Blog Versus FB

9 July 2009 | Ditulis oleh: EWA |

KOMPETISI. Pertama mengutak-atik komputer berlabel XT dengan program Sympony atau WS sungguh luar biasa senangnya. Biasanya menulis menggunakan mesik ketik yang kalau salah harus pakai tip ex. Duh, susahnya. Kalau sekarang, dua desktop dan dua laptop dengan spesikasi Core2Dua, RAM 4GB dan bla bla. Pekerjaan menulis menjadi lebih mudah.

Susahnya bermesin ketik, mendorong kemampuan menghindari salah kalimat, apalagi mandek menulis. Soal men-tip ex dihindarkan sebab menyebalkan. Terkadang, kata-kata agak ‘berbelok’. Mungkin kebiasaan tersebut yang menjadikan saya tidak suka mengoreksi tulisan di era komputeris ini. Tulis, dan lupakan.

Ya, era yang sangat nyaman untuk menulis. Kalau dulu, mau mencek mana yang benar,  Rene Descarter atau Rene Dercaster perlu mencari buku. Kalau bukunya tidak ada, hayo bagaimana? Kini, tinggal mengadu pada mesin pencarian Google dalam sekedipan mata dijamin dapat.

Dulu, kalau mengirim tulisan ke Komaps, Sinar Harapan, atau Pelita, pakai amplop segala macam. Kini, tinggal kirim lewat email. Untuk media lokal malahan pada redakturnya silahkan pilih sendiri di berbagai postingan. Sungguh mudah dan memudahkan.

Ketika blog muncul masuk denyutnya, begitu pula facebook. Blog saya, Menulis Tanpa Berguru (www.webersis) diintip kira-kira1.000-2.000 dengan klik 8.000-10.000. per hari Kata orang cukup populer. Walau, banyak pula yang memaki-maki. Kalau yang begituan tidak dipedulikan. Biasanya dari mereka yang sok pintar menulis, atau merasa jago teori menulis, tetapi menulisnya cekak. Orang-orang berpenyakitan demikian cuekin saja.

Beberapa orang sahabat maya mengirim surat keprihatinkan di inbox FB: “Pak gara-gara FB banyak blog terlantar”. Lengkap dengan argumen masuk akal. Harap maklum, persahabatan di blog luar biasanya kentalnya. Wajar ada kekuatiran. Tapi, apa perlu?

Hemat saya, tidak perlu dipusingkan. Selama blog positif membangun kemampuan menulis dan publikasi, manfaatkan. FB yang lebih cepat menyebarkan tulisan juga digunakan maksimal. Di blog OK, FB pun OK.  Your OK, I’m OK. Yang tidak OK, tidak menulis.

Jadi, jangan pikirkan, jangan jadikan Blog dan FB bertentangan. Dalam tahun ke depan konon akan keluar produk lebih canggih. Tinggal memanfaatkan sisi positifnya. Apa pun medianya, apa pun produk teknologi yang menguntungkan bagi pengembangan menulis, manfaatkan. Jangan pernah ragu untuk itu.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Banjarbaru, 9 Juli 2009.

  1. 18 Responses to “Blog Versus FB”

  2. By newsoul on Jul 9, 2009 | Reply

    Setuju pak EWA, blog vs FB sama asyiknya, tinggal bagaimana memanfaatkannya.

  3. By he benyamine on Jul 9, 2009 | Reply

    lanjutkan

  4. By akhmad Guntar on Jul 10, 2009 | Reply

    Meskipun di facebook bisa mbikin note, tapi rasanya lebih leluasa untuk menulis panjang lebar dg formating yg lebih enak (atau lebih familiar) di rumah sendiri.

    Memang apa salahnya menulis dan berbagi di facebook? tentu tak ada. Kalau saya gunakan facebook untuk berbagi hikmah pendek, sementara yg di blog utk yg lebih panjang. Audiensnya juga beda. Klo di blog, mostly dateng dari search engine; dengan kata lain mereka yg bener2 butuh ama tulisan saya dlm topik tertentu. Klo di facebook, meskipun kita nge-tag puluhan orang, rasa2nya kok ya maksa mereka utk ngasih komen ya. Tapi saya terkadang masih ngiklan atau ngabari update saya di facebook. Dan bahkan saya juga berencana utk mempromosikan post2 lama blog saya di FB.

    Hingga kemudian, saya masih ngerasa SEO untuk di ‘rumah sendiri’ kok masih lebih baik ya ketimbang di facebook.Saya masih mengandalkan investasi jangka panjang melalui search engine, utk membuat tulisan2 saya bisa ditemukan oleh mereka yg bener2 membutuhkan.

    Apalagi klo udah punya pelanggan RSS; rasanya ndak enak klo mandeg, bukan :-)

  5. By Zian X-Fly on Jul 10, 2009 | Reply

    Kalau menurut saya sih, FB tidak ada asyiknya. Gitu-gitu saja.

  6. By DV on Jul 10, 2009 | Reply

    Setubuh! Eh setuju!
    Baik FB, blog, friendster atau apapun media lainnya itu juga hanyalah media.

    Seorang Bung Ersis akan tetap terbaca sebagai Ersis dimanapun dia berada.

    Bukan begitu, Pak Calon Profesor?

  7. By Ikkyu_san a.k.a imelda on Jul 10, 2009 | Reply

    idem DV
    entah mengapa saya males nulis di FB. Inbox FB aja saya cuekin, cuma tanggapin status orang, kalau pas buka FB. Biar gimana juga masih lebih enak rumah (blog) sendiri.

    EM

  8. By Wempi on Jul 10, 2009 | Reply

    sedikit banyak nya, mempengaruhi juga

  9. By Syamsuddin Ideris on Jul 10, 2009 | Reply

    Sebenarnya blog terlantar bukan gara-gara ada FB sebagai saingan blog tapi memang orangnya malas menulis (seperti blog saya yang udah “bekulat” hehehe). Memang menulis di FB terasa lebih “ringan” dari pada di blog. Sekedar sebaris info, sekelumit sapaan, dan sedikit narsis dengan gampang dimasukan di status FB. Kalau blog, mhhhmmm saya biasanya harus memikirkan matang-matang ide tulisan, konsep dan isi tulisan. Serasa janggal dan nggak enak hati menulis di blog kalau cuma sedikit.

    Ada saran, gimana kalau Pak EWA memprakarsai lomba blog guru tingkat provinsi Kalsel, lumayan gaungnya..hehehe..gimana pak?

  10. By Umar Puja Kesuma on Jul 11, 2009 | Reply

    Sepakat dengan apa yang disampaikan Bung Akhmad Guntar. Jadikan FB dan Blog sebagai partner yang saling bersinergi. Posting ide di blog, jaring audiens melalui FB, mantaps kan?

  11. By mas8nur on Jul 11, 2009 | Reply

    Kalau kedepannya FB bisa nambahin widget2 keren dan bisa SEO + adsense, rasanya blog bener2 telantar.

  12. By racheedus on Jul 11, 2009 | Reply

    Memang daya pikat FB luar biasa. Saya sendiri khawatir ketagihan. Akhirnya, saya lebih mengurus blog daripada FB.

  13. By Fahrisal Akbar on Jul 11, 2009 | Reply

    Wah saya setuju sekali dengan pendapatnya Mas Ersis…. gak usah menjadikan Blog dan FB sebagai suatu media yang saling bertentangan tetapi ambillah segi positifnya dimana kedua media tersebut dapat kita gunakan untuk menulis…. menulis dan terus menulis….

  14. By Best Rental Komputer & Laptop on Jul 12, 2009 | Reply

    Fb lebih instant… daripada blogs…
    Fb.. ada wajah wajah seruu dari pada blogs..
    Fb… selalu ada kedekatan
    Tapiii.. postingan paling hanya ber umur satu harii..
    Share your mind with Bologs more eternal
    salam kenal Rental Laptop
    Rental Komputer

  15. By Rindu on Jul 12, 2009 | Reply

    Saya gak punya FB … bukan gak punya temen, tapi belum merasa perlu :)

  16. By imoe on Jul 13, 2009 | Reply

    HIDUP BLOGGGGG

  17. By Cahya on Jul 14, 2009 | Reply

    Saya rasa keduanya memang tidak saling bertentangan, kalau FB lebih seperti ajang kumpul bareng di balai desa, mungkin blog halaman rumah kita sendiri, dua-duanya mendukung.

    Kalau blog jadi terlantar sih karena memang yang punya malas menulis. Dan malas mengisi alias bosan. Yah, suatu saat mereka yang pindah seperti itu ke FB juga akan malas dengan sendirinya.

    Yang jelas, blog belum akan mati ke depannya, karena banyak fitur unggulan yang tidak dimiliki FB ada dan dapat direalisasikan dalam blog :D

  18. By siti hariyah on Jul 15, 2009 | Reply

    FB untuk bersenang-senang, BLOG untuk menambah wawasan

  19. By anggie on Aug 29, 2009 | Reply

    dua duanya butuh seh. FB buat komunikasi and blog buat informasi.

Post a Comment