Archive for the ‘Renungan Menulis’ Category

Murtad Menulis

Thursday, June 19th, 2008

Oleh Ersis warmansyah Abbas APABILA berkeinginan menulis, apalagi punya kemampuan, memiliki segudang ilmu (pengetahuan), segerobak pengalaman, atau sepedati ‘kewajiban’, lalu tidak menulis, bisa jadi, dapat dikatakan murtad (menulis). Tepatnya, manakala punya potensi, janganlah ingkar, kembangkan potensi menjadi kompetensi.   Pak, kan tidak semua orang suka menulis? Ya, iyalah. Kalau semua orang menjadi penulis, ...

Bego Menulis

Thursday, June 19th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas BEGO, sungguh saya tidak bisa menulis. Keinginan ada, tapi menulis beberapa kata mandeg, keluh seseorang. Saya tidak senang dengan yang berkehendak menulis, tetapi menvonis dirinya tolol (menulis). Orang-orang seperti itu menyakiti dirinya dan menghina Allah SWT.   Tolol? Ya, orang bisa saja tolol pada unjuk tampilnya, tetapi tidak untuk ...

Involusi Menulis

Wednesday, June 18th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KATA involusi dalam menulis mungkin terlalu gimana gitu. Bagaimana tidak. Ibarat pertumbuhan, kemampuan mengerucut, menciut. Kemerosotan menjadi ciri utama justeru ketika pengetahuan dan pengalaman semakin menumpuk. Ketika bahan untuk ditulis pada puncaknya. Saya suka contoh semasa remaja.   Betapa tidak. Dengan kemampuan sederhana, susah payah merangkai kata untuk sekadar ...

Rutin Menulis

Tuesday, June 17th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas RUTINITAS, bagi sebagian orang dijadikan alasan. Rutinitas menjadikan kehidupan tidak menarik, dan tidak menarik untuk ditulis. Pagi berangkat kerja, pulang kerja capek. Tidur. Pagi berangkat kerja, dan begitu seterusnya. Kecuali weekend. Celakanya, saking asyiknya, justru dijadikan alasan untuk tidak menulis. Nah, lo.   Sengaja tidak saya sebutkan siapa yang ...

Pandir Menulis

Monday, June 16th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SUNGGUH kata seorang yang sharing menulis, Si Anu itu Pak ai, baru menulis satu dua tulisan yang  dimuat di media cetak, sombongnya luar biasa. Kayaknya, dia saja yang paling pintar di dunia ini.   Bagus, kata saya. Yang penting dia menulis. Soal mau sombong, sok, atau menggurui, soal lain. ...

Marah Menulis

Sunday, June 15th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas PENULIS juga manusia. Ya, iyalah. Pasti. Penulis bukan binatang. Konon, satu perbedaan antara manusia dan binatang pada kemampuan menulis. Jangan pula sampai ada kesimpulan, manusia yang tidak (mampu) menulis sama dengan binatang. Itu ngawur namanya.   Penulis juga manusia. Pasti itu. Manusia, seperti juga binatang, bisa marah. Kalau manusia ...

Ghibah Menulis

Friday, June 13th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SEMOGA Allah SWT memelihara hati dan pikiran kita. Semoga Allah SWT menuntun hati dan pikiran Sampeyan ke jalan yang benar, perilaku tidak menyimpang, dan selalu berbuat konstruktif. Amin.   Tiba-tiba ada ‘teguran’ di palung hati: “Hai, Ersis. Apakah menulisanmu on the track?”. Saya tidak mampu menjawabnya, namun tersadar, akan ...

Menulis Menyiksa Diri

Thursday, June 12th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MALAM semakin larut. Hujan rintik-rintik. Suara jangkrik sayup-sayup ditingkahi pekikkan kodok,  harmoni nyaman di telinga. Kegairahan malam terundang. Pekik sorak pendukung Jerman di Piala Eropa mengoda semangat. Sedotan kopi hangat memacu andrenalin. Jari-jari semakin lincah menari di keyboard komputer.   Huruf demi huruf tergabung, kata demi kata tersusun, membentuk ...

Menulis ‘Membunuh’ Diri

Monday, June 9th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MALAM itu saya dikagetkan dengan kedatangan seorang teman. Dia dosen PTN berpredikat akademis Doktor. Saya persilahkan duduk sementara saya menyelesaikan tulisan. Tanggung. Saya tidak terbiasa menunda artikel, setelah selesai baru beraktivitas lain.   Setelah isteri menyuguhkan kopi, kami ngopi bareng. Ndilalah, dia tidak sabar. Nyerocos bercerita betapa tulisannya di ...

Menulis Meresahkan Diri

Sunday, June 8th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KOPYOK, sebut saja begitu namanya, kalau ditinjau dari pola pikir yang dituangkan pada tulisannya cukup bagus. Potensi dan kapasitas menulisnya cukup menjanjikan. Hanya saja, perkembangan kepenulisannya belakangan kurang bagus. Ada apa?   Teman-teman seangkatannya sharing menulis sudah lebih lancar, bahkan beberapa orang sudah menulis buku. Si Kopyok, yang semula ...