Tanda-Tanda Allah SWT
28 June 2009 | Ditulis oleh: EWA |DISINI. Ketika kanak-kanak, saat kingintahuan begitu besar, kita bertanya pada Bapak, Ibu, atau Kakek: Allah ada dimana? Tidak bermuatan hakekatis, filosofis, atau theologis. Yang dierlukan jawaban sesuai kata tanya ‘dimana’. Jawaban orang tua atau kakek banyak sedikit berpengaruh pada keberpikiran dan pemahaman.
Ketika dewasa, pertanyaannya lebih mendasar. Banyak buku dibaca, berguru pada ulama, bisa jadi ‘jawaban’ dari diri sendiri atau luar diri, belum memuaskan. Allah SWT bersemayam di Arasy? OK, begitu teks Kitabullah. Lanjutannya, Arasy itu dimana ya? Dan, seterusnya. Terkadang, begitu kurang eloknya, kalau ada keinginan mempertanyakan atau mendiskusikan hal tersebut demi keingintahuan atau pemantapan pemahaman, dianggap gimana gitu. Bukankah pada proses sedemikian amal ibadah diperdapat?
Pernah ketika bertanya dalam memantapkan pemahaman, Allah SWT dan Malaikat di Surga, Iblis tidak mau tunduk kepada perintah Allah SWT bersujud kepada Adam, diusir. Setelah Hawa diciptakan, Adam dan Hawa tinggal di surga dengan syarat jangan memakan buah khuldi. Rupanya Adam dan Hawa tergoda rayuan Iblis, memakan buah khuldi. Tanya nalarnya, bukankah Iblis di usir dari surga? Bagaimana di menyelusup tanpa diketahui Allah dan Malaikat? Kalau SMS-an, SMS belum diciptakan. Nah, lho.
Pertanyaan kritis sedemikian, bisa jadi dianggap tidak wajar. Padahal, yang ditanya saja yang tidak mampu menjawab. Persis, bagaimana ya Allah SWT menciptakan batu besar, saking besarnya, Allah tidak mampu mengangkatnya. Hal-hal seperti itu, terkadang perlu untuk memuaskan keingintahuan atau memantapkan pemahaman, atau … bisa pula tidak perlu sama sekali. Tergantung kebutuhan.
Dan, janganlah memasuki wilayah Allah SWT. Semisal memastikan Si Anu masuk neraka, Si Ane masuk surga. Kita, hanya bisa memindai dari tanda-tanda sesuai kriteria yang diwujudkanNya. Alam raya dan segala isinya, Tanda-Tanda Kebesaran Allah SWT. Masalahnya, dapatkan kita memindai eksistensi dan kekuasaan Allah SWT dari hal tersebut?
Perjalanan liburan besama anak-anak di penghujung Juni 2009, dari danau ke danau, dari pantai ke pantai, dari bukit ke bukit, melalui darat menempuh langit, memantapkan (tanda-tanda) Allah SWT dimana-mana. Pada ciptaanNya. Dari udara yang dihirup, dari sistem pernafasan ‘tersimpan’ Tanda-TandaNya. Lalu, kenapa mencari Allah kemana-mana?
Pelajarannya, mulailah dari diri, hal-hal terdekat, sampai nun ke jagat raya. Disitu ada Tanda-TandaNya, dan itu cukup sebagai dasar kokoh keimanan. Kalau ingin bertemu Allah SWT, ikuti perintahnya jauhi larangannya, Insya Allah akan bertemu di Hari Kemudian.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Langt, 28 Juni 2009.













16 Responses to “Tanda-Tanda Allah SWT”
By kangBoed on Jun 28, 2009 | Reply
Pertamaaaaaaaaaaaxxxxxxxzzzzz.. Salam buat mas Ersis..
By Zulmasri on Jun 28, 2009 | Reply
yap, setuju. mencari Allah bisa dilakukan lewat penciptaan yang amat mencengangkan bila benar-benar direnungkan.
lamo di kampuang pak?
By hajriansyah on Jun 28, 2009 | Reply
menyimak pertanyaan ini dengan baik, mudahan tedapat lawan sidin.
By hajriansyah on Jun 28, 2009 | Reply
oya pak, nanya. distributor untuk buku2 tahura media ke gramedia sdh stop kerja, kemarin waktu nanya ke bag pembelian di gramedia ada menyebut nama pak ersis, gmana ya caranya memasukkan buku ke sana(gramedia) lagi? waktu nanya ke sana, bisa gak memasukkan lgsung disuruh ngisi formulir dan harus ada buku baru setiap bulan. nah, bagaimana tuh? trims atas jawabannya.
By Santri Gundhul on Jun 28, 2009 | Reply
Guru Agama bilang bahwa Tuhan itu adanya di Langit. Maka dari itu pas kecil dulu saya sering melihat ke langit, sapa tahu pas aku melongok ke langit … pada waktu itu Tuhan menampakkan wajahNya. Eeee tiap kali kuliat langit … yang kuliat cuman awan, layang-layang, burung-burung … hehehe…..
Seketika itu juga kutundukkan kepalaku. Setelah itu aku langsung melongok ke langit lagi … eee Tuhan ternyata gak nongol jua…
Dalam benak ini bertanya, Heiiii…dimana DIKAU Tuhan..???
Untuk membesarkan hatiku, aku berkata dalam hati … Oooo Tuhan paling sudah menampakkan wajahNya kepadaku, pada waktu aku menundukkan kepalaku tadi.
Dalam hadits Qudsi, Tuhan berkata “Aku laksana mutiara tersembunyi, aku ingin dikenali … oleh sebab itu aku ciptakan makhluk”
Yang kita cari itu ternyata ada di dalam diri kita, sesuatu yang QUDDUS. Untuk sejenak, kita lupakanlah hal-hal yang QADIM.
Gak usah jauh-jauh mencarinya … apalagi sampai ke Negeri tetangga. Yang kita cari itu ada di dalam diri kita.
Ahhhhgk…masak sih….???.
By genthokelir on Jun 28, 2009 | Reply
kapan menengok tanda kebesaran Allah SwT di Gunungkelir pak hahaha
By sandi on Jun 28, 2009 | Reply
…daleeeem. Itulah makna keberimanan…
By DV on Jun 29, 2009 | Reply
Setuju Pak, istilah lebih modernnya katanya sih berkontemplasi dalam aksi, memikirkan keagungan dan eksistensi Tuhan dalam setiap kegiatan kita yang dalam konteks tulisan Bapak kali ini adalah kegiatan bersinggungan dengan alam.
By Siti Fatimah Ahmad on Jun 29, 2009 | Reply
Assalaamu’alaikum..
Alhamdulillah. Pencerahan ilmu di atas banyak membuka ruang minda untuk memikirkan diri dan kehidupan yang berbaki ini. Semoga Allah swt memelihara kita dari perkara-perkara yang melalaikan kita terhadap apa yang ada di muka bumi ini.
Apa yang ada di langit, di bumi dan di air, malah di cakerawala adalah tanda-tanda wujudnya kekuasaan Allah swt.
Tanda yang paling dekat dengan kehebatan dan kekuasaan Allah adalah manusia itu sendiri setelah penciptaan alam semesta. Penciptaan manusia merupakan tanda yang sangat hebat hasil dari kasih sayang Allah swt jika manusia yang berakal dan diberi daya fikir dapat memikirkannya dengan ilmu.
Setiap kejadian yang ada di sekeliling kita merupakan manifestasi dari ingatan Allah kepada manusia agar manusia tahu suatu hari nanti, manusia akan pergi juga mengadap-Nya untuk dipertanggungjawabkan segala urusan yang dilakukan di dunia fana ini.
Semoga kita semua beroleh keberkatan dan rahmat Allah swt. Salam hormat selalu.
By sigid on Jun 29, 2009 | Reply
He he, saya setuju ini pak
Kita tidak lebih rapuh dari orang lain dalam hal dosa
By Ersis Warmansyah Abbas on Jun 29, 2009 | Reply
Duh … senangnya membaca komen teman-teman … Yap kita membelajarkan diri … tidak menghakimi. Salam untuk semua
By meiy on Jul 9, 2009 | Reply
iya kdg kita mencari Allah, padahal dia ada di dimana-mana bahkan di nadi. duh banyaknya tulisan bagus yg belum aku baca…
By Ansor on Aug 18, 2009 | Reply
Prook…prookk…prook…prookk..tepuk tangan..B-)..
By yadi on Oct 14, 2009 | Reply
allah lebih dekat daripada urat leher kita
By Rama Sejati on Dec 4, 2009 | Reply
Artikel yang bagus !
Barangkali artikel berikut juga berguna bagi rekan rekan lainnya > Tanda tanda ?
By annisa on Dec 23, 2009 | Reply
yupzzzzzzzzzzzzzzzzzzz………
tul banget…….