Archive for the ‘Menulis Mari Menulis’ Category

Peringatan Sangat Keras !!!

Sunday, January 28th, 2007

Peringatan Sangat Keras !!! Sangat Berbahaya membaca buku Menulis Mari Menulis sebab virusnya bisa memaksa Sampeyan menulis, menulis, menulis, dan terus menulis. Apalagi kalau sudah membaca pendahulunya Menulis Sangat Mudah. Satu lagi yang Belum Ditulis sebagai bagian akhir buku trilogi pemotivasi menulis. Tidak Percaya? Buktikan! Allah SWT bersama kita semua. Amin.

Menulis Mari Menulis: Hantaran Pembuka

Sunday, January 28th, 2007

Buku Menulis Mari Menulis mulai disusun, Senin, 8 Januari 2007 dan selesai, Minggu, 14 Januari 2007. Bukan apa-apa. Penyelesaian dikebut karena harus mengerjakan beberapa buku yang harus selesai pada bulan April 2007. Terbitnya buku Menulis Sangat Mudah, dalam sebulan dicetak ulang penerbit Mata Kahatrulistiwa, membuahkan beban mental. Buku ini adalah bukti ...

1.1 Menulis Belajarlah Bak Sholat

Sunday, January 28th, 2007

BAB I: MERAIH HIDAYAH BUAH HIKMAH 1.1 Menulis Belajarlah Bak Sholat Wahai para pembaca sekalian. Saya haqul yaqin, Sampeyan membaca buku ini pastilah karena sangat berkeinginan menulis. Bukan tidak ungkin, libido sangat tinggi, bahkan telah memuncak ke ubun-ubun. Berbagai usaha dan upaya telah dicoba dan dilakukan, tetapi serasa ada ganjalan, menulis kog susah ...

2.1 Menulis Kata Melumat Takut

Sunday, January 28th, 2007

BAB II MEMAHAMI DIRI MENULIS JIWA 2.1 Menulis Kata Melumat Takut Takut dan ketakutan, seperti juga berani dan keberanian, adalah bagian ‘diri’ sesorang. Tidak ada orang yang tidak mempunyai rasa takut, betapa pun kecilnya. Rasa takut dan ketakutan adalah hal wajar. Pertanda kita masih manusia. Yang perlu dihindarkan adalah takut dan ketakutan yang ...

2.2 Mengakui Kebodohan Menuliskan Gagasan

Sunday, January 28th, 2007

Menulis tentang apa dan bagaimana caranya sebenarnya tidak terlalu penting dalam kaitan menulis, belajar menulis. Paling utama menulis itu sendiri dengan hasil berupa tulisan. Sekali lagi, yang penting hasil menulis berupa tulisan. Bagaimana proses atau pun akibat setelah tulisan menjadi, itu soal lain. Lain ranahnya.

2.3 Mengakrabi Keterbatasan Menjinakkan Kekurangan

Sunday, January 28th, 2007

Seorang kawan, sebut saja Si Pemimpi, suatu kali medatangi saya. Katanya, akan menulis tentang kenapa masyarakat negeri tercinta ini terperangkap berperilaku ‘brengsek’ sampai-sampai dipersepsikan sebagai jawara korupsi tigkat dunia. Jujur saja, kagum akan ide dan ungkapan semangatnya untuk menulis. Sekalipun telah puluhan orang yang mengutarakan keinginan menulis, biasanya terhenti pada ...

2.4 Jalan Lurus Melupakan Teori

Sunday, January 28th, 2007

Hujan mengguyur deras, bak dicurahkan dari langit. Saya terpaksa ekstra hati-hati menyetir karena jalan licin seolah digemuki air. Harap maklum, pada bulan Januari, Bumi Intan Khatulistiwa memang selalu disimbah hujan. Hujan dan banjir ayunan rutin irama kehidupan.  Pengakuan Banbang Subiyakto, seorang kawan, mengagetkan ketika berbincang di mobil. “Saya terkadang terbelenggu menulis ...

2.5 Menulis Kata Membelah Rasa

Sunday, January 28th, 2007

Keresahan penulis pemula yang berkonsultasi, sering saya respon dengan senyum gimana gitu, adalah soal respon bermuatan caci maki.  Respon atas tulisan terjadi setelah adanya tulisan. Pada posisi demikian, apa yang ‘terjadi’ sudah terjadi. Apa kita hidup bisa surut ke belakang? Hidup tertambat di masa depan. Anjuran saya, respon yang pantas ...

3.1 Dilecehkan, Alhamdulillah

Sunday, January 28th, 2007

BAB III MELAWAN DIRI MENUAI KARYA 3.1 Dilecehkan, Alhamdulillah Kalau diingat-ingat, satu pemicu ‘kesuburan’ saya menulis ratusan tulisan di media cetak dan beberapa buku karena hal sepele; dilecehkan dan dihina. Akibatnya menjadi tertantang. Awalnya sebel juga, kenapa orang yang menulis payah, kog bisa-bisanya ‘menilai’ karya yang nyata-nyata ada. Ada saja yang dicerca; salah ...

3.2 Berterima Kasih Dibantai

Sunday, January 28th, 2007

Menulis, apalagi menjadi penulis, memang memerlukan keberanian. Tentu saja bukan keberanian berlaga fisik, tetapi melawan diri sendiri, dan hal-hal menerpa diri. Bagi saya, justru dari hal-hal demikian lebih mampu memahami diri, memenej emosi, dan memahami orang lain. Karena menulislah menjadi pelajar sesungguhnya.   Ambil misal ketika apa yang ditulis dijadikan bulan-bulanan, diledek, ...

3.3 Dituntut Kenapa Risau?

Sunday, January 28th, 2007

Kalau Sampeyan menulis, tidak dapat tidak, berbagai hal akan ‘menimpa’. Terkadang tidak berhubungan dengan inti tulisan. Dikait-kaitkan, entah dengan maksud apa.  Pengalaman paling sering ketika dipertanyakan, menulis memang enak, tetapi bagaimana Sampeyan melakukan? Email seseorang lengkap dengan cemooh dan sengatan bahasa menghujam ke ulu hati.   Perlu Sampeyan camkan, menulis bukan karena ...

3.4 Nikmatnya Tidak Diakui

Sunday, January 28th, 2007

Motif atau tujuan seseorang menulis, tentu saja bermacam-macam. Di kampus, terutama di kalangan dosen, satu (bukan salah satu lho, memangnya salah apa?) di antaranya, apabila dimuat di media cetak dimaksudkan untuk mendapatkan poin angka kredit kenaikan pangkat.   Konon, maklum saya jarang naik pangkat, bahkan yang terakhir setelah 11 tahun, tulisan di ...

4.1 Menulis Menangkap Fenomena

Sunday, January 28th, 2007

BAB IV MENGUNYAH SEJARAH MENANGGUK MAKNA 4.1 Menulis Menangkap Fenomena Keinginan orang menulis biasa tertuju untuk hal-hal besar, hal-hal hebat, spektakular, dan kalau perlu ‘mengguncang dunia’. Begitu menulis langsung menarik perhatian dan mendapatkan manfaat besar. Boleh sih boleh, emang siapa yang melarang. Begitu menulis langsung populer. Bagusnya memang begitu. Tetapi, tidak bagi saya. Sadar ...

5.1 Menulis Cerpen, Apa Susahnya?

Sunday, January 28th, 2007

BAB V BIAS CANDA ABAD XXIII 5.1 Menulis Cerpen, Apa Susahnya? Keinginan menulis, apalagi keinginan menjadi penulis, hanya  mungkin menjadi kenyataan apabila apa yang hendak ditulis, benar-benar ditulis. Tulis apa yang hendak ditulis, pasti jadi tulisan. Kalau apa yang hendak di tulis dihentikan pada tingkat ingin, pada gagasan, atau ‘lamunan, pada ujaran, ...

6.1 Berkelana Menulis Puisi

Sunday, January 28th, 2007

BAB VI MNEMBAK JIWA HEMAT KATA 6.1 Berkelana Menulis Puisi Catatan Khusus: Bila ingin membaca yang lengkap sila disimak buku puisi Surat Buat Kekasih (Gama Media,Jogja, 2006) atau www.webersis.com (puisi), www.radarbanjarmasin.com (Cakrawala Budaya dan Seni). Menulis puisi sebagai bagian kreativitas menulis bisa mengasyikkan. Penyair senior Kalsel, Hamami Adaby membawa saya,Rudy Resnawan, Dewa Pahuluan, ...