Archive for the ‘Kikir Menulis’ Category
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis mengaktifkan otak yang mendorong untuk mencari hal-hal baru, ide, gagasan, dan kalau perlu, membentuk pola pikir baru.
SABAR. Dari kecil, apalagi sejak bersekolah, di pikiran sudah ditanamkan, kalau ingin pintar banyaklah membaca, belajar. Inti dari pendidikan ---TK sampai PT--- adalah belajar yang setelah menamatkan menerapkannya dalam kehidupan ...
Posted in Kikir Menulis | 7 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis sebagai pengungkapan pikiran, pengungkapan diri, lebih afdol dirakit dari ‘lingkungan’ diri.
PIAN. Kalau disimak ungkapan banyak orang tentang mengapa menulis akan didapat beragam sebab, motif, dan tujuan. Terserah saja. Mau narsis, berdakwah, menggurui, atau apa, bebas-bebas saja. Begitu pula penyajian atau gaya tulisan. Mau berteori ilmiah, bercanda, ...
Posted in Kikir Menulis | 18 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Berpikir, kalau dilakukan secara benar, bukan tidak mungkin bisa menjadi benar, menjadi kenyataan
.
MAULULU. Serial tulisan saya tentang menulis pada prinsipnya mengajak teman-teman, terutama para pemula, melatih menulis, memasihkan menulis dengan menulis, menulis, dan menulis. Tidak usah pakai teori pendidikan, betapa pentingnya peran latihan, atau teori komunikasi, apalagi ...
Posted in Kikir Menulis | 11 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansya Abbas
Tulisan bukan saja penuangan pikiran, tetapi ia juga gambaran ‘jiwa’.
MAUK. Tulisan adalah ‘gambaran’ pikiran. Apa-apa yang kita pikir, apa yang terpikirkan, dapat dikeluarkan dengan dua cara. Pertama, lewat bicara atau omongan. Kedua, tulisan. Sekalipun begitu, manusia itu, selain raga, bukan saja hanya punya ranah rasa atau perasaan, ...
Posted in Kikir Menulis | 10 Comments »
Thursday, February 14th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
“Kasih sayang abadi seperti Allah titipkan pada kita. Endless love belum tentu menjadi karena nafsu kadang menyertainya (wuele ... sok filosuf).
NOSTALGIA. Kata orang, nostalgia itu indah. Kata saya, tergantung bagaimana melihatnya. Yang pasti, masa lalu tidak untuk dihapus, disesali atau dikutuki. Masa lalu adalah bagian kehidupan. Ada ...
Posted in Kikir Menulis | 12 Comments »
Thursday, February 14th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
“Hidup tidak surut ke belakang, ia lurus ke depan”.
GAGAP. Setiap manusia punya masa lampau. Apa-apa yang terjadi pada masa lampau, dalam terminologi sejarah, dinamakan sejarah. Sejarah, sebagaimana yang kita kenal, pasti subyektif. Tidak ada yang obyektif. Kalau ada yang mengatakan obyektif, pertanda tidak paham ilmu sejarah. Yang ...
Posted in Kikir Menulis | 15 Comments »
Wednesday, February 13th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Kualitas kehidupan memula dari dalam diri. Bantuan sesama adalah motivasi sesunguhnya. Hidup itu sendiri-sendiri dalam kebersamaan.
MEMPERMALUKAN. Wajar memang, bila kita (seseorang) berusaha menutupi apa-apa yang kurang pas membelut diri. Maunya, gambaran diri, apalagi yang mempublik, OK melulu. Sampai-sampai ada yang berusaha setengah hidup. Dalam kaitan menulis, gara-gara ...
Posted in Kikir Menulis | 9 Comments »
Tuesday, February 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Berpikir, kalau dilakukan secara benar, bukan tidak mungkin bisa menjadi benar, menjadi kenyataan.
IMAJINASI. Hari cerah. Mobil melaju di jalan lintas Banjarbaru-Banjarmasin. Hari itu, Senin, 11 Januari 2008. Kalau lagi duduk di bawah pohon di pinggir kolam, mungkin sedang melamun; termenung-menung, pikiran melayang-layang, berangan-angan, berfantasi. Atau, katakanlah berimajinasi ...
Posted in Kikir Menulis | 7 Comments »
Sunday, February 10th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Landasan pijak menulis, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, dan keterbukaan berkorelasi positif kualitas tulisan.
BACALAH. Jadi inget nasehat kakak tentang surat Al Alaq yang memerintahkan: “Bacalah”. Pada ayat keempat: “yang mengajarkan melalui pena/tulisan”. Memang, pengetahuan memiliki korelasi positif dengan bermutu atau tidaknya tulisan. Semakin banyak menulis, tuntutan untuk belajar menjadi ...
Posted in Kikir Menulis | 7 Comments »
Sunday, February 10th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
... Jangan mimpi akan lahir para penulis dari masyarakat yang belum memiliki tradisi membaca. (Asep Saeful Muhtadi)
DONGENG. Paparan Asep Saeful Muhtadi pada pengantar buku Aep Kusnawan, Berdakwah Lewat Tulisan, cukup menyentil pemikiran. Menurutnya, masyarakat kita (Indonesia) masih akrab dengan tradisi lisan. Sebagai alternatif membaca, masyarakat kita masih ...
Posted in Kikir Menulis | 9 Comments »