Archive for the ‘Menulis Kalam Ilahi’ Category

Ibnu Rusyd: Si Penerjemah (5.2)

Saturday, October 31st, 2009

PENYAMBUNG. Puas sudah berburu buku filsafat, terutama yang berkaitan dengan pemikiran Ibnu Rusyd, yang dalam literatur Barat ditullis Averroes. Yang bermain di pikiran, kalaulah Ibnu Rusyd tidak menuliskan pemikiran para filosof Yunani, bisa-bisa kita tidak akan mengenal, setidaknya, tidak seleluasa sekarang menyelam alam pikiran Yunani. Ibnu Rusyd, bisa jadi ‘bertentangan’ dengan ...

Hamka: Ulama Sastrawan (5.1)

Tuesday, October 27th, 2009

TASAUF. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, dengan nama populer HAMKA, tidak pelak lagi ulama kesohor. Eloknya, HAMKA juga dikenal sebagai sastrawan. Di Bawah LIndungan Ka’bah atau Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck adalah novel populernya yang berjaya sepanjang masa; tak lekang karena panas, tak lapuk karena hujan. Saya cukup banyak membaca karya ...

Menulis Mengenal Diri (4.9)

Monday, October 26th, 2009

BERBAGI. Rangkaian tulisan pada bab ini diadesifkan pada diri (penulis) dalam lajuan pemaknaan, bahwa menulis adalah memahami diri, berusaha memahami Ilahi dan kekuasaanNya dalam pejadaran diri. Tepatnya, pembelajaran. Sharing sampai pada menulis dalam kerangka ‘Kalam Ilahi’, pemahaman diri. Menulis memahami diri, mengenal diri? Pada umumnya, kalau berbincang perihal menulis, teman sharing ...

Menulis Meniru Malaikat (4.8)

Thursday, October 22nd, 2009

DICATAT. Sedari kecil, nasehat orang tua, kakek, nenek, atau tetuha kampung: “Jangan mencuri”. Maklum, ketika kecil melihat jeruk tetangga kekuningan atau mangga hijau matang, hmm ... batu melayang atau galah beraksi. Ingat: “Malaikat  Rakip dan Atip mencatat apa yang kamu perbuat”. Kalau sudah begitu nyali ciut. Masih ingat perintah pertama Allah ...

Menulis Melawan Diri (4.7)

Wednesday, October 21st, 2009

KEPRIBADIAN. Setiap hari, bahkan boleh jadi setiap helaan nafas, kita mengimput berbagai hal. Dalam dunia pendidikan, manusia sebelum lahir ‘sudah belajar’. Pada perjalanan kehidupan kita menjadi pribadi, individu lain dari yang lain. Psikolog melabeli dengan personality (kepribadian). Kepribadian dibentuk dari: pengetahuan, perasaan, dan naluri. Artinya, kepribadian adalah hasil bentukan, kombinasi antara ...

Menulis Hidayah Allah (4.6)

Monday, October 19th, 2009

BEKAM. Seorang teman terkagum-kagum. Seorang teman mengalami kemajuan spritual dahsyat, terlihat dari tindak religiuliatasnya. Malam Minggu, seperti biasa kami berkumpul bergantian di rumah teman-teman, sesama mahasiswa program doktoral UPI Bandung. Kami mendiskusikan rintisan bisnis. Gagasan saya untuk menghilangkan jenuh, kenapa tidak berbisnis? Si Teman, alumnus S2 UGM, nampaknya praktik agamanya lumayan ...

Menulis Maaf-Memaafkan (4.5)

Sunday, October 18th, 2009

HOMESICK. Kalau mendapat perlakuan kurang berkenan, ya diterima saja. Mungkin, karma dosa-dosa sewaktu muda. Bulu kuduk berdiri mendengar kisah ‘kepasrahan’ seorang teman. Kematangan menerima kenyataan menggugah kesadaran dan kesabaran. Apalagi, menjelang pulang ke Tanah Air setelah menyelesaikan program Master di Amerika Serikat, dalam satu tabrakan lima temannya meninggal. Dia selamat ...

Menulis Membasuh Diri (4.4)

Saturday, October 17th, 2009

MENAWAR. Allahu Akbar ... Allahu Akbar ... Tidak dapat tidak, kumandang azan dari corong pengeras suara dari menara-menara mesjid, minimal lima kali dalam sehari menyapa nurani. Adakalanya, ketika subuh menjelang, ketika tidur lagi nyenyak, atau ketika pekerjaan tanggung untuk ditinggalkan menjelang magrib. Banyak orang  berbenah diri, mandi atau berwudhu. Tidak ...

Mengikat Makna Kalam Ilahi (4.3)

Friday, October 16th, 2009

BERGURU. Hernowo. Ya Hernowo penulis puluhan buku. Hernowo ‘petinggi‘ penerbit raksssa Mizan. Adalah Kang Asep, Manajer Bandung Book Center, teman baru saya, Selasa, 13 Oktober 2009, menghubungkan dengan penulis buku sohor Menulis Mengikat Makna tersebut. Bertemu dengan Hernowo, tentu menyenangkan. Saya suka tulisannya. Dia penulis produktif. Sekalipun belum pernah bertemu, ...

Mencintai Allah (4.2)

Tuesday, October 13th, 2009

MEMBACA. Saya merasa beruntung banyak punya teman-teman dunia maya. Dari persahabatan tanpa tatap muka tersebut banyak hal diperoleh. Tetapi, adakalanya iseng. Misalnya ketika dicecar soal mencintai Allah SWT. Mungkin dia paham saya Muslim yang masih perlu belajar, adakalanya dia ‘memaksakan’ pendapat. Suatu kali menggoda. “OK. Apa perintah pertama Allah SWT kepada ...