Archive for the ‘Hidup Nyaman’ Category
Friday, August 22nd, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MERUSAK PAKEM. Terkadang, kalau dipikir-pikir, ada hal aneh pada tindakan saya. Setidaknya dalam pandangan kebanyakan. Misalnya, ketika menerbitkan buku Nyaman Memahami ESQ (2005) di sampul dalam ditulis: Dipersilahkan memfotokopi, memperbanyak, atau mengandakan dalam bentuk apa pun asal dimaksudkan untuk pengembangan ilmu dan syiar Islam.
Dasar pikirnya sederhana. Sebelum ...
Posted in Hidup Nyaman | 27 Comments »
Thursday, August 21st, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
IKHLAS TAK BERHARAP. Suatu kali, mantan mahasiswa saya bertanya: “Pak masih ingat ketika saya ditugaskan mengambil bantuan dari bupati Anu?”.
“Ya ingatklah”, jawab saya seadanya.
“Bapak tahulah, Bapak minta Rp.5 juta, saya naikkan menjadi Rp.7 juta”, katanya setengah bertanya.
“Tahulah, bro. Emang kenapa?”.
“Bapak, kog ngak menyoal?”.
“Buat apa disoal. Mungkin Sampeyan ...
Posted in Hidup Nyaman | 24 Comments »
Thursday, March 13th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
JALAN BARU. Hari ini seharian melakukan aktivitas dengan seorang teman. Sebenarnya bukan hal luar biasa. Tetapi, kali ini terasa lain. Pukul 10 Witeng dia menjemput saya, dan langsung menemui petinggi fakultas sebuah perguruan tinggi. Tujuan kami mencari jalan keluar paling pas buat anak seorang teman yang bisa ...
Posted in Hidup Nyaman | 16 Comments »
Wednesday, March 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
NULIS. Dalam menulis setidaknya kita menaiki beberapa tangga, yang harus dilalui dengan sabar. Tidak ada orang yang begitu lahir langsung piawai menulis. Sangat jarang orang yang berkehendak menulis, tulisannya langsung bagus. Tidak semua yang kita ditulis diamini orang lain atau dipuji. Cobaan datang bertubi-tubi.
Karena itu, sesuai proses ...
Posted in Hidup Nyaman | 10 Comments »
Wednesday, March 12th, 2008
GURU CURANG. Guru, apa pun perlakuan yang diberikan kepada kita, adalah pejasa kehidupan. Kita diajarkan mengenal huruf, mengeja angka, menyusun kata, merangkai kalimat, membangun pikiran, dan seterusnya. Sangat banyak hal-hal baik kita perdapat dari guru. Guru-guru kita tercinta.
Sebaliknya, ada guru ‘durhaka’. Bengis, otoriter, tidak demokratis, sok benar, adalah sisi buruk ...
Posted in Hidup Nyaman | 15 Comments »
Wednesday, March 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
TUKANG URUT. “Bekerjanya dimana Pak?”, tanya seseorang. “Saya jawab, di hotel”. Lalu, ditanya lagi: “Bagian apa?”. Saya jawab: “TU”. Heran kali, dipuji: “Bapak hebat, tidak melihat, bekerja di hotel, TU pula”. Saya tidak tahan saking gelinya, dan dijawab: “Tuang Urut”. Seluruh penumpang angkot, geeeeeeer.
Begitulah kisah Pak Anton ...
Posted in Hidup Nyaman | 6 Comments »
Tuesday, March 11th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
BERBUAT. Kaca jernih aplikasi sabar dalam keseharian dengan sangat mudah dapat kita lihat dari apa yang dilakukan seseorang; Ibu, Bapak, teman, atasan, atau siapa saja. Sabar, sebagai konsep, ditulis di banyak buku, di ceramahkan pada pengajian atau khotbah-khotbah menggelora. Sabar dalam aplikasi, ya itu, dapat dipindai dari ...
Posted in Hidup Nyaman | 15 Comments »
Tuesday, March 4th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
KEHILANGAN. Begitu sampai di pinggir kolam, saya berhenti. Anak saya, Aprivisi EWA Abbas, ketiduran. Lelapnya nyenyak. Saya raih buku Pedoman Penyusunan Karya Tulis Ilmiah Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembang Profesi Guru (1999). Membaca beberapa hal pokok, teringat dompek. Beberapa buku dan laporan saya angkat di jok ...
Posted in Hidup Nyaman | 14 Comments »
Thursday, September 27th, 2007
Oleh Ersis Warmansya Abbas
IKHLAS ALA AA GYM. Pada satu tulisannya di harian Waspada, Abdullah Gymnastiar membahas tentang ikhlas dengan sangat menyentuh rasa. Saya penikmat siraman ruhani dan pembaca karya AA Gym.
Hanya mohon maaf, tidak menulis di awal namanya, KH ---Kiai haji--- sebab menurut saya ‘kiai’ bukan gelar, dan haji adalah ...
Posted in Hidup Nyaman | 7 Comments »
Thursday, September 27th, 2007
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MEMPRAKTIKAN IKHLAS. Saudara-saudara sekalian. Pada contoh terdahulu, sengaja digambarkan dengan memahami dalam kontek manusia, kandungan kebahagiaan pada dan di dalam diri sendiri. Sebagai makhluk yang mengerti, tentu akan lebih bermakna manakala kesemua itu kita sandarkan hanya pada Allah SWT semata.
Harap dicatat, kalau landasannya hanya kemanusiaan, sama saja ...
Posted in Hidup Nyaman | 4 Comments »