Ngalor Ngidul
20 April 2009 | Ditulis oleh: EWA |Sehabis dicecar wawancara oleh Prof. DR. Sofyan Suari pada tes calon mahasiswa S3 UPI, selepas shalat Jumat (18/4/09) di mesjid kampus, dengan Bambang Subiyakto ke Rattan Inn Banjarmasin. Kalau tidak salah, baru beberapa kali ke hotel hanyar tersebut. Terakhir diundang teman-teman PKS membincang buku ‘Flatform PKS’. Tifakul dan Anis sangat bersemangat waktu itu. Saya bukan anggota PKS lho.
“Lebih penting memaknai nilai, dan berupaya mengaplikasikannya”, saya menjawab pertanyaan Sofyan. “Jabarkan”, katanya. Dalam perjalanan itulah yang didiskusikan, materi wawancara. “Perintah Allah SWT pertama melalui Rasulullah, iqra’ iqra’ iqra’. Rasulullah, setelah Sahabat diberi pemahaman Firman Allah SWT, ditugaskan menuliskannya. Bisa di tulang, pelepah korma, atau batu. Tulis, tulis, dan tulis. Tidak lupa kutipan afala ta’qqqiluun, afala tatafarrakum … masing-masing 40 kali di ujung-ujung ayat Al-Qur’an yang bermuara ranah hitungan.
Tepatnya, membaca, menulis, dan berhitung. Saya kunci dengan kutipan surat Al’Ashr. Sang Profesor menganguk-angguk, paham atau meledek, itu urusannya. Entahlah. Saya baru sadar, diwawancarai saja, kok otomatis ‘memotivasi’ membaca dan menulis. Ah, mau lulus ujian masuk S3 atau tidak, terserah. Kami terbahak-bahak dan sampai di pelataran hotel. Tjoetjoe pengundang sudah menunggu. Teman-teman datang satu per satu.
Begitu diskusi dimulai, Tjoetjoe memulai jurus: “Pasti sudah, Ersis menebar ‘racun’, racun menulis”. Budi, Itje, Zul, dan lainnya main serbu saja. Rupanya ‘Virus Menulis’ yang disebarkan menjadi topik pembicaraan, dan dengan berbagai variannya, untuk … meledek saya. Tapi paham, mereka adalah teman-teman.
Saya hitung-hitung, apalagi setelah Ifan bergabung, sembilan ‘calon’ tulisan siap diolah. Akan diposting satu per satu sehingga mereka tidak paham ‘ide’ itu datang dari mereka. Tiga jam tersebut, sungguh memuaskan. Empat orang perwira aparat keamanan juga bergabung.
Saya ingin menekankan, bahwa sesungguhnya, sekalipun omongan ngalor-ngidul, pada pertemuan kangen-kangen, atau sembari menikmati kopi dan singkong goreng, ‘perbincangan’ bisa jadi sangat bermakna. Sekonyol apa pun, pasti ada hal-hal positif untuk ditulis. Pandai-pandailah meraup dan memilah.
Kedua, hal-hal yang dianggap sederhana, bisa sangat bermakna manakala ditulis. Misalnya, semua kami sepakat, memaknai apa saja dari segi positif. Tu … filsafatis sekali bukan? Kami, penulis dan ‘pengelola’ media.
Yap, sekali lagi, jangan pernah pandang enteng pembicaraan ngalor-ngidul. Banyak perubahan di dunia dimulai dari pembicaraan santai. Bukan seminar berbiaya mahal saja lho yang bisa menghasilkan kesimpulan bermakna. Mudahan iya, he he.
Banjarbaru,20 April 2009













18 Responses to “Ngalor Ngidul”
By Zulmasri on Apr 20, 2009 | Reply
Obrolan ngalor-ngidul sering kali jadi sumber inspirasi Pak. Saya sering mendapatkan kenyataan yang kadang tak terduga. Obrolan lepas yang kemudian menjadi bumbu dalam tulisan
By baburinix on Apr 20, 2009 | Reply
ujar pa zul tu bujur banaran, kadang itulah awal untuk memulai menulis…dulu saya ga tahu menulis kaya gimana,sekarang dah mulai bisa walau tulisan ku masih acak
By trinil on Apr 20, 2009 | Reply
Nongkrong ma temen plus ngobrol santai, ditambah suguhan malam (kopi, wedangan n gorengan) ehm… Mantap…
Betul dari sana kita juga bisa dapat inspirasi tuk menulis, bahkan dapet informasi baru, yang kita blom tahu…
Hehehehe…
By racheedus on Apr 20, 2009 | Reply
Waduh, mati gaya deh kalo mencermati kepiawaian Pak Ersis menuangkan ide. Apa aja bisa ditulis. Bravo.
By Ismawardah on Apr 20, 2009 | Reply
Memang benar pak, pembicaraan ngalor - ngidul jangan dianggap enteng. Ka
By DV on Apr 20, 2009 | Reply
Semangat, Pak!
By edratna on Apr 20, 2009 | Reply
Semangat pak…mau ambil S3?
Hehehe…ngalor ngidul itu kan sharing pendapat, brainstorming yang dilakukan dengan santai, dan pasti banyak nilai yang terkandung didalam obrolan tersebut.
By Ersis Warmansyah Abbas on Apr 20, 2009 | Reply
Zulmasri: Ya ya ya setuju … yang penting isinya kan; memaknai lebih yahud omongan ngalor ngidul …
Baburinix: Selamat menulis …
Trinil: Mantap Bro … lanjuuut
Racheedus: Yap semua pasti bisa … tinggal tulis aja pengalaman atau apa yang ada dipikiran. Siiip.
Ismawardah: Jadikan berbobot dan ‘berotot’
DV: Semangat
Edratna: Doain ya Bu … ya ya setuju
By hmcahyo on Apr 20, 2009 | Reply
wah kayak Bapak Husnun Djuraidaja yang suka menebarkan virus menulis
By Andioka on Apr 20, 2009 | Reply
salam kenal mas , inspirasi bisa datang dari mana aja , termasuk ngobrol ngalor ngidul , boleh nambahin mas? …ngetan ngulon. h. h .
***Salam. Silahkan …
By Harsa on Apr 20, 2009 | Reply
seperti apa kata orang2 yang pak Ersis? kalao ide2 besar biasanya lahir dari ide2 yang kecil…
ngobrol ngalor ngidul memang nikmat dibawah teduhan atap/pohon, sambil seruput kopi…obrolan santai sambil cekakak-cekikikan..
***Kumpulan atau paduan kecil-kecil menjadi besar … ingat prinsip atomistik
By nightlovers on Apr 20, 2009 | Reply
Setuju Pak.
Kadang kala kita pusing mikirn mo posting apa tp sebenarnya bisa aja datang ilham saat gak nyari-nyari ide…
***Ilham … tergantung kita memanfaatkan … jangan dipikirkan agar tidak pusing. Salam.
By itmam on Apr 20, 2009 | Reply
iya om,, dari “ngalor ngidul” terkadang banyak hal besar, dan itu tidak mustahil.
malahan lamunan kita di wc saat (*maaf) buang air besar, terkadang juga bisa jadi sebuah tulisan yang indah.. hihihihi
By Ferdian Adi on Apr 20, 2009 | Reply
Betul juga Pak, kadang2 kalau sedang nongkrong dengan teman-teman, meski banyak bercanda Tapi banyak hikmah yang bisa diceritakan kembali dengan penuh makna lewat tulisan. Sayang, baru sekarang saya belajar menulis, jadi banyak hikmah yang hilang dan terlupakan.
***Ambil hikmah … dan tulisan. Selamat menulis.
By Omiyan on Apr 20, 2009 | Reply
untuk hal hal kecils emacamg memposting terkadang saya dapetin dari obrolan tetangga, baik itu ide atau kisah hidu bahkan tips usaha.. ya karena belajar itu bisa dimana saja tak terikat waktu dan tempat
***Yoha … dan dapat dijadikan bahan menulis
By Lilih Prilian Ari Pranowo on Apr 20, 2009 | Reply
manfaat dari ngobrol ngalur ngidul pernah saya rasakan. dan beberapa perbincangan saya bisa sedikit mengendapkan beberapa obrolan itu, diolah kemudian dijadikan milik sendiri. dan ditulis tentu. hehehe…
***Wah … buka rahsia saya nich
By Andi Murni Raponggati.MM on Apr 21, 2009 | Reply
teman teman sebangsa walaupun ada yang tidak setanah air…karena pertemuan ngalor ngidul inilah saya nimbrung di blog ini..mulanya hany menanyakan apa saja kegiatan beliau sekarang selain menulis buku dan mengajar? dengan santainya belia berkata’cobalah’ browsing ke blog saya…
dari ngalor ngidul melahirkan banyak inspirasi pada diriku dirimu dan siapa saja.
Salam Hangat
***Maaf ya mBak Itje … saya salah … menyebarluaskan Virus Menulis (Ngak Virus Singapura atu Flu Hongkong, pasti).