Pilahan Karya Ilmiah

5 October 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Karya ilmiah merupakan hasil paduan berpikir ilmiah melalui penelitian. Karya ilmiah disusun secara sistematis berdasarkan kaidah berpikir ilmiah, yang karena itu, sangat sulit dihasilkan oleh mereka yang tidak mempelajari dan memahami aturan dan prosedur keilmiahan.
 
Karya ilmiah bertumpu pada berpikir ilmiah, yaitu: berpikir deduktif dan induktif. Adapun karya ilmiah dapat dipilah menjadi:

1. Makalah
Lazimnya, makalah dibuat melalui kedua cara berpikir tersebut. Tetapi, tidak menjadi soal manakala disajikan berbasis berpikir deduktif (saja) atau induktif (saja). Yang penting, tidak berdasar opini belaka.
 
Makalah, dalam tradisi akademik, adalah karya ilmuwan atau mahasiswa yang sifatnya paling ‘soft’ dari jenis karya ilmiah lainnya. Sekalipun, bobot akademik atau bahasan keilmuannya, adakalanya lebih tinggi. Misalnya, makalah yang dibuat oleh ilmuwan dibanding skripsi mahasiswa.
 
Makalah mahasiswa lebih kepada memenuhi tugas-tugas pekuliahan. Karena itu, aturannya tidak seketad makalah para ahli. Bisa jadi dibuat berdasarkan hasil bacaan tanpa menandemnya dengan kenyataan lapangan. Makalah lazim dibuat berdasrakan kenyatan dan kemudian ditandemkan dengan tarikan teoritis; mengabungkan cara pikir deduktif-induktif atau sebaliknya. Makalah adalah karya tulis (ilmiah) paling sederhana.

2. Kertas Kerja
Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada ‘perhelatan ilmiah’ tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja ‘dimentahkan’ karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya.

3. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis (ilmiah) mahasiswa untuk melengkapi syarat mendapatkan gelar sarjana (S1). Bobotnya 6 satuan kredit semster (SKS) dan dalam pengerjakannya dibantu dosen pembimbing. Dosen pembimbing berperan ‘mengawal’ dari awal sampai akhir hingga mahasiswa mampu mengerjakan dan mempertahankannya pada ujian skripsi.
 
Skripsi ditulis berdasarkan pendapat (teori) orang lain.  Pendapat tersebut didukung data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung; observasi lapanagn atau penelitian di laboratorium, atau studi kepustakaan. Skripsi menuntut kecermatan metodologis hingga menggaransi ke arah sumbangan material berupa penemuan baru.
 
4. Tesis
Tesis adalah jenis karya ilmiah yang bobot ilmiahnya lebih dalam dan tajam dibandingkan skripsi. Ditulis untuk  menyelesaikan pendidikan pascasarjana. Mahasiswa melakukan penelitian mandiri, menguji satu atau lebih hipotesis dalam mengungkapkan ‘pengetahuan baru’.

Tesis atau Master Thesis ditulis bersandar pada metodologi; metodologi penelitian dan metodologi penulisan. Standarnya digantungkan pada institusi, terutama pembimbing. Dengan bantuan pembimbing, mahasiswa merencanakan (masalah), melaksanakan; menggunakan instrumen, mengumpulkan dan menjajikan data, menganalisis, sampai mengambil kesimpulan dan rekomendasi.
 
Dalam penulisannya dituntut kemampuan dalam menggunakan istilah tehnis; dari istilah sampai tabel, dari abstrak sampai bibliografi. Artinya, kemampuan mandiri —sekalipun dipandu dosen pembimbing— menjadi hal sangat mendasar. Sekalipun pada dasarnya sama dengan skripsi, tesis lebih dalam, tajam, dan dilakukan mandiri.

5. Disertasi
Pencapaian gelar akademik tertinggi adalah predikat Doktor. Gelar Doktor (Ph.D) dimungkinkan manakala mahasiswa (S3) telah mempertahankan disertasi  dihadapan Dewan Penguji Disertasi yang terdiri dari profesor atau Doktor dibidang masing-masing. Disertasi ditulis berdasarkan penemuan (keilmuan) orisinil dimana penulis mengemukan dalil yang dibuktikan berdasarkan data dan fakta valid dengan analisis terinci.
 
Disertasi atau Ph.D Thesis ditulis berdasarkan metodolologi penelitian yang mengandung filosofi keilmuan yang tinggi. Mahahisiswa (S3) harus mampu (tanpa bimbingan) menentukan masalah, berkemampuan berpikikir abstrak serta menyelesaikan masalah praktis. Disertasi memuat penemuan-penemuan baru, pandangan baru yang filosofis, tehnik atau metode baru tentang sesuatu sebagai cerminan pengembangan ilmu yang dikaji dalam taraf yang tinggi.

6. Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
 
Artikel ilmiah bukan sembarangan artikel, dan karena itu, jurnal-jurnal ilmiah mensyaratkan aturan sangat ketat sebelum sebuah artikel dapat dimuat. Pada setiap komponen artikel ilmiah ada pehitungan bobot. Karena itu, jurnal ilmiah dikelola oleh ilmuwan terkemuka yang ahli dibidangnya. Jurnal-jurnal ilmiah terakredetasi sangat menjaga pemuatan artikel. Akredetasi jurnal mulai dari D, C, B, dan A, dan atau bertaraf internasional. Bagi ilmuwan, apabila artikel ilmiahnya ditebitkan pada jurnal internasional, pertanda keilmuawannya ‘diakui’.

7. Artikel Ilmiah Popular
Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah. Artikel dibuat berdasarkan berpikir deduktif atau induktif, atau gabungan keduanya yang bisa ‘dibungkus’ dengan opini penulis.
 
Artikel ilmiah popular adalah sarana efektik bagi ‘ilmuwan’ untuk menjangkau pembaca umum. Kalau saya (EWA) lebih gandrung ke artikel jenis ini, karena belum mampu menulis berkualitas di atasnya. Titik pikirnya sederhana saja; kalau yang sederhana saja tidak fasih, bagaimana yang serba berkualitas? Biarlah hal tersebut menjadi bagian ilmuwan berkaliber hebat. Karena itu, EWA jangan ditiru he he.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 5 Oktober 2008.

  1. 60 Responses to “Pilahan Karya Ilmiah”

  2. By m.agustiannur on Oct 5, 2008 | Reply

    Pantes artikel yang ditulis (EWA) mudah dimengerti, bukunya juga laris.

  3. By Syamsuddin Ideris on Oct 5, 2008 | Reply

    Saya baru tahu kalau ternyata karya makalah itu kenyataan dilapangan yang ditandemkan dengan tarikan teoritis. Selama ini saya “menulis” makalah lebih banyak membahas tarikan teoritis dan jarang sekali menyandingkannya selaras dengan kenyataan di lapangan.

    Mau coba langsung ah…lagi mikir-mikir mencari permasalahan di lapangan yang bisa bahas secara teoritis. Maunya sih kondisi pendidikan (daerah terpencil). Atau ada yang mau kasih saran topiknya? he..he..he..lumayan menghemat energi otak.

    Walaupun agak terlambat, tak lupa saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1429H kepada Pak Ersis dan keluarga, mohon maaf lahir dan batin ya Pak! kalau-kalau ada salah kata saat mengomentari tulisan Bapak. Maklum lidah tak bertulang.

  4. By genthokelir on Oct 5, 2008 | Reply

    makasih jadi tahu membedakan satu dengan yang lainnya

  5. By Septha on Oct 6, 2008 | Reply

    Sip dach. Jadi paham nich tentang Pengertian na macem-macem karya Ilmiah.

  6. By helmi hakim on Oct 6, 2008 | Reply

    sampai di sini saya baru paham pengertian dan perbedaan karya - karya ilmiah.tapi yang masih saya inggin tahu apa kelebihan dari masing - masing karya ilmiah tersebut…

  7. By farida ariyani on Oct 6, 2008 | Reply

    setelah dibaca dan saya pahami rupanya setiap karya ilmiah mempunyai ciri dan karakteristik yang membedakan antara karya ilmiah yang satu dengan yang lain.

  8. By Ismawardah on Oct 6, 2008 | Reply

    Saya baru tau bahwa penulisan karya ilmiah itu bukan hanya untuk keperluan akademik saja, tapi juga untuk keperluan konsumsi khalayak umum.

  9. By Linda A. on Oct 6, 2008 | Reply

    Yang pernah saya kerjakan dari macam-macam karya ilmiah di atas baru membuat makalah. Selebihnya belum. Setelah saya membaca tulisan Bapa, ternyata karya ilmiah itu terbagi menjadi 7 macam yang masing-masing mempunyai bentuk yang berbeda beserta tingkat kesulitannya.

  10. By Humaidi on Oct 6, 2008 | Reply

    Tentang penulisan sebuah karya ilmiah apakah cukup membuktikan secara empiris apabila kita menarik pendapat suatu pakar tidak cuma teori tetapi juga menyertakan kasus lapangan yang telah diteliti oleh pakar tesebut atau tanpa harus kita yang terjun secara langsung ke lapangan dengan hanya mengandalkan bahan pustaka baik yang lama ataupun yang baru( sangat baru ).
    Komentar ini juga terkait dalam pembahasan Bapak soal ” Masalah Penelitian “, saya sependapat dengan salah satu komentar di dalamnya tentang ..Akan mudah dan menimbulkan motivasi tersendiri jika bahasan yang kita gali sesuai keinginan dan kemapuan diri kita..tentu tidak terlepas dari disiplin ilmu kita, akan tetapi didengar dari cerita pengalaman senior kebanyakan justru mengalami staknan bahkan terhenti dan mau atau tidak bahasan dari pembimbinglah yang menjadi objek dalam penulisan karya ilmiah

  11. By Santy Dwi P. on Oct 6, 2008 | Reply

    hm, ternyata jenis2 penulisan karya ilmiah dipilah menjadi 7 jenis. selama ini saya sangat sering mendengar jenis2 penulisan karya ilmiah, seperti makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, disertasi dll namun saya baru mengetahui pengertian masing masing jenis penulisan tersebut secara jelas setelah membaca tulisan ini. semoga setelah mengetahui dan memahami pengertian jenis2 penulisan karya ilmiah, saya dapat menulis skripsi berdasarkan kaidah berpikir ilmiah (I Hope)

  12. By marshmallow on Oct 6, 2008 | Reply

    makasih infonya, pak ewa.
    di antara banyak jenis karya ilmiah, paling gak musti ada satu jenis yang udah pernah dihasilkan mahasiswa maupun dosen kan ya, pak?

    yak… dipilih… dipilih…
    yang mana satu yang mau ditulis dulu, dipilih… dipilih!

  13. By Siti Fatimah Ahmad on Oct 7, 2008 | Reply

    Terima kasih atas kongsian maklumat diatas.

    Bagi pelajar sarjana (pascasiswazah) di Universiti Kebangsaan Malaysia, kami wajib untuk membuat satu jurnal ilmiah(artikel ilmiah) atau dua artikel ilmiah popular dibentang dalam seminar atau penulisan untuk buku prosiding) sebagai syarat lulus sarjana di samping membuat kajian lapangan samada projek atau tesis.

    Sememangnya menulis jurnal ilmiah merupakan satu cabaran kerana penilaiannya yang ketat bagi menjamin mutu hasil pengkajian yang dilakukan.

    Ia dinamakan sebagai jurnal BERWASIT dan BERINDEKS TINGGI kerana jurnal itu mesti mengadap dulu jawatankuasa yang berilmu dan berautoriti untuk mengiktiraf dan menjamin mutu hasilan jurnal tersebut yang kadang-kala mengambil masa hampir satu tahun untuk disahkan kualitinya.

    Perkara ini dilakukan secara berulang-ulang untuk pembetulan sehingga ke tahap yang memuaskan jawatankuasa tersebut, maka layaklah jurnal itu diterbit dan disiarkan kepada umum.

  14. By Tria on Oct 7, 2008 | Reply

    semua yang menyangkut dengan penulisan karya ilmiah kayaknya susah banget deh karna melalui berbagai macam tahap dan prosedur sesuai dengan keilmuan yang digelutinya. membuat makalah sebagai bagian dari karya ilmiah sudah sering saya buat sebagai tugas kuliah, tapi itu tadi seperti bapak bilang,hanya hasil dari bacaan berbagai referen saja tanpa menandemnya dengan kenyataan di lapangan.

  15. By diah eka rini on Oct 7, 2008 | Reply

    kalo skripsi yang 6 sks itu adalah syarat untuk mendapatkan gelar S1 lalu bagaimana dengan fakultas lain selain FKIP yang membolehkan atau meluluskan gelar S1 bagi mahasiswanya yang non skipsi

  16. By budimeeong on Oct 7, 2008 | Reply

    Terima kasih atas penjelasannya pa…tp bagai mana dengan TA..?apakah termasuk salah satu karya ilmiah jg pa…?
    Saya tertarik dengan skripsi…dulu teman saya pernah cerita, katanya dia waktu itu lg konsul ama dosen pembimbingnya, dan waktu itu udah diberi saran untuk diperbaiki, teman saya pun angguk-angguk aj nurut kata sang dosen…beberapa waktu kemudian, dia konsul lg untuk mencek hasil koreksinya dan untuk ke bab selanjutnya, akan tetapi teman saya mulai stres, setelah konsul kedua, ternyata sang dosen memberikan saran yg berbeda lg, dan mematahkan saran dia sendiri yg pertama…
    Jd pertanyaan saya…apakah benar ada sebagian dosen yg mempersulit mahasiswa dalam berkarya ilmiah…lalu bagaimana yg harus dilakukan teman saya td..? Thanks pa ewa…

  17. By Edwin N. on Oct 7, 2008 | Reply

    Ok,dah jelas semuanya..kalau bisa lagi,tolong dikasih contoh pa dari masing-masing bentuk karya ilmiah tadi,yar tambah terang hati ini..he he
    Oya,Mohon Maaf Lahir dan Batin ya Pa..

  18. By Donny Verdian on Oct 7, 2008 | Reply

    Mbaca tulisan ini jadi inget skripsi saya.
    Serem aja kalau nulis pertanggungjawaban baik bahasa maupun keilmuan sampe sedetil itu…

    Ih,.. seyemm.. :)

  19. By ni luh sri arsini on Oct 7, 2008 | Reply

    Berarti sebelum membuat karya ilmiah, kita harus mempelajari dan memahami aturan dan prosedur keilmiahan ya pak? Waahh susah juga ya jika tidak paham. Setelah membaca penjelasan dari bapak, saya baru mengetahui bahwa karya ilmiah itu terbagi-bagi dan memiliki ciri yang berbeda-beda.

  20. By Dwi Setiowati on Oct 7, 2008 | Reply

    Saya baru bahwa karya ilmiah dipilah sampai 7 macam. Makasih atas infonya. Awal kuliah saya sering memdapat tugas makalah. Kali pertama saya dapat tugas itu saya bingung tujuh keliling, sepertinya saya tidak akan dapat menyelesaikannya. Sebab saya tidak mengerti apa yang disebut makalah itu. Tapi yang namanya tugas harus tetap diselesaikan. Akhirnya sedikit demi sedikit saya mencari tahu tentang makalah. Dengan pengetahuan itu saya coba membuat makalah semampu saya.
    Ternyata kejadian itu terulang lagi saat saya dihadapkan pada kenyataan untuk membuat proposal yang selanjutnya diteruskan dengan skripsi. Malahan “benda-benda” ini membuat saya stress karena makin ruwet saja isinya apalagi merupakan salah satu syarat untuk menentukan kelulusan saya. Tapi bisa saja kan diselesaikan asal ada pengetahuan tentang “benda-benda” itu. Semoga….amin

  21. By Rindu on Oct 7, 2008 | Reply

    ah tertampar lagi bicara tentang tesis … bimbing saya kang !!

  22. By Asmia ulfah on Oct 7, 2008 | Reply

    Akhirnya saya paham pa dgn mcm2 karya ilmiah.dulu mau nanya sama sapa.nanya sama orang yg kurang paham jd tambah bego jadi nya.terima kasih pa atas ilmu nya

  23. By syaharuddin on Oct 7, 2008 | Reply

    Dalam pandangan “posmo” sebuah karya (ilmiah) itu harus dapat memberikan “sesuatu” kepada peminatnya. Sesuatu itu adalah solusi, ketentraman, keyakinan, menyenangkan, dlsb. Artinya ia mampu menjawab dan mengatasi segala/sebagian kebutuhan manusia. Bukan sebaliknya, karya (ilmiah) yang malah justru membuat pusing pengkomsumsinya….

  24. By SRI WAHYU ASTUTI on Oct 8, 2008 | Reply

    KARYA ILMIAH, saya sangat sering mendengar hal tersebut pada saat masih sekolah bahkan sekarang sampai kuliah. Tadinya saya kira bentuk karya iliah itu seperti apa??teryata makalah & skripsi yang sering dibuat mahasiswa merupakan salah satu pilihan dari karya ilmiah to….

  25. By SRI WAHYU ASTUTI on Oct 8, 2008 | Reply

    MENDENGARNYA AJA RASANYA BERAT BANGET…KARYA ILMIAH..ga terpikir dah bisa , membuat karya ilmiah ..
    menurtut saya dalam mempelajari prosedur pembuatan karya ilmiah ga bisa dengan waktu yang cepat dimana kita memerlukan bahan2 untuk di teliti, apa yang harus di teliti dan semua itu ga sembarangan juga benar2 ilmiah kan pak…pa lagi skripsi dari judul aja belum dapat2 nh pa gi mana donk??kadang sudah dibikin secara ilmiah tapi sulit untuk menarik peminat untuk membacanya..gtu pakkk….

  26. By haryani on Oct 8, 2008 | Reply

    setelah kemaren saya membaca buku panduan menulis proposal dan sripsi serta membaca tulisan EWA, akhirnya saya dapat mengerti beberapa pengertian karya Ilmiah, termasuk skripsi.untuk mahasiswa TA seperti saya,jelas saya lebih fokus pada karya ilmiah yang namanya skripsi karena untuk sekarang itulah yang sedang saya butuhkan.saya berharap untuk tingkatan SI (khususnya prodi sejarah fkip unlam)dosen pembimbingnya harus bener-bener “membimbing” mahasiswanya(disamping mahasiswa juga harus serius), agar mahasiswa yang dah “tua” cepet lulus seperti prodi-prodi laen.

  27. By KAMSINAH on Oct 8, 2008 | Reply

    KARYA ILMIAH,memang sering mendengarnya dan kayanya suatu hal yang sangat sulit karena hanya dibayangkan.Dan setelah membaca tulisan tentang pilahan karya ilmiah ternyata karya ilmiah itu terbagi tujuh bagian,dan saya jadi tahu pengertian masing-masingnya.Jika makalah juga termasuk karya ilmiah maka saya sudah pernah membuatnya karena merupakan tugas kuliah,jadi karya ilmiah selanjutnya adalah skipsi!! Semoga jalan saya untuk menggarap skipsi nanti akan lebih mudah karena pengetahuan yang saya peroleh,Amin.

  28. By Fahrian Hefni on Oct 8, 2008 | Reply

    Karya Ilmiah, istilah yang sering disebut untuk hasil karya seseorang dalam bidang tertentu. Yang ditekankan disini dalam pembuatan karya ilmiah isinya harus bisa masuk akal dan ada juga bukti yang bisa menguatkan hasil karya ilmiah, lepas dari itu maka karya ilmiah bisa disebut karya hayalan.

  29. By Hamidah ulfah on Oct 8, 2008 | Reply

    Karya ilmiah sering sekali saya dengar, namun untuk masalah ke-7 jenis karya ilmiah baru kali ini.Sekarang ini bagian karya ilmiah yang hampir mendekati dan menjadi pikiran adalah skripsi,yang ada dipikiran saya adalah membuat skripsi itu sulit, gak mudah gtu,,

  30. By istiqomah on Oct 8, 2008 | Reply

    Pusing plus berat-beratnya deh kalo sudah dengar karya ilmiah terutama bagi mahasiswa TA yang lagi mikiri yang namanya skripsi..
    tapi berhubung skripsi jadi salah satu syarat mencapai kesempurnaan pendidikan SI wajib tu buat ditelan alias dipelajari dan dibuat he he
    mengerjakan skripsi harus berkesan dipaksakan untuk mahasiswa,bukannya pemerasaan tetapi lebih kepada dipaksa,kalau tidak dipaksakan mahasiswa tidak akan lulus-lulus jadinya hantu kampus deh ha ha
    bagi para dosen juga dimohonkan membimbing mahasiswa dalam penulisan skripsi dan untuk mahasiswa jangan sepelekan masalah penulisan skripsi atau pun karya ilmiah lainnya,jangan sampai ada lagi pikiran dari mahasiswa tentang dosen yang memperlambat kelulusan bagi mahasiswa..

  31. By Akhmad fauji on Oct 8, 2008 | Reply

    Bru tau neh,kalau bentuk dan cara pembuatan karya ilmiah beda2 dan punya aturan masing2.

    Soalnya sebelumnya belum ad dosen2 yang ngsih tau se detail ini.Sehingga kami sering salah dalam ngerjain taugas.Misalkan disuruh bikin makalah eh hasilnya malah jadi paper.
    Karna masih banyak yang ga bisa bedain makalah dgn paper.Toh dosennya juga ga negur n ga ngasih tau yg betulnya

  32. By Dewi komalasari on Oct 8, 2008 | Reply

    Sungguh beranekaragam…Tapi yang penting kita benar-benar bisa membedakan makalah,kertas kerja,skripsi dsb.

  33. By Febry Abrar on Oct 8, 2008 | Reply

    Jelas dipilah mana skripsi mana kertas kerja..mana laki mana perempuan.mana anjing mana kucing Klo tidak bisa membedakan, sama berarti tidak mempelajari dan memahami aturan dan prosedur keilmiahan

  34. By Haris Zaky Mubarak on Oct 8, 2008 | Reply

    Berpikir ilmiah adalah berpikir waras

  35. By ihya ul ihsan on Oct 9, 2008 | Reply

    jadi yang membedakan skripsi dengan thesis adalah kemandirian dalam membuatnya ya pak?
    apakah mungkin mahasiswa mampu membuat thesis bila dalam membuat skripsi masih dibimbing dosen?
    apalagi teman saya pernah ditolak skripsinya oleh dosen pembimbingnya sendiri karena katanya judulnya tidak bagus,itu kan membatasi kreatifitas mahasiswa sendiri kan pak?
    bagus dan tidak bagus itu kan RELATIF?

  36. By selvia agustina on Oct 9, 2008 | Reply

    meskipun makalah merupakan karya ilmiah yang paling sederhana,
    tapi mengapa masih banyak mahasiswa yang merasa kesulitan dalam membuat makalah?

  37. By Melisa Prawita Sari on Oct 9, 2008 | Reply

    makalah merupakan karya ilmiah paling soft diantara karya ilmiah lainnya, dan makalah biasanya saya buat hanya untuk memenuhi tugas perkuliahan, walaupun begitu setidaknya sudah ada karya ilmiah yang telah ditulis, semoga dengan menulis yang karya ilmiah yang soft dulu terus dapat berlanjut ke level karya ilmiah yang agak hard seperti skripsi, thesis, dll ….

  38. By Akbar Alamsyah Hidayat on Oct 9, 2008 | Reply

    Yah karya ilmiah itu banyak sekali dianggap orang- orang luas sebagai momok yang menakutkan. Karena sangat tidak mudak mudah untuk membuatnya. Apalagi bila karya tersebut di diskusikan secara umum.

  39. By M. Yumni Rasyid on Oct 9, 2008 | Reply

    Setelah membaca tulisan bapak saya jadi tambah pengetahuan tentang karya ilmiah. Mudah-mudahan berguna di hari esok kelak

  40. By rumadi on Oct 9, 2008 | Reply

    yap…baru tau apa pengertian karya ilmiah…

  41. By M. Rizky Adha on Oct 9, 2008 | Reply

    Suatu karya dapat dikatakan ilmiah, apabila seseorang itu berpikir ilmiah pula. Semuanya itu tentunya harus berproses secara kontinuitas berdasarkan aturan mainnya sendiri. Bagaimana membuat makalah, skripsi, tesis dan lain-lain.. & Sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing… Kiranya penting dipahami beberapa pilahan karya ilmiah yang ada…

  42. By Hadi Rahman on Oct 10, 2008 | Reply

    Alhamdulillah setelah membaca tulisan bapak, saya bisa mendapatkan pengetahuan tentang macam-macam karya ilmiah. Apalagi tentang makalah, bisa menjadi rujukan saya agar bisa membuat makalah yang lebih baik dari makalah-makalah saya sebelumnya, yang masih suka ada memuat opini sendiri.
    Terima kasih banyak.

  43. By Elma Khairina on Oct 10, 2008 | Reply

    Menulis karya ilmiah tidak boleh sembarangan, karena ada aturan-aturan tersendiri sesuai dengan pilahan karya ilmiah yang bearagam dan tentunya banyak perbedaan diantaranya. jadi sebelum menulis karya ilmiah kita harus tahu dulu masuk pada kriteria apa karya ilmiah yang akan kita tulis dan bagaimana aturannya dalam penulisan tersebut.

  44. By Dina Yulinda on Oct 11, 2008 | Reply

    Kayanya, dari semua jenis karya ilmiah yang bapa sebutkan menurut saya no 7 yang paling menarik.Artikel ilmiah populer, bagaimana tidak pada jenis ini karya kita tidak harus terikat aturan yang begini ataupun begitu seperti karya ilmiah lain yang kesannya terikat pada aturan,berbeda dengan artikel ilmiah populer dimana kita bebas berpendapat ataupun berteori tanpa tertekan aturan, tapi semuanya pasti ada resikonya. ya khan pa ???

  45. By Riduan Saidi on Oct 11, 2008 | Reply

    Ass… Ewa

    Begitu tuh pengertian dari karya ilmiah dan jenis-jenisnya. Kalau benar-benar dikerjakan sangat sulit. Sebagai contoh bentuk pertama yaitu makalah. Kadang-kadang mahasiswa bikinnya tidak jujur, daftar pustakanya banyak bukunya cuma satu.

  46. By Wiwik on Oct 12, 2008 | Reply

    Ass..

    Dalam penulisan karya ilmiah, saya baru sampai tahap pembuatan makalah. Dan itu pun kadang hanya melalui atau mengambil bahan dari buku tanpa melakukan uji lapangan. Dari semua karya ilmiah ternyata memiliki ketentuan dan kesulitan yang berbeda pula.

    ***KIra-kira begitu. Tinggal memilih sesuai keperluan, dan lakukan kewajiban.

  47. By MARTINA on Oct 12, 2008 | Reply

    Dengan membaca tulisan bapak ini saya jadi tau apa-apa saja yang termasuk dalam karya-karya ilmiah.Makasih ya pak! tapi bagaimana pak supaya bisa membuat karya ilmiah yang baik pada tingkat yang paling sederhana aja pak seperti pada pembuatan makalah? Saya memang sering membuat makalah untuk memenuhi tugas kuliah, tapi ga tau apakah makalah yang saya buat sudah benar apa belum.Masalahnya dosennya langsung nyuruh kumpul aja!

    ***Mudahan dikembaliin dan … dinilai nemar tidaknya, dengan begitu belajarnya jadi cepat.

  48. By Erina Marsiana on Oct 12, 2008 | Reply

    Waah.. Artikel yang menarik juga neh.. setalah saya membaca Artikel ini, sedikit banyak jadi tau apa sich perbedaan masing-masing pilahan-pilahan karya ilmiah. Jadi dapat disimpulkan dari pilahan karya ilmiah terbentuk satu pembelajaran penerapan sikap untuk berfikir ilmiah dan tata cara penulisan yang baku dengan tetap memperhatikan aturan-aturan yang berlaku, terutama dalam penulisan karya ilmiah.

    ***Yap, masih banyak tulisan seputar hal tersebut di lain tempat. Buruan …biar lebih mantap.

  49. By Helma novieanty on Oct 12, 2008 | Reply

    karya ilmiah, cari masalahnya kemudian selesaikan dan pertanggungjawabkan.

    ***Sesuai kebutuhan kita … dicari untuk diselesaikan. Persis.

  50. By Mini Febrianti on Oct 13, 2008 | Reply

    Dari pilihan karya ilmiah semuanya bersifat keilmuan atau ilmu. Yang berbeda dari semua iu dan dapat saya tangkap adalah kadar kedalaman atau tingkatan sebuah karya ilmiah.

  51. By Taufik R. Rahman on Oct 13, 2008 | Reply

    Semenjak kuliah sudah diperkenalkan apa yang disebut karya ilmiah, walau waktu sekolah dulu sudah pernah mengerjakannya namun belum dalam taraf yang ilmiah, nyontek dari buku bisa di bilang seperti itu. berbeda dengan sekarang, yah lebih ilmiah lah. walau masih perlu perbaikan dan tata bahasa yang kurang tepat. kadang-kadang kita masih bingung antara membedakan jenis2 karya ilmiah, dengan informasi ini kita dapat mengetahui perbedaan2 tersebut.

  52. By toni on Oct 13, 2008 | Reply

    banyak jenis-jenis karya ilmiah dan berbeda-beda, tapi ada yang sama dalam pengerjaannya, yang pertama buatan sendiri dengan pengerjaan yang ilmunya telah didapat dan sesuai dengan bidangnya donkz, yang kedua bukan hasil nyontek heee yaaaap makasih banyak ilmunya pak….

  53. By adi fitriansyah on Oct 13, 2008 | Reply

    Karya ilmiah yang di tulis tentunya membutuhkan pemahaman yang mendalam dalam prosedur penulisannya, apalagi setelah di pilah-pilah karya ilmiah itu dibagi menjadi 7 dan mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda.

  54. By sontami perida on Oct 13, 2008 | Reply

    Makalah seperti yang pa ewa katakan, bisa dibuat dari hasil bacaan tanpa memandemnya dengan keadaan dilapangan. Berarti dapat dikatakan makalah merupakan karya ilmiah yang bisa dikatakan sederhana . Namun,bagi mahasiswa makalah saja sudah cukup sulit dalam penulisannya. Mudah - mudahan dengan mengetahui informasi karya ilmiah dari pa ewa pengetahuan saya tentang menulis dapat bertambah.

  55. By FATHUL RIZKIYAH on Oct 13, 2008 | Reply

    Dari 7 pilahan karya ilmiah yang ada dalam tulisan bapak,yang pernah saya buat cuma makalah.Pertama kali bikin makalah juga bingung dan alhasil makalahnya dibalikin sama dosen gara-gara banyak salahnya.Dari kesalahan itu saya terus belajar sehingga makalah yang ditulis menjadi lebih baik.Sekarang dihadapkan lagi pada pembuatan proposal yang kemudian nantinya diolah menjadi skripsi yang lebih sulit lagi daripada makalah.Dengan membaca tulisan bapak,saya jadi mengetahui apa saja pilahan karya ilmiah dengan segala perbedaan dan tingkat kesulitannya.Pengetahuan saya tentang menulis pun otomatis bertambah.Makasih ya pak…

  56. By Angki Hardanika on Oct 14, 2008 | Reply

    untuk menjadi seorang yang mampu berfikir intelek tentunya mahasiswa harus mampu menulis beberapa karya ilmiah baik yang sederhana maupun kompleks.mengenai penulisan sebuah karya ilmiah, saya ada beberapa pertanyaan untuk bapak, pada umumnya mahasiswa (S1) memiliki batas kemampuan dalam menulis karya Ilmiah, misalnya sampai bisa menulis sebuah artikel saja, yang saya tanyakan adalah batas kemampuan mahasiswa (S1)sampai menulis tingkat karya ilmiah yang bagaimana? kalau sudah mencapai batasnya apakah bisa seorang mahasiswa (S1) meningkatkan kemampuannya untuk lebih mampu menulis sebuah karya ilmiah yang luarbiasa, kalau boleh tahu bagaimana caranya? terus biasanya kendala apa saja yang perlu diatasi untuk memperlancar mahasiswa(S1) dalam membuat Skripsi?

    ***Panjang banget … ikuti tulisan selanjutnya ya.

  57. By Nanny on Oct 14, 2008 | Reply

    Saya mau tanya, untuk teknik memahami pembacaan karya ilmiah?
    Thanks.

    ***Harus banyak membaca hingga pengetahuan cukup.

  58. By hariesdatoe on Oct 15, 2008 | Reply

    terima kasih atas penjelasan yang rinci tentang berbagai macam karya tulis, kalo bisa saya minta satu contoh makalahnya.

    ***Bagaimana mengirimnya? Silahkan lihat pada di wessite jurnal ilmiah Vidya Karya, banyak tu … atau seperti makalah agak nyleneh pada psotingan Inovasi Kurikulum.

  59. By Ganjar Muttaqin on Oct 16, 2008 | Reply

    pengetahuan baru lagi nih, jadi saya bisa membedakannya, memang EWA gak bisa ditiru nama bapak aja udah paten hehehehe

  60. By ramdhan on Nov 1, 2008 | Reply

    Assalamualaikum,saya sebetulnya pengen sekali membuat suatu karya ilmiah tapi,masih bingung pembuatan kata2 dalam karya ilmiah tersebut,mau tanya solusinya gimana ya pak….

  61. By TIRMIDZI on Jan 2, 2009 | Reply

    wahhhh…aku baru tahu tu.thank tulisannya semoga bermanfaat aja. salam kenal aja.

    tirmidzi08.blogspot.com

Post a Comment