Archive for the ‘Menulis dgn Gembira’ Category

Menulis Fiksi

Saturday, July 28th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENULIS fiksi, kalau dipikir-pikir, dalam praktiknya lebih mudah dibanding menulis nonfiksi. Karya-karya fiksi saya, ditulis disela menulis artikel, makalah, atau buku. Dalam bahasa motivasional, melamun, merenung, membiarkan imajinasi berkelana, lalu tulis, jadilah. Begitu mudahnya.   

Karya Sastra

Saturday, July 28th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas SEORANG teman suatu malam, ketika sedang asyik menulis buku, melayangkan SMS: Bagaimana menurut Sampeyan tetang diskusi sastra? Tidak membalasnya karena memang tidak berminat. Tetapi, SMS tersebut mengelitik pemikiran.  

Penghargaan

Monday, July 23rd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas (Penghargaan pada buku Menulis dengan Gembira) TERBITNYA buku Menulis dengan Gembira, tidak dapat tidak, membuahkan ‘hutang diri’ kepada banyak orang. Banyak hal mendadak datang begitu saja dalam kontribusi supor yang tidak terbayangkan sebelumnya. Penghargaan tiada bertepi dilabuhkan untuk semua kebaikan yang diberikan kepada saya.   

Mendadak Nulis ala EWA

Saturday, July 21st, 2007

Oleh Erwin D. Nugroho (Pengantar buku Menulis dengan Gembira) SAMPAI hari ini saya belum pernah berjumpa seorang pun yang derajat keseriusannya sebagai motivator penulisan sedahsyat apa yang ditunjukkan Ersis Warmansyah Abbas. Setiap saat, setiap kesempatan, dalam tema perjumpaan seperti apa pun, pria nyentrik ini selalu memotivasi lawan bicaranya untuk menulis.

Menulis Membelajarkan Diri

Tuesday, July 17th, 2007

SUATU kali seseorang melayangkan kritik, kalau  menulis, tulislah sesuai apa yang dilakukan? Atau, dalam bahasa yang lebih keras, percuma menulis kalau tulisan tidak sesuai dengan perbuatan. Dalam bahasa agama yang lebih lembut, sesuaikan perbuatan dengan perkataan. Tidak ada yang salah memang.  

Menulis Bak Bersendagurau

Monday, July 16th, 2007

MULAI sekarang, sejak membaca buku Menulis dengan Gembira, kalau berbicara, berdiskusi, atau berpikir, dan atau memapankan pikiran tentang menulis hanya ada satu kesimpulan, menulis sangat mudah. Sangat mudah? Ah yang bener aja.

Menulis Kenangan ke Singapura

Sunday, July 15th, 2007

DALAM perjalanan Tour Singapura-Malaysia, 9-16 April 2006, captaint tour Erwin DN, merancang masuk lewat Batam. Dalam benak mengayun-ngayun jembatan Balerang, kawasan Nagoya dan pembangunan Batam yang serba wah. Konon, Batam dirancang sebagai tandem Singapura.   

Menulis Ketika Kakak Memanggil

Sunday, July 15th, 2007

TERUS terang aku anak kampung. Lahir di atas bantaran bukit barisan yang membelah pulau Sumatera. Rindu kampung rindu jiwa tak bertepi. Aku mungkin ‘anak durhaka’. Puluhan tahun merantau hanya beberapa kali ke Muaralabuh.  

Menulis Menjujuri Pikiran

Saturday, July 14th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Pak di pikiran sudah ‘terbentuk’ yang akan ditulis tetapi kog susah ‘melahirkannya’, tanya seseorang dalam bincang-bincang tentang buku Menulis Sangat Mudah. Buku tersebut rupanya mampu memotivasi banyak orang, tetapi masih ada yang belum menangkap esensinya dalam pengertian implementasi.

Menulis Selingkuhan Pikiran

Saturday, July 14th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Tidak dapat disangkal lagi, kita hidup di dua alam, alam pikiran dan alam nyata seperti yang kita lakoni sehari-hari. Kehidupan alam nyata digerakkan alam pikiran. Ketika tubuh memerlukan asupan makanan, perut berkhabar mengirim pesan lapar. Otak melalui piranti pikiran memerintah tubuh bergerak. Kerjasama yang baik antara keduanya ...

Menulis Kekuatan Kata-Kata

Friday, July 13th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Percayakah Anda pada kekuatan kata-kata? Kalau tidak, masuklah tentara dan dengarlah apa perintah komandan. Jika ia memerintah Anda dengan 1 kata saja: “Tembak”, saya yakin Anda akan menembak. Ingat, 1 kata saja dan Anda paling sedikit menghilangkan 1 nyawa.

Menulis Megoreksi Kemampuan

Thursday, July 12th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Menulis membangun kemampuan, atau membangun kemapuan menulis, barangkali terlalu kuat pilihan katanya. Kalau dikaji secara kamusis bisa jadi meluangkan ruang untuk perdebatan, tetapi tidak mengapa, kita berhak saja. Saya malahan lebih maju lagi agar dijadikan labuan diskusi, menulis mengoreksi kemampuan.

Buku Bangsa ‘Munafik Pendidikan’ (Best Seller)?

Thursday, July 12th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Setelah buku Menulis Sangat Mudah beredar secara nasional, disambut hangat dan diapresiasi pembaca Tanah Air, terbesit pikiran menulis yang lebih dahsyat, mengarang buku berkategori best seller. Ersis menulis buku best seller? Kenapa tidak. Apa sih susahnya. Banyak orang tidak bersekolah mampu melakukannya, zeleq-zeleq begini tamatan S2 lho. ...

Menulis Membangun Self Image

Thursday, July 12th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas Pendidikan saya rendah, bukan orang sekolahan. Terlahir dari orang tua sederhana, PNS golongan rendah (untung tidak berani mengaku anak koruptor). Saya ingin menulis, tapi sangat sulit. Sulit. Sungguh sulit. Menulis itu sangat sulit.

Menulis Tentang Tulisan

Wednesday, July 11th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas TULISAN Menulis Cepat mendapat reaksi, atau tepatnya apresiasi banyak orang. Ada yang mengomentari pada bagian komentar www.webersis.com., email, SMS, telepon, atau disampaikan langsung. Sejauh mengenai batang tubuh, interperetasi, atau pandangan dan pendapat, perihal tulisan tersebut, tentu tepat landas saja. Tetapi, ketika dihadapkan pada saya (Ersis) dalam arti ...