Buku Mahasiswa

28 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Pengantar AntropologiMahasiswa menulis buku ajar? Meragukan memang. Saya yang dosen saja tidak menulis (semua) buku bahan ajar kuliah. Saya pernah bilang: Tolonglah dosenmu yang malang ini. Hari-hari, bertahun-tahun memberi kuliah, tidak menulis buku yang ‘diajarkan’. Paling hebat ‘menyuarakan’ buku orang lain. Mana belagak manusia paling hebat di ruang kuliah. Kalian menulislah mulai sejak mahasiswa, hingga, ketika menjadi guru atau dosen bukan jadi Pendongeng doang.

Gayung bersambut. Mahasiswa pengambil MK Pengantar Antropologi 2008, semester IV dan VI punya nyali, jadilah buku Pengantar Antropologi (LPKPK @ EWA’MCo. Publishing dan Gama Media Jogja, 2008, 258 + viii).

Saya mengguatkan dengan pikiran J. Romen dalam buku klasiknya: Aera Europe. Tesisnya; kemajuan dilecut oleh penyimpangan dari pola umum. Nah, mahasiswa menulis Buku Ajar-nya tentu penyimpangan he he.

KATA PENGANTAR

PADA awal kuliah Pengantar Antropologi, Ersis Warmansyah Abbas, dosen pengampu mata kuliah tersebut, mengagetkan kami. EWA —begitu dia kami sapa— mewajibkan setiap mahasiswa memiliki buku Pengantar Ilmu Antropologi karangan Koentjaraningrat. Caranya unik dan sedikit ‘seram’, siapa yang tidak punya uang, dibelikan. Beberapa teman menikmati fasilitas tersebut. Mendapatkan buku secara gratis.
 
Pada kuliah kedua, setelah setiap mahasiswa memiliki buku tersebut, diwajibkan membacanya dan mengomentari tulisan EWA di www.webersis.com yang ditulisnya sesuai materi pada tiap perkuliahan. Kami ‘dihajarnya’ berinternet.
 
Banyak teman-teman yang keteter. Kuliah gabungan antara perkuliahan tradisional —EWA mengistilahkan ala zaman purba— digabung dengan e-learning. Harap maklum, peserta kebanyakan baru pada semester IV. Kaget, dan banyak yang mengerutu. EWA nampaknya tidak peduli.
 
Pada kuliah ke lima, EWA membuat ‘masalah’ lagi. Dengan gayanya yang keluar pakem, satu sesi kuliah diisinya dengan topik ‘Kebudayaan dan Peradaban’. Kami dihentaknya, manusia prasejarah, manusia purba, punya satu ciri khas, tidak mampu menulis, tidak meninggalkan tulisan. Katanya: “Kalian mau jadi manusia prasejarah, manusia purba, atau manusia historis, manusia moderen?”.
 
Tentu saja kami tidak mau digolongkan manusia prasejarah yang tidak mampu menulis. Gilanya pula, mana buktinya? Lalu, dia mewakafkan uang Rp.500 ribu. “Kalau tidak mau jadi manusia prasejarah, beli buku saya, Menulis Sangat Mudah”, katanya enteng. “Kekurangannya, tambah sendiri”.
 
Pada kuliah ketujuh lain lagi ceritanya. Setiap orang diwajibkan punya blog. Lalu, tugas dibagi. Setiap orang menulis bagian tertentu berdasarkan bacaan dan pemahaman dari buku Pengantar Ilmu Antropologi  karangan Koentjaraningrat dan buku pendukung lainnya. Atau, boleh memilih, bagian mana saja dari kebudayaan Banjar. Setelah tulisan diposting di blog masing-masing dan juga pada blog EWA, ‘ajakan’ berikutnya lebih mengagetkan.
 
“Saatnya kalian membuktikan diri sebagai bukan manusia prasejarah. Saya pegang kata-kata kalian, tidak mau menjadi manusia purba, manusia prasejarah. Berani apa tidak menjadikan tulisan kalian menjadi ‘Buku Ajar Ala Mahasisawa?”. EWA sungguh antik orangnya.
 
Kami membentuk tim. Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti dipercaya teman-teman menyelesaikan ‘mission imposible’ ini menjadi ‘possible’. Apa boleh buat, di ruang kerja EWA, tiap minggu kami diajari aplikasi PageMaker; mengedit dan menyeting. Menyebalkan sekaligus mengasyikkan.
 
Kami baru tahu, begitu rumitnya membuat buku. Teringat kata-kata EWA di ruang kuliah: “Itulah mengapa banyak sarjana, ya guru, ya dosen, susah menulis buku. Saya mau membantu kalian, supaya apabila nanti jadi guru atau dosen, tidak ‘malu’ menulis. Malu, kalau sarjana, magister, apalagi doktor yang profesor, kalau tidak menulis satu pun buku sampai mati. Menulis yang diomongin tiap kuliah. Kacien deh loe”.
 
Kami tahu, EWA bukan bermaksud memaki, tetapi memotivasi. Ketika terbentur biaya, EWA mengatakan: “Kalian kumpulkan semampunya. Kekurangannya saya genapi”. Lebih menantang, EWA mengusahakan ‘jaringannya’ untuk mencari tambahan biaya prosesing dan pencetakan. Kami hanya mampu mengumpulan uang Rp.2,5 juta. Biaya dari awal sampai pencetakan 1000 eksemplar hampir Rp.20 juta.
 
Kami akui, buku ini bukanlah buku ajar ilmiah. Ini buku mahasiswa yang baru belajar pengantar Antropologi. Selain semangat, jujur saja, kami sangat kekurangan. Namun, Allah SWT selalu melapangkan jalan.
 
Kami agak menyesali EWA tidak mau mengedit tulisan-tulisan kami. Katanya: “Namanya saja belajar. Kalau keliru jadikan pelajaran. Biarlah tulisan kalian sebagaimana adanya. Kalau menciplak, akan ketahuan. Tulisan tidak berdusta”.
 
Lebih sadis, EWA tidak bersedia memberi kata pengantar. “Saya belum menulis buku Antropologi. Buku Bab-Bab Antropologi itu kan sebagai penyunting. Penulisnya Prof. Fudiat Suryadikara. Jangan jerumuskan saya”, katanya.
 
Oleh sebab itu, kami mohon maaf dan mohon dimaklumi, atas kesalahan-kesalahan pada buku ini. Kami tengah belajar. Kami menulis, dan akan terus belajar menulis. Inilah karya mahasiswa pengambil MK Pengantar Antropologi semester genap 2008. Karya yang jauh dari sempurna.
 
Kepada semua pihak yang membantu, diucapkan terima kasih.
 
Banjarmasin, 17 Agustus 2008
 
Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti

  1. 55 Responses to “Buku Mahasiswa”

  2. By budimeeong on Sep 28, 2008 | Reply

    Horrreeee pertamax…..hehe
    Selamat aja buat *anak buah* mahasiswa pa ewa yang udah bikin buku,,buku bahan ajar kuliah lagi…ga main-main tuh…apalagi melibatkan pasukan semester IV dan VI..mantep…mantep…

    ***Selamat, dan palai bensin biasa aja he he

  3. By Andy MSE on Sep 28, 2008 | Reply

    Seneng ya bila punya guru seperti EWA, sayangnya saya hanya bisa nulis seadanya. Pernah menulis buku juga misal modul pelatihan. Hehe… Ada dua buku yang saya tulis sejak 10 atau 15 tahun lalu. Sedikit saya ceritakan di blog dengan judul -perempuan yang mempesona-, namun saya terlalu takut untuk mempublikasikan karena utopis… Saya takut dicap miring atau gendheng… Hehe

    ***Yang terakhir ngak perlu Mas … emang kalau miring atau gendheng bisa nulis? Jadi, pasti waras he he kalau sampai menulis buku, dua lagi he he

  4. By Hanik on Sep 28, 2008 | Reply

    Akhirnya… Buku yang ditunggu-tunggu sudah terlihat hasilnya… Hal yang mengejutkan memang, “mahasiswa menulis buku”. Antara percaya dan tidak.

    Dosen yang satu ini ada-ada saja. Tapi, bisa jadi gak akan ditemui pada dosen-dosen lain (bisa juga ada lho…). Bisa jadi ini pengalaman nulis buku satu kelas, “untuk yang pertama dan terakhir”(bisa juga ini yang pertama, yang kedua sedang menanti…;>). Untuk pengalaman berharga ini terimakasih banyak Pak. Moga jejak ini bisa kami tiru. Hehe…

    Moga buku ini bermanfaat deh buat siapa saja yang membacanya… Amin…

    ***Amin, amin.

  5. By Syamsuddin Ideris on Sep 28, 2008 | Reply

    Benar-benar Pak Ewa ini orangnya “antik”, keluar pakem, “sadis”, eksentrik…tapi sangat ahli bagaimana memotivasi orang disekelilingnya.

    Baru pertama kali saya mendengar ada mahasiswa menulis bahan ajar perkuliahannya sendiri. Wah..ini sih bisa dimasukin rekor MURI, atau bahkan Guiness Book kali ya?

    Selamat Pak Ewa atas keberhasilannya membawa mahasiswa dari manusia purba/prasejarah ke manusia modern.

    ***Ha ha manusia purakala nich ye … (kalau ngak nulis)

  6. By Siti Fatimah Ahmad on Sep 28, 2008 | Reply

    TAHNIAH buat Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti dan teman mahasiswa yang berkongsi ilmu melalui buku PENGANTAR ANTROPOLOGI. Satu usaha yang sangat baik. Harapan saya, semoga Hanik dan teman lainnya akan menambah koleksi buku dipasaran bagi mencerahkan pemikiran manusia tentang suatu ilmu yang boleh memberimanfaat untuk dunia dan akhirat. Saya rasa amat cemburu sekali. Tulisan saya hanya setakat untuk prosiding dan jurnal sahaja. Buku anda boleh disebarkan buat khalayak umum.

    Menurut Davey John Schwartz : Apabila anda yakin sesuatu itu tidak mungkin, maka fikiran anda memberi bukti mengapa itu tidak mungkin. Akan tetapi kalau anda percaya dan betul-betul yakin sesuatu itu mungkin dan boleh dilaksanakan, maka fikiran anda membantu anda mendapatkan cara-cara melaksanakannya.

    Anda beruntung mempunyai guru yang begitu perihatin terhadap kejayaan masa depan pelajarnya. Guru seperti ERSIS WARMANSYAH ABBAS inilah yang sukar dicari. Boleh dikira dengan jari dan boleh ditemui hanya dalam sebahagian tempat akan kewujudan guru seperti ini. Kita tidak tahu apakah kita mampu menjadi guru sepertinya atau sehebat dia. Harapan ; agar ilmu, jiwa dan misi hebat beliau dalam dunia keguruan akan meresap ke jiwa dan nubari kita.

    Ingatlah ! Guru amat bermakna buat kita. WALAUPUN SIAPA DIA, kita hendaklah menerima ia seadanya. Menurut seorang yang BUDIMAN “Jangan diringankan pergaulan dengan guru, walaupun guru memberi hati. Jangan cepat melintas di hadapannya, walaupun dia yang menghulurkan tangan. Meskipun telah pandai dan terang otak. Jangan cuba membelakangi guru. Sebab, dengan sikap yang tidak hormat itu, hilanglah MARTABAT ILMU.

    SELAMAT HARI RAYA dari saya di Sarawak.

    ***Selamat mahasiswa, dan mBak Siti … wow dapat apresiasi tu

  7. By Septha on Sep 28, 2008 | Reply

    Alhamdulillah, Akhirnya lahir juga buku yang di tunggu-tunggu oleh sebagian besar mahasiswa Indonesia. Hehe.

  8. By Tria on Sep 28, 2008 | Reply

    Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Keren Euy ada nama ulun di Bukunya. Ngomong-ngomong kapan nich pak bisa kami nikmati buku itu?

  9. By marshmallow on Sep 28, 2008 | Reply

    waduh, terharu!
    sumpah!
    speechless saya.

    ***He he bisa aja; giman kabar Ausi?

  10. By kuncaraningrat on Sep 28, 2008 | Reply

    Bahari baulah buku pakai mesin ketik ajalah (Memahami sejarah), lalu pakai fotocopy di wadah arab kayu tangi, syaharudin tukang ketik di komputer pakai Ami Pro (kumpulan antropologi tulisan pak Fudiat (alm),pakai lem kastol aja bahari tuh, sekarang pakai apa lah kada tahu ulun nah …
    Mhs Sejarah tahun 1990-an

    ***Sekarang modern dong, pakai percetakan profesional … ngengsi dong kita kan susah zaman TIK, ngak mau lagi era primitif he he

  11. By Hejis on Sep 28, 2008 | Reply

    Saya jadi terheran2, koq bisa ya mahasiswa nulis untuk matakuliahnya sendiri. Saya jadi tertegun dan kagum sekaligus bangga (lha wong saya sepuluh tahun lalu ngajar di tempat mahasiswa2 itu menulis buku, tapi bersebelahan pintu). Dengan tulus saya sampaikan selamat ya, jangan berhenti sampai di situ. Oya, salam saya untuk penghuni FKIP Unlam. Proficiat! Titip rindu dari Malang…

    ***Ngak usah heran Bos … asal mahasiswa ngak niru dosen yang ngak mampu nulis kan beres; paling-paling dimarahi oleh dosen yang ngak nulis he he. Soal gen, DNA kali ya. Salam.

  12. By Hejis on Sep 28, 2008 | Reply

    ups lupa, ketinggalan. Salam buat EWA yang telah berhasil menuai tanaman baca-tulis.

    ***Ha … jangan ketinggalan, kacien kite dong.

  13. By gus on Sep 28, 2008 | Reply

    seandainya Pak Ewa di daerah Jateng. pasti saya akan nyantri untuk belajar ngilmu nulis…

  14. By genthokelir on Sep 28, 2008 | Reply

    wah benar sekali yang ada dalam kata pengatar yang disampaikan Wak Ersis bahwa manusia prasejarah tidak bisa menulis hehehe dan saya kemarin masih manusia purba dan setelah mulai belajar disini saya mulai meninggalkan jaman batu heheheh
    salam Hormat dari Gunungkelir

  15. By mathematicse on Sep 29, 2008 | Reply

    Waaaaaaaah bisa dicontoh nih… :D

  16. By sawali tuhusetya on Sep 29, 2008 | Reply

    pertama, saya ingin selamat atas terbitnya buku para mahasiswa pak ersis. berkat bimbingan pak ersis, para intelektual muda itu jadi terpacu semangatnya untuk menulis.
    kedua, saya mohon maaf terhadap semua kesalahan yang saya lakukan, baik komentar maupun dalam memberikan respon terhadap komentar pak ersis di blog saya yang mungkin kurang berkenan. di hari yang fitri ini semoga Allah bener-bener berkenan mengembalikan kita semua kepada fitrah-Nya.
    ketiga, salam sejahtera buat semua keluarga bapak di banjarbaru.

  17. By Akhmad fauji on Sep 29, 2008 | Reply

    Udah terbit ya bukunya??
    Sykur deh..Bakalan jadi buku paling bersejarah toh di FKIP Unlam,slx buku ajar yg pertama kali dibuat oleh mahasiswa sepanjang umur unlam.

    Akhirnya tercapai semboyan anak2 sejarah 05 yg tertera di jaket angkatan yaitu”WE MAKE A HISTORY NOT BE A HISTORY”.

  18. By eNPe on Sep 29, 2008 | Reply

    selamat utk mhs Unlam yang telah menulis buku ajar. Jadi para dosen semakin terpacu menulis buku donk, kan gak mgk ngajar pake tulisan mhs-nya.
    btw, Selamat Hari Raya Idul Fitri, pak
    Ita mohon maaf lahir n bathin jika ada salah2 kata selama ngblog :)

  19. By deni on Sep 29, 2008 | Reply

    wah… wah… hebat euy..
    saya yang dosen aja males bikin buku ajar. he5x (jangan ditiru)..

    oh iya buat temen2 yang doyan berbisnis online, saya mau kasi tips nih cara membuat ebook dan menjual di dunia maya..
    klik saja http://www.e-buk.tk

    cocok juga kalo mau jadi penulis

    salam,
    deni (kotak-edukati@yahoo.co.id)

  20. By genthokelir on Sep 30, 2008 | Reply

    Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
    tak lupa pula memohon doa

    Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

  21. By cinker on Sep 30, 2008 | Reply

    bisa di download gratis ngak…….:)

    selamat bukunya selesai juga

  22. By suhadinet on Sep 30, 2008 | Reply

    Selamat buat Septha dan kawan-kawan.
    Salut buat pak ersis deh.

  23. By norjik on Sep 30, 2008 | Reply

    Mampir silaturahmi Pak, sekaligus mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H

  24. By subakhi on Sep 30, 2008 | Reply

    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H,
    Mohon Maaf lahir & Batin

  25. By Asmia Ulfah on Sep 30, 2008 | Reply

    Allhamdulillah sudah kelar….jadi bangga juga nih pa…walaupun cuma numpang..hehe
    ngomong-ngomong, ntar mahasiswa yang ikut nulis tersebut dapat bukunya ga pa…? *gratiszzzzzz*

  26. By Willy Ediyanto on Sep 30, 2008 | Reply

    Malam lebaran
    malam lebaran, takbir berkumandang dari pengeras suara masjid yang memekakkan telingga
    bunyi petasan yang dibakar anak-anak dan remaja mengejutkan jantung
    ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan aneka makanan untuk esoknya
    orang-orang hilir mudik mencari segala keperluan yang tidak biasa
    lebaran jadi ajang foya-foya,
    bukan untuk refleksi perjalanan hidup
    Esok umat Islam shalat id di masjid-masjid,
    di langgar-langgar, atau di lapangan
    tersenyum
    ada yang tulus
    ada yang sekadar basa-basi.

    Di hari fitri ini
    tak ada kata berpanjang lebar yang mampu mewakili
    ucapan selamat Idul Fitri
    Maaf lahir dan batin
    Mungkin di dunia maya pun
    khilaf lebih sering terjadi

  27. By Willy Ediyanto on Sep 30, 2008 | Reply

    Wah, saya jadi ingin kuliah lagi
    Dan tentunya dosennya Bang EWA.

  28. By aminhers on Oct 1, 2008 | Reply

    mohon maaf lahir dan bathin jika ada salah ucap dalam tulisan2 saya.

  29. By Alwi on Oct 1, 2008 | Reply

    Assalamualaikum wbt
    Udah lama saya tak ziarah ke sini, Pak Ersis apa khabar ? Harap-harap semuanya sucses..
    Emm dihari yang mulia ini saya mengambil kesempatan mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir dan Batin buat Pak Ersis sekeluarga dan rakan-rakan yang lain, semoga Aidilfitri kali ini dirai dengan penuh rasa syukur dan keinsafan…

    Ikhlas Dari :
    Kalam Abu Musaddad
    http://ibnismail.wordpress.com

  30. By edratna on Oct 2, 2008 | Reply

    Wah, bapak EWA memang hebat, sangat mendorong para mahasiswanya…dan mahasiswa yang memahami sangat beruntung mempunyai dosen seperti EWA. Mungkin awalnya keteteran, tapi coba beberapa saat lagi akan terasa manfaatnya.

  31. By mathematicse on Oct 3, 2008 | Reply

    Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1429 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum taqabbal ya karim. Minal ‘aidin walfaizdin. Mohon maaf lahir dan bathin.

  32. By M Fahmi Aulia on Oct 3, 2008 | Reply

    dosen seharusnya memang memotivasi mahasiswanya untuk bisa lebih cerdas :-)

    yaaa…mahasiswanya ‘dieksploitasi’ dikit2 bolehlah ;-)

  33. By Fida Abbott on Oct 3, 2008 | Reply

    Halo Mas Ersis, Met Idul Fitri, maaf lahir bathin ya.

  34. By BlogSigit on Oct 3, 2008 | Reply

    Selamat Idul Fitri 1429 H
    Mohon Ma’af Lahir dan Batin

  35. By syaharuddin on Oct 4, 2008 | Reply

    selamat kepada Sdr. Septa dkk atas terbitnya bukunya. Saya ikut mendukung dan mensupport semangat kalian. Semoga ini bukan buku pertama dan terakhir, tetapi awal untuk buku ke 2,ke 3 dst….amin

  36. By ella LPMP on Oct 4, 2008 | Reply

    Saya ucapkan selamat kepada Sdr. Septa dkk atas terbitnya bukunya.Saya jadi termotivasi juga,masa kalah dengan mahasiswa

  37. By fefen on Oct 4, 2008 | Reply

    Selamat Idul Fitri 1429 H
    Mohon Ma’af Lahir dan Batin pak
    maafkan semua kesalahan baik yang kecil maupun yang paling buesarrrr

  38. By Rindu on Oct 5, 2008 | Reply

    Kang … maafkan segala kesalahan saya di Ied yang Fitri ini, semoga ALLAH memfitrikan kita semua yah :)

  39. By helmi hakim on Oct 5, 2008 | Reply

    kapan lonching bukunya pak…..

  40. By Ismawardah on Oct 6, 2008 | Reply

    Saya sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNLAM sangat bangga pada teman-teman yang menulis buku tersebut dan saya salut sama Pak Ewa, karena dapat membimbing teman-teman mahasiswa Sejarah FKIP UNLAM dalam menulis buku”Pengantar Antropologi”.

  41. By Linda A. on Oct 6, 2008 | Reply

    SELAMAT BUAT SEMUANYA….karna bukunya sudah jadi..

  42. By Santy Dwi P. on Oct 6, 2008 | Reply

    Finally, bukunya jadi jg… semoga dengan menulis buku pengantar antropologi ini mahasiswa semakin termotivasi lagi untuk terus menulis, Amin

  43. By Erina Marsiana on Oct 7, 2008 | Reply

    Betul banget towh koment dari Bang Uji… akhirnya terwujud juga semboyan dari angkatan 05 “We Make A History Not Be A History” yang kebetulan ngambil mata kuliah pengantar Antopologi atas rampung nya dalam pembuatan buku ajar pengantar antropologi.

  44. By SHALEH on Oct 7, 2008 | Reply

    Wahhh
    enaknya bisa bikin buku
    dulu juga pernah waktu di ajar sama Pak Sainul
    tapi bikin buku sastra
    selamat aja dech

  45. By toni on Oct 8, 2008 | Reply

    yaaap…akhirnya semuanya selesai.ada hasilnya,,makasih banyak pak…

  46. By KAMSINAH on Oct 8, 2008 | Reply

    Senang banget akhirnya yang ditunggu-tunggu selesai juga,semoga dengan adanya buku pengantar antropologi ini mahasiswa akan lebih termotivasi untuk membikin buku dan menulis dan ini menjadi awal yang baik untuk kita semua mahasiswa FKIP pend.sejarah.

  47. By haryani on Oct 8, 2008 | Reply

    gak berbobot,ga apa-apa yang penting loncing ajah,hee

  48. By Hamidah ulfah on Oct 8, 2008 | Reply

    Alhamdulillah akhirnya buku karya mahasiswa UNLAM terbit juga,semoga dengan terbit nya buku ini mahasiswa dari prodi lain juga termotivasi,dan khususnya juga bagi mahasiswa FKIP UNLAM prodi sejarah agar tidak berhenti menulis sampai disini saja.

  49. By Haris Zaky Mubarak on Oct 8, 2008 | Reply

    selamat……….walau gak terlalu komersil nama nama penulisnya

  50. By Helma novieanty on Oct 12, 2008 | Reply

    selamat……dan sukses,,semoga yang akan datang lebih baik.

    ***Doa yang sama.

  51. By Mini Febrianti on Oct 13, 2008 | Reply

    Akhirnya selesai juga. Mudah-mudahan buku yang selanjutnya akan lebih baik lagi khususnya bagi mahasiswa untuk menulis lebih baik lagi.

  52. By ni luh on Oct 14, 2008 | Reply

    Akhirnya buku ajar pengantar antropologi ini selesai juga.Ini semua berkat kerjasama dan kekompakan dari tim penulis.

  53. By fksb unisma on Oct 15, 2008 | Reply

    saya suka antropologi lo biar tahu orang banyak….

    ***Sama dong …

  54. By juwita sari on Oct 15, 2008 | Reply

    alhamdulilah bukunya sudah keluar…..

  55. By chairi ramadhan on Oct 15, 2008 | Reply

    terima kasih bapa. . bapa dosen paling top . . dosen terbaru yang mengajak mahasiswanya membuat buku sendiri dan memberanikan diri untuk menulis. .

  56. By Ganjar Muttaqin on Oct 16, 2008 | Reply

    Alhamdulillah kelar juga buku, semoga menjadi inspirasi bagi orang banyak serta bermanfaat bagi khalayak umum.

Post a Comment