Mudah Menulis: Menulis Keterlibatan

18 May 2009 | Ditulis oleh: EWA |

Aktivitas kehidupan bahan paling mudah ditulis. Menulis bersandar pada pengalaman orang, tidak salah. Tapi, kenapa harus menjadi pengekor melulu he he he.

Pencalonan, dan kemudian ditetapkan Senat Unlam, sebagai calon Rektor Unlam 2009-2013 mencengangkan banyak orang. Wajar, saya beberapa tingkat di bawah banyak yang pantas. Ada yang Profesor, berkualifikasi Doktor, sarat pengalaman, dan berkantong tebal.

Seorang kawan menyulang: ‘Kalau tidak punya nyali, gimana?”. Atau, tentu berdasarkan pertimbangan; dari belum masanya sampai mengukur bayang-bayang. Terserahlah. Saya sebenarnya lebih nyaman sebagai petambak, berkutat dengan buku, memainkan simponi keyboard komputer. Lalu buat apa menjadi calon Rektor?

Pertama, rindu dendam pembenahan perpustakaan dan internet kampus. Gagasan, tulisan, masukan, ‘lobi tingkat’ tinggi sudah dilakukan. Hasilnya, tidak memuaskan.  Tidak terjadi perubahan signifikans.

Kedua, sejak 15 tahun lalu, telah membicarakan pemajuan universitas dengan teman-teman. 10 tahun lalu, apalagi 5 tahun belakangan, sampai pada konsep Unlam Ideal. Eit … tidak seorang pun mencalon menjadi Rektor.

Ketiga, Fakultas saya, FKIP Unlam, bertabur Magister dan Doktor. Maklum ada 300 dosen dengan 6.000 mahasiswa, kok tidak ada yang berani ke tingkat universitas. Jago kandang. Apalagi berani mengagas Universitas Pendidikan Banjarmasin, misalnya.

Keempat, 25 tahun mendosen, saya bergaul dengan mahasiswa. Anak-anak muda cerdas tersebut, sungguh mendapatkan fasilitas pendidikan yang jauh dari ideal. Saya ingin memperjaungkan hal tersebut. Saya pernah kuliah di empat perguruan tinggi, dan sangat paham soal fasilitas pendidikan. Mahasiswa harus diperjuangkan.

Kelima, sebagai calon Rektor … tentu gagasan lebih didengar. Syukur kalau diadopsi satu-dua butir oleh Rektor terpilih. Kalau tidak?

Ya, tidak apa-apa. Minimal, sepanjang mengikuti proses pemilihan Rektor, mendapat banyak bahan  untuk ditulis. Dan … itu pengalaman, keterlibatan langsung. Lebih positif, lebih leluasa menulis pemikiran dan pengalaman sendiri. Maksudnya?

Dulu, kalau menganalisis pendapat Enggel atau Mill, menceritakan kisah Mao Tse Tung atau Al-Farabi, sembari mengutip, wui terasa hebat banget. Apalagi kalau menjejar Ernest Hemingway, Leo Tolstoi, Victor Hugo, sampai Pramudya Ananta Tour. Kini, sedang kepincut menulis dari diri … sebisa mungkin.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Banjarbaru, 18 Mei 2009

  1. 19 Responses to “Mudah Menulis: Menulis Keterlibatan”

  2. By newsoul on May 18, 2009 | Reply

    Siiip. Paling tidak,dari tulisan ini, saya jadi tau bahwa anda sebagai calon rektor Unlam adalah seorang yg punya konsep, gagasan yang sudah dipikirkan dan diendapkan selama hampir 15 tahun. Kalau bisa jadi kepala, ya kenapa harus jadi ekor melulu, hehe. Maju terus pak.

    ***Majuuuuuuuuuuu

  3. By mas8nur on May 18, 2009 | Reply

    Hari gini kampus nggak ada wifi. Universitas negeri lagi… (kalau di kota saya istilahnya “katrok” = ketinggalan jaman dan malu-maluin.

    Harus diperjuangkan itu Bang EWA.
    Harus ada yang memulai, sekali lagi semoga sukses deh….

    ***Siap … fakultas dah lebih … universitasnay yang payah …

  4. By Ikkyu_san on May 18, 2009 | Reply

    Ya betul…jangan jadi jago kandang.
    Kepakkan sayap, tunjukkan bahwa “I care”.

    EM

    ***Jago kandang, lalu jago luar kandang juga he he

  5. By suryaden on May 18, 2009 | Reply

    maju terus pak, gudang ide untuk memperjuangkan kebaikan dan mutu bersama sangat penting dan tak boleh dinisbikan begitu saja…

    ***Ngak bakalan dinisbihkan … banyak cara berjuang

  6. By Siti Fatimah Ahmad on May 18, 2009 | Reply

    Assalaamu’alaikum Tuan Ersis Warmansyah Abbas.

    Saya kagum dengan daya fikir tuan. Sebab itulah..saya pernah menulis di ruangan yang lalu (tahun lepas) ketika mula-mula mengenali blog tuan. Saya berfirasat tuan adalah manusia yang punya aspirasi dan kehebatan tersendiri. Saya pernah menyatakan;jika saya punya kesempatan dan upaya seperti mahasiswa di UNLAM …tentu saya akan menjadikan Tuan Ersis Warmansyah Abbas sebagai pilihan bagi mengkaji daya fikir dan inspirasi hebatnya. Melalui tulisan-tulisan tuan, saya dapat merasakan kehebatan itu.

    Berjuanglah untuk kemajuan ummah. Dunia semakin global dan penuh dengan kemudahan yang harus dimaknai dengan cara memberi yang terbaik kepada manusia untuk merasainya. Internet dan lain-lain insfrastruktur amat diperlukan dalam dunia pendidikan.

    Kami di Malaysia, kebanyakkan universiti malah sekolah sudah mempunyai LAN dan penggunaan bahan bantu mengajar berasaskan teknologi multimedia sudah dijalankan sejak tahun 1989 (kelab komputer)dan secara seriusnya digunakan di sekolah melalui projek SEKOLAH BESTARI pada tahun 1996 dan sekarang seluruh sekolah di Malaysia (sekolah rendah dan menengah)sudah menggunakan teknologi multimedia sebagai bahan bantu mengajar dalam pengajaran guru.

    Universiti Kebangsaan Malaysia sendiri mempunyai kemudahan internet yang boleh digunakan secara percuma (wifi) 24 jam (samada di asrama atau kampus)dan ada perkhidmatan berbayar(jika mahu) di dalam kampus. Malah perpustakaan Tun Seri Lanang,UKM (http://pkukmweb.ukm.my/~library/) merupakan perpustakaan terbesar dan banyak bukunya. Bangunannya 5 tingkat dan merupakan perpustakaan digital di Asia. Perpustakaan TSL juga mempunyai 4 lagi perpustakaan cabang. Kami boleh mengakses banyak bahan dan meminjam buku-buku secara online dari universiri luar negara (link kepada banyak perpustakaan di dunia) dengan mudah dan dapat online jurnal dari seluruh dunia (perpustakaan universiti).

    Peminjaman dan pemulangan buku di perpustakaan semuanya menggunakan kemudahan teknologi yang memberi perkhidmatan 24 jam tanpa perlu lagi ke kaunter pinjaman dan boleh “renew” buku pinjaman secara online. Kami pelajar sarjana boleh meminjam buku sejumlah 20 buah bagi tempoh 40 hari. Pelajar Pra siswazah pula boleh pinjam buku 7 buah untuk 14 hari dll.

    Semoga dengan kejayaan tuan sebagai rektor nanti. Impian tersebut akan tercapai dan warga pendidik serta pelajarnya akan menikmati segala manfaat perpustakaan, teknologi komputer dan teknologi multi medianya.

    Salam hormat dan didoakan berjaya bersama harapan dari semua warga pelajarnya. Saya berbangga dengan tuan. Salam dari Sarikei, Sarawak. “Jumpa” minggu ini.

  7. By Kurt on May 18, 2009 | Reply

    Bos bukannya dari dulu menulis dari diri sendiri.

    Kalau kutipan itu sebagai penguat apa untuk gagah gagahan saja bos, sebab ada yang terkesan dipaksakan ada pula yang menjadikan sbg bahan pokok.

  8. By he benyamine on May 18, 2009 | Reply

    Ass.

    Komen SFA di atas … merinding membayangkannya. Info yang sangat penting (yang sebenarnya sudah banyak yang tahu), terutama dosen yang tugas belajar ke Malaysia, yang memang perlu diperjuangkan, supaya tetap sadar adanya perubahan.

  9. By Tim Sukses Pak Ersis on May 18, 2009 | Reply

    Maju terus…
    Mundurnya kaina-kaina aja he..he..he..

  10. By marsudiyanto on May 18, 2009 | Reply

    Maju terus pantang mundur…
    Siap pasang baliho buat pak EWA…

  11. By mas stein on May 18, 2009 | Reply

    manteb bapak kita ini, ayo pak mumpung ada kesempatan menuang gagasan ke wadah yang lebih luas lagi!

  12. By racheedus on May 18, 2009 | Reply

    Ayo, maju terus, Pak. Dukung 1000 %. Biar Unlam didengar dunia.

    By the way, “Enggel” itu maksudnya Engels, teman Karl Marx, bukan?

  13. By Ria on May 19, 2009 | Reply

    Bahwa kita bisa jikalau berusaha…
    melebarkan sayap agar dunia tau bahwa kita eksis gak pernah salah itulah bukti bahwa kita mau berbagi. tentunya dalam hal positif loh pak

    :)

    *pak saya kirim email dibaca ya :)*

  14. By ernut on May 19, 2009 | Reply

    mendukung!!

  15. By duo emak on May 19, 2009 | Reply

    Unlam perlu rektor berkarakter, maju terus pak!

  16. By marshmallow on May 19, 2009 | Reply

    hidup itu pilihan toh, pak ewa?
    dan memilih itu adalah soal keberanian.
    keberanian tentu saja didukung strategi, kalau tidak itu nekat namanya.
    saya kagum dan mendukung (secara moral tentu saja) keberanian pak ewa mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di unlam.

  17. By Muzda on May 19, 2009 | Reply

    Tulis rangkaian ceritanya ya Pak, prosesnya dari awal … Biar kita bisa mengikuti perkembangannya ..

  18. By Eka Situmorang - Sir on May 19, 2009 | Reply

    Semoga terpilih ya pak :)
    dan jangan lupa membawa perubahan yang positif

  19. By Nug on May 19, 2009 | Reply

    Menulis dari pengalaman pribadi emang paling mudah ya bang. Namun kadang pengalaman pribadi membuat tulisan kurang berwarna dan mencampurnya dengan pengalaman orang lain atau bahkan dengan fiksi bisa membuat tulisan yang sangat berwarna warni.. Sepanjang bisa diparalelkan, mestinya justru akan sangat ideal..

    Betul gak sih, Bang..? :)

  1. 1 Trackback(s)

  2. Jul 4, 2009: Menggali Ide | KECaKOT

Post a Comment