Archive for the ‘Puisi’ Category
Tuesday, October 30th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menumpang segengam kabut, malam ini
kukurim pesan bilik jiwa
angan yang terkurung di balik ilalang
rindu, serindu-rindu rindu
Jarak bukanlah persimpangan ujung waktu
para pencari berkirim
lubuk jiwa kuala rasa danau harap telaga maaf
di meja rindu sudut bumi menjadi taman hati
Hadirku adalah ada mu
Banjarbaru, 30 Oktober 2007
Posted in Puisi | 10 Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Kusapa kalian melalui pahatan warkah
selami madah-madah jiwa merah
bertukar salam meniti angin
jabat erat di rumah masa
gelombang cinta tanpa sua
di belantara ranah kalian ku terdampar
Posted in Puisi | 3 Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Pagi ini kuterima salam perdamaian
kau sentuh inti diri
dahaga rindu dendam
hutan pinus teduhkan lindung pikir
damai bukan pada ekstasi
Posted in Puisi | 2 Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Ketika hadirku di muka selazar hatimu
dendam diri yang sembunyi dimakan waktu
pada lilitan lipat tak tersentuh tak digapai mata hatimu
kini tumpah ketika kukatakan cinta
Kenapa pedang terlalu lama diasah pada sarungnya
senyummu yang kikir tak kumengerti berbeban magma
bahwa diam adalah keteguhan
bahwa kata-kata tidak diperlukan saat cinta kuasa
I love you
Banjarbaru, 6 Februari 2006 (10.15)
Posted in Puisi | 6 Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Aku adalah pancang tulang-belulang
daging syaraf darah keagungan
ketika Yang Di Atas Sana meniupkan seruling nafas
dengan segumpal piranti qalbu
menyiangi perang menuju asal muasal
amunisi ujian angin kehidupan
Posted in Puisi | 1 Comment »
Saturday, October 28th, 2006
Tahukah kalian tentang sebilah harap
yang terkurung di sudut bumi
pada pusat dendam kemajuan
berbantal kepalan telapak berpacu
sumsum anak negeri
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Ku tak tahu lagi persimpangan tawa tangis
teriak memancung kulit bimasakti
mengirim roket bernanah
dari hati pekat lumpur kata
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Wahai, para harimau negeri
kukabarkan pada kalian tentang balada anak bangsa
ketika ku tak tahu lagi persimpangan tawa tangis
pekikmu tak mampir
di telan ruang hampa
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Pagi ini di rumah rakyat
mahkamah duka digelar menumpang semraut angin
firkah-firkah mengumbar kebenaran dan ... apologia
Posted in Puisi | No Comments »
Saturday, October 28th, 2006
Di helai-helai halaman nafasmu kutangguk rasa
jiwamu kugenggam tak sisakan ragu dibuhul jalin
sayangmu timpa sayangku di jembatan nurani
pagi itu kita bersatu di ambang sore
Posted in Puisi | 1 Comment »