Buku Mahasiswa
28 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |
Mahasiswa menulis buku ajar? Meragukan memang. Saya yang dosen saja tidak menulis (semua) buku bahan ajar kuliah. Saya pernah bilang: Tolonglah dosenmu yang malang ini. Hari-hari, bertahun-tahun memberi kuliah, tidak menulis buku yang ‘diajarkan’. Paling hebat ‘menyuarakan’ buku orang lain. Mana belagak manusia paling hebat di ruang kuliah. Kalian menulislah mulai sejak mahasiswa, hingga, ketika menjadi guru atau dosen bukan jadi Pendongeng doang.
Gayung bersambut. Mahasiswa pengambil MK Pengantar Antropologi 2008, semester IV dan VI punya nyali, jadilah buku Pengantar Antropologi (LPKPK @ EWA’MCo. Publishing dan Gama Media Jogja, 2008, 258 + viii).
Saya mengguatkan dengan pikiran J. Romen dalam buku klasiknya: Aera Europe. Tesisnya; kemajuan dilecut oleh penyimpangan dari pola umum. Nah, mahasiswa menulis Buku Ajar-nya tentu penyimpangan he he.
KATA PENGANTAR
PADA awal kuliah Pengantar Antropologi, Ersis Warmansyah Abbas, dosen pengampu mata kuliah tersebut, mengagetkan kami. EWA —begitu dia kami sapa— mewajibkan setiap mahasiswa memiliki buku Pengantar Ilmu Antropologi karangan Koentjaraningrat. Caranya unik dan sedikit ‘seram’, siapa yang tidak punya uang, dibelikan. Beberapa teman menikmati fasilitas tersebut. Mendapatkan buku secara gratis.
Pada kuliah kedua, setelah setiap mahasiswa memiliki buku tersebut, diwajibkan membacanya dan mengomentari tulisan EWA di www.webersis.com yang ditulisnya sesuai materi pada tiap perkuliahan. Kami ‘dihajarnya’ berinternet.
Banyak teman-teman yang keteter. Kuliah gabungan antara perkuliahan tradisional —EWA mengistilahkan ala zaman purba— digabung dengan e-learning. Harap maklum, peserta kebanyakan baru pada semester IV. Kaget, dan banyak yang mengerutu. EWA nampaknya tidak peduli.
Pada kuliah ke lima, EWA membuat ‘masalah’ lagi. Dengan gayanya yang keluar pakem, satu sesi kuliah diisinya dengan topik ‘Kebudayaan dan Peradaban’. Kami dihentaknya, manusia prasejarah, manusia purba, punya satu ciri khas, tidak mampu menulis, tidak meninggalkan tulisan. Katanya: “Kalian mau jadi manusia prasejarah, manusia purba, atau manusia historis, manusia moderen?”.
Tentu saja kami tidak mau digolongkan manusia prasejarah yang tidak mampu menulis. Gilanya pula, mana buktinya? Lalu, dia mewakafkan uang Rp.500 ribu. “Kalau tidak mau jadi manusia prasejarah, beli buku saya, Menulis Sangat Mudah”, katanya enteng. “Kekurangannya, tambah sendiri”.
Pada kuliah ketujuh lain lagi ceritanya. Setiap orang diwajibkan punya blog. Lalu, tugas dibagi. Setiap orang menulis bagian tertentu berdasarkan bacaan dan pemahaman dari buku Pengantar Ilmu Antropologi karangan Koentjaraningrat dan buku pendukung lainnya. Atau, boleh memilih, bagian mana saja dari kebudayaan Banjar. Setelah tulisan diposting di blog masing-masing dan juga pada blog EWA, ‘ajakan’ berikutnya lebih mengagetkan.
“Saatnya kalian membuktikan diri sebagai bukan manusia prasejarah. Saya pegang kata-kata kalian, tidak mau menjadi manusia purba, manusia prasejarah. Berani apa tidak menjadikan tulisan kalian menjadi ‘Buku Ajar Ala Mahasisawa?”. EWA sungguh antik orangnya.
Kami membentuk tim. Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti dipercaya teman-teman menyelesaikan ‘mission imposible’ ini menjadi ‘possible’. Apa boleh buat, di ruang kerja EWA, tiap minggu kami diajari aplikasi PageMaker; mengedit dan menyeting. Menyebalkan sekaligus mengasyikkan.
Kami baru tahu, begitu rumitnya membuat buku. Teringat kata-kata EWA di ruang kuliah: “Itulah mengapa banyak sarjana, ya guru, ya dosen, susah menulis buku. Saya mau membantu kalian, supaya apabila nanti jadi guru atau dosen, tidak ‘malu’ menulis. Malu, kalau sarjana, magister, apalagi doktor yang profesor, kalau tidak menulis satu pun buku sampai mati. Menulis yang diomongin tiap kuliah. Kacien deh loe”.
Kami tahu, EWA bukan bermaksud memaki, tetapi memotivasi. Ketika terbentur biaya, EWA mengatakan: “Kalian kumpulkan semampunya. Kekurangannya saya genapi”. Lebih menantang, EWA mengusahakan ‘jaringannya’ untuk mencari tambahan biaya prosesing dan pencetakan. Kami hanya mampu mengumpulan uang Rp.2,5 juta. Biaya dari awal sampai pencetakan 1000 eksemplar hampir Rp.20 juta.
Kami akui, buku ini bukanlah buku ajar ilmiah. Ini buku mahasiswa yang baru belajar pengantar Antropologi. Selain semangat, jujur saja, kami sangat kekurangan. Namun, Allah SWT selalu melapangkan jalan.
Kami agak menyesali EWA tidak mau mengedit tulisan-tulisan kami. Katanya: “Namanya saja belajar. Kalau keliru jadikan pelajaran. Biarlah tulisan kalian sebagaimana adanya. Kalau menciplak, akan ketahuan. Tulisan tidak berdusta”.
Lebih sadis, EWA tidak bersedia memberi kata pengantar. “Saya belum menulis buku Antropologi. Buku Bab-Bab Antropologi itu kan sebagai penyunting. Penulisnya Prof. Fudiat Suryadikara. Jangan jerumuskan saya”, katanya.
Oleh sebab itu, kami mohon maaf dan mohon dimaklumi, atas kesalahan-kesalahan pada buku ini. Kami tengah belajar. Kami menulis, dan akan terus belajar menulis. Inilah karya mahasiswa pengambil MK Pengantar Antropologi semester genap 2008. Karya yang jauh dari sempurna.
Kepada semua pihak yang membantu, diucapkan terima kasih.
Banjarmasin, 17 Agustus 2008
Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti













55 Responses to “Buku Mahasiswa”
By budimeeong on Sep 28, 2008 | Reply
Horrreeee pertamax…..hehe
Selamat aja buat *anak buah* mahasiswa pa ewa yang udah bikin buku,,buku bahan ajar kuliah lagi…ga main-main tuh…apalagi melibatkan pasukan semester IV dan VI..mantep…mantep…
***Selamat, dan palai bensin biasa aja he he
By Andy MSE on Sep 28, 2008 | Reply
Seneng ya bila punya guru seperti EWA, sayangnya saya hanya bisa nulis seadanya. Pernah menulis buku juga misal modul pelatihan. Hehe… Ada dua buku yang saya tulis sejak 10 atau 15 tahun lalu. Sedikit saya ceritakan di blog dengan judul -perempuan yang mempesona-, namun saya terlalu takut untuk mempublikasikan karena utopis… Saya takut dicap miring atau gendheng… Hehe
***Yang terakhir ngak perlu Mas … emang kalau miring atau gendheng bisa nulis? Jadi, pasti waras he he kalau sampai menulis buku, dua lagi he he
By Hanik on Sep 28, 2008 | Reply
Akhirnya… Buku yang ditunggu-tunggu sudah terlihat hasilnya… Hal yang mengejutkan memang, “mahasiswa menulis buku”. Antara percaya dan tidak.
Dosen yang satu ini ada-ada saja. Tapi, bisa jadi gak akan ditemui pada dosen-dosen lain (bisa juga ada lho…). Bisa jadi ini pengalaman nulis buku satu kelas, “untuk yang pertama dan terakhir”(bisa juga ini yang pertama, yang kedua sedang menanti…;>). Untuk pengalaman berharga ini terimakasih banyak Pak. Moga jejak ini bisa kami tiru. Hehe…
Moga buku ini bermanfaat deh buat siapa saja yang membacanya… Amin…
***Amin, amin.
By Syamsuddin Ideris on Sep 28, 2008 | Reply
Benar-benar Pak Ewa ini orangnya “antik”, keluar pakem, “sadis”, eksentrik…tapi sangat ahli bagaimana memotivasi orang disekelilingnya.
Baru pertama kali saya mendengar ada mahasiswa menulis bahan ajar perkuliahannya sendiri. Wah..ini sih bisa dimasukin rekor MURI, atau bahkan Guiness Book kali ya?
Selamat Pak Ewa atas keberhasilannya membawa mahasiswa dari manusia purba/prasejarah ke manusia modern.
***Ha ha manusia purakala nich ye … (kalau ngak nulis)
By Siti Fatimah Ahmad on Sep 28, 2008 | Reply
TAHNIAH buat Hanik Puspitasari, Septha Yudha Herliandita, Toni February, Tria Sakti Lianti dan teman mahasiswa yang berkongsi ilmu melalui buku PENGANTAR ANTROPOLOGI. Satu usaha yang sangat baik. Harapan saya, semoga Hanik dan teman lainnya akan menambah koleksi buku dipasaran bagi mencerahkan pemikiran manusia tentang suatu ilmu yang boleh memberimanfaat untuk dunia dan akhirat. Saya rasa amat cemburu sekali. Tulisan saya hanya setakat untuk prosiding dan jurnal sahaja. Buku anda boleh disebarkan buat khalayak umum.
Menurut Davey John Schwartz : Apabila anda yakin sesuatu itu tidak mungkin, maka fikiran anda memberi bukti mengapa itu tidak mungkin. Akan tetapi kalau anda percaya dan betul-betul yakin sesuatu itu mungkin dan boleh dilaksanakan, maka fikiran anda membantu anda mendapatkan cara-cara melaksanakannya.
Anda beruntung mempunyai guru yang begitu perihatin terhadap kejayaan masa depan pelajarnya. Guru seperti ERSIS WARMANSYAH ABBAS inilah yang sukar dicari. Boleh dikira dengan jari dan boleh ditemui hanya dalam sebahagian tempat akan kewujudan guru seperti ini. Kita tidak tahu apakah kita mampu menjadi guru sepertinya atau sehebat dia. Harapan ; agar ilmu, jiwa dan misi hebat beliau dalam dunia keguruan akan meresap ke jiwa dan nubari kita.
Ingatlah ! Guru amat bermakna buat kita. WALAUPUN SIAPA DIA, kita hendaklah menerima ia seadanya. Menurut seorang yang BUDIMAN “Jangan diringankan pergaulan dengan guru, walaupun guru memberi hati. Jangan cepat melintas di hadapannya, walaupun dia yang menghulurkan tangan. Meskipun telah pandai dan terang otak. Jangan cuba membelakangi guru. Sebab, dengan sikap yang tidak hormat itu, hilanglah MARTABAT ILMU.
SELAMAT HARI RAYA dari saya di Sarawak.
***Selamat mahasiswa, dan mBak Siti … wow dapat apresiasi tu
By Septha on Sep 28, 2008 | Reply
Alhamdulillah, Akhirnya lahir juga buku yang di tunggu-tunggu oleh sebagian besar mahasiswa Indonesia. Hehe.
By Tria on Sep 28, 2008 | Reply
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Keren Euy ada nama ulun di Bukunya. Ngomong-ngomong kapan nich pak bisa kami nikmati buku itu?
By marshmallow on Sep 28, 2008 | Reply
waduh, terharu!
sumpah!
speechless saya.
***He he bisa aja; giman kabar Ausi?
By kuncaraningrat on Sep 28, 2008 | Reply
Bahari baulah buku pakai mesin ketik ajalah (Memahami sejarah), lalu pakai fotocopy di wadah arab kayu tangi, syaharudin tukang ketik di komputer pakai Ami Pro (kumpulan antropologi tulisan pak Fudiat (alm),pakai lem kastol aja bahari tuh, sekarang pakai apa lah kada tahu ulun nah …
Mhs Sejarah tahun 1990-an
***Sekarang modern dong, pakai percetakan profesional … ngengsi dong kita kan susah zaman TIK, ngak mau lagi era primitif he he
By Hejis on Sep 28, 2008 | Reply
Saya jadi terheran2, koq bisa ya mahasiswa nulis untuk matakuliahnya sendiri. Saya jadi tertegun dan kagum sekaligus bangga (lha wong saya sepuluh tahun lalu ngajar di tempat mahasiswa2 itu menulis buku, tapi bersebelahan pintu). Dengan tulus saya sampaikan selamat ya, jangan berhenti sampai di situ. Oya, salam saya untuk penghuni FKIP Unlam. Proficiat! Titip rindu dari Malang…
***Ngak usah heran Bos … asal mahasiswa ngak niru dosen yang ngak mampu nulis kan beres; paling-paling dimarahi oleh dosen yang ngak nulis he he. Soal gen, DNA kali ya. Salam.
By Hejis on Sep 28, 2008 | Reply
ups lupa, ketinggalan. Salam buat EWA yang telah berhasil menuai tanaman baca-tulis.
***Ha … jangan ketinggalan, kacien kite dong.
By gus on Sep 28, 2008 | Reply
seandainya Pak Ewa di daerah Jateng. pasti saya akan nyantri untuk belajar ngilmu nulis…
By genthokelir on Sep 28, 2008 | Reply
wah benar sekali yang ada dalam kata pengatar yang disampaikan Wak Ersis bahwa manusia prasejarah tidak bisa menulis hehehe dan saya kemarin masih manusia purba dan setelah mulai belajar disini saya mulai meninggalkan jaman batu heheheh
salam Hormat dari Gunungkelir
By mathematicse on Sep 29, 2008 | Reply
Waaaaaaaah bisa dicontoh nih…
By sawali tuhusetya on Sep 29, 2008 | Reply
pertama, saya ingin selamat atas terbitnya buku para mahasiswa pak ersis. berkat bimbingan pak ersis, para intelektual muda itu jadi terpacu semangatnya untuk menulis.
kedua, saya mohon maaf terhadap semua kesalahan yang saya lakukan, baik komentar maupun dalam memberikan respon terhadap komentar pak ersis di blog saya yang mungkin kurang berkenan. di hari yang fitri ini semoga Allah bener-bener berkenan mengembalikan kita semua kepada fitrah-Nya.
ketiga, salam sejahtera buat semua keluarga bapak di banjarbaru.
By Akhmad fauji on Sep 29, 2008 | Reply
Udah terbit ya bukunya??
Sykur deh..Bakalan jadi buku paling bersejarah toh di FKIP Unlam,slx buku ajar yg pertama kali dibuat oleh mahasiswa sepanjang umur unlam.
Akhirnya tercapai semboyan anak2 sejarah 05 yg tertera di jaket angkatan yaitu”WE MAKE A HISTORY NOT BE A HISTORY”.
By eNPe on Sep 29, 2008 | Reply
selamat utk mhs Unlam yang telah menulis buku ajar. Jadi para dosen semakin terpacu menulis buku donk, kan gak mgk ngajar pake tulisan mhs-nya.
btw, Selamat Hari Raya Idul Fitri, pak
Ita mohon maaf lahir n bathin jika ada salah2 kata selama ngblog
By deni on Sep 29, 2008 | Reply
wah… wah… hebat euy..
saya yang dosen aja males bikin buku ajar. he5x (jangan ditiru)..
oh iya buat temen2 yang doyan berbisnis online, saya mau kasi tips nih cara membuat ebook dan menjual di dunia maya..
klik saja http://www.e-buk.tk
cocok juga kalo mau jadi penulis
salam,
deni (kotak-edukati@yahoo.co.id)
By genthokelir on Sep 30, 2008 | Reply
Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
tak lupa pula memohon doa
Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri
By cinker on Sep 30, 2008 | Reply
bisa di download gratis ngak…….:)
selamat bukunya selesai juga
By suhadinet on Sep 30, 2008 | Reply
Selamat buat Septha dan kawan-kawan.
Salut buat pak ersis deh.
By norjik on Sep 30, 2008 | Reply
Mampir silaturahmi Pak, sekaligus mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Selamat hari raya Idul Fitri 1429H
By subakhi on Sep 30, 2008 | Reply
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H,
Mohon Maaf lahir & Batin
By Asmia Ulfah on Sep 30, 2008 | Reply
Allhamdulillah sudah kelar….jadi bangga juga nih pa…walaupun cuma numpang..hehe
ngomong-ngomong, ntar mahasiswa yang ikut nulis tersebut dapat bukunya ga pa…? *gratiszzzzzz*
By Willy Ediyanto on Sep 30, 2008 | Reply
Malam lebaran
malam lebaran, takbir berkumandang dari pengeras suara masjid yang memekakkan telingga
bunyi petasan yang dibakar anak-anak dan remaja mengejutkan jantung
ibu-ibu sibuk di dapur menyiapkan aneka makanan untuk esoknya
orang-orang hilir mudik mencari segala keperluan yang tidak biasa
lebaran jadi ajang foya-foya,
bukan untuk refleksi perjalanan hidup
Esok umat Islam shalat id di masjid-masjid,
di langgar-langgar, atau di lapangan
tersenyum
ada yang tulus
ada yang sekadar basa-basi.
Di hari fitri ini
tak ada kata berpanjang lebar yang mampu mewakili
ucapan selamat Idul Fitri
Maaf lahir dan batin
Mungkin di dunia maya pun
khilaf lebih sering terjadi
By Willy Ediyanto on Sep 30, 2008 | Reply
Wah, saya jadi ingin kuliah lagi
Dan tentunya dosennya Bang EWA.
By aminhers on Oct 1, 2008 | Reply
mohon maaf lahir dan bathin jika ada salah ucap dalam tulisan2 saya.
By Alwi on Oct 1, 2008 | Reply
Assalamualaikum wbt
Udah lama saya tak ziarah ke sini, Pak Ersis apa khabar ? Harap-harap semuanya sucses..
Emm dihari yang mulia ini saya mengambil kesempatan mengucapkan Selamat Hari Raya Aidilfitri, Maaf Zahir dan Batin buat Pak Ersis sekeluarga dan rakan-rakan yang lain, semoga Aidilfitri kali ini dirai dengan penuh rasa syukur dan keinsafan…
Ikhlas Dari :
Kalam Abu Musaddad
http://ibnismail.wordpress.com
By edratna on Oct 2, 2008 | Reply
Wah, bapak EWA memang hebat, sangat mendorong para mahasiswanya…dan mahasiswa yang memahami sangat beruntung mempunyai dosen seperti EWA. Mungkin awalnya keteteran, tapi coba beberapa saat lagi akan terasa manfaatnya.
By mathematicse on Oct 3, 2008 | Reply
Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1429 Hijriyah. Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum taqabbal ya karim. Minal ‘aidin walfaizdin. Mohon maaf lahir dan bathin.
By M Fahmi Aulia on Oct 3, 2008 | Reply
dosen seharusnya memang memotivasi mahasiswanya untuk bisa lebih cerdas
yaaa…mahasiswanya ‘dieksploitasi’ dikit2 bolehlah
By Fida Abbott on Oct 3, 2008 | Reply
Halo Mas Ersis, Met Idul Fitri, maaf lahir bathin ya.
By BlogSigit on Oct 3, 2008 | Reply
Selamat Idul Fitri 1429 H
Mohon Ma’af Lahir dan Batin
By syaharuddin on Oct 4, 2008 | Reply
selamat kepada Sdr. Septa dkk atas terbitnya bukunya. Saya ikut mendukung dan mensupport semangat kalian. Semoga ini bukan buku pertama dan terakhir, tetapi awal untuk buku ke 2,ke 3 dst….amin
By ella LPMP on Oct 4, 2008 | Reply
Saya ucapkan selamat kepada Sdr. Septa dkk atas terbitnya bukunya.Saya jadi termotivasi juga,masa kalah dengan mahasiswa
By fefen on Oct 4, 2008 | Reply
Selamat Idul Fitri 1429 H
Mohon Ma’af Lahir dan Batin pak
maafkan semua kesalahan baik yang kecil maupun yang paling buesarrrr
By Rindu on Oct 5, 2008 | Reply
Kang … maafkan segala kesalahan saya di Ied yang Fitri ini, semoga ALLAH memfitrikan kita semua yah
By helmi hakim on Oct 5, 2008 | Reply
kapan lonching bukunya pak…..
By Ismawardah on Oct 6, 2008 | Reply
Saya sebagai mahasiswa Pendidikan Sejarah FKIP UNLAM sangat bangga pada teman-teman yang menulis buku tersebut dan saya salut sama Pak Ewa, karena dapat membimbing teman-teman mahasiswa Sejarah FKIP UNLAM dalam menulis buku”Pengantar Antropologi”.
By Linda A. on Oct 6, 2008 | Reply
SELAMAT BUAT SEMUANYA….karna bukunya sudah jadi..
By Santy Dwi P. on Oct 6, 2008 | Reply
Finally, bukunya jadi jg… semoga dengan menulis buku pengantar antropologi ini mahasiswa semakin termotivasi lagi untuk terus menulis, Amin
By Erina Marsiana on Oct 7, 2008 | Reply
Betul banget towh koment dari Bang Uji… akhirnya terwujud juga semboyan dari angkatan 05 “We Make A History Not Be A History” yang kebetulan ngambil mata kuliah pengantar Antopologi atas rampung nya dalam pembuatan buku ajar pengantar antropologi.
By SHALEH on Oct 7, 2008 | Reply
Wahhh
enaknya bisa bikin buku
dulu juga pernah waktu di ajar sama Pak Sainul
tapi bikin buku sastra
selamat aja dech
By toni on Oct 8, 2008 | Reply
yaaap…akhirnya semuanya selesai.ada hasilnya,,makasih banyak pak…
By KAMSINAH on Oct 8, 2008 | Reply
Senang banget akhirnya yang ditunggu-tunggu selesai juga,semoga dengan adanya buku pengantar antropologi ini mahasiswa akan lebih termotivasi untuk membikin buku dan menulis dan ini menjadi awal yang baik untuk kita semua mahasiswa FKIP pend.sejarah.
By haryani on Oct 8, 2008 | Reply
gak berbobot,ga apa-apa yang penting loncing ajah,hee
By Hamidah ulfah on Oct 8, 2008 | Reply
Alhamdulillah akhirnya buku karya mahasiswa UNLAM terbit juga,semoga dengan terbit nya buku ini mahasiswa dari prodi lain juga termotivasi,dan khususnya juga bagi mahasiswa FKIP UNLAM prodi sejarah agar tidak berhenti menulis sampai disini saja.
By Haris Zaky Mubarak on Oct 8, 2008 | Reply
selamat……….walau gak terlalu komersil nama nama penulisnya
By Helma novieanty on Oct 12, 2008 | Reply
selamat……dan sukses,,semoga yang akan datang lebih baik.
***Doa yang sama.
By Mini Febrianti on Oct 13, 2008 | Reply
Akhirnya selesai juga. Mudah-mudahan buku yang selanjutnya akan lebih baik lagi khususnya bagi mahasiswa untuk menulis lebih baik lagi.
By ni luh on Oct 14, 2008 | Reply
Akhirnya buku ajar pengantar antropologi ini selesai juga.Ini semua berkat kerjasama dan kekompakan dari tim penulis.
By fksb unisma on Oct 15, 2008 | Reply
saya suka antropologi lo biar tahu orang banyak….
***Sama dong …
By juwita sari on Oct 15, 2008 | Reply
alhamdulilah bukunya sudah keluar…..
By chairi ramadhan on Oct 15, 2008 | Reply
terima kasih bapa. . bapa dosen paling top . . dosen terbaru yang mengajak mahasiswanya membuat buku sendiri dan memberanikan diri untuk menulis. .
By Ganjar Muttaqin on Oct 16, 2008 | Reply
Alhamdulillah kelar juga buku, semoga menjadi inspirasi bagi orang banyak serta bermanfaat bagi khalayak umum.