Archive for the ‘Renungan Menulis’ Category

Mengaku Kalah

Friday, March 6th, 2009

PERJALANAN kehidupan anak manusia, untuk sekadar mensimpelkannya, adakalanya berhasil, dan bisa jadi, banyak gagalnya. Gagal dapat diartikan kalah. Kalah sekalipun bernuansa dampak persaingan, lebih sering menyakitkan. Terlepas ada yang memaknai, kegagalan sebagai sukses yang tertunda. Dalam dua pertemuan di FKIP Unlam hari, pertama menyangkut revitalisasi kurikulum, dan kedua ‘bincang-bincang’ kinerja pimpinan ...

Waktu dan Umur

Thursday, February 12th, 2009

MALAM, 11 Februari 2009, kami mendiskusikan pemaknaan waktu dan umur. Hampir sepuluh tahun sharing segi-segi kehidupan sampai dinihari. Banyak orang mengira kami membincang hal politik, sebab dia pejabat publik. Malam kami lumpuhkan untuk sharing pemantapan pemahaman agama dan membahas buku. Alhamdulillah, lebih mampu memaknai keagungan Islam. Dan, serius ‘belajar’ mempraktikkan. Mengutip ...

Menulis Buku (Mudah)

Sunday, January 4th, 2009

Postingan 1 Januari 2009, Mengapa Saya menulis?, Alhamdulillah direspon teman-teman. Komen dikembangkan jadi tulisan menarik. Bahasan komen Anang (2 Januari), Sifat (3 Januari), Marsmallow (4 Januari) telah dilansir. Publikasi berikutnya, Leah (5 Januari), Tengkuputeh (6 Januari), Anto (7 Januari), Taufik (8 Januari), Erwin (9 Januari), Nike (10 Januari), Dan Noodijk (10 ...

Sajadah Idul Adha

Monday, December 8th, 2008

YA ALLAH jadikan kami manusia pilihanMu; bumiMu sebagai masjid, kantor sebagai musholah kehidupan, meja kerja sajadah ketundukkan, kehidupan ladang pengabdian. Fungsikan setiap tatapan mata kami bermuatan rahmat dan kasih sayang refleksi penglihatanMU, jadikan pikiran kami husnuzhan, tarikan napas sebagai tasbih, gerak hati adalah doa, ucapan sebagai dakwah, diam zikir kesadaran, ...

Spontan Menulis

Wednesday, June 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MUNGKINKAH menulis (secara) Spontan? Menulis serta merta, tanpa dipikir atau direncanakan? Bisa lah yaw.  Mohon permakluman, bukan bermaksud pamer atau riya, hal ini ditulis terdorong keinginan memotivasi. Banyak tulisan saya maujud spontan.   Biasanya, begitu ada pemantik, langsung menulis. Misalnya, ketika seseorang bertanya tentang mood menulis. Sungguh, tidak tahu ...

Menulis Itu Ibadah

Tuesday, June 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis, pada pilahan positifnya adalah ladang ibadah; memberi, berbagi, dakwah, petuah, sampai pencerahan. IBADAH. Kalau pada bab terdahulu tergambar betapa pilar-pilar menulis yang seharusnya dipancangkan mereka yang patut jauh dari harapan, pada bab ini dipapar pemahaman, bagaimana ‘pelit’ menulis direnggut dari dalam diri. Sangatlah mustahil menulis menjadi sesuatu ...

Ejakulasi Menulis

Monday, June 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas POSTINGAN Menulis www.webersis.com 11 Desember 2007 Ejakulasi Dini Menulis mendapat respon lumayan. Entah ada kaitannya, A. Ghofur berkesimpulan menulis di blog itu ejakulasi dini; seperti orang senggama tapi mengalami ejakulasi dini. Dijadikan subheader.   Postingan tersebut memuat pesan: ... apabila urat menulis terangsang, ide yang begitu ‘kuat’, tiba-tiba hilang. ...

Waras Menulis

Sunday, June 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENULIS adalah muntahan ‘aktivitas diri’, paduan antara pikiran, perasaan, dan atau pengalaman, adonan picuan ide dalam bentuk kata-kata, ungkapan. Siapa yang tidak mampu berpikir, tidak punya perasaan, tidak memiliki informasi, tidak akan pernah mampu alias waras menulis.   Logika jangan dibalik, yang tidak menulis tidak mampu berpikir, misalnya. Yang ...

Kompor Menulis

Saturday, June 21st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas “AH, jadi panas dikompor-kompori terus (menulis) oleh Om EWA”, tulis seseorang. Pada lain kesempatan dia menulis, “Bos, saya, walaupun habis ‘murtad menulis’ kini sadar lagi. Tapi begitulah, ‘ibadah menulis’ belum istiqomah. Mohon bimbingannya. Biar jangan murtad menulis lagi.   Kompor menulis dapat diartikan memicu, memotivasi, atau membangkitan gairah menulis. ...

Selalu Menulis

Friday, June 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas   SERING, senangtiasa, terus menerus, atau melakukan aktivitas menulis tentu tidak bisa dilakukan siapa saja. Tetapi, kalau dilatih, dibiasakan tentu buakan hil yang mustahal. Sebab, menulis pada dasarnya pekerjaan menyenangkan, menyehatkan, membahagiakan, dan terutama melempangkan pikiran dan perasaan.   Jumat, 20 Juni 2008, pukul 00.20 saya bertanya kepada Toni Februari ...