Archive for the ‘Kikir Menulis’ Category

Menulis Itu Ibadah

Tuesday, June 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis, pada pilahan positifnya adalah ladang ibadah; memberi, berbagi, dakwah, petuah, sampai pencerahan. IBADAH. Kalau pada bab terdahulu tergambar betapa pilar-pilar menulis yang seharusnya dipancangkan mereka yang patut jauh dari harapan, pada bab ini dipapar pemahaman, bagaimana ‘pelit’ menulis direnggut dari dalam diri. Sangatlah mustahil menulis menjadi sesuatu ...

Menulis Penghargaan

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SUBUR. Buku Menulis Enjoy Sajalah (2008) merupakan buku ketujuh saya seputar menulis. Ditulis, dalam hitungan sebulan. Prosesnya juga lempang. Setiap hari, satu-dua tulisan diposting pada www.webersis.com. Begitulah. Dalam sebulan jadilah buku ini.

Menulislah, Legakan Dirimu

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis membantu membersihkan kerak-kerak pikiran di otak, noda-noda di perasaan. Ibarat besi, supaya jangan berkarat, ya dibersihkan. Menulis. OUGH .... Pernah kasasuban atau kasusuban? Itu lho, dalam bahasa Banjar tertusuk benda yang kecil. Bahasa Padangnya, kasuban. Misalnya kalau tulang ikan atau patahan kayu kecil menusuk kulit. Duh, sakit. ...

Menulis, Menulislah Kawan

Tuesday, February 26th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis ibarat makan masakan Padang. Mula-mula terasa pedas, kemudian pedasnya berkurang, lalu yang tinggal enaknya, nyamannya. MALAM INI. Menulis Sangat Mudah. Menulis menyenangkan. Menulis ‘membebaskan’ diri; meringankan pikiran menyehatkan jiwa. Menulis ekspresi diri. Menulis kemerdekaan sejati. Menulis berbagi dengan sesama. Dengan menulis kita membangun peradaban; setidaknya berpartisipasi pada ...

Menulis, Kog Tidak Percaya Diri

Monday, February 25th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Setiap kata yang kita tulis bermuatan makna. Setidaknya, tidak mungkilah apabila menulis 1000 kata, tidak ada yang bermakna. CHATTING. Malam kian mendaki. Keasyikkan menulis agak terganggu ketika melalui YM seorang teman menyapa. Untunglah sudah terbiasa menulis sambil chatting. Yang, menarik ‘perbincangan’ hangat antar dua sahabat yang belum pernah ...

Menulis dan Networking

Monday, February 25th, 2008

Oleh Ersis armansyah Abbas Menulis membuka pintu gerbang persahabatan mengangakan jaringan dalam lintas makna saling menguntungkan. BERTEMAN. Baru saja seorang pegiat sastra SMS: Pak komunitas (...) bermaksud mengadakan “Malam Seribu Puisi” untuk mahasiswa dan dosen. Tolonglah kami dengan nama besar, popularitas dan publisitas pian yang notabene diadakan mahasiswa agar dosen-dosen dan petinggi ...

Menulis, Narsisme Atau Hikmah?

Sunday, February 24th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas  Sejelek-jeleknya hal baik, jauh lebih baik dari hal jelek sekerdil apa pun. RIYA. Narsisme dalam arti mencintai diri secara berlebihan yang dalam menulis dikaitkan dengan ‘menampakkan’ diri, bisa jadi mengundang debat berkepanjangan. Narsis, begitu biasa ditulis banyak orang. Entahlah. Kalau pun saya dimasukkan ke kelompok demikian juga tak ...

Menulis Memaknai Kegagalan

Saturday, February 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Experience the best teacher. Pengalaman kehidupan, pahit manis, adalah lautan manik-manik makna bermuatan change in progress. PADANG. Selepas magrib saya menjemput seorang sahabat perempuan dan membawanya ke sebuah hotel. Ah, jangan berpikir macam-macam ya. Dekan FKIS IKIP Padang menugaskan kami mengikuti tes program pencangkokan kerjasama Indonesia-Belanda. Masa itu ...

Menulis Membangun Sliturahmi

Saturday, February 23rd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulislah karena dengan menulis kamu akan mendapatkan apa yang tidak kamu bayangkan sekalipun. BERSAUDARA. Kitorang bersaudara. Ya, sebagai pemeluk Islam, terlepas belumlah Muslim kaffah, dalam relasi sosial, dengan menulis pengembangan dan pembanguan silaturahmi semakin mantap. Betapa tidak. Saya mendapat jembatan silaturahmi yang tak terkira. Saudara-saudara baru bertambah tiap ...

Menulis, Enjoi Aja

Friday, February 22nd, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas  Menulis adalah kebiasaan bermakna yang dapat dilakukan dengan membuang belengu-belenggunya NAFAS PANJANG. Suatu kali seorang teman mengatakan, dalam menulis saya bernafas panjang. Artinya, apa saja ditulis, kapan saja, dan dimana saja. Entah mencemooh, mbuh. Buat apa dipikirkan. Ada pula yang heran, kog ya bisa-bisanya menulis terus menerus. Saya ...