Archive for the ‘Puisi’ Category

Rinduku Rindumu Rindu kita

Monday, March 22nd, 2010

Sengatan mentari tak membakar jidat tas punggung pun tak membeban mendaki kawah candradimuka di langit di Isola Sepi ini bosan ini letih ini tak membekas ketika asmaMu mengikuti langkah menjelajah rahasia tak bertepi menagguk secuil titahMu yang tak terbatas pada angin pada phon pada aksara alahkan ladang berkilah Kekasih, rinduku perkasa rindumu rindu kita rindu padaNya Bandung, 25 Maret 2010

Malam Ini

Wednesday, October 28th, 2009

Takkan kukatakan apa pun monopoli pekak terurai sudah takkan kuletakkan apa pun mata ikan melotot tak memandang takkan kunyanyikan syair apa pun senandung kehilangan makna Menyelam pelukan dungu kealfaan dendang tak bermuara lalu, kenapa harus kutorehkan kata-kata saat makna terkubur di ujung galah menusuk hati membungkas jantung merenggut ada dan tiada tak beraturan di ujung pedangmu Ah, sudahlah malam semakin larut senyum Bulan membunuhi parau gagak ...

Luluh di Sajadah Panjang

Tuesday, September 1st, 2009

Ketika kerinduan semakin liar ketika bebal dahaga merindu-rindu ketika bilahan madat hampa ketika kepala tergeletak pasrah merayu nun 2000 m batin menyambar aura Ketika air nurani menyelam pori-pori telapak tangan meminta-minta merenggut kuasa ampun jiwa yang terdenda sejarah berserah, utuh Kesunyian ini bakulan intan kutukan bodoh membutakan jarak tak berwatas tak bermakna luluh di sajadah panjang hanya ampunMU Ya Rabb UPI Dormitory, 516, Bandung, 1 September ...

Malam Ini Kasih

Monday, July 13th, 2009

Malam ini kasih langit biru di hati kedipan bintang detak jantung awan malam menari-nari membisikan dawai-dawai pesan Bulan mengintip rasa pelukanmu semakin dalam semakin membakar melumat ingin meremuk rindu menuai badai saat nafas memburu jarak berpacu melindas syahdu masih adakah rumit yang tersisa Ketika sajadah dibentang sayup-sayup deru hati berdendang terlindas kalimah Alhamdulillah

Di Tepian Senja

Thursday, June 25th, 2009

Di tepian ini hiruk-pikuk dipungut dari relung-relung teriak tawa nada-nada kembara menjauh dari rengutan negeri ketika kemerdekaan berasa Di tepian ini bibir dataran air di sudut Pekan Betawi sinaran menyilaukan, membutakan ...ah di bilik yang terkunyah seyum terkubur batin-batin yang teriris antrian bebek mengecap dunia Di tepian ini mentari mengirim pesan berbgi dengan rembulan menggapai dawai-dawai jiwa renyah ketetentuan ditorekan Di tepian ini menyeruak dalam-dalam Dia di sini ...

Taman Kehidupan

Saturday, May 30th, 2009

Titik-titik melupa koma gelombangnya menanami Bumi memancang jembatan membasuh menyiram makna merengut-rengut getaran hati persahabatan tak berpenghujung Kau takkan pernah memaknai kata ketika kata menjadi pedang kau takkan pernah menanam kata ketika kata menjadi hadiah kata adalah hamparan AsmaNya Menulis kata menulis jiwa menulisNya Titik-titik taman kehidupan Banjarbaru, 31 Mei 2009

Pencarian

Tuesday, May 12th, 2009

Tetegun kuas-kuas disapukan tergeletak kedunguan hidup adalah perjuangan menatap menjemput amanah pada derap-derap langkah menggapai RidhoMU

Tarian Malam

Sunday, April 19th, 2009

Buhul rindu menganga lambaian kasmaran mengetuk jantung mengeliat dalam jari-jari pergumulan menghapus kenangan pelukan bengis ketika nikmat membuang rasa Dekapan semakin dalam persuaan memamah luluh lantak air liur menetes membahasi dengkur malam itu Banjarbaru, 19 April 2009

Membaca Tanda-TandaMu Ya Rabb

Monday, March 23rd, 2009

SinarMu menusuk jantung nikmat ketika penjara hijrah mengcekem ketakberdayaan mengantar harap lipatan awan berarak mozaik terindah kebodohan menjadi milikku melipat alfa yang berkepanjangan Kau mencubit di lubuk jiwa menghantar ingat bahwa aku ada karenaMu di hamparan tanda-tandaMu pada cakrawala tepi tiada berujung terlalu lama lena membelit kasihMu phantom kebebasan Di sini, 30.000 di pundak Laut Jawa Kau hidangkan sajian penyadaran menikmat diri melalui tanda-tandaMu Ya, Rabb Atas ...

Anak-Anak Palestina

Friday, January 16th, 2009

air mata kering di sumurnya tergadai ulu jiwa kata-kata kehilangan makna seruan tak berbekas dunia tertinggal Pemusnah mencabut apa saja di jalan di gedung di terowongan hanya Allah labuhan derita Wahai derita hanya itukah milik kita? Banjarbaru, 16 Januari 2009