Archive for the ‘Hidup Nyaman’ Category

Sabar Menikmati Sabar

Thursday, March 13th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas JALAN BARU. Hari ini seharian melakukan aktivitas dengan seorang teman. Sebenarnya bukan hal luar biasa. Tetapi, kali ini terasa lain. Pukul 10 Witeng dia menjemput saya, dan langsung menemui petinggi fakultas sebuah perguruan tinggi.  Tujuan kami mencari jalan keluar paling pas buat anak seorang teman yang bisa ...

Sabar Menulis

Wednesday, March 12th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas NULIS. Dalam menulis setidaknya kita menaiki beberapa tangga, yang harus dilalui dengan sabar. Tidak ada orang yang begitu lahir langsung piawai menulis. Sangat jarang orang yang berkehendak menulis, tulisannya langsung bagus. Tidak semua yang kita ditulis diamini orang lain atau dipuji. Cobaan datang bertubi-tubi.   Karena itu, sesuai proses ...

Sabar: Simpati Buat Guru

Wednesday, March 12th, 2008

GURU CURANG. Guru, apa pun perlakuan yang diberikan kepada kita, adalah pejasa kehidupan. Kita diajarkan mengenal huruf, mengeja angka, menyusun kata, merangkai kalimat, membangun pikiran, dan seterusnya. Sangat banyak hal-hal baik kita perdapat dari guru. Guru-guru kita tercinta.   Sebaliknya, ada guru ‘durhaka’. Bengis, otoriter, tidak demokratis, sok benar, adalah sisi buruk ...

Sabar: Bukan Buta Hati

Wednesday, March 12th, 2008

 Oleh Ersis Warmansyah Abbas TUKANG URUT. “Bekerjanya dimana Pak?”, tanya seseorang. “Saya jawab, di hotel”. Lalu, ditanya lagi: “Bagian apa?”. Saya jawab:  “TU”. Heran kali, dipuji: “Bapak hebat, tidak melihat, bekerja di hotel, TU pula”. Saya tidak tahan saking gelinya, dan dijawab:  “Tuang Urut”. Seluruh penumpang angkot, geeeeeeer.   Begitulah kisah Pak Anton ...

Sabar Itu Kekuatan

Tuesday, March 11th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas BERBUAT. Kaca jernih aplikasi sabar dalam keseharian dengan sangat mudah dapat kita lihat dari apa yang dilakukan seseorang; Ibu, Bapak, teman, atasan, atau siapa saja. Sabar, sebagai konsep, ditulis di banyak buku, di ceramahkan pada pengajian atau khotbah-khotbah menggelora. Sabar dalam aplikasi, ya itu, dapat dipindai dari ...

Kehilangan, Sabar dan Ikhlas

Tuesday, March 4th, 2008

Oleh Ersis Warmansyah Abbas KEHILANGAN. Begitu sampai di pinggir kolam, saya berhenti. Anak saya, Aprivisi EWA Abbas, ketiduran. Lelapnya nyenyak. Saya raih buku Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembang Profesi Guru (1999). Membaca beberapa hal pokok, teringat dompek. Beberapa buku dan laporan saya angkat di jok ...

Ikhlas Berbuat Belajar Ikhlas (1.11)

Thursday, September 27th, 2007

Oleh Ersis Warmansya Abbas IKHLAS ALA AA GYM. Pada satu tulisannya di harian Waspada, Abdullah Gymnastiar membahas tentang ikhlas dengan sangat menyentuh rasa. Saya penikmat siraman ruhani dan pembaca karya AA Gym.   Hanya mohon maaf, tidak menulis di awal namanya, KH ---Kiai haji--- sebab menurut saya ‘kiai’ bukan gelar, dan haji adalah ...

Ikhlas Meraih Nilai Tambah (1.10)

Thursday, September 27th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMPRAKTIKAN IKHLAS. Saudara-saudara sekalian. Pada contoh terdahulu, sengaja digambarkan dengan memahami dalam kontek manusia, kandungan kebahagiaan pada dan di dalam diri sendiri. Sebagai makhluk yang mengerti, tentu akan lebih bermakna manakala kesemua itu kita sandarkan hanya pada Allah SWT semata.   Harap dicatat, kalau landasannya hanya kemanusiaan, sama saja ...

Ikhlas Belajar Ikhlas (1.9)

Thursday, September 27th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MEMPRAKTIKAN IKHLAS. Apabila kita membaca Al-Qur’an dan hadis Rasulullah, tidak pelak lagi, hati terenggut, jiwa terenyuh, qalbu tergugah, ikhlas menjadi pegangan kehidupan. Ikhlas  menyamankan dan menyelamatkan kehiduan di dunia sampai ke akhirat. Sungguh indah dan memberi harap.  

Ikhlas Menulis Riya Memotivasi (1.8)

Thursday, September 27th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas IKHLAS DAN RIYA. Dalam praktik kehidupan, ikhlas dan riya barangkali bak two side in one coin dalam arti di satu sisi ikhlas, di sisi lain riya. Apabila sesuatu dilakukan murni ikhlas, ya sungguh luar biasa. Apabila dilakukan karena sesuatu sebab demi kemasyhuran diri, bukan karena  Allah SWT, ...

Ikhlas Melawan Riya (1.7)

Wednesday, September 26th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas RIYA YA RIYA. Dalam praktik kehidupan, terutama dalam relasi sosial, berbeda dalam relasi vertikal dengan Sang Pencipta, nampaknya susah menerapkan ikhlas dalam arti 100%. Kalau dalam amal ibadah kita bisa langsung mendeteksinya di mata batin. Ketika melaksanakan kewajiban sebagaimana diperintahkan-Nya, hanya karena Dia, jelas dengan sendirinya. Misalnya, ...

Ikhlas Berbagi Ikhlas Menerima (1.6)

Wednesday, September 26th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas MENERIMA PEMBERIAN. Dalam menyelami samudera ikhlas yang sebenarnya mudah dipahami dalam arti konseptual ada hal tergayut yang tak kalah rumitnya. Bisa jadi kita sampai pada pemahamannya, tetapi bagaimana memonitor perilaku ikhlas tersebut? Berhakkan kita memantapkan peletakkan kriteria ikhlas terhadap apa yang kita perbuat?  

Ikhlas Berbagi (1.5)

Wednesday, September 26th, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas IKHLAS NI YE. Ikhlas berbuat berarti mensucikan perbuatan dari cacat-cacat pamrih perbuatan hanya demi Allah semata. Dalam menunaikan tugas kemanusiaan sebagai makhluk Allah SWT kita tidak menyandarkan kepada apa pun, kecuali karena-Nya.  Tidak selain karena Allah SWT.    

Ikhlas Memancing Energi Ikhlas (1.4)

Saturday, September 22nd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas YOHA, IKHLAS TU PANG. Saya punya pengalaman cukup unik. Sebagai lanjutan beredarnya buku Menulis Sangat Mudah (2007) banyak hal ‘rada aneh’ hampir. Suatu ketika di-SMS seseorang yang tidak saya kenal sama sekali. Intinya dia nekat belajar menulis. Saya katakan, saya bukan guru menulis hanya motivator penulisan. Dia ...

Ikhlas Karena Allah SWT (1.3)

Saturday, September 22nd, 2007

Oleh Ersis Warmansyah Abbas YA, SAYA IKHLAS. Begitu yang kita ucapkan manakala suatu ketika kurang berkenan dengan kelakuan seorang teman, ikhlas memaafkan. Hati yang dongkol terobati, dan teman yang bersalah hilang rasa bersalahnya. Persahabatan kembali terjalin normal.   Ikhlas berarti: (dengan) hati yang bersih (jujur); tulus hati (KBBI, 1988: 322). Mengikhlaskan memberikan atau ...