Archive for the ‘Puisi’ Category

Di Kampus Ini

Friday, April 18th, 2008

Siang menyergap ubunubun asa kerak-kerak karat bisu mebantu lelaki itu mengepalkan tinju perempuan itu melupakan senyum abadi debudebu berterbangan menikmati kebebasan Suarasuara itu mengikis bahana makna torehan baru dieja halimun di kampus ini menjadi tanya panjang Banjarbaru, 18 April 2008

Lomba Puisi Cinta Tanah Air 2008

Friday, April 18th, 2008

Blogerwan, Yth. Lomba Puisi Cinta bulan April 2008 bertema: Cinta Tanah Air. Lomba bulan lalu, Puisi Cinta, Cinta Ayah Bunda, dan Cintra Rasul sudah masuk Terminal Nominator yang nantinya setelah melewati penanganan Tim Juri dipilih pemenangnya sekaligus akan dibukukan berlabel: Antologi Puisi Cinta. Mengingat blog ini postingannya cukup banyak, tolong dipindai. Sebaiknya ...

Nominator Lomba Puisi Cinta Rasul

Thursday, April 3rd, 2008

Setelah membaca Puisi Cinta Rasul, Maret 2008, panitia menetapkan 14 nominator. Bagi nominator silahkan mengisi CV di komen postingan ini. Puisi-puisi nominator diikutkan lomba akbar Puisi Cinta 2008 dan akan dimasukkan dalam Antologi Puisi Cinta. Maaf, tidak usah bertanya atau mendebat. Tema Lomba Puisi bulan April 2008, Cinta Tanah Air. Segera ...

Puisi Cinta (Ayah-Bunda): Go Lomba

Sunday, February 24th, 2008

Setelah nominator Lomba Puisi Cinta terpilih, kini dibuka loba tahap dua, Puisi Cinta Go Lomba bertema Ayah-Bunda. Bagi peminat, silahkan kirimkan puisi melalui bagian komen postingan ini. Pada bulan Maret 2008 nominasi akan diumumkan. Belajar dari pengalaman sebelumnya, usahakan tidak bertanya apa pun. Kan mudah saja mencerna pengumunan ini, wong syaratnya ...

Puisi Cinta: Go Lomba

Monday, January 14th, 2008

Para Blogerwan, Yth. Lomba Puisi Cinta bulan Januari 2008 mengambil tema umum. Artinya, bukan cinta kepada Allah, Rasulullah, Orang Tua, Negara, Alam, dan sebagainya. Yah, cinta sesama manusia, bukan sejenis, lho. Aturan? Ngak pakai aturan, diregulasi habis. Terserah Sampeyan; atur sendiri. Menulis kog di atur-atur. Bikin ribet aja. Berkreasi sajalah. Mengingat puisi ...

Nebula Rindu

Thursday, December 20th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Tertegun di pusar Bumi sudut hati sajadah panjang memekik rindu melumat angkuh sumur tak berdasar risalah Rasulullah Nafas nurani mengangkut mata hati pada busur melejit ke Arasy cintaMu kedip-kedip nebula membentang halimun lipatan kasih kembang perjalanan jarak tak berarti di pangkal qolbu Persuakan ya Rabbi, Siti Hajar membasuh nafsu pangil-panggil di danau jiwa syahwat cinta bendungan birahi TanahMU rumahMU di ...

Puisi Cinta: Surat Buat Yang Maha Kasih (1)

Sunday, December 16th, 2007

Ahai ... tiba-tiba ada keinginan membaca bait-bait lama. Ngak paham juga kog mengapa, bagaimana, dan kenapa menulis puisi 'kekagumam' kepada Allah SWT. Rintihan jiwa? Entahlah. Bagaimana Menurut Sampeyan? Banjarbaru, 16 Desember 2007. Surat Buat Yang Maha Kasih Malam ini, Ya Allah asma-Mu bahana puncak-puncak gunung lampaui pucuk langit menaik ke arasy-Mu dari julang menara-menara gema berirama melayang lampaui ...

Puisi Cinta: Surat Buat Yang Maha Kasih (2)

Sunday, December 16th, 2007

Ketika Bayangku Melayang ke Rumah-Mu, Ya Rabb   Ketika bayangku Kau bawa melayang ke rumah-Mu, Ya Al-Rahman bisikmu makin kencang lupaku jadi ingat dustaku jadi amal aku, keakuan menjadi atom tanpa elektron bertawaf suka cita

Puisi ‘Cinta’

Thursday, November 8th, 2007

Entah kenapa, ketika iseng membaca puisi di blog ini, aku 'tercengang'. Kucuplik empat puisi, berikut komentar puisinya. E ... terbesit ide, andaikata ada puluhan, apalagi ratusan puisi teman-teman, bisa bikin antologi puisi dong kita. Ah, melamun tak dilarang di republik ini kan kawan? Ku Katakan Cinta Ketika hadirku di muka selazar hatimu dendam ...

Di Meja Rindu

Tuesday, October 30th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menumpang segengam kabut, malam ini kukurim pesan bilik jiwa angan yang terkurung di balik ilalang rindu, serindu-rindu rindu Jarak bukanlah persimpangan ujung waktu para pencari berkirim lubuk jiwa kuala rasa danau harap telaga maaf di meja rindu sudut bumi menjadi taman hati Hadirku adalah ada mu Banjarbaru, 30 Oktober 2007

Aku Datang Meminang Cinta

Saturday, October 28th, 2006

Kusapa kalian melalui pahatan warkah selami madah-madah jiwa merah bertukar salam meniti angin jabat erat di rumah masa gelombang cinta tanpa sua di belantara ranah kalian ku terdampar

Dahaga Rindu Dendam

Saturday, October 28th, 2006

Pagi ini kuterima salam perdamaian kau sentuh inti diri dahaga rindu dendam hutan pinus teduhkan lindung pikir damai bukan pada ekstasi

Ku Katakan Cinta

Saturday, October 28th, 2006

Ketika hadirku di muka selazar hatimu dendam diri yang sembunyi dimakan waktu pada lilitan lipat tak tersentuh tak digapai mata hatimu kini tumpah ketika kukatakan cinta Kenapa pedang terlalu lama diasah pada sarungnya senyummu yang kikir tak kumengerti berbeban magma bahwa diam adalah keteguhan bahwa kata-kata tidak diperlukan saat cinta kuasa I love you Banjarbaru, 6 Februari 2006 (10.15)

Aku yang Tertegun

Saturday, October 28th, 2006

Aku adalah pancang tulang-belulang daging syaraf darah keagungan ketika Yang Di Atas Sana meniupkan seruling nafas dengan segumpal piranti qalbu menyiangi perang menuju asal muasal amunisi ujian angin kehidupan

Kotaku Banjarbaru

Saturday, October 28th, 2006

Tahukah kalian tentang sebilah harap yang terkurung di sudut bumi pada pusat dendam kemajuan berbantal kepalan telapak berpacu sumsum anak negeri