Extreme Log

26 June 2009 | Ditulis oleh: EWA |

TAPALUH. Aprivisi dan Azta sangat terkesan menonton film 3D di arena Pekan Raya Jakarta. Entah dapat informasi dari mana, mereka menjadikan menonton film 4D di Dunia Fantasi sebagai prioritas. Rupanya anak TK dan SD punya informasi lebih dibanding dosen PTN.  Saya pun tak dapat memastikan, tayangan Extreme Log masuk kategori 4D atau tidak.

Memasuki gedung pertunjukkan kami melalui pagar stainless berbelok yang kalau diluruskan sepanjang satu kilo meter. Antrian berdurasi 40 menit diselamatkan pertunjukkan band di depan jalur sementara semburan pendingin menjinakan panas. Selain mendendangkan aneka lagu, ditayangkan melodi bertitel Indonesia Tahun 3000. Wuih, rupanya Indonesia seabad ke depan berkesenian campuan India-Amerika Serikat. Manusianya berjenis android. Bak kisah film Stars War.

Pertunjukkan rancak tersebut kiranya mencerminkan budaya mencontek, bukan berkreasi. Pakaian India dengan pusar wanita ‘meresahkan’ disandingkan lagu Barat, yang hebatnya, sangat akrab di telinga. Bau kebudayaan Indonesia tidak tercium sama sekali selain lokasi pertunjukkan. Kira-kira sebanding dengan kebanggaan memakai aneka kendaraan karya negeri orang sementara otak dan perasaan tidak terusik. Pokoknya nikmati, tidak usah berpikir dan berkarya. Ibarat makan durian, durian Bangkok. Barangkali yang bisa menjawab  hanya para insinyur.

Memasuki gedung, bau Indonesia sempurna punahnya. Tayangan pendahuluan membosankan. Memasuki bilik kedua, tempat duduk ‘asing’ menunggu. Petugas mendengungkan beberapa resep. Harap maklum, ini film petualangan dimana ‘kita’ adalah pemain.

Betul saja. Awalnya kendaraan tumpangan berjalan biasa-biasa saja, masih standarlah. Lalu memasuki labirin semakin lama semakin kencang. Petualangan dikawal kayu gelondongan yang sudah susah dicari di Kalimantan dan … tiba kayu-kayu digergaji dalam jarak meteran, hancur lebur. Gergaji raksasa mengirim ngeri. Kendaran melaju dengan kecepatan suara, dan kursi semakin lincah menyatukan.

Visi berteriak, Azta memejamkan mata, Ibunya meringgis, dan perut saya terkocok habis. Menanjak 180 derajat, kursi mengikuti hingga tidak ada jarak antara persepsi dan petualangan, kita yang melakoni. Setelah ke angkasa dihajar tuberlanse dan buaya-buaya besar menghadang, dihindarkan atau dihajar, menyelam tanpa basah, melewati labirin dan lorong-lorong aneh. Audi sempurna menjadikan nyata. Nafas terhenti, peluh mengucur deras.

Sungguh sensasi luar biasa. Hanya pekikan yang menjadi pertanda, bahwa penonton masih di dunia nyata. Pkiran, rasa, imajinasi menjadi satu. Begitu film usai, tidak seorang pun yang tertawa. Penonton berbasah baju, tapaluh. Tidak percaya? Silakan Sampeyan rasakan sendiri.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Jakarta, 26 Juni 2009.

  1. 8 Responses to “Extreme Log”

  2. By suryaden on Jun 26, 2009 | Reply

    duh… saya belum pernah…, si kecil masih terlalu kecil untuk diajak kesana…

  3. By sawali tuhusetya on Jun 27, 2009 | Reply

    hmm …, extreme log, jujur saja saya belum pernah merasakan sensasi itu, pak ersis, hehe ….

  4. By Siti Fatimah Ahmad on Jun 27, 2009 | Reply

    Aduuh..membaca pengalaman itu sahaja sudah membuat saya rasa ngeri. Apatah lagi melihat dan mengalaminya sendiri. Selamat berlibur.

  5. By cinker on Jun 27, 2009 | Reply

    pengen coba…..asik sepertinya

  6. By ILYAS ASIA on Jun 27, 2009 | Reply

    dukung saya Pak, menjadi pribadi yang lebih baik
    ..
    salamhormat
    ilyas afsoh

  7. By ILYAS AFSOH on Jun 27, 2009 | Reply

    kadang dalam hidup, kita tersandung tantangan oleh karena kesalahan kita sendiri, Diantara tantangan yang aku hadapi adalah Mendapat JULUKAN : C.G.P.P (cowok gak Punya Perasaan). ah,

    aku mengakui, jika aku khilaf, aku salah,namun ilyasafsoh tidakboleh berdiam diri oleh julukAN CGPP tersebut, ilyas afsoh sedang mempersiapkan diri menyambut kesuksesan yang lebih besar, yang banyak memberi manfaat pada banyak Umat.

    Sahabat, aku minta doa- doa dari Anda.

    Agar Label CGPP ini : memberi / menjadi batu titik tolak BANGKITNYA ilyas afsoh menjadipribadi yang lebih santun, yang lebih menghormati sesama, dan menghormati diri sendiri.

    Ya ALLAH,

    dan Para Sahabatku Para Blogger, dukunglah aku menjadi Pribadi yang lebih santun. Berikan Aku dukungan ….

    dukungan

    semangat

    support

    ILYAS AFSOH | 088 1296 3105 | Aku bukan CGPP
    http://ilyasafsoh.wordpress.com/2009/06/27/c-g-p-p/

  8. By he benyamine on Jun 29, 2009 | Reply

    Ass.

    extreme log … tidak ada jarak antara petualangan dengan persepsi … ungkapan yang perlu direnungkan (dan dapat menjadi jawaban bagi ILYAS AFSOH), karena ternyata persepsi kita terhadap sesuatu sangat berpengaruh terhadap penilaian diri kita dalam memandang siapa diri kita dan bagaimana orang memandang diri kita, apakah kita mau seperti apa yang dipersepsikan oleh sekeliling atau kita berusaha menjadi diri kita sendiri yang terus belajar.

  9. By marshmallow on Jun 29, 2009 | Reply

    waaahhh!!! seru! patut dicoba.
    ini baru betul-betul tontonan 4D!

Post a Comment