Guru Peneliti
12 December 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas (Radar Banjarmasin, 12 Desember 2008)
SETIAP guru adalah peneliti. Guru, dalam keseharian, telah melakukan dan atau menerapkan prinsip-prinsip penelitian. Begitu pengantar umum yang saya persiapkan (tulis) sebagai nara sumber pada Pendidikan dan Pelatihan Guru (PLPG) Rayon Unlam, bertitel: Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Ya, guru peneliti.
Manakala peserta Diklat terheran dilengkapi ujaran agak binal: Sayangnya guru terlalu cerdas, atau malahan terlalu bodoh, sehingga tidak paham punya kemampuan, dan tidak memamahmi apa yang dilakukan. Bahasa lainnya, tidak menyadari kemampuan. Karena itu, tidak ‘mengajari’, tetapi mari dudukkan hal pada tempatnya. Ada yang bingung? Bingung pertanda berpikir. Mari kita hilangkan kebingungan dengan pemahaman.
Penelitian Tidakan Kelas (PTK) adalah ketika guru mengkaji apa yang dilakukan pada perannya dalam pembelajaran, proses belajar mengajar (PBM) dalam dayung memperbaiki PBM. Pertanyannya, apakah hal tersebut dilakukan? Sudah.
Praktik perbaikan kualitas PBM sepanjang pembelajaran, manakala dimenej, dilakukan sesuai prosedur; disusun rencananya, diimplementasikan, dievaluasi, direfleksi, dan prosedural, itulah PTK. Kalau dikaitkan dengan, misalnya diajukan formal, apakah dimaksudkan untuk keperluan administrasi formal atau tugas, atau disusun untuk mendapatkan proyek penelitian, dinamakan proposal. Proposal PTK. Mudah bukan?
Karena itu, adalah kebodohan apabila ada yang beranggapan PTK susah dan menyusahkan. Sebab, telah dilakukan dalam tugas profesional. Tetapi, kalau diformalkan, didisain sesuai aturan formal PTK. Nah, modal kompetensi yang telah dimiliki tinggal dimenej agar sesuai dengan aturan. Satu tawaran motivasional awal, memacu dan memicu semangat guru.
Dalam pelatihan, mari manfaatkan pemahaman guru. Ketika kuliah dulu, sistem pembelajaran lebih kepada wawasan, filosofis, materi dan muatannya dimana pemahaman lebih disasar, pelatihan berbasis seperangkat paket yang telah disiapkan agar menjadi pemicu saat melakukan kerja profesional.
Karena itu, paket yang telah disusun, mari ikuti seksama, diskusikan dan sharing untuk hal-hal tertentu. Diklat sangat khas, tidak ada keraguan pada paket. Itulah ciri Diklat; paket yang tinggal dilaksanakan dengan kembangan terbuka bagi kreativitas dan pendalaman demi pencapaian tujuan.
Panah sasarannya, kalau memahami, sekembali ke sekolah dipraktikkan. Karena itu, jangan abai bertanya, mendebat, atau apalah begitu. Saya dibayar ‘mahal’ sebagai nara sumber. Manfaatkan. Sebab, sekali lagi ingat, PTK itu mudah dan memudahkan.
PTK, atau agar keren ditulis, classroom action research, dalam kaitan tugas profesional guru, langsung ke jantung penelitian dalam arti memperbaiki kualitas PBM. Sebagai pemegang otoritas di kelas, guru adalah panglima. Guru adalah penentu kualitas PBM, guru yang selalu memperbaiki kualitas pendidikan, guru pelaku PTK.
Pada dasar filosofinya, guru melakukan, sadar akan perlunya perbaikan, diaplikasikan terus-menerus —ada atau tidak PTK formal untuk berbagai keperluan— pada dasarnya melekad pada profesionalitas guru. PTK dalam pengertian formal adalah direncanakan secara tertulis sesuai aturannya, dalam pemahaman profesional guru melekat dengan tugasnya. Lanjutannya, PTK sesungguhya adalah apabila sepanjang karir guru dilakukan; guru adalah pelaku PTK. Guru profesional.
Jadi, PTK ‘wajib’ hukumnya. Hanya guru-guru dungu yang tidak berkehendak meningkatkan kualitas PBM, dan peningkatan kualitas pendidikan satu diantara banyak cara, PTK. Kalau demikian, mari kita lakukan, dengan contoh dan langsung, disini, pada pelatihan ini.
Dengan demikian, pada akhir sesi, dilayangkan tantangan. Kalau dari pelatihan didapat sertifikat sebagai guru profesional, PTK satu penandanya manakala diaplikasikan ketika kembali ke sekolah. Banyak orang paham teori, tetapi tidak mempraktikkan. Guru yang baik dan sukses adalah guru yang meimplementasikan ilmunya.
Terakhir, banyak orang (guru) takut melahirkan pikirannya, tugasnya, kemampuannya dalam bentuk tertulis. Sebab, lebih nyaman ngomong doang. Kalau ceramah melulu susah dibuktikan. Menulis membuktikan diri. Jangan sampai, puluhan tahun mendongeng doang. Takut menulis.
Mari melakukan PTK demi perbaikan PBM. PTK itu mudah kok. Mari lakukan dengan riang gembira, dan merancang proposalnya, meaplikasikan, dan menulis laporan, yang mana tahu, tidak saja berguna bagi diri sendiri, tetapi juga bagi teman sejawat. Semoga. Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 12 Desember 2008.













18 Responses to “Guru Peneliti”
By ciwir on Dec 12, 2008 | Reply
kalo dosen yang jadi peneliti memang banyak. tapi budaya meneliti dan menulis seolah belum menjadi budaya para guru. Namun, benarkah itu budaya? atau memang sistem pendidikan dan politik serta sosial di kita yang tidak pernah memberikan kesempatan pada guru untuk berkarya.
By Rizal Hasannor on Dec 12, 2008 | Reply
Jadi guru ternyata bisa menjadi peneliti juga ya,hanya saja tidak tahu akan kemampuan yang dimilikinya,atau memang sengaja berdiam diri.Sungguh ironis.
By endar on Dec 12, 2008 | Reply
kemajuan bangsa tergantung daripada kualitas guru.
By Syamsuddin Ideris on Dec 12, 2008 | Reply
Kendala Guru menulis PTK, menurut pengalaman saya ada beberapa sebab:
1. Kurang atau tidak menguasai komputer sehingga kesulitan menulis atau mengetik. Nggak ada lagi kan makalah atau karya tulis yang di ketik.
2. PTK itu barang baru. Dari segi nama, saya saja yang kuliah lulus tahun 2003, baru mengenal sekarang. Zaman saya kuliah belum ada atau belum populer PTK di FKIP Unlam.
3. Hasil dari kendala 1 dan 3 mungkin kesulitan dari segi formalitas. Ada guru yang mampu meneliti masalah di kelasnya tapi tidak pandai memformulasikan dalam bentuk PTK. Mungkin pula jadi enggan membuat PTK karena tidak bisa komputer atau tidak punya komputer.
4. Parahnya lagi ada guru yang malas belajar. Ketidaktahuan akibat kendala nomor 2 seharusnya bisa diatasi dengan rajin ikut worskhop, penataran atau membaca buku. Tapi ada guru yang malas menambah pengetahuan karena merasa sudah mapan.
By he benyamine on Dec 12, 2008 | Reply
Ass.
Guru peneliti … mamang merupakan begian dari tugas profesinya. Hanya saja belum diarahkan dalam format penelitian formal.
Apalagi bagi guru yang bergelar sarjana, rasanya tidak perlu diragukan tentang kemampuan tersebut, hanya belum dijadikan sesuatu yang penting dan berharga.
Adapun kesulitan, hanya karena tidak mau saja menjalaninya.
Wass.
By alris on Dec 12, 2008 | Reply
Saya kira ini wacana baru, guru sebagai peneliti. Yang jamak selama ini peneliti itu baru sebatas dosen dan tenaga peneliti dari lembaga penelitian. Guru sebagai peneliti, hade pisan euy. Rancak bana…agiah taruih, da.
By Riduan Saidi on Dec 12, 2008 | Reply
Ass…EWA
Guru adalah peneliti yang ahli mengenai cara mengajar dan tentang murud-muridnya.
By Septha on Dec 12, 2008 | Reply
Yach sudah saatnya par guru untuk melakukan terobosan-terobosan baru dalam mengajar. Melalui penelitian tindakan kelas inilah di harapkan mampu meningkatkan minat belajar, kemampuan, dan prestasi para siswa di sekolah nantinya.
By Jay on Dec 12, 2008 | Reply
Guru revormis dan inovatif pasti disenagi oleh murid2nya. Sebaliknya, yg selalu monoton dg satu konsep akan membuat jenuh para siswanya.
Jadi guru bisa juga menjadi peneliti. Dan itulah sebenar-benarnya guru. Kalo hanya teks book, Huuuuuuuuuu
By adi fitriansyah on Dec 12, 2008 | Reply
guru emang harus kreatif,. ga hanya ngomong dimuka kelas, tapi juga harus bisa membuat sesuatu yang bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar dan kualitas guru itu sendiri,, ya contohnya dengan PTK..
By suhadinet on Dec 12, 2008 | Reply
Mudah-mudahan Pak. Semua guru akan ber-ptk. Ayo bantu kami, merealisasikan perbaikan PBM di kelas. O ya, kok kegiatan Bapak untuk guru terkonsentrasi di BBaru saja. Gak ke Amuntai, misalnya. Hae..he…he..
By helmi on Dec 13, 2008 | Reply
Penelitian itu penting apalagi buat guru tapi gimana mau melakukan penelitian menulis aja susah… hehehe… walaupun belakangan ini banyak juga guru mulai menulis.
By ismawardah on Dec 13, 2008 | Reply
Sudah sewajarnya guru melakukan PTK, agar kualitas anak bangsa bisa lebih baik lagi.
By siti hariyah on Dec 14, 2008 | Reply
Menurut sampeyan bagaimana jika PTKnya nanti berjudul Menggairahkan Keterampilan Menulis Melalui Blog?
By budi on Dec 15, 2008 | Reply
kepingi menulis PTK, tapi masih bingung dari mana saya harus memulai. selain itu saya tak punya buku-buku untuk referensi
By taufik on Dec 15, 2008 | Reply
PTK masih menjadi momok bagi guru karena kurangnya informasi yang mendetail tentang pelaksanaan PTK yang sesungguhnya.
Kurangnya wawasan seputar PTK membuat guru semakin enggan untuk melaksanakannya. Padahal PTK merupakan tugas yang harus dilakukan guru sebagai upaya peningkatan kreatifitas mengajar sekaligus menulis.
By Martina on Dec 17, 2008 | Reply
Benar apa kata bapak, Guru adalah peneliti. Ketika mendapatkan kendala dalam penyelenggaraan proses belajar mengajar dikelas, guru akan mencari dimana letak kesulitan dan faktor apa saja yang menyebabkannya.Kemudian berusaha untuk mencari jalan penyelesaiannya. Bukankah dengan demikian guru telah menjadi seorang peneliti,yakni “peneliti tindakan kelas”.
By niluh sri arsini on Dec 17, 2008 | Reply
Dengan melakukan PTK maka seorang guru akan dapat lebih meningkatkan mutu mengajarnya.