Archive for the ‘Menulis B-Bunga2’ Category

Menulis Lipatan Kata

Thursday, December 20th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: “Saya justru belajar dzikir menulis dari Bang Ersis.” Waah ini deklarasiku. Ternyata dari sekalimat kata bisa melahirkan tulisan sepanjang ini? Salut letupan pikirannya. Ibarat pemantik atau korek api, mampu membakar semangat.   Samoeone in Somewhere MELIPAT DUNIA. Saya tidak tahu persis. Apakah kawan yang satu ini bagarah-garah atau maulu-ulu. ...

Menulis, Jangan Belajar

Wednesday, December 5th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TANYA: Bang saya sangat ingin menulis. Ajarin dong bagaimana supaya pintar menulis. MENULIS, YA MENULIS SAJA. Pertanyaan dan atau permintaan ‘Bang, ajarin dong menulis’, dalam berbagai versi ungkapan, paling sering ditujukan kepada saya. Terkadang, merasa gagal ‘kampanye’, menulis tidak perlu berguru. Tidak perlu berguru? Ya, iyalah kalau ingin ...

Menulis Doktor yang Sadar

Sunday, October 21st, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS:  Seperti tahun sebelumnya, Abdur Rafi Shadiqin dan Ma’ruful Kahri bersilaturrahmi, bermaaf-maafan di hari mulia penuh berkah. Mereka sahabat saya. Shadiqin, Doktor Kesehatan Olah Raga, dan Ma’rupul calon doktor yang tengah menempuh S3 di UPI Bandung.   Pembicaraan merembet kesana-kemari. Kami ketawa-ketawa memaknai Hari Lebaran. Saya tersenang ketika Shadiqin ...

Menulis Guru yang Lucu

Saturday, October 20th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Tidak diragukan lagi, guru sangat berjasa dalam kehidupan. Tidak bisa dibayangkan, kalaulah guru tidak  mengajarkan  huruf-huruf, dari a sampai z. Lalu, dituntun merakit aneka huruf menjadi kata hingga bermakna.   Pendek kata, fundamental membaca, kemudian menulis, yang kita punyai adalah berkat jasa guru. Menjadi manusia durhaka apabila menafikan, ...

Menulis Hikmah Lebaran

Tuesday, October 16th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Senin, 15 September 2007. Selepas lohor kami pusing-pusing dengan mobil baru seorang teman. Si Teman sedang dilimpahkan rahmat dan nikmat, satunya, ya itu tadi, bermobil baru menjelang Lebaran. Mungkin, ‘hadiah’ perjuangan seselesai program S3, menduduki jabatan strategis, dan kondisi ekonomi membaik.   Yang seru, dalam perbincangan, olok-olokan  terkeluar ...

Menulis Mematikan Mental

Thursday, October 11th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Masya Allah. Lagi-lagi Abang ini bikin saya tersentil (lagi). Terus bagaimana dengan istilah mematikan mental Bang? Sebab, ada-ada saja hal yang membuat kita tergerus semangatnya.   Saya penasaran ketika seorang anak muda (kali) yang tulisannya sering saya renungkan menulis tentang mematikan mental. Padahal, selama ini, diam-diam bangga dan ...

Menulis Bikin Gila

Tuesday, October 9th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Buku ini bener-bener membuat saya gila. Sebenarnya sudah lama ingin menulis. Setelah membaca buku ini, nyoba-nyoba nulis, dan ternyata ... Menulis (itu) Sangat Mudah. Kita cuma butuh motivasi, kertas, dan inspirasi yang bisa didapat dari apa pun yang ditemui.   Isi buku Menulis Sangat Mudah tidak bertele-tele. Malah, ...

Menulis Percaya Diri

Monday, October 8th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Saya sudah menulis beberapa cerpen Pak. Hanya untuk dibaca sendiri. Saya tahu, karya saya jelek, dan semakin dibaca semakin minder. Duh, apa yang salah dengan saya? Mohon pencerahan Pak.   Seorang teman bloger lain menulis: Saya termasuk orang yang senang berimajinasi dan menjadikannya sebuah tulisan (cerita). Tapi saya ...

Menulis di Bulan Ramadhan

Wednesday, September 19th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SAAT berpuasa di bulan Ramadhan adalah saat paling kondusif menulis. Mungkin, ada orang yang berpendapat, puasa heregene kog menulis. Puasa ya leyeh-leyeh dong. Menghormati bulan puasa. Ya santailah, jaga ‘kemurnian’ puasa.   Bisa jadi yang berpendapat demikian adalah ‘korban latihan’ guru atau birokrat pendidikan yang berpendapat, puasa dihormati dengan ...

Menulis Hidayah Allah

Monday, September 17th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas RAMADHAN HARI KE-4. Akhir-akhir ini, apalagi dalam lindungan Ramadhan, kegiatan semakin padat. Waktu nampaknya semakin termanfaat. Kegiatan rutin semakin terhimpit pencarian aktivitas nilai tambah. Akibatnya, waktu berbincang dengan teman semakin berkurang. Kami membangun tradisi baru. Apa itu?