Archive for the ‘Quantum Menulis’ Category

Menulis Ekspresi Diri

Tuesday, November 20th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TANYA: Saya suka membaca dan sering muncul ide di pikiran. Tetapi, begitu mau ditulis, hilang entah kemana. Pernah ‘melawan’ diri, bertekad menulis sampai selesai. Begitu selesai alinea pertama, mandeg deh. Apa yang seharusnya saya tulis? Bagaimana agar ide menulis sesuatu benar-benar bisa menjadi tulisan, bukan berhenti di tengah ...

Membaca, Menulis, Membangun Kemampuan

Saturday, November 17th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMBACA DAN MENULIS. Kebudayaan, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bagaimana memahami kebudayaan? Belajar, tentunya. Diantaranya ‘membaca’ kebudayaan. Kebudayaan  wujudnya terpantau melalui gagasan, karya, dan hasil karya. Belajar kebudayaan melalui internalisasi, sosialisasi, dan enkulturasi.   Sungguh sangat mengangumkan, Allah SWT menurunkan ayat pertama kepada Rasulullah SAW, iqra’, iqra’, ...

Tipping Point

Wednesday, November 14th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENDADAK MENULIS: Sampai hari ini saya belum pernah berjumpa seorang pun yang derajat keseriusannya sebagai motivator penulisan sedahsyat apa yang ditunjukkan Ersis Warmansyah Abbas. Setiap saat, setiap kesempatan, dalam tema perjumpaan seperti apa pun, pria nyentrik ini selalu memotivasi lawan bicaranya untuk menulis ...   Buku ini, yang menyusul ...

Detonator Menulis

Monday, November 12th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TANYA: Trigger itu pemicu, bagaimana ia bisa bermain di otak kita, dan bagaimana caranya agar terus meruncing bagaikan selongsong peluru yang siap ditembakkan … DIPICU: Sebenarnya, saya tidak mengidentifikasikan diri sebagai penulis. Sangat bangga mencantumkan petambak ikan sebagai identitas. Suatu ketika, ada orang hebat, mencaci maki: “Dosen kog ...

Serendipity

Sunday, November 11th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TANYA: Bagaimana mendapatkan ide dan mengelola ide untuk dituliskan. Terkadang, idenya sudah mantap, eh ... menulisnya susah amat. Bagaimana ini Pak? EURIKA, EURIKA: Wow ... Tanpa sadar dia berlari kegirangan ... “Aku dapatkan. Aku dapatkan”, katanya dengan ‘pentungnya’ melambai kemana-mana. Mbah kita ini tidak sadar dia telanjang. Harap ...

Transplantasi Menulis

Sunday, November 11th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TANYA: Bapak saya kagum sekali dengan tulisan Bapak yang sangat lugas dan enak dibaca. Bagaimana saya dapat menulis sebagus Bapak? Apa saya dapat belajar menjadi penulis yang bagus? Bagaimana hukumnya halal/haram, memakai organ orang lain di tubuh kita ... ? MENULIS DAN GANTI HATI: Menurut saya, tidak halal, ...

Konyol Berbahasa Kesalahan Logis

Wednesday, November 7th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Pak Ersis kalau memotivasi menulis memang hebat, saya terbius. Seolah-olah, menulis memang sangat mudah. Apa tidak ada kesulitan dalam menulis Pak? Buktinya, saya termotivasi, tetapi tetap saja mandeg. Betul juga. Sekali-kali saya tulis yang agak ‘serem’. Tapi, harus dimaknai, ini pengetahuan dan keterampilan pra menulis sebenarnya. Ya, pelajaran ...

Menulis Memakai Waktu

Tuesday, November 6th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Di benak saya sudah menumpuk banyak hal yang akan ditulis. Hanya saja, begitu akan ditulis, mandeg. Apa rahasianya Pak? Apa menulis itu perlu waktu, tempat, dan suasana khusus? Padahal Pak, pekerjaan saya menumpuk. MEMANFAATKAN: Ya, waktu terbentang di lintasannya. Kita tinggal memanfaatkan. Kalau lebih canggih, ‘merebut’ dan ...

Menulis di Lintasan Waktu

Tuesday, November 6th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Bapak tentu orang sibuk. Dari profil yang saya baca, Bapak mengajar, bisnis, menulis, dan sebagainya. Apalagi, blognya selalu diperbaharui. Bagaimana Bapak menulis, atau tepatnya dalam kesibukan, bagaimana mengatur waktu menulis? LINTASAN WAKTU: Setiap orang tentu punya kesibukan. Sibuk, berarti: banyak yang dikerjakan; giat dan rajin (mengerjakan sesuatu); ...

Memaknai Waktu Menulis (4)

Monday, October 29th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas JIBRIL mejemput Nabi Muhammad SAW. Karena akan menghadap Allah SWT, disucikan. Dibelah dada Beliau, dicuci dengan air zamzam. Lalu, menaiki Buraq, berbadan kuda berkepala wanita cantik, dan bersayap. Ketiga makhluk terbang ke Masjidil Aqsa. Rasulullah sholat malam, dan kemudian menuju Sidratul Muntaha. Banyak hal diperlihatkan. Setelah melakukan ...