Malam Ini

28 October 2009 | Ditulis oleh: ewa |

Takkan kukatakan apa pun
monopoli pekak terurai sudah
takkan kuletakkan apa pun
mata ikan melotot tak memandang
takkan kunyanyikan syair apa pun
senandung kehilangan makna

Menyelam pelukan dungu
kealfaan dendang tak bermuara
lalu, kenapa harus kutorehkan kata-kata
saat makna terkubur di ujung galah
menusuk hati membungkas jantung
merenggut ada dan tiada
tak beraturan di ujung pedangmu

Ah, sudahlah
malam semakin larut
senyum Bulan membunuhi parau
gagak malam tak berkokok

Labuhan Tanda-TandaNya
nikmat tak berkesudahan
menyelam sumsum jantung
juadah qolbu
malam ini

Bandung, 27 Oktober 2009

  1. 2 Responses to “Malam Ini”

  2. By newsoul on Oct 28, 2009 | Reply

    Malam ini, untaian nada jiwa yang indah.

  3. By Siti Fatimah Ahmad on Oct 29, 2009 | Reply

    Assalaamu’alaikum

    malam ini… hatiku rasa bahagia
    tika alunan suaraku
    mengalunkan ayat-ayat kalam suci
    menebar jauh ke seberang sana
    bagi melunasi janji
    yang telah terpatri
    buat seorang sahabat
    yang baik budi
    dan halus pekerti

    Untuk hari-hari mendatang, kegembiraan lebih mengundang kerana hadiah buku Tuan Ersis akan bertandang ke rumah saya. Alhamdulillah. Salam mesra.

Post a Comment