktu-waktu tertentu banyak acara-acara  yang diadakan di sakadomas, saperti bedah buku, lomba menyanyi, puisi dalam rangka Dies natalis. Walau begitu nampak sekali bahwa sakadomas belum dimanfaatkan secara maksimal. karena dalam penglihatan saya sakadomas menjadi tempat yang banyak nganggurnya daripada digunakan untuk kegiatan yang kreatif. tapi terlepas dari semua itu, sakadomas telah menjadi sarana penting dalam mengapresiasikan ide-ide kreatif yamg muncul dari civitas FKIP UNLAM.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Buku Tamu by jiwakelana</title>
		<link>http://webersis.com/buku-tamu/#comment-13307</link>
		<dc:creator>jiwakelana</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:26:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/buku-tamu/#comment-13307</guid>
		<description>assalamu'alaikum pak.., numpang minum haus neh... haus ma ilmunya.

***&lt;em&gt;WWW ... mangga ... &lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaikum pak.., numpang minum haus neh&#8230; haus ma ilmunya.</p>
<p>***<em>WWW &#8230; mangga &#8230; </em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Menulis Seronok by iman brotoseno</title>
		<link>http://webersis.com/2008/05/16/menulis-seronok/#comment-13306</link>
		<dc:creator>iman brotoseno</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:20:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://webersis.com/2008/05/16/menulis-seronok/#comment-13306</guid>
		<description>jadi bingung menilai kadar keseronokan tulisan saya ??? he he</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi bingung menilai kadar keseronokan tulisan saya ??? he he</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
