Archive for the ‘Hidup Nyaman’ Category

Ikhlas: Karena Allah

Friday, June 22nd, 2007

Saudara-saudara sekalian. Pada contoh terdahulu, sengaja digambarkan dengan memahami dalam kontek manusia, kandungan kebahagiaan pada dan di dalam diri sendiri. Sebagai makhluk yang mengerti, tentu akan lebih bermakna manakala kesemua itu kita sandarkan hanya pada Allah SWT semata.?

Ikhlas: Refleksi Keluarga

Friday, June 22nd, 2007

Suatu kali, menjelang hari raya Idul Fitri, saya dan isteri, membawa anak-anak ke mall di kota kami membelikan pakaian dan perlengkapan sholat. Si Buah Hati senang tak terkirakan. Rona muka mereka berbunga-bunga, senyum dan tawa pancarannya. Sesampai di mall, ketiga anak kami berpindah dari satu kounter ke kounter mencari apa yang ...

Sabar: Meng-Quantum Diri

Thursday, June 21st, 2007

Bagi saya, untuk sampai kepada kesimpulan, Menulis Sangat Mudah, yang ditancapkan menjadi judul buku yang tengah menasional, tidak didapat begitu saja. Ada proses panjang penyertanya. Banyak hal penganggu, pematah semangat, dijadikan terbalik, pemotivasi. Bahkan, dijadikan pijakan untukmeng-quantum diri, gitu. Seorang teman berkomentar, mengumbar kemarahan saja bisa jadi buku. Ketika membuat buku ...

Sabar: Allah Mahaguru

Friday, June 15th, 2007

Tidak ada yang lebih sabar dari selain Allah. Dia disekutukan, diangap punya anak, tapi Dia selalu memaafkan hamba-Nya dan memberi rezeki (Hadis riwayat Iman Ahmad dan Abu Musa al-Asy?ari). Hadis tersebut mengambarkan inti ?prinsip? eksistensi Allah dalam pandangan manusia. Allah adalah zat yang esa, tunggal, tidak beranak dan diperanakkan. Tetapi, tidak ...

Sabar: Sebuah Anatomi

Friday, June 15th, 2007

'Amru Khalid, penulis buku Kal?am Min al-Qalbi, edisi bahasa Indonesia Dengarkan Suara Hati (2005: 215) menulis tentang tingkatan sabar, sabar dalam taat, sabar untuk tidak bermaksiat, dan sabar menghadapi cobaan. Mana yang paling tinggi? Sabar untuk kategori pertama adalah yang paling tinggi. Sabar pada tingkat paling tinggi ini langsung berkoneksi ke ...

Sabar: Melatih Diri

Friday, June 15th, 2007

Banyak cara melatih sabar. Pengetahuan tentang sabar sudah kita dapatkan sejak kecil. Lengkap dengan manfaatnya yang tidak terhingga. Yang sulit, seperti hal baik lainnya, mempraktikkannya. Jujur saja, bisa jadi saya bukanlah orang yang sabar, setidaknya tidak sabaran. Karena itu, sejak beberapa tahun belakangan serius melatih kesabaran. Saya membeli puluhan buku-buku agama ...

Sabar Kasih Sayang

Thursday, June 14th, 2007

Pak, Bapak dimana? Jam berapa pulang? Lakasi bulik (cepat pulang), begitu SMS standar anak saya, Aprivisi EWA Abbas. Anak kedua yang kelas III SDN Sungai Besar 2 Banjarbaru memang secara emosional lebih dekat. Dia sering tidur bareng dengan saya. Suka bermaja-manja. Suatu malam, ketika pulang pukul 24.00 Witeng saya dapati dia ...

Sabar itu Cerdas

Thursday, June 14th, 2007

Michael H. Hart dalam buku fenomenal, The 100, a Ranking of the Most Influential Person in History (1978) menempatkan Nabi Muhammad SAW sebagai mansusia paling berpengaruh sepanjang sejarah. Tidak diragukan lagi, Rasulullah menjalani kehidupan dengan sabar, sabar sebenar-benarnya sabar. Itulah yang mendasari pemikiran saya .... sabar bukan pasif, menerima begitu saja. ...

Sabar: Secuil Kisah

Wednesday, June 13th, 2007

Saya punya pengalaman menarik. Seorang teman yang ---maaf--- secara psikologis perlu dibantu. Orangnya cerdas, alumnus S2, kedudukannya strategis. Tetapi, penampilan menyedihkan dalam arti kurang percaya diri. Padahal, menurut saya kawan ini potensial dan berhati baik. Hanya saja, seperti pengakuannya lingkungan kerja sejak mula meminggirkan. Menurut saya dia kurang dihargai. Saya perhatian ...

Sabar

Wednesday, June 13th, 2007

Sebelum lahir ayah sudah tiada. Ketika kasih sayang ibu belum puas direguk beliau pun meninggal. Sandaran kasih tertumpah pada kakek yang juga meninggalkan dunia fana. Paman yang jadi tumpahan hati menyusul. Kesedihan dan kepedihan nampaknya masih hampir. Itu belum seberapa. Tujuh anak meninggal sebelum dewasa. Menyusul isteri-isteri tercinta. Bayangkan kalau hal ...