Archive for the ‘Puisi’ Category
Saturday, October 28th, 2006
Pagi ini di rumah rakyat
mahkamah duka digelar menumpang semraut angin
firkah-firkah mengumbar kebenaran dan ... apologia
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Di helai-helai halaman nafasmu kutangguk rasa
jiwamu kugenggam tak sisakan ragu dibuhul jalin
sayangmu timpa sayangku di jembatan nurani
pagi itu kita bersatu di ambang sore
Posted in Puisi | 1 Comment »
Saturday, October 28th, 2006
Lalu apa kini kasih
riak samudera mengayun tanya
meliuk membentang jauh
dari pembuangan ke tanah pembuangan
di pelataran kepastian takkan mampir
tegun sudut membatu tanya
tentang apa
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Malam ini, Ya Rabbi
Tunduk mengadai jiwa
saat bisikMu sayup menegur
memalu dongeng-dongeng kebenaran
mitos-mitos nisbi kalam
tikam tali rohul
sempurna tegun terpancang
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Ketika bayangku Kau bawa melayang ke rumah-Mu,
Ya Al-Rahman
bisikmu makin kencang
lupaku jadi ingat
dustaku jadi amal
aku, keakuan menjadi atom tanpa elektron
bertawaf suka cita
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Taman hati terbentang sudah
di kuala rawa-rawa banua
komulus tangan-tangan jahil mecincang lubang dalam
sisakan sampah-sampah serapah
amarah warisan
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Kenapa kita harus menggali kapak perang, kawan?
ketika tunas pohon-pohon diguyur hujan kehidupan
lorong-lorong kegelapan disinari cahaya harap
gorong-gorong mengalirkan banjir
dan ... orang-orang terpana dalam pertanyaan
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Ketika pencarian terhentak
tegun menyapa kota ini
kehidupan melambai
membentang harap harapan
Posted in Puisi | No Comments »
Friday, October 27th, 2006
Sepucuk surat rindu hadirku pelataran jidatmu
jabat salam genggam tak bertepi
rindu serindu kerinduan
torehan emas kata-kata
Posted in Puisi | No Comments »
Friday, October 27th, 2006
Kau kabarkan aku tentang indahnya langit,
terima kasih
kau campakkan aku ketika kau cium ujung jas bosmu,
semoga maaf menimbunmu
kau hina aku pada bait-bait garis tangan
emang lu ngerjain apa
kau datangi aku ketika kau jadi serpihan
cermin agar kau tegak di atas kakimu,
bahlul
Banjarbaru, 16-04-06 (20.55)
Posted in Puisi | No Comments »
Friday, October 27th, 2006
Aku tak tahu lagi,
apakah tertawa itu sama dengan meringis
aku tak mampu lagi memahamimu
ketika teriakku nyanyian alarm
kau katakan aku menikam
Kini kau datang lagi
nyanyikan suaraku yang dulu parau
ada apa denganmu
maafkan aku
pantatku menolak lidahmu
sekali lagi,
maaf
Banjarbaru, 16-04-06 (21.05).
Posted in Puisi | No Comments »
Friday, October 27th, 2006
Di hamparan wajahMu, ya Rabb
lapisan halimun tanda-tanda
selusup tegur sayap-sayap qolbu
belenggu alfa
Posted in Puisi | No Comments »