Menulis Menuai Nyaman (9.6)
7 February 2010 | Ditulis oleh: ewa |Ketika mengikuti kuliah S2 di Bandung tempo hari, mendidik beberapa mahasiwa menulis. Ketika membuka Materpamur Agency, pengelolaan dipercayakan kepada mreka dimana kami bermarkas, Asrama Surau Awak, Jalan Sersan Badjuri Nomor 8, Bandung. Hidup dari honor menulis dan agen media. Bersama Aswir, membangun ERAS FC —Ersis dan Aswir —perintis photokopi di Bandung utara. Dosen-dosen UPI ada yang sampai hari ini masih ‘meledek’ saya sebagai Raja Photokopi. Ada-ada saja. Lumayan membuat tertawa ngakak.
Satu hal, kini tidak mau berbisnis. Teman-teman pada sukses. Saya tidak boleh tergoda. Paling-paling bercerita tentang bisnis tempo dulu dengan syarat, jangan rayu berbisnis. Saya suka menceritakan bagaimana memaksa mereka pagi-pagi, jam 04.00 ke Cikapundung mengambil aneka media kepada almarhum Pak Rajab, agen besar media.
Kami memasok koran untuk UPI (IKIP Bandung) melalui kerja sama dengan Bagian Humas. Oleh Rektor, Abdul Kadir, dan PR I, Fakry Gafar ditugaskan membuat suplemen lustrum VII IKIP Bandung. Bayaran terbesar menulis yang didapat saat itu, Rp.10 juta. Beasiswa mahasiswa pascasarjana Rp.100 ribu per bulan. Puncak prestasi jurlistik saya waktu itu.
Ya, saya merambah Bandung, menjalin persahabatan dengan banyak orang melalui jalan menulis. Saya bekerka di HU Pelita Perwakilan Jawa Barat. Menulis dan bisnis. Kali ini diam-diam ke Bandung untuk S3. Tapi, gara-gara postingan terus-menerus di FB dan Blog, kehadiran tercium. Mudahan tekad untuk fokus kuliah terpelihara. Banyak teman sukses bisnis rumah makan. Ada yang di percetakan. Adalah Kenedy, yang yang menjemput ke kos hari ini dan menolong menerbitakn buku-buku saya.
Dibawahlah saya ke bos besar, Benny Ilman, pemilik penerbitan besar Bandung. Yap, disepakati sebagai distributor buku-buku untuk Kalimantan. Bachruddin telah siap di Banjarmasin dan sudah disambungkan ke Gramedia Duta Mall dan Gramedia Veteran. Saya tidak ikut-ikutan.
Saya minta satu hal, terbitkan buk-buku saya. Untuk Desember 2009 diterbitkan tiga buku dan Januari 2009 tiga buku. Kalau soal makan uang saya nampaknya tidak laku. Kenedy yang mentraktir. Ini anak, sejak semua punya semangat hidup, tahan banting. Dia merasakan ‘kejamnya’ saya. Ampun.
Dalam pada itu, Fidly Yarda, pemilik CV Yasuba Dwi Perkasa, bergabung setelah serah terima perehaban FPMIPA UPI. Melalui PT Adikarya Adyatama, dia mengerjakan proyek jalan Setiabudhi-Sukajadi menambal yang rusak-rusak. Total 1,5 km di spot dari 2,5 km. Kontraknya Rp.1,7 M. Saya dibawa melihat proyek. Sukses kawan.
Setelah diantar ke kos, jadi merenung sembari bersyukur. Teman-teman sukses. Ada rencana kami reunian. Edy Saputra yang tengah merampungkan Disertasi, kemarin ke kos sembari menghubungan dengan Ari yang sukses di bisnis rumah makan. Duh, asyiknya.
Satu hal, mereka mengakui saya ‘suhu’ menulis he he he. Ada-ada saja. Di kantor Benny, Buah Batu Bandung, saya diberi tujuh nomor majalah ‘Titian Kaba’ yang berhenti terbit. Waduh, obsesi menerbitkan majalah nasional dihentak.
Di mobil, Kenedy bercerita panjang lebar. Kalaulah tergoda bisnis, melanjutkan penerbitan majalah, mungkin sesuatu yang susah di tolak. Ya Allah Yang Maha Tahu. Berilah hamba petunjuk. Hamba berkehendak menyelesaikan S3 dengan cantik. Amin.
Bagaimana menurut Sampeyan?












