Archive for the ‘Kikir Menulis’ Category

Menulis itu Memahami

Monday, January 21st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Banyak hal yang tidak kita sukai, adakalanya hal tersebut sangat bermanfaat. Begitu juga menulis. Pahami sebagai proses positif. PEMBELAJARAN. Perhatikan kegundahan sekaligus ‘jalan ke luar’ seorang sahabat bloger berikut: “Kalau disodori buku manajemen keuangan oleh dosen, saya akan muak. Tapi, kalau ada buku manajemen pengetahuan disembunyikan, saya akan ...

Menulis Itu Belajar

Monday, January 21st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Kejaiban menulis yang berharga tanpa batas adalah belajar; belajar dari menulis, dari apa yang ditulis, dan akan ditulis. BELAJAR. Kalau ada pertanyaan tentang belajar, tepatnya pembelajaran diri, kiranya tidak salah jawabannya, menulis. Ah, aya-aya wae. Betapa tidak. Misal, tulis kata ‘praktek’, lalu cek di kamus, ternyata, praktik. Dengan ...

Menulis Itu Ibadah

Sunday, January 20th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis, pada pilahan positifnya adalah ladang ibadah; memberi, berbagi, dakwah, petuah, sampai pencerahan. IBADAH. Kalau pada bab terdahulu tergambar betapa pilar-pilar menulis yang seharusnya dipancangkan mereka yang patut jauh dari harapan, pada bab ini dipapar pemahaman, bagaimana ‘pelit’ menulis direnggut dari dalam diri. Sangatlah mustahil menulis menjadi sesuatu ...

Menulis Kampung Intelektual

Thursday, December 27th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Memang tidak ada aturan, intelektual harus subur menulis. Tetapi, akan lebih bagus intelektual menuliskan kemampuan agar dinikmati yang lain. LEBARAN 1428 H. Seperti tahun sebelumnya, Abdur Rafi Shadiqin dan Ma’ruful Kahri bersilaturrahmi, bermaaf-maafan di hari mulia penuh berkah. Mereka sahabat saya. Shadiqin, Doktor Kesehatan Olah Raga, dan Ma’rupul ...

Menulis Guru yang Lucu

Wednesday, December 26th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis tidak berakitan ketat dengan capaian pendidikan atau gelar akdemik, tetapi lebih pada kemauan dan keberanian menggelar pemikiran. GURU MENULIS. Tidak perlu diragukan lagi, guru sangat berjasa dalam kehidupan. Tidak bisa dibayangkan, kalaulah guru tidak  mengajarkan  huruf-huruf, dari a sampai z. Lalu, dituntun merakit aneka huruf menjadi kata ...