Waktu dan Umur

12 February 2009 | Ditulis oleh: EWA |

MALAM, 11 Februari 2009, kami mendiskusikan pemaknaan waktu dan umur. Hampir sepuluh tahun sharing segi-segi kehidupan sampai dinihari. Banyak orang mengira kami membincang hal politik, sebab dia pejabat publik. Malam kami lumpuhkan untuk sharing pemantapan pemahaman agama dan membahas buku. Alhamdulillah, lebih mampu memaknai keagungan Islam. Dan, serius ‘belajar’ mempraktikkan.

Mengutip Mac Acthur dia memulai: Masa muda bukan sekeping waktu kehidupan tetapi ia lebih kepada jalan pikiran. Seseorang tidak menjadi tua berdasarkan waktu yang dilewatinya. Mengutip Henry Ford: Siapa saja yang berhenti belajar adalah tua. Kalau semangat belajar sudah sirna maka usia tua tidak akan pernah membuat seseorang menjadi dewasa. Umur bukan ukuran.

Sekalipun umur baru 20 tahun manakala berhenti belajar, maka tualah dia. Berumur 80 tahun, tetapi masih mau belajar, orang itu masih muda dalam menjadi orang dewasa. Belajar adalah kunci kehidupan.

Kalau tidak belajar tidak beda dengan unta. Unta? Yes. Setiap musim haji Si Unta membawa orang ke Padang Arafah … Jangankan menunaikan ibadah haji, menjadi orang Arab saja tidak akan pernah. Unta yang tidak belajar dari kehidupan.

Pergantian hari terjadi ketika jarum jam beranjak dari  angka 24.60 menjadi 00.01. Artinya, Si Sobat menghabiskan jatah umur setahun, umur berkurang. Mengutip Mac Arthur lagi: di lubuk hati terdalam setiap orang ada ruang rekam penerima pesan keindahan, harapan, kegembiraan, keberanian berbuah optimisme. Itulah pertanda kau masih muda.

Manakala dawai-dawai hati mengendur, diselimuti pesimisme, sinisme, atau bentangan tanpa harapan, pertanda  tua telah membelenggu. Tidak penting batasan umur. Ia bisa datang ketika ‘tanda umur’ berangka 20, 30, 40, 50, atau berapa pun. Waktu dan umur, ditentukan dari bagaimana kita berpikir, dan dari apa yang diperbuat. Hasilnya penandanya.

Dini hari itu, kue Ultah kami bedah. Saya yang tidak suka kue tar, melahap hampir seperempat. Kami menghabiskan separoh. Masih banyak kue yang akan ‘disembeli’. Selamat ‘berkurang umur’ kawan. Maknanya kita lipatgandakan.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Banjarbaru, 12 Februari 2009

  1. 25 Responses to “Waktu dan Umur”

  2. By Tambuk on Feb 12, 2009 | Reply

    Yu wes,,,

    ***Wis

  3. By Nor Izatil Hasanah on Feb 12, 2009 | Reply

    Salam kenal…Pa
    Seperti bunyi hadist nabi Muhammad SAW “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat”. Belajar dan terus belajar serta mengaplikasinya.

    ***Ok … kita belajar terus-menerus

  4. By jalian on Feb 12, 2009 | Reply

    saya paling suka kalimat : “Waktu dan umur, ditentukan dari bagaimana kita berpikir, dan dari apa yang diperbuat.”

    ***Sama

  5. By he benyamine on Feb 12, 2009 | Reply

    Ass.

    …. serta mulia, serta mulia, sertaaaa mulia

    ***Serta … muliaaaaaaa

  6. By SQ on Feb 12, 2009 | Reply

    Saya jadi ingat pepatah:

    Al waktu hu wal hayat. Waktu ialah kehidupan. Tentu saja tidak ada yang bisa memutarbalikkannya. Namun orang-orang yang belajar bisa “mengalahkannya”.

    ***Tq … Sampeyan kembali ke jalan yang benar he he

  7. By Ikkyu_san on Feb 12, 2009 | Reply

    Bapak ulang tahun?

    EM

    ***Teman …

  8. By suryaden on Feb 12, 2009 | Reply

    indahnya makan kue ultah sama diskusi, salam dan semoga tidak percuma menjalani umur-umur yang kian bertambah pak…

    ***Amin. Sahabat saya hari ini Ultah he he

  9. By nida adriawati on Feb 12, 2009 | Reply

    banyak yang bilang kalo bertambahnya usia,maka bertambah pula tingkat kedewasaan seseorang..dan ada pula yang bilang tingkat kedewasaan seseorang dilihat dari caranya memandang hal yang baik atau buruk…tapi jer iklan “dewasa itu pilihan..”

    ***Yang pasti, yang Sampeyan tulis adalah pendapat. Selamat.

  10. By Taufik R. Rahman on Feb 12, 2009 | Reply

    jangan disia-siakan umur ya pak? manfaatkan dengan baik,

    ***Itu yang sedang disiasati he he

  11. By marshmallow on Feb 12, 2009 | Reply

    pertama, selamat ulang tahun buat siapa pun yang sedang memotong tart ultah bersama pak ewa.

    kedua, saya terkesan dengan analogi belajar sebagai patokan usia muda, pak. menarik sekali. rasulullah juga sudah berpesan agar manusia senantiasa belajar hingga ke liang lahat.

    jadi belajar obat supaya awet muda ya, pak?

    ***Yap, dia baca kok … ya saya punya teman yang pemikiran asyik punya, saya banyak dapat masukan darinya.

  12. By Syams Ideris on Feb 12, 2009 | Reply

    Mohon izin saya kutip kata mutiaranya “Siapa saja yang berhenti belajar adalah tua”.

    Falsafah ini akan saya tanamkan untuk memotivasi anak didik agar tidak pernah henti belajar.

    ***Amin. Mari kita sebarkan Mas Syam …

  13. By dwi bekti santoso on Feb 12, 2009 | Reply

    assalamualaikum wr.wb.
    demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian kecuali orang2 yang mau belajar……..belajar…..dan…….. terus belajar,manfaatkan waktu sebaik2nya untuk trus belajar…..

  14. By advintro on Feb 12, 2009 | Reply

    waktu itu bagian dr umur..jd jangan heran umur selalu bertambah jika waktu bertambah.. melalui ini saja hal bijak bisa kita dapat bang

    ***yoi. Seing-sering mampir ya.

  15. By Siti Fatimah Ahmad on Feb 13, 2009 | Reply

    Assalaamu’alaikum Tuan Ersis…

    Maaf dipohon, jika lama tidak mencatat sesuatu untuk dikongsikan bersama. Tidak pernah lupa, malah rindu sering berkunjung di hati untuk berbicara tanpa suara di blog tuan. Terima kasih atas ziarah ke laman saya. Saya senang dan gembira sekali.

    Tulisan ini anat menarik. Tentang umur dan waktu. Ya..kedua-duanya sangat sinonim dengan segala bentuk makhluk yang ada. Masa itu petanda kepada umur yang telah, sedang dan bakal berlalu. Seiring dengan umur yang meningkat untuk dunia dan berkurang untuk akhirat. Maknanya jalan ke alam yang ketiga akan dilalui tidak lama lagi. Pasrah dan tiada siapa yang pernah dapat menolaknya walau ” Fir’aun” yang angkuh dan mengakui dirinya tuhan.

    Apa yang menarik tentang umur dan manusia ini menurut pendapat saya ialah semakin kita beranjak usia, semakin cantik dan manisnya rupa kita. Malah semakin dewasa pula cara fikir dan gaya ketrampilannya.

    Dulunya kita nakal sentiasa, tetapi kini kita akur dengan usia yang matang itu, kita punya wibawa yang terserlah. Sopan santun dan harmoni tingkah. Dulu kita dilihat comot dan tidak suka kebersihan, kini tampak sekali bersih wajah dan seri anggunnya. Dulu memanglah cantik semacam…ibarat yang sering disebut oleh peribahasa Melayu….

    kulitnya bak pasir pantai yang mulus,
    wajahnya bak bulan purnama penuh mengambang, pipinya bak pauh di layang,
    rambutnya hitam lebat bak mayang mengurai
    betisnya bak bunting padi
    pinggangnya ramping bak semut api
    hidung mancung bak seludang
    matanya bercahaya bak mutiara
    Aduuh..sungguh indah, cantik dan menawan.

    Tapi bagi saya….bila dunia sudah mula menawan usia dan dirantai waktu yang semakin mendekat. Rupanya orang berumur lebih cantik dan indah dipandang, kacak menawan berbanding usia 10 tahun atau 20 tahun yang lalu. Ya…mungkin kerana amalannya, pengalamannya atau ketrampilan yang semakin mematangkan sehingga nampak kedewasaan yang menyenangkan.

    Yang penting..hati sentiasa muda untuk selalu sihat sebagai teman kepada minda yang giat bertugas agar neuron-neuron otak kita sentiasa hidup segar dan menjadikan kita manusia yang hebat dalam kehidupan seharian.

    Salam hormat dari jauh dengan ingatan mesra selalu.

    ***Asyknya membaca komen mBak Sifat … bisa-bisa saya jadikan artikel he he

  16. By budimeeong on Feb 13, 2009 | Reply

    Benar pa…belajar ga ada kaitannya dengan umur, semakin tua, ya semakin nambah ilmu dong

  17. By hajriansyah on Feb 13, 2009 | Reply

    “selamat ‘berkurang’ umur kawan. maknanya kita lipat gandakan.”
    ffuh…, sangat mendalam.
    salam.

  18. By yodama on Feb 14, 2009 | Reply

    tanya pak.
    Itu pukul 24.60 maksudnya 23.60? Atau yg benar 24.00?

    Btw, waktu itu ibarat sebilah pedang. Bila qt tdk pandai2 memanfaatkannya, maka ia akan siap tuk menikam.

  19. By hadi rahman on Feb 14, 2009 | Reply

    Umur seperti pedang, begitulah bunyi pepatah arab.
    Kalau tidak bisa memanfaatkannya maka kita akan terbelah olehnya.

  20. By jamilah on Feb 14, 2009 | Reply

    salam kenal….
    tanpa kita sadari tua sedang menghadang di penghujung waktu yang lengang….
    saat pessimis,optimis dan keyakinan yang memudar silih berganti datang tak tentu arah……..
    manusia berkehendak,,iman yang bergolak……
    maka siasat untuk muda sepanjang hayat selalu menyayat..
    tapi siasat itu tak kunjung tiba……
    gimanaaaa………..

  21. By meiy on Feb 16, 2009 | Reply

    tulisan bapak selalu membuatku belajar dan belajar, ya usia hanyalah penanda ya pak,
    akan kuingat kutipan ini:

    “Sekalipun umur baru 20 tahun manakala berhenti belajar, maka tualah dia. Berumur 80 tahun, tetapi masih mau belajar, orang itu masih muda dalam menjadi orang dewasa. Belajar adalah kunci kehidupan.”
    keren abis pak…

  22. By Atiyah on Feb 17, 2009 | Reply

    Menurut hemat saya sekarang ini banyak orang yang malas untuk membaca mudah-mudahan dengan adanya artikel ini dapat memotivasi orang untuk tidak berhenti untuk belajar (membaca)………

  23. By tris on Feb 17, 2009 | Reply

    usia.. saat usia muda..selalu aroma minyak wangi..setelah tua..berganti dgn aroma minya angin…dulu..7 kali seminggu..sekrang 7 minggu sekali..nah loh..namun..kita tetap muda bila bisa memberikam manfaat utk arti hidup kita..keluarga kita dan org lain..serta bisa belajar dari pengalaman hdp dan dpt memahami dan menghayatinya..berapapun hitungan tahun yg kita lewati..maka kita tetap muda..iya ga cooyy…

  24. By hidupkoe on Feb 17, 2009 | Reply

    usia.. saat usia muda..selalu aroma minyak wangi..setelah tua..berganti dgn aroma minya angin…dulu..7 kali seminggu..sekrang 7 minggu sekali..nah loh..namun..kita tetap muda bila bisa memberikam manfaat utk arti hidup kita..keluarga kita dan org lain..serta bisa belajar dari pengalaman hdp dan dpt memahami dan menghayatinya..berapapun hitungan tahun yg kita lewati..maka kita tetap muda..iya ga cooyy…

  25. By alfiyah on Feb 18, 2009 | Reply

    seperti dalam iklan rokok LA Lights “jadi tua itu pasti,tapi jadi dewasa itu pilihan” sooo……istilah itu cucok banget dengan artikel waktu dan umur,karena pada dasarnya waktu itu terus berlalu tanpa permisi sedangkan umur monggo kersoooo harus dijalani,maka janganlah menjadi orang-orang yang merugi ingat dalam QS Al-ashr “demi masa sesungguhnya manusia dalam kerugian……………” jangan biarkan diri kita menjadi orang yang TERKUTUK dengan menyia-nyiakan waktu.

  26. By Fadlyansyah on Feb 19, 2009 | Reply

    assalamualaikum pak EWA..
    belajar tak mengenal waktu dan umur,,,dan mendengar waktu dan umur rasa nya jadi takuutt,,takut akan kematian…hanya tuhan yang mengetahui dan menentukannya

Post a Comment