Menulis Atau Say Hallo? (2.7)

18 March 2010 | Ditulis oleh: ewa |

Popularitas Blog, pada batas-batas tertentu, tergeser oleh kehadiran Facebook (FB) dengan variannya. FB tampil dengan penyatuan beberapa aplikasi, cepat, dan mudah meriah. Menggunakan handphone pun jadi. Orang Indon terasyik sebagai ‘korban’ ICT, ya hardware, ya sofyware. Pemakai doang. Lalu diapakan?

Setiap orang bebas memanfaatan. Kalau dipikir-pikir —maaf bukan maksud menyindir— tergelincir menjadi pengguna, harus pula membayar koneksi internet, mana pula menyedot waktu. Dan, … hanya untuk sekadar ‘Say Hallo’? Silarturrahim memang menjadi mudah. Tapi, tidak bisakah manfaatnya lebih didayagunakan?

Saya pernah diskusi dengan seorang anak muda binaan: “Kenapa sih Loe tidak berpikir dan bertindak lebih cerdas?”. Tentu dia terperangah: “Emang kenapa Pak?”. Karena dia bekerja dengan saya, jadi sah saja sebagai penyadaran: “Berapa investasi untuk itu?”. Bodoh sih wajar saja, tetapi kalau di segala sektor, ya eman-eman.

Coba tiga bulan sudah ber-FB-an. Popularitas sudah, teman banyak, dan apakah cukup merasa hebat dengan hal sedemikian? Apa saja postingan orang diintip, dikomentari, terkadang dengan kritikan menghujam. Tidak boleh salah orang dengan kesalahannya, hantaaaam. Dari pagi ketika bangun tidur sampai saat kantuk tidak tertahankan, FB-an. Hasilnya? Ya, itu tadi, Say Hallo. Diri merasa kurang kalau tidak on line (OL). Seolah merasa berada di wilayah terra incognita. Salah? Tidaklah. The life is choice.

Tentu tidak perlu diperpanjang. Yang saya tahu, dia mulai menulis artikel, puisi, kejadian yang dialami, atau kisah bermakna. Alhamdulillah, kalau sudah demikian, mudah mengarahkan untuk membuat buku. Kalau keterperangkapan sebagai ‘The Great Comentator’ agak berkurang, berarti mulai menjauh dari belenggu awang-awang. Satu quwartal atau setahun ke depan, Insya Allah akan menghasilkan buku.

Tepatnya, mari saling bersilaturrahim, mengucapkan selamat, sampai berkomentar pertanda atensi. Sejalan dengan itu, sediakan waktu sedikit untuk menulis artikel, puisi, kisah ringan bermakna, yang bermanfaat. Coba hitung komen yang dibuat setiap hari, bukan tidak mungkin secara kuantittaif setara dengan beberapa buku.

Dibalik itu ada makna lebih dalam. Bila menulis (artikel, puisi, kisah bermakan, atau apa pun namanya), nantinya bisa menjadi buku. Lebih penting lagi, melatih ‘mengeluarkan’ pikiran secara terstruktur. Hasilnya pasti berbeda dengan sekadar ‘Say Hallo’.

Begitulah. Mungkin orang mengira ‘kerjaan’ saya FB-an melulu. Siapa bilang? FB hanya sekadar singgah rehat dari tugas keseharian. Digunakan sebagai pajangan tulisan, dan ujung-ujungnya buku. Waktu dan kesempatan dimanfaatkan untuk menulis —tanpa menafikan lain, termasuk porkeran— hingga ada hasilnya, ada tulisannya. Jadi buku, diterbitkan, dan tentu ada peluang mengembalikan modal he he he.

Resepnya, Pak? Pertama dan utama: Tidak beralasan. Apalagi mencari-cari alasan. Lainnya? Terlalu banyak untuk ditulis. Ya, modal dasarnya, sederhana: Tidak Beralasan.

Bagaimana menurut Sampeyan?

  1. 12 Responses to “Menulis Atau Say Hallo? (2.7)”

  2. By muhammad fakhruddin on Mar 19, 2010 | Reply

    cuma ingin bertanya bapak,di Indonesia sudah banyak blog yg dibukukan seperti bapak?

  3. By arief on Mar 19, 2010 | Reply

    Betul sekali. sejak ber-FB ria, saya jadi malas menulis panjang2 semacam artikel. Jadi, kebiasaan menulis pendek2, pikiran terformat seperti menulis status di FB.

    (Udah lama ga berkunjung ke sini. Makin asik aja artikel2nya)

  4. By Siti Fatimah Ahmad on Mar 20, 2010 | Reply

    Assalaamu’alaikum Tuan Ersis

    Saya mampir lagi nih… setelah sekian lama menyepi di laman ini. Saya kagum sekali, sikap rajin dan selalu mahu menulis sentiasa menyemarak semangat Tuan Ersis di mana sahaja berada. Baik penulisan di FB, blog atau apa sahaja yang memberi ruang kepada Tuan Ersis akan menjadi satu wajah yang cukup menggetar jiwa bagi penulis seperti saya.

    Kesungguhan itu selalu menaik semangat saya untuk menulis dan terus menulis. Terima kasih Tuan Ersis kerana selalu menghantar semangat melalui tulisan di ruang maya ini. Saya tidak akan pernah melupai guru maya saya ini walau di mana saya berada. Tapi sepertinya Tuan Ersis lebih banyak di FB ya. Kerana kini, saya jarang menerima kunjungan Tuan Ersis ke blog saya. Kangen deh. Harap sudi mampir.

    Salam hormat dari Sarawak, Malaysia.

  5. By Bung Eko on Mar 21, 2010 | Reply

    Setuju saya, Pak.
    Facebook dan jejaring sosial lainnya tidak perlulah dipelototi sampai sepanjang hari sepanjang malam. Seperlunya saja. Update status kalau dirasa perlu, lantas berkomentar di beberap0a status kawan. Sudah, cukupkan sampai di situ saja. Eman-eman waktunya kalau hanya untuk ber-FB-an terus tanpa juntrungan.

    Btw, salam kenal dari Jogja. ^_^

  6. By RAB on Mar 21, 2010 | Reply

    salam..
    FB jadi tempat perkenalan instan dan seperti menjadi kebutuhan rohani. kegundahan akan datang bila tidak on line FB seperti yang Pian tulis. kadang lupa waktu dan mungkin telah menjadi kebudayaan baru. ini seperti yang ulun liat dilingkungan sekitar ulun terutama orang muda. ibarat makan kalau kekenyangan itu tidak baik. yaahh.. yang wajar-wajar saja lah.. ber-FB-an seperlunya tanpa mengurangi silaturahmi perkawanan, persahabatan dan kekeluargaan. itu menurut ulun…

    salam hangat selalu buat pian…(dibuncu kandangan)

  7. By Bakharuddin on Mar 21, 2010 | Reply

    Terima kasih atas pencerahannya Pak …

  8. By NRifa on Mar 22, 2010 | Reply

    Salam kenal…Pak Ersis
    FB memang jejaring yang sedikit banyak sangat membantu saya untuk bisa bertemu sahabat dan teman lama..itu awalnya…dan membawa saya bertemu dan membawa pertemanan baru di dunia maya
    Bersyukur saya bertemu Daniel Mahendra yang seorang penulis karenanya saya mulai bisa mencoba untuk menulis *walau baru dalam bentuk puisi* belumlah pandai untuk mengamati kejadian sekitar untuk di ungkapkan menjadi sebuah tulisan.
    Dan bersyukur pula saya dapat berkenalan dengan anda yang juga seorang penulis, membuat saya bertambah lagi guru saya untuk belajar menulis.
    Menulis untuk menjadi sebuah buku? Wah masihlah sangat jauh tapi saya akan lebih bersemangat untuk belajar lebih.
    Terimakasih dan salam.

  9. By cobaberbagi on Mar 22, 2010 | Reply

    Setuju pak kalo sekedar hello saja tidak memberi kontribusi yang berarti.
    Boleh tukeran link pak?

  10. By wahyu on Mar 24, 2010 | Reply

    enaknya kalau sudah terbiasa menulis, semuanya jadi ide. kata menjadi begitu mudah terangkai. salut buat pak ersis. saya banyak belajar dari sini, thanks

  11. By F heri s on Apr 9, 2010 | Reply

    Beberapa teman telah “Insyaf” dan kembali ke blog karena lebih bebas kok, jadi mungkin sekedar intermeso saja kali.

  12. By F heri s on Apr 9, 2010 | Reply

    maaf linknya salah

  13. By Rahmadona Fitria on Apr 23, 2010 | Reply

    menurut saya fb memang cenderung lbh kpd hiburan, sbg katarsis,hehehe…klo saya pribadi merasa fb membuat saya jadi ga produktif dlm menulis,bkn konsentrasi terganggu.sekarang saya kembali ke asal, blog yg sdh lama ditinggalkan & mulai mencoba menulis lagi. sampai2 ada titipan katanya klo fb-an tulis dong ttg bgmn memanfaatkan fb lbh bijak, ga skdr say helo spt yg bapak bilang,he…

Post a Comment