Menulis Menyenangkan (9.1)
2 February 2010 | Ditulis oleh: ewa |Menulis menyenangkan.
Kalau tidak, mana mungkin ada penulis begitu produktif. Setidaknya dijadikan hal menyenangkan.
Mari jadikan menulis menyenangkan?
Mari sharing menyenangkan.
PRDUKTIF. Membaca tulisan Rivai Marlaut di harian Haluan Padang atau Abu Hanifah pada majalah Kiblat ketika semasa mengikuti Sekolah Dasar sungguh membuai. Trkadang tidak sabar menunggu Bapak membaca. Bahasan masalah luar negeri kedua penulis tersebut sangat ditunggu. Ada saja yang mereka tulis, menarik, dan membelajarkan.
Sunggguh. Betapa menyenangakan kalau bisa seperti mereka, atau betapa menyenangkan mereka menulis. Setelah kuliah, membaca lebih serius, belajar menulis dengan menulis. Ternyata, … memang menyenangkan. Bukan saja berlabuh dipikiran, atau ranah rasa, pada relasi sosial pun mengirim kenyamanan. Menulis memang menyenangkan.Silakan menikmati pada Bab IX ini.













3 Responses to “Menulis Menyenangkan (9.1)”
By avartara on Feb 2, 2010 | Reply
Benar Pak,…. jika sampai ditahap menulis itu menyenangkan dan merupakan kebutuhan,… jadi seperti Pak EWA,… banyak bukunya,.. saya belum sampai tahap itu Pak
***Menulis bukua lebih kepada soal mau apa tidak …. Sama menulis
By Ria on Feb 2, 2010 | Reply
menulis itu menyenangkan pak, sarana penyampaian yg sangat bagus bisa di bumbui sedikit, bisa diselipi kata2 cantik…dan karena menulislah aku jadi waras
***Ya ya ya … begitu semestinya
By muhammad fakhruddin on Feb 5, 2010 | Reply
Saya setuju,pak.Cuma saya belum menulis buku,sekadar blog.
***Soal proses … arahkan saja lagi