Blog Eksplisit

31 December 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

KENIKMATAN blogwalking yang menyangkiti para blogger yang semakin menajam bisa jadi karena sajian blog sangat khas, eksplisit. Bila rajin menikmati sajian blog praktis, yang gamblang, tegas, terus terang, tidak berbelit-belit, sungguh mendatangkan sensasi tersendiri. Paman Tyo dan bejibun blog lainnya, misalnya, memantik kesukaan bertandang.

Padahal, sajian blog saya sebaliknya. Postingan dominan dari ‘calon buku’. Tulisan dibuat dalam format buku, kalau ada keinginan menulis di media cetak tinggal dikirim via email, kalau mau memposting di blog, tinggal disalin. Atau, dua-duanya. Sajiannya sudah terpola. Sebab, memang memanah buku.

Blog bergenre eksplisit, sungguh menarik. Setidaknya tidak akan bosan membacanya. Bukan  seperti blog bersajian bak makalah atau pidato yang berpanjang-panjang. Langsung ke inti persoalan.

Hanya saja, menulis ringkas bukan perkara mudah. Semakin singkat tulisan semakin sulit. Orang bisa saja bilang, menulis puisi itu gampang. Namun, ‘memeras’ sesuatu dalam konsep, pada satu kata bukanlah perkara mudah.

Albert Einsten membuat puisi paling terkenal: E=MC2. Jutaan tulisan dibuat membahasnya. Relativisme Einstein masih terbuka ditafsiran. Contoh lainnya. Benua Asia, Eropa, Afrika, Amerika, dan Australia, samudera Atlantik sampai laut Adriatik, dari pengunungan Himalaya sampai ke Gunung Kilimanjor, dan seterusnya, bisa jadi, Sampeyan simpan dalam satu kata, dunia.

Jadi, jangan pernah pandang enteng blog ekplisit.

Bagaimana Menurut Sampeyan?

  1. 20 Responses to “Blog Eksplisit”

  2. By he benyamine on Dec 31, 2008 | Reply

    Ass.

    Gamblang dan memudahkan, yang paling diminati orang, mungkin itu maksudnya blog eksplisit.

    Namun, membuat tulisan yang gamblang dan termudahkan, tidak semudah membacanya. Untuk sampai kepada kegamblangan dan kemudahan suatu tulisan tergantung pada kefasihan dalam menulis dan memfasihkan menulis, menulis, teruslah menulis.

    Wass.

  3. By aryf on Dec 31, 2008 | Reply

    :-)
    Proses dibalik kesederhanaan yg byk dilupakan.
    Hikmah dibalik kenyataan yg srg x diabaikan.
    Berulang x dikatakan, msh juga dipermainkan.
    Setiap x dicontohkan, msh juga tdk dijadikan tauladan.

    Mau apa dikata, walo udh xplisit, msh juga berkelit dan selalu mempersulit.
    Quran dan Sunnah, harusnya membuat diri selalu bangkit.
    Bahwa Allah dan Rasul, selalu beserta mereka yg syahid.
    Mudah-mudahan kita semua, masuk dalam rombongan yg berTauhid.
    Ingat pada hari berbangkit, hanya KekasihNya yg tak merasakan pahit.
    Semoga…

  4. By Rizal Hasannor on Dec 31, 2008 | Reply

    Menulis sederhana,praktis,menarik,dan tidak terkekang oleh teori-teori menulis.Sangat menyenangkan bisa menulis bebas seperti apa yang kita inginkan.

  5. By Uchan on Dec 31, 2008 | Reply

    Mungkin nanti ada postingan tambahan dari Pak Ersis mengenai list kategori blog yang eksplisit dan menye2 seperti apa dari blogshpere Indonesia, biar saya paham gaya bapak menikmati suatu tulisan (siapa tau ketularan doyan baca dan ikut2an nulis juga) :D

    Terus terang kalau saya melihat tumpukan paragraf tanpa jeda yg sangat panjang, kepala saya langsung berkunang2. Model2 blog yg menggumam2 sendiri, semacam Mbak Rindu (mudah2an gak ada orangnya) maaf saya baru nemu contoh yg ini Pak.

  6. By Donny Verdian on Dec 31, 2008 | Reply

    Saya lebih suka blog yang eksplisit gitu juga Pak Ersis…:)

  7. By taufik79 on Dec 31, 2008 | Reply

    Yep, Blog dan Blogger itu memang hebat. Klo seperti ini rasanya blog bukan lagi trend sesaat. Tapi akan terus berkembang dan berkembang.

    Mari menulis! ;)

  8. By Linggasari on Dec 31, 2008 | Reply

    Saya jg suka menulis d blog.Tulis aja apa yg ingin kita ungkapkan.Segala unek2 tersalur,gk jadi jerawat&keriput.Malah2 jd awet muda,ya gak?

  9. By ichal on Dec 31, 2008 | Reply

    saya terkadang menulis apa yang saya suka, walaupun menurut pandangan orang bersifat narsis tp tetap apa aja saya teruskan!
    eksplisit atau apa ya blog aku?

  10. By eka on Dec 31, 2008 | Reply

    salam kenal

  11. By Siti Fatimah Ahmad on Dec 31, 2008 | Reply

    Mempunyai blog sendiri, bagi sesetengah teman-teman saya…sesuatu yang amat mengkagumkan. Tidak semua yang dapat merealisasikan impiannya mempunyai blog sendiri kerana ia juga memerlukan komitmen yang berterusan dan baik. Walau bagaimana pun, jangan berputus asa.

    Jika senang yang dicari, pasti ada jalan yang boleh dilalui. Jika rasa payah yang dipinta, tentu pelbagai alasan akan menutupi jalan yang sebenarnya sudah terbentang luas.

    Mungkin masa dan idea yang sering menjadi tantangan kepada sesiapa yang berusaha mengharapkan untuk sentiasa menulis setiap hari seperti apa yang dilakukan tuan Ersis di blog ini. Syabas dan tahniah atas komitmen yang tinggi ini. Semoga saya akan dapat menuruti jalan yang sama seperti tuan pada masa akan datang.

    SELAMAT TAHUN HIJRIYYAH 1430. Semoga amalan kita sentiasa dirahmati Allah swt.

  12. By dekroy on Dec 31, 2008 | Reply

    Everybody…termasuk saya, suka yang eksplisit, yang ringan yang mudah masuk kepala, yang enjoyable kalo dibaca. Tanpa ada orang ketiga yang dicap jelek atau di pojokan. atau bermain dengan bahasa sastra yang membuat saya menggernyitkan kening, secara hari gini saya masih nggak faham gaya bahasa dalam sastra…(maaf)

  13. By Riduan Saidi on Dec 31, 2008 | Reply

    Ass…EWA
    Selamat Tahun Baru Hijriyyah 1430 and Tahun Baru Masehi 2009… Semoga makin sukses tahun depan.

  14. By antown on Dec 31, 2008 | Reply

    pak ersis makin mantap nih…
    salam kreatif pak!! hehe

  15. By genthokelir on Jan 1, 2009 | Reply

    tulisan di blog saya mungkin juga termasuk ringan dan mungkin malah sangat ringan sekali dan masih sangat simpel tanpa memahami kerangka menulis tapi lha wong saking kedorong rasa ingin saja ya h pak
    salam

  16. By Ismawardah on Jan 1, 2009 | Reply

    Menulis dalam bentuk makalah akan lebih bosan membacanya. Dan akan lebih mengasikan bila membaca tulisan yang to the point.

  17. By endar on Jan 1, 2009 | Reply

    membaca tulisan ringkas lebih saya sukai. kalau membaca tulisan yang banyak nggak langsung ke inti permasalahan jadi nggak sabar. soalnya saya malas membaca

  18. By esa on Jan 2, 2009 | Reply

    Hehehe,,,setujuh Pak. Klo saya pribadi lebih suka nulis seperti itu. Tapi kadang jadi ga rapi juga Pak. Menulis apa yang saat itu terpikirkan,, tapi kadang [dan sering sekali] ga diedit lagi. He he he.

  19. By joe banjarbaru on Feb 20, 2009 | Reply

    dalam kehidupan yang semakin bergerak cepat (instan), ada sensasi tersendiri ketika hasil tulisan dapat dinikmati dengan cepat, sehingga kita bisa tahu respon pembaca…apapun responnya itu sangat bermanfaat buat penulis

    bravo pak Ersis, You are change of agent dlm dunia penulisan Banjarbaru khususnya…
    wass
    juanda

  20. By newsoul on May 8, 2009 | Reply

    Ya menulis di blog itu menyenangkan. Bagi yang ingin mengembangkan bakat menulisnya, ini wadah yang bagus. Bagi yang sekedar menumpahkan semua keluh kesah, sumpah serapah, juga uneg-uneg, ini wadah yg jg bagus. Daripada membanting piring atau keramik antik di rumah…., hehehe. Salam kenal buat semua.

    ***Blog untuk segala hal … penyaluran penulisan

  21. By Pariadi on Dec 15, 2009 | Reply

    saya bukan orang yang rajin menulis, itu sebabnya tulisan tangan saya kurang bagus menurut saya dibandingkan teman2 saya saat ini…Sungguh, tulisan2 hasil karya bapak EWA memberikan inspirasi kepada saya betapa pentinggnya menulis dan membaca….semoga, virus ini lebih cepat lagi menyebar di kalsel, terutama dari kalangan warga Unlam sendiri…..

Post a Comment