Archive for the ‘Kikir Menulis’ Category

Menulis Pertanda Waras

Sunday, February 10th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Mereka yang mampu berpikir pertanda pikirannya masih sehat; sehat jasmani dan rohani adalah garansi menulis. WARAS. Kadang-kadang, apalagi kalau ditanya mendadak tentang menulis, ada kalanya dijawab rada-rada aneh. Otomatis sih. Setelah itu baru mikir. Padahal, teorinya mikir dulu baru menjawab. Fenomena tersebut —belum bisa dipastikan— yang dilabeli dengan ...

Menulis Menghina Karya Sendiri

Friday, February 8th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Mamasihkan menulis dari keberanian memulai, aplikasi percaya diri, dibarengi sikap menghargai karya (tulisan) sendiri. KONYOL. Dari hari ke hari, sejak ‘buka praktik’ sharing menulis dengan sekitar 100 guru-guru selama tiga minggu, sungguh mengasyikkan. Sebab, mendapat hal berharga dalam mengembangkan motivasi menulis; menyebarkan virus menulis. Betapa tidak. Saya mendapatkan ...

Menulis dan Konsentrasi

Friday, February 8th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis sangat mudah manakalah ditancapkan pada mindset dibeking membaca dan dilatih dengan riang gembira. MEMULAI. Menulis itu sebenarnya sangat mudah, kata Pak Ersis. Tapi, kenapa ya untuk memulainya terasa sukar? Bagaimana caranya agar menulis menjadi suatu kesenangan? Biasanya, begitu memulai menulis, konsentrasi hilang.   Begitu tulis seorang Bu Guru di ...

Menulis Membaca Alam

Wednesday, February 6th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Alam takambang jadi guru. Kita bisa membaca dan menulis dari dan tentang alam, bila mampu. Artinya, belajar, mempelajari, dan ‘mengajar’ dari alam. GURU. Pepatah Minang sebagaimana dikutip, dalam kaitan belajar, membaca, dan menulis, bermakna dalam. Bagi saya, tusukan cakupan sasarnya tertancap pada hal paling esensial kehidupan. Alam sudah ...

Menulis dan ‘Jeratan’ Bacaan

Wednesday, February 6th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Bahan bacaan ‘membentuk’ pola pikir, tulisan adalah tuangan pikiran, namun tidak semua bacaan berpengaruh terhadap pola pikir dan tulisan. MENJERAT. Cara seseorang menulis dan berbicara  dipengaruhi dari apa yang dibacanya. Tidak mungkin orang yang kesehariannya membaca buku Karl Marx, lantas jadi hebat bikin puisi, atau orang yang membaca ...

Menulis Melecut Membaca

Tuesday, February 5th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Membaca dan menulis dua sisi keterampilan saling melengkapi. Membaca membawa kita ke tataran menulis, begitu sebailknya. Saling menunjang. KEMBARAN. Menulis melatih membaca. Menulis melecut membaca. Menulis membiasakan membaca. Menulis ‘belajar’ membaca. Ya ya ya. Antara menulis dan membaca bak two side in one. Karena itu, ketika seorang yang ...

Menulis Berlatih Berpikir

Tuesday, February 5th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Setiap melakukan apa saja, pada dasarnya kita belajar, kita berpikir. Setiap menulis kita berpikir; belajar menulis bukankah berarti kita melatih berpikir. BERLATIH. Menulis melatih berpikir. Yes, sejak menyadari makna menulis, lebih menyadari bahwa menulis bukanlah (hanya) menuangkan pikiran atau menyampaikan pikiran. Harap maklum, sebagai manusia wajar alpa bergayut. ...

Menulis Membangun Konsistensi

Sunday, February 3rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Keteguhan pada prinsip, atau pun untuk hal-hal sepele, adalah garansi kesuksesan. Konsisten, konsistensi adalah kata lain untuk tidak mencla-mencle. SALAH. Pernah mencek arti kosakata salah di kamus? Menurut KBBI (1988: 770): tidak benar, keliru, menyimpang, luput, cela, kekeliruan. Perhatikan kalimat berikut: Salah satu sebab saya memacarinya karena keteknya ...

Menulis dan Pembiadab Bicara

Friday, February 1st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Berbicara dan menulis adalah penuangan pikiran. Berkah kemampuan berbicara sama baiknya dengan karuniah kemampuan menulis. Tapi, ‘kebiadaban’ berbicara bisa membantai potensi menulis. TONG KOSONG. Sejelek-jeleknya image Goerge Walker Bush, saya suka mendengar pidato atau orasinya. Kalau isinya, ya lebih banyak sebelnya. Maklum, cara Bush memandang dunia dengan cara ...

Menulis Tanpa Berpikir

Friday, February 1st, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Otak belantara pikiran; menyimpan yang pernah dipikirkan mematri beragam info pindaiannya. Menuangkannya, bisa jadi, tidak perlu berpikir keras (lagi). REFLEKS. Ada pertanyaan cukup menantang: Apakah mungkin menulis tanpa berpikir? Mudah menjawabnya, agak sulit memahaminya. Pertama, tergantung bagaimana kita mendefinisikan berpikir. Kedua, kalau menulis itu ‘mengoperasikan’ atau ‘menuangkan’ pikiran, ...