Archive for the ‘Menulis dgn Gembira’ Category
Friday, July 6th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Satu hal yang sangat perlu jadi landasan pikiran, menulis adalah menuangkan pikiran dalam bentuk tulisan. Sampeyan tidak mungkin menulis apa yang dipikirkan orang, menulis seperti pikiran orang, dan atau menuliskan pikiran orang. Menulis adalah urusan diri sendiri, urusan pribadi. Kalau menuliskan pikiran orang, seperti diucapkan sesorang, bisa ...
Posted in Menulis dgn Gembira | No Comments »
Friday, July 6th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Pernah membaca buku atau tulisan Rosihan Anwar? Kalau jawaban tidak, Sampeyan sebaiknya membaca lebih banyak lagi. Rosehan adalah penulis (wartawan) senior Indonesia yang sudah menjadi wartawan sejak zaman penjajahan Belanda. Kalau tidak salah, Rosehan baru saja merayakan ulang tahun ke 85. Tulisannya sungguh nyaman dibaca, kita seolah ...
Posted in Menulis dgn Gembira | 1 Comment »
Friday, July 6th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Pak, kapan dan bagaimana memulai menulis? Maaf, pertanyaan konyol tersebut banyak diajukan oleh banyak orang. Konyol? Ya iyalah. Betapa tidak. Coba dipikir, memangnya menulis itu lomba maraton, ada start ada finish. Setidaknya, dilandasi dua kesalahan fatal yang berlawanan dengan Ersis’s Writing Theory. Teori menulis yang saya kembangkan ...
Posted in Menulis dgn Gembira | 1 Comment »
Tuesday, July 3rd, 2007
Seseorang berkorenpondensi menulis mengebu-ngebu dalam nada protes, saya telah menulis serius tetapi tidak dimuat surat kabar Anu. Padahal tulisan tersebut dibuat demikian cermat, kog ya ngak dimuat. Sebal. Apakah harus menjilat-jilat, memuji-muji, menyembah-nyembah? Tidak lupa dia tambahkan, akhirnya mengirim surat ke redakturnya: ”Surat kabar kamu tidak fair”.
Posted in Menulis dgn Gembira | 7 Comments »