Archive for the ‘Menulis B-Bunga2’ Category

Menulis Mengendalikan Pikiran

Sunday, January 27th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Banyak teman sharing menulis kesusahan manakala menulis. Ada yang bertanya sembari menggugat: “Pak, mengendalikan pikiran bukan perkara gampang, apalagi kalau lagi banyak pikiran seliweran, bisa rusuh di otak. Gimana caranya? Samoeone in Somewhere OTAK RUSUH. Mengendalikan pikiran, pikiran sendiri, tentu tidaklah susah. Mudah. Sangat mudah malahan. Harus dimantapkan, ...

Memulai Menulis

Saturday, January 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Saya suka berimajinasi, di kepala banyak ide, bagaimana supaya mudah memulia menuliskannya Pak? Kog susah amat sih keluarnya? Samoeone in Somewhere. KECUALI ANJING. Bagaimana memulai menulis? Sungguh pertanyaan mudah semudah melakukannya. Apalagi bagi mereka yang berkehendak menulis. Menulis, terkadang, jauh lebih mudah dari buang air. Tidak percaya? Buktikan.

Menulis Nikmat Menyenangkan

Saturday, January 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Saya menemukan suatu kenikmatan menulis, aku seorang sahabat bloger, kini …menyesal semasa SMA malas belajar Bahasa Indonesia, apalagi membuat karangan bebas atau tanggapan atas suatu tulisan. Someone in somewhere. SEORANG kawan mengaku meyesalkan sikapnya semasa di SMA, malas belajar bahasa Indonesia. Sikap tersebut tentu bukan monopoli kawan kita ...

Menulis Memelihara Otak

Friday, January 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Saya menulis karena campuran antara kesenangan dan kewajiban. Senang ketika tulisan mendapat respon.  Sedangkan kewajiban dalam arti terus-menerus mengasah otak; menulis seperti membuka lembaran-lembaran ilmu yang pernah dipelajari. Ada penelitian, kalau otak diasah terus-menerus kemungkinan menjadi pikun lebih kecil kalau sudah berumur. Someone in somewhere. SENANG alias suka ...

Menulis Nyaman dan Menyamankan

Thursday, January 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENYAMANKAN. Menulis itu gampang. Menulis itu mudah. Menulis sangat mudah. Menulis nyaman. Menulis menyamankan. Menulis menyehatkan pikiran dan jiwa. Menulis menjalin silaturrahim. Menulis ibadah. Kata-kata itu atau kalimat sedemikian akan ditemukan dalam berbagai varian dalam aneka tulisan saya. Ya, menulis mudah, dan memudahkan. Menulis nyaman dan menyamankan.

Menulis, Enak Dibaca

Thursday, January 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Bagaimana caranya agar tulisan yang kita buat  enak dibaca orang? Samoeone in Somewhere MENGELITIK. Beberapa orang yang sharing menulis di pustaka kerja EWAM’Co. diminta membaca buku Menulis Sangat Mudah dan Menulis Mari Menulis. Sejaman saya perhatikan mimik mereka. Ada yang cengar-cengir, ketawa, geleng-geleng kepala, dan ada yang mengerutkan ...

Menulis en than Ngantuk

Sunday, December 23rd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: ... Pak, sering kalau sedang menulis, apalagi kebuntuan datang, bawaannya ngantuk. Kalau sudah begitu,  ide yang semula diyakini bagus, hilang deh. Menulis lalu mengantuk? Wow itu ‘hal baru’ bagi saya. Ada pula yang mencengangkan, seorang yang lain, katanya sih, menulis sambil ngatuk. Wah akan lebih seru kalau ...

Menulis Sampai di Draf

Saturday, December 22nd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Saya kurang bisa membuat tulisan panjang. Sebab, kalau menulis terkadang terbentur waktu. Belum selesai suatu tulisan sudah harus mengerjakan pekerjaan lain. Maklum, ngeblog di sela waktu kerja.  Nah, saat masuk draft, ide awal tulisan itu hilang, dan untuk melanjutkannya jadi kurang nikmat. Akibatnya, cuma menumpuk di ...

Menulis Memaafkan Diri

Friday, December 21st, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: ... tersentil dan syahwat menulis susah terbendung ... Lagi-lagi, Bapak ini kalimatnya mencengangkan saya. Terima kasih Pak.   Someone in somewhere BERDAMAI. Dalam menulis, terutama bagi pemula, setidaknya ada dua hal pengganggu. Pertama, ketidakpercayaan diri. Hal ini tersebab mulai dari minornya self-concept yang ditancapkan sampai kurangnya latihan. Kalau dikaji ...

Menulis Memaafkan

Friday, December 21st, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KASUS: Kalau tulisan dikritik, dicaci, dan atau, diblejeti wajar ada perih hinggap di dada. Itu belum seberepa. Bagaimana kalau difitnah? Apalagi kalau sampai ide tulisan dicuri lalu oleh Si Pencuri, kita dijelek-jelekkan? Biasanya, bawaanya  marah-marah saja.   Dasar babi, maki seseoang. Sudah tidak menulis menghajar pula, mana tidak punya ...