Mewariskan Ide (4.10)

20 December 2009 | Ditulis oleh: ewa |

Ishak Mussa Al-Husaini dalam buku Ikhwanul Muslimun menulis: … “Mungkin yang paling menonjol ialah kenyataan, baik al-Afgani maupun Abduh tidak mewariskan gerakan yang konkrit. Mereka tidak meninggalkan program tertulis yang jelas, yang bisa ditaati para pegikutnya yang setia”. Begitu pengantarnya pada bab Hasan Al-Bana, Sebuah Kepribadian (Grafiti Press, 1982:35).

Ishak menganalisis penampakkan Al-Bana dalam bandingan dengan gurunya, dalam pesan kuat: Al-Bana dengan program tertulis yang jelas. Yaps, dari tulisan-tulisan Al-Bana pikiran, (dan gerakannya) ‘diwarisi’ generasi berikut. Pernah membaca buku Kartini: Sehabis Gelap Terbitlah Terang?

Aha …Kartini, bersurat-suratan dengan teman-teman Eropahnya yang dibukukan J.H. Abendanon. Kalau tidak ditulis bagaimana kita dapat mengetahui pemikirannya? Tulisan warisan yang tidak akan hilang.

Kalau mau yang lebih mendalam, coba renungkan, pastilah pernah membaca Al-Quran. Al-Quran sebagai firman Allah SWT yang oleh Rasulllah diperintahkan untuk ditulis, dipelajari ratusan juta manusia. ‘Warisan Akbar’ tanpa tandingi tersebut memacu dan memicu jutaan tulisan. Beragam sejarah, tafsiran, atau apa begitu, ditulis bersandar Al-Quran.

Belum lagi kalau dikaji inti maknanya. Al-Quran adalah kitab (ilmu) yang paling lengkap. Bermuatan, dari proses pembuahan manusia di rahim Ibu sampai tata cara memandikan mayat, dari pelajaran turunnya hujan sampai terbelahnya Matahari-Bumi, dari seperti apa air yang bersih sampai bagaimana alam harus diperlakukan. Al-Quran pedoman manusia. Warisan Akbar.

Begitulah. Rene Descartes atau Immanuel Kant yang digerogoti penyakit, Einstein yang diangap ‘idiot’ sampai Hawking yang … gimana gitu … pengembangan ilmu dan teknologi terpacu dari pikiran, dari ide mereka. Mereka menuliskan ide, mewariskan pemikiran dalam bentuk tertulis. Kita mempelajarinya.

Alangkah naifnya, para pembaca yang baik pemikiran para pemikir, hanya mengunyah-ngunyah. Mendongengkan di ruang kuliah, pada gelegar seminar, arena diskusi, atau dalam perdebatan. Memuji atau mencari ide (pikiran) mereka, paham dimana kuatnya dimana lemahnya. Jadi, pakar. Lalu ide Sampeyan apa? Tulisan Sampeyan sebagai penanda berpikir, sebagai manusia yang punya ide, mana?

Sungguh sayang. Mau mencaci, mau memaki narsisme, silakan. Kita sama-sama menggunakan waktu memelihara blog, memelihara FB. Sama-sama mengeuarkan dana, sama-sama menggunakan waktu, sama-sama menguras energi. Salahkah jika menggunakan, memanfatakan Blog dan FB untuk sarana menulis dalam arti parkir sementara untuk dijadikan buku?

Itulah ide. Yang penting punya ide, dan dinyatakan dalam bentuk tulisan. Ide yang bukan didapat dalam sekejap, ide: Menulis Mudah. Diimplementasikan, dipraktikkan, ada hasil konkretnya. Ada puluhan buku buktinya. Menulis mudah dalam kandungan Ersis Writing Theory.

Hmm … sebagai ide, ingin berbagi, buat siapa yang mau. Ada yang berpendapat, menurut teori anu begitu,menurut guru begitu, menurut Pak Guru begana, ya silakan. Ide saya sedemikian. Kalau dianggap baik silakan. Kalau dianggap tidak ada gunanya, jangan dibaca. Ringkas, bukan?

Mari menulis, menuliskan ide.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Bandung, 27 November 2009

  1. 5 Responses to “Mewariskan Ide (4.10)”

  2. By wahid on Dec 21, 2009 | Reply

    setuju pakde….
    saya termasuk penikmat tulisan2 hasan al banna… dan emang keliatan bedanya, mana yang propagandis sejati, dan mana yang konseptor sekaligus eksekutor ulung… nice share.. :)

  3. By Siti Fatimah Ahmad on Dec 23, 2009 | Reply

    Assalaamu’alaikum Tuan Ersis

    SELAMAT HARI IBU ini ku tujukan buat:

    1.SAHABATKU ….SEORANG IBU
    2.IBU KALIAN
    3.ISTERI KALIAN

    SAHABAT,
    MENGERTILAH BAHAWA…..

    Hati IBU bagaikan jurang yang didasarnya selalu ada maaf
    Di sisi IBU adalah tempat yang paling aman
    Cinta IBU tidak pernah lapuk
    Cinta IBU adalah yang laing baik daripada segalanya.

    # KEPADA SAHABAT DAN PEMBACA YANG BERADA DI LAMAN SAHABATKU INI… Semua anda dijemput ke LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI untuk menerima HADIAH AWARD –AWARD ISTIMEWA dari saya sempena menyambut SELAMAT HARI IBU di Indonesia.

    Dengan segala hormatnya saya mempersilakan anda sekelian menerimanya sebagai tanda ketulusan hati SEORANG SAHABAT yang mencintai kalian.

    Selamat Tahu Baru Hijriyyah 1431 dan Selamat Tahun Baru 2010
    Salam mesra dari BANGI, MALAYSIA.

    -SITI FATIMAH AHMAD –
    22 Disember 2009/RABU

  4. By racheedus on Dec 25, 2009 | Reply

    Ide memang akan abadi jika diwariskan dalam bentuk tulisan hingga menjadi media pembelajaran yang bisa dinikmati banyak orang jika dipublikasikan dengan baik.

    Mudah untuk mencaci dan mencari kesalahan orang lain, seperti melihat semut di seberang lautan, gajah di pelupuk mata tak terlihat. Yang jelas, bagi saya, tulisan-tulisan Pak Ersis selalu membombardir saya untuk selalu menulis.

  5. By Siti Fatimah Ahmad on Dec 26, 2009 | Reply

    Assalaamu’alaikum

    Apa khabar Tuan Ersis? Gimana dengan pengajiannya ? Saya doakan semuanya berjalan lancar.

    Saya sudah menamatkan gelar pelajar mahasiswa saya pada 24 Disemebr 2009 yang lalu dan akan mula bertugas pada 29 Disember ini. Doakan saya lulus viva (pembentangan mempertahankan kajian tesis di hadapan panel penilai) nanti pada tahun depan.

    Alhamdulillah, ilmu penulisan hasil idea-idea Tuan Ersis menjadi inspirasi buat saya dalam menulis. Yang pentingnya adalah bagaimana kita mahu mengembangkan idea-idea tersebut menjadi lebih mekar dan menyeluruh dalam hal-hal yang sesuai dengan temanya.

    Selagi kita mahu berbagi hikmah selagi itulah perwarisan idea akan berlaku dan mengalir dengan mudahnya. Mudahan Allah swt memudahkan jalan minda buat kita menebarkan ilmu dan pengetahuan melalui apa cara yang sesuai dengan fitrah manusia dan potensi yang ada pada dirinya.

    Mudahan segala ajaran minda yang dihulurkan oleh Tuan Ersis di dunia penulian ini akan mengalir kepada saya untuk berkongsi dengan insan-insan yang inginkan perkongsian imu dengan cara yang sesuai dengan penerimaan minda dan hati mereka.

    Salam manis dan hormat takzim dari saya di Bangi, Malaysia.

  6. By mathematicse on Dec 27, 2009 | Reply

    Ya, ringkas! :D

Post a Comment