Archive for the ‘Kikir Menulis’ Category
Tuesday, February 26th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
SUBUR. Buku Menulis Enjoy Sajalah (2008) merupakan buku ketujuh saya seputar menulis. Ditulis, dalam hitungan sebulan. Prosesnya juga lempang. Setiap hari, satu-dua tulisan diposting pada www.webersis.com. Begitulah. Dalam sebulan jadilah buku ini.
Posted in Kikir Menulis | 17 Comments »
Tuesday, February 26th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis membantu membersihkan kerak-kerak pikiran di otak, noda-noda di perasaan. Ibarat besi, supaya jangan berkarat, ya dibersihkan. Menulis.
OUGH .... Pernah kasasuban atau kasusuban? Itu lho, dalam bahasa Banjar tertusuk benda yang kecil. Bahasa Padangnya, kasuban. Misalnya kalau tulang ikan atau patahan kayu kecil menusuk kulit. Duh, sakit. ...
Posted in Kikir Menulis | 12 Comments »
Tuesday, February 26th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis ibarat makan masakan Padang. Mula-mula terasa pedas, kemudian pedasnya berkurang, lalu yang tinggal enaknya, nyamannya.
MALAM INI. Menulis Sangat Mudah. Menulis menyenangkan. Menulis ‘membebaskan’ diri; meringankan pikiran menyehatkan jiwa. Menulis ekspresi diri. Menulis kemerdekaan sejati. Menulis berbagi dengan sesama. Dengan menulis kita membangun peradaban; setidaknya berpartisipasi pada ...
Posted in Kikir Menulis | 4 Comments »
Monday, February 25th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Setiap kata yang kita tulis bermuatan makna. Setidaknya, tidak mungkilah apabila menulis 1000 kata, tidak ada yang bermakna.
CHATTING. Malam kian mendaki. Keasyikkan menulis agak terganggu ketika melalui YM seorang teman menyapa. Untunglah sudah terbiasa menulis sambil chatting. Yang, menarik ‘perbincangan’ hangat antar dua sahabat yang belum pernah ...
Posted in Kikir Menulis | 16 Comments »
Monday, February 25th, 2008
Oleh Ersis armansyah Abbas
Menulis membuka pintu gerbang persahabatan mengangakan jaringan dalam lintas makna saling menguntungkan.
BERTEMAN. Baru saja seorang pegiat sastra SMS: Pak komunitas (...) bermaksud mengadakan “Malam Seribu Puisi” untuk mahasiswa dan dosen. Tolonglah kami dengan nama besar, popularitas dan publisitas pian yang notabene diadakan mahasiswa agar dosen-dosen dan petinggi ...
Posted in Kikir Menulis | 4 Comments »
Sunday, February 24th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Sejelek-jeleknya hal baik, jauh lebih baik dari hal jelek sekerdil apa pun.
RIYA. Narsisme dalam arti mencintai diri secara berlebihan yang dalam menulis dikaitkan dengan ‘menampakkan’ diri, bisa jadi mengundang debat berkepanjangan. Narsis, begitu biasa ditulis banyak orang. Entahlah. Kalau pun saya dimasukkan ke kelompok demikian juga tak ...
Posted in Kikir Menulis | 11 Comments »
Saturday, February 23rd, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Experience the best teacher. Pengalaman kehidupan, pahit manis, adalah lautan manik-manik makna bermuatan change in progress.
PADANG. Selepas magrib saya menjemput seorang sahabat perempuan dan membawanya ke sebuah hotel. Ah, jangan berpikir macam-macam ya. Dekan FKIS IKIP Padang menugaskan kami mengikuti tes program pencangkokan kerjasama Indonesia-Belanda. Masa itu ...
Posted in Kikir Menulis | 9 Comments »
Saturday, February 23rd, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulislah karena dengan menulis kamu akan mendapatkan apa yang tidak kamu bayangkan sekalipun.
BERSAUDARA. Kitorang bersaudara. Ya, sebagai pemeluk Islam, terlepas belumlah Muslim kaffah, dalam relasi sosial, dengan menulis pengembangan dan pembanguan silaturahmi semakin mantap. Betapa tidak. Saya mendapat jembatan silaturahmi yang tak terkira. Saudara-saudara baru bertambah tiap ...
Posted in Kikir Menulis | 10 Comments »
Friday, February 22nd, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis adalah kebiasaan bermakna yang dapat dilakukan dengan membuang belengu-belenggunya
NAFAS PANJANG. Suatu kali seorang teman mengatakan, dalam menulis saya bernafas panjang. Artinya, apa saja ditulis, kapan saja, dan dimana saja. Entah mencemooh, mbuh. Buat apa dipikirkan. Ada pula yang heran, kog ya bisa-bisanya menulis terus menerus. Saya ...
Posted in Kikir Menulis | 26 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis mengaktifkan otak yang mendorong untuk mencari hal-hal baru, ide, gagasan, dan kalau perlu, membentuk pola pikir baru.
SABAR. Dari kecil, apalagi sejak bersekolah, di pikiran sudah ditanamkan, kalau ingin pintar banyaklah membaca, belajar. Inti dari pendidikan ---TK sampai PT--- adalah belajar yang setelah menamatkan menerapkannya dalam kehidupan ...
Posted in Kikir Menulis | 7 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Menulis sebagai pengungkapan pikiran, pengungkapan diri, lebih afdol dirakit dari ‘lingkungan’ diri.
PIAN. Kalau disimak ungkapan banyak orang tentang mengapa menulis akan didapat beragam sebab, motif, dan tujuan. Terserah saja. Mau narsis, berdakwah, menggurui, atau apa, bebas-bebas saja. Begitu pula penyajian atau gaya tulisan. Mau berteori ilmiah, bercanda, ...
Posted in Kikir Menulis | 18 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Berpikir, kalau dilakukan secara benar, bukan tidak mungkin bisa menjadi benar, menjadi kenyataan
.
MAULULU. Serial tulisan saya tentang menulis pada prinsipnya mengajak teman-teman, terutama para pemula, melatih menulis, memasihkan menulis dengan menulis, menulis, dan menulis. Tidak usah pakai teori pendidikan, betapa pentingnya peran latihan, atau teori komunikasi, apalagi ...
Posted in Kikir Menulis | 11 Comments »
Saturday, February 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansya Abbas
Tulisan bukan saja penuangan pikiran, tetapi ia juga gambaran ‘jiwa’.
MAUK. Tulisan adalah ‘gambaran’ pikiran. Apa-apa yang kita pikir, apa yang terpikirkan, dapat dikeluarkan dengan dua cara. Pertama, lewat bicara atau omongan. Kedua, tulisan. Sekalipun begitu, manusia itu, selain raga, bukan saja hanya punya ranah rasa atau perasaan, ...
Posted in Kikir Menulis | 10 Comments »
Thursday, February 14th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
“Kasih sayang abadi seperti Allah titipkan pada kita. Endless love belum tentu menjadi karena nafsu kadang menyertainya (wuele ... sok filosuf).
NOSTALGIA. Kata orang, nostalgia itu indah. Kata saya, tergantung bagaimana melihatnya. Yang pasti, masa lalu tidak untuk dihapus, disesali atau dikutuki. Masa lalu adalah bagian kehidupan. Ada ...
Posted in Kikir Menulis | 12 Comments »
Thursday, February 14th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
“Hidup tidak surut ke belakang, ia lurus ke depan”.
GAGAP. Setiap manusia punya masa lampau. Apa-apa yang terjadi pada masa lampau, dalam terminologi sejarah, dinamakan sejarah. Sejarah, sebagaimana yang kita kenal, pasti subyektif. Tidak ada yang obyektif. Kalau ada yang mengatakan obyektif, pertanda tidak paham ilmu sejarah. Yang ...
Posted in Kikir Menulis | 15 Comments »