Mencurahkan pikiran
2 January 2009 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
ANANG, pemilik blog anangku, berkomentar pada postingan Mengapa Menulis: “Saya menulis untuk mencurahkan pikiran supaya tidak menumpuk dan hanya mengendap begitu saja… menulis untuk menumpahkan hasrat terpendam”. Ada dua hal, pertama agar informasi yang masuk ke wilayah otak tidak mengendap, dan kedua, ada keinginan di diri, hasrat yang perlu disalurkan.
Anang, Si Empunya blog biru kesohor itu benar adanya. Melalui panca indera, pikiran dan perasaan, tiap hari kita menginput banyak hal; dari hal sederhana sampai yang serius. Memori (otak) menampung setelah masukan dan olahan. Ada yang dikeluarkan, tetapi lebih banyak yang dibiarkan terlelap di botak kepala. Yang terpendam itu bisa menjadi kerak-kerak informasi, bahkan karang berkarat bila tidak ‘disentuh’. Bahaya itu.
Pengendapan informasi, dari pengetahuan sampai unke-unek, apabila terbiarkan, tidak dikeluarkan, memancing ‘kekacauan’ pikiran dan perasaan. Misalnya, apabila tidak menyukai sesuatu, didiamkan, berakibat kegelisahan. Meminjam istilah Anang, curahkan. Menulis satu diantara caranya.
Ingat ketika masa remaja (saya sih sudah tua), kalau melihat lawan jenis yang sseeerr gitu, bisa tidak tidur bermalam-malam memikirkan Si Dia. Kalau pengecut mengutarakan isi hati, tulis surat. Tidak dikirim saja, apabila sudah tercurahkan, banyak sedikit menenangkan pikiran dan perasaan. Ada pula yang mengambil cara curhat kepada teman. Intinya mencurahkan perasaan agar pikiran tidak terganggu.
Alat indera dan pikiran tiap hari bekerja, diminta atau dibiarkan. Kalau otak tidak bekerja (berfungsi) berarti hidup dan kehidupan, wassalam. Hasil prosesnya dikemanakan? Masukan menumpuk, proses terjadi, —menimbulkan keinginan, hasrat yang memaksa dilayani— sementara kita cuekin, ditumpuk. Beban otak akan berat. Bukan pikiran saja yang bisa terganggu, kesehatan raga bisa dirusak. Pikiran pengendali kehidupan.
Saya jadi ingat tulisan tentang Teori Berak. Hanya saja, yang diberakkan adalah ampas, yang disadap inti sari masukan positif. Dus, memberakkan hal positif melalui tulisan. Hal-hal terbaik informasi dan olahannya. Menulis mencurahkan pikiran.
Dengan kata lain, memulis pertama-tama adalah menyelamatkan kita punya pikiran, otak kita, diri kita. Kalau bermanfaat bagi orang lain, syukur Alhamdulillah. Atau, bisa pula dimaksudkan untuk berbagi hal-hal baik. Tapi, titik berangkatnya adalah menyehatkan dan memelihara pikiran. Agak ekstrem, Mas Sugiarto membahasakan, … menghindarkan diri dari kegilaan. Menulis menyelamatkan pikiran kita.
Kalau mencermati sistem respon otak, setiap masukan ke otak, langsung diolah, memunculkan ide, membangkitkan hasrat. Manakala menyadari diri telah diinstal Asamaul Husna ketika roh ditiupkan, begitu melihat orang ditimpa musibah, otomatis rasa iba menyatu. Ada yang beraksi sesuai dialog kata hati, hati nurani, ada yang mebiarkan. Bukan gue kog, takdirnya begitu. Iblis juga bersemanyam di diri manusia.
Apabila tidak terkeluarkan akan membeban. Nah, kalau ditulis, sekalipun idealnya, apa yang ditulis selajur dengan apa yang diperbuat, cukup dijadikan renungan agar berbuat baik. Tidak usah dipersoalkan, belum mampu merealisasikan. Anggap saja belajar. Setidaknya pada mindset ditanamkan, begitulah idealnya.
Ya, menulis bermula dari diri dan diperuntukkan buat diri yang kemudian meelaborasi bagi kemanfaat bagi yang lain, atau buat sesama. Apabila pikiran sehat, tindakan juga sehat. Menulis menyehatkan pikiran.
Sekadar uji coba, atau katakanlah riset kecil-kecilan, pada minggu petama Januari 2009, tuliskan apa terpikirkan. Pada minggu kedua, biarkan bermain di otak begitu saja. Pada minggu ketiga, analisis, mana yang lebih bermanfaat, mana yang menyehatkan pikiran. Pada minggu keempat, ambil kesimpulan, saya akan menulis atau tidak menulis sama sekali.
Ajakan tulisan ini, menulis pilihan tepat. Setidaknya, pantas dicoba. Mari menulis, menuliskan apa yang ada di pikiran.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 2 Januari 2009.













44 Responses to “Mencurahkan pikiran”
By he benyamine on Jan 2, 2009 | Reply
Ass.
Mencurahkan pikiran berarti mengaktifkan kerja komunikasi, untuk mengapungkan pikiran itu sendiri, baik melalui pembicaraan atau tulisan.
Dengan menulis bisa dilakukan dengan tidak ada lawan bicara, kecuali tulisan itu sendiri, yang memberikan kelapangan tanpa ada hambatan, dan kecuali diri sendiri. Juga bisa melibatkan orang lain dalam proses komunikasinya, sehingga tulisannya juga berbicara dengan orang lain selain diri kita sendiri.
Dengan Pembicaraan bisa saja dilakukan sendiri, tapi bisa pula dianggap orang agak kurang alias miring. Jadi, pencurahan lebih sehat bila ada orang lain yang menjadi bagian dari proses komunikasi tersebut.
Pencurahan pikiran melalui media menulis lebih banyak peluang, setidaknya bisa menjadi pujangga sendiri, yang memang membuat sehat rohani dan jasmani.
By erry on Jan 2, 2009 | Reply
menulis mencurahkan pikiran, perasaan, kekesalan, kesedihan, kegembiraan, ide, kritik. menulis sdh jd kebutuhan yg tdk bs ditinggalkan. menulis top bgt!
By Rizal Hasannor on Jan 2, 2009 | Reply
Menulis mencurahkan pikiran membuat kita terhindar dari stres akibat beban yang menumpuk dikepala.Mungkin istilah lainnya adalah terapi menulis.
By Donny Verdian on Jan 2, 2009 | Reply
Selamat tahun baru dulu, Pak Ersis.
Semoga tambah mantap bolehnya jadi motivator dalam menulis.
By munawar am on Jan 2, 2009 | Reply
selamat tahun baru 2009
mari mengisinya dengan menulis menulis dan publish…
By Qori on Jan 2, 2009 | Reply
menurut sayampean …
kalo cara berpikirnya dangkal gimana om?
pasti tulisannya dangkal juga kan?
By zoel on Jan 2, 2009 | Reply
iya pak menulis apa yang dipikirkan.. mana tau tar lupa… klau dah di tulis kan bisa di ingat² pas lupa
By Siti Fatimah Ahmad on Jan 2, 2009 | Reply
Mencurahkan fikiran ibarat menyimbah air ke ladang tanaman. Idea-idea itu seumpama baja yang menyuburkan warna dunia yang hendak diberi ilmu dan pengetahuan kepada sesiapa sahaja yang menerimanya siramannya. Malah sesuatu yang dicurahkan dari bebanannya, akan mendatangkan kesan refleksi yang baik atau sebaliknya. Keduanya memainkan peranan masing-masing mengikut apa yang kita usaha fikirkan.
Tiada guna menyimpan sesuatu didalam otak atau memikirkannya hingga memberatkan fikiran kita dan menjadikan kita tidak rasional. Baik dipamerkan samada melalui kata-kata atau tulisan agar tidak menjadi penyakit yang memudharatkan. Boleh jadi gila dan sakit otak.
Menulis adalah satu kaedah yang merangsang otak menjadi sihat, meningkatkan daya cergas pada tubuh dan melonjak kita menjadi manusia yang berilmu kerana kita melakukan kerja tiga dalam satu. Sambil menulis, otak kita berperanan berfikir dan mata kita pula beraksi dengan membaca hasil tulisan kita.
Curahan hati, curahan rasa dan curahan minda sudah terlaksana. Maka kita boleh istirehat untuk tugasan lainnya. Adduuuh…menulis ini memangnya menyenangkan.
Salam hormat selalu.
LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI
http://websitifatimah.wordpress.com/
By marshmallow on Jan 2, 2009 | Reply
manusia memang perlu mencurahkan uneg-uneg. kalau dipendam sendiri semua, bisa habis kapasitas otak yang terbatas ini buat gondog doang. gak produktif buat mikir hal lain yang lebih berguna ya, pak?
terapi yang populer bagi penderita gangguan mental toh terbanyak juga dengan bicara, alias melepaskan uneg-uneg. kalau tak ada teman bicara, ya ditulis saja. atau agar lebih interaktif dan dapat respon, publikasi di blog. nah!
By taufik79 on Jan 2, 2009 | Reply
Ass.
Satu yang pasti, dengan menulis, maka pikiran kita akan terpelihara. Menulis akan mencegah kita dari kepikunan dan kelemahan ingatan. Dan dengan menulis, maka pikiran kita akan terinvestasikan.
Sehingga, melalui tulisan yang kita investasikan itu, kita dapat berharap kemanfaatan yang bisa dikais setelah orang lain membacanya.
Karena sebuah tulisan bisa bercerita banyak, meski waktu telah lewat bermasa, dan jarak telah tercakup sedemikian panjangnya.
Tetap menulis!
By Sassie Kirana on Jan 2, 2009 | Reply
Selamat Tahun Baru 2009 pak EWA,Semoga diberikan kesehatan,kebahagiaan,kemudahan dan rezeki yang berkah bagi pak Ewa sekeluarga Amiin
By norjik on Jan 2, 2009 | Reply
bnr pak yg sampean blg, menulis itu bisa menambah gairah dan semangat hdp. kdg membaca tulisan yg sdh prnh kt tulis itu jg mengasyikkan.
By ismawardah on Jan 2, 2009 | Reply
menuangkan pikiran kedalam bentuk tulisan akan lebih nermanfaat, dari pada memikirkan hah-hal yang tidak tidak mungkin terjadi.
By Zulmasri on Jan 2, 2009 | Reply
saya setuju, dg menulis jalan pikiran atau otak kita akan sehat. dg ditulis, berarti kita telah memindahkan beban yg menumpuk di otak. bagaimanapun, semakin sering isi otak tercurah, makin lebar dan dalam ruang otak, sehingga simpul sarafnya kian fresh
By Iwan Awaludin on Jan 2, 2009 | Reply
Setiap orang adalah makhluk unik, berbeda. Ada yang nyaman mengeluarkan fikiran dengan menulis. Ada lagi dengan menggambar, fotography, berteriak, atau sekedar ngobrol dengan kawan. Ada juga yang suka olahraga ekstrem.
Tapi menulis ada pasangannya. Biasanya yang suka menulis, juga suka membaca. Yang suka ngobrol, juga suka mendengar. Suka memukul juga suka dipukul, hehehe.
Jadi mari menulis dan membaca, supaya sel-sel otak kita selalu diperbaharui dan disehatkan (buat yang suka menulis).
By mel on Jan 2, 2009 | Reply
assalamu’alaikum,,,
numpang baca2 artikel disini,,,
skalian mau menawarkan ex link,kalo bersedia silahkan hub. saya di http://www.melandri.blogspot.com
By afwan auliyar on Jan 2, 2009 | Reply
smakin banyak kerak yang mengendap, lama2 informasi itu kadang jadi tidak bermanfaat buat orang lain ….
sayang ilang satu pahala
By suhadinet on Jan 2, 2009 | Reply
Setuju sekalee…
Mari menulis
menulis itu mudah, tanamkan demikian di pikiran.
o ya, ulun kirim email ke ersis-wa@yahoo.com
alamat ulun untuk komunikasi di faiqdzaki@gmail.com
By hadi rahman on Jan 2, 2009 | Reply
Setuju sekali ,,, kalau isi kepala penuh dengan segala macam pikiran, maka sebaiknya dicurahkan agar sedikit membantu mengurangi kegelisahan akibat hasrat terpendam.
By heri on Jan 2, 2009 | Reply
Met Tahun baru 1430H semoga hidup bapak tambah berkah
By L 34 H on Jan 2, 2009 | Reply
Jadi ingat pengalaman sendiri kalo mo belanja harus ditulis semua, meskipun catatan ga dibawa tapi akan selalu ingat apa yang habis ditulis hehehe
Moga ditahun 2009 makin sukses pak!
By geRrilyawan on Jan 2, 2009 | Reply
saya menulis di blog saya memang untuk mengekspresikan diri, jadi kadang mungkin tulisannya berbau sampah (hehehe…), karena nggak berguna untuk orang lain. tapi paling nggak berguna untuk saya sendiri dulu…kesannya egois tapi mungkin baru bisa segitu saja dulu
mudah-mudahan lain kali saya bisa nulis tulisan yang berguna buat orang lain…
By antokoe on Jan 2, 2009 | Reply
nge-blog cukup meringankan beban pikiran dan juga bisa mencatat langkah dan pikiran.
ke blogging
By ruanghati on Jan 2, 2009 | Reply
ass …
salam kenal , sekedar mampir dan mohon ijin link ke blog saya …
salah satu blog yang sangat menarik.
wass
By ruanghati on Jan 2, 2009 | Reply
hanya untuk meluruskan maksud saya bukan blog saya yang menarik, tapi blog yang saya kunjungi ini . hehehe maaf …
By kucluk is dead on Jan 2, 2009 | Reply
bisa juga sbagai terapi…
soalnya gak semua orang bisa cerita langsung ke orang lain (curhat)..
itu yang saia rasakan selama ini
By emma on Jan 2, 2009 | Reply
Mas EWA, kunjungan balik niiyh..
aku numpang baca yaa..banyak artikel menarik di sini..
By Anang on Jan 2, 2009 | Reply
hwahh terharu saya… saya menulis yang penting hasrat tersalur dan pikiran tidak mengendap… he
By Nike on Jan 2, 2009 | Reply
Saya menulis untuk berbagi
By gadis rantau on Jan 2, 2009 | Reply
nasibku tragis. menulis karna tuntutan tugas.hi..hi..btw, txs atas kunjunganya ya. seneng dikasih goresan indah,he..he..
By Hejis on Jan 2, 2009 | Reply
Saya menulis ini untuk menyampaikan Selamat Tahun Baru. Semoga bertambah berkah. Amin.
By thevemo™ on Jan 3, 2009 | Reply
awalnya menulis hanya untuk menumpahkan kesenangan..dan agar bisa di baca orang..tanpa harus berharap cemas di terima gak ya..sama si editor
By soerdjak on Jan 3, 2009 | Reply
yukk nulis… jgn nyontek ya,hehehe.
By sazka on Jan 3, 2009 | Reply
keluarkanlah otak kalian dan pereslah pikiran kalian biar keluar..
By abuthoriq on Jan 3, 2009 | Reply
ada idialisme yang harus dituangkan, kenapa harus membisu?
By yoga on Jan 3, 2009 | Reply
go go go go menulis. Menulis walau belum ahli, menulis walau belum mengerti, menulis walau tak di mengerti, menulis walau tak dipahami, menulis walau tak diperduli. mwnulis menulis menulis . . .
***Go go go … pokoknya tulis, lis, lis …
By Mahendra on Jan 3, 2009 | Reply
Seringkali.., ketika kepala ini sudah penuh diisi oleh berbagai persoalan, maka menulis adlah bentuk kanalisasi yang terbaik…
Salam kenal… Tabik…
By Esaul Daris on Jan 3, 2009 | Reply
salam hangat dari Tabloid Internet…
***Salam lebih hanta lagi dari saya he he
By Esaul Daris on Jan 3, 2009 | Reply
Pak Ersis: Tabloid Internet nya sudah beredar boss..
***Yap, kasih dong kita
By endar on Jan 3, 2009 | Reply
meskipun bukan remaja kalau melihat lawan jenis yang sseeerr gitu, saya juga bisa tidak tidur bermalam-malam. tapi bisa gawat kalau saya curahkan pikiran tersebut ke dalam tulisan. takut nyaingi enny arrow
***Jangan disaingi, dinikmati aja lah yaw
By adi on Jan 5, 2009 | Reply
aku bukan penulis..gak juga berharap buat jadi penulis..tapi satu hal yang paling kunikmati adalah menulis… Rasanya rugi banget kalo segala yang terlintas dalam angan,yang segala kita temukan dalam kehidupan ini berlalu dan musnah tanpa bekas…
***yoha, yang penting nulisnya itu. Soal sebutan, ngak penting itu
By genthokelir on Jan 8, 2009 | Reply
yah memang menurut saya dengan menulis yang ada dalam pikirang tercurahkan rasa hati plong akhirnya tanpa beban sekali
ketika harus marah , ketika memiliki kejenuhan dari aktifitas sehari hari tentu jadi sangat penat,semua menumpuk dalam pikiran dan kalau tidak di tuliskan bisa memupuk kegilaan .
dengan belajar kepada Teori bapak tentang menulis maka saya terhindar dari luapan emosi yang merugikan ,karena setelah di tuliskan bebn saya hilang pak
terima kasih atas motivasinya.
***Satu dari sekian manfaat menulis. Yap, mari kita biasakan dan budayakan menulis. Untung buat diri sendiri dan bermanfaat buat sesama. Salam.
By arni 20 on Mar 2, 2009 | Reply
Benar sekali Pak, menulis merupakan salah satu terapi, karena dengan mencurahkan beban pikiran kita ke dalam tulisan itu berarti mengurangi beban otak juga.
Maaf saya baru bergabung lagi dengan blog Bapak setelah beberapa bulan menghilang.