Bosan Menulis

26 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

NYAMANKAN. Bosan, kata itu pastilah pernah terpikirkan, dan pernah ditindaklanjuti dengan mogok melakukan sesuatu yang dibosani. Bosan bermakna, sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau banyak; jemu (KBBI, 1988: 127). Bosan itu menyenangkan lho.

Begini. Amati pekerjaan sesorang. Katakanlah guru. Tiga puluh tahun mengajar, mengajarkan itu-itu saja. Atau DJ yang setiap hari memutar balik piringan agar pengunjung (diskotik) berjingkrat-jingkrak.

Kalau ditanyakan kepada pekerja, amatir atau  profesional, pastilah mengalami saat-saat dimana bosan bergabung. Hanya saja tidak dilayani, tidak dikembangkan hingga menjadi membosankan. Bosan adalah bagian dari rutinitas.

Apa sih asyiknya jadi pilot pesawat terbang (komersial) yang hari-hari menerbangkan pesawat Jakarta-Banjarmasin? Bisa bikin bosan, jenuh. Tapi, dapat dipastikan sebagian besar pekerja, tetap hidup dengan pekerjaannya. Bahkan, menikmati. Menjadikannya menyenangkan.

Contoh berikut jangan dibaca oleh mereka yang belum menikah. Ada joke, seorang ibu yang melahirkan anak ketiganya mengeluh, bosan melahirkan. Sakit. Tetapi, begitu lewat hari ke-41, dengan suka cita bergumul lagi dengan suaminya. Bosan yang dipicu kesakitan ketika melahirkan, entah tersimpan dimana. Begitu tiba saat melahirkan, bosan lagi. Bahkan, jera. Namun, tetap saja beraktivitas yang berujung melahirkan.

Kehidupan di dunia, entah nanti di akhirat, kalau tidak mampu dimenej, dipahami, dan dijadikan hal menyenangkan, so pasti, membosankan. Begitu juga menulis. Adalah ketika dimana bosan bergabung. Justru, disitulah letak asyiknya kehidupan.

Pertanyaan dasar, bagaimana agar hidup dan kehidupan ini tidak membosankan. Bagaimana agar tidak jenuh menulis?

Kalau yang beginian saya punya resep, punya kiat. Ketika bosan bergabung, hentikan, jedah menulis. Menulis itu kan agar kita senang, agar pikiran fresh, agar keinginan tersalurkan, agar mendatangkan kenyamanan. Kini, yang datang bosan, ya rehat. Itu obatnya.

Kalau lagi bosan menulis, membacalah, atau jalan-jalan. Nonton TV keg, dengar radio, atau mencandai isteri. Alihkan sejenak dari menulis, begitu kadar bosannya melemah, menulis lagi. Bahkan, saya malahan membalik hal-hal (agak) membosankan dengan menulis. Menulis menjadi obat bagi kebosanan yang lain.

Bosan mendengar pidato pejabat atau birokrat atau pemakalah atau gerutuan petinggi, ya menulis. Acara tetap diikuti, menulis dilakukan, dan pikiran dan perasaan tidak digoda, apalagi dirusak, oleh rasa bosan. Menulis obatnya. Bosannya dicari malahan ngak ketemu tu.

Adakalanya, menulis sembari mendengar lantunan Joan Baez atau Unggu, menonton sepakbola. Kebetulan layar monitor PC cukup lebar. Semua itu bisa dinikmati bersamaan. Tinggal mengatur ritme menulis. Bahkan, adakalanya kalau ada mahsiswa konsultasi, dilayani sambil menulis. Biasa saja tu. Soal kebiasan saja.

Prinsip saya, menulis bukan menjadikan pekerjaan utama, pekerjaan pokok terabaikan. Menulis adalah tambahan aktivitas. Menulis itu banyak mengisi luang-luang kepuasan batin dan pikiran. Lakukan.

Yang celaka, kalau menulis dijadikan beban, hal itu pasti berakibat bosan dan membosankan. Kata orang bijak, nikmati pekerjaan Sampeyan, Sampeyan akan diberi berkah oleh apa yang dikerjakan. Sebaliknya, manakala dijadikan beban, benar-benar akan membeban.

Jadi, kalau bosan menulis, jedahlah menulis. Menulislah agar hidup tidak membosankan. Menulislah agar liang-ruang kebosanan kehidupan tertutupi. Menulis yang menyenangkan. Kalau sudah begitu, bosan (menulis) bisa dimenej, dan … menulis jadi menyamankan.

Bagaimana menurut Sampeyan?

Banjarbaru, 26 September 2008.

  1. 36 Responses to “Bosan Menulis”

  2. By SJ on Sep 26, 2008 | Reply

    konon ketika bosan sesuatu, otak kita sedang berkembang. berarti, setelah diistirahatkan beberapa waktu, saat menulis lagi ada kemungkinan muncul sesuatu yang baru. seperti kupu-kupu yang muncul dari dalam kepompong.

  3. By Daniel Mahendra on Sep 26, 2008 | Reply

    Wah, aku kalau bosan menulis, lebih baik pergi, jalan-jalan. Setelah itu pasti pikiran segar kembali dan mendapat banyak amunisi dan asupan untuk dapat segera ditulis kembali.

    Namun yang pasti, Pak Ersis, menulis tidak menulis, tak sampai hati aku membiarkan telingaku mendengarkan tembang-tembang Ungu. Bisa bosan dalam arti sebenarnya nanti. Hehe.

    Salam.

  4. By Unai on Sep 26, 2008 | Reply

    Sy menjadikan menulis sbg obt bosan,selain membaca,ngegame,dan tidur..biasanya sy akan merasa di recharge lg.
    *tp sy blm bsn hamil lo pak;-)

  5. By helmi hakim on Sep 26, 2008 | Reply

    bagai mana mau bosan menulis aja nga pernah.

  6. By Farida Ariyani on Sep 26, 2008 | Reply

    Menulis itu ngga ada bosannya kalau emang dalam diri kita sudah terbiasa. misalnya aja kaya mengerjakan sholat.

  7. By ulan on Sep 26, 2008 | Reply

    bener om, kadang bosen juga ngeblog..

  8. By edratna on Sep 26, 2008 | Reply

    Bosan menulis belum pernah, karena yang ada adalah sulitnya waktu.Tapi kalaupun ada waktu, sering ragu2 untuk di publish, betulkah tulisanku ini layak?

  9. By wiwik norliyana s on Sep 26, 2008 | Reply

    Kadang kalau sudah bosan dalam suatu pekerjaan, saya akan tinggalkan pekerjaan tersebut. Tapi lama-lama saya malah bener-bener lupa dan tidak melanjutkan pekerjaan tersebut. Kemarin saya sempat menulis tentang kota tempat saya tinggal, tapi karena terhenti tulisan itu tidak pernah jadi. Mungkin tidak hanya bosan tapi juga malas ya pak…hehee

  10. By sawali tuhusetya on Sep 26, 2008 | Reply

    bosan menulis itu pasti selalu menghantui siapa pun yang menekuni dunia menulis, etah sebagai pekerjaan utama atau smapingan, pak. yang diperlukan adalah menyiasatinya agar kebosanan itu bewruah jadi tulisan, haks.

  11. By Wempi on Sep 26, 2008 | Reply

    kebosanan itu bisa dituliskan…

  12. By marshmallow on Sep 26, 2008 | Reply

    lagi-lagi mindset!
    kalau kita berpikir sesuatu itu berat, maka akan membebani.
    jadi anggap saja dia ringan.
    what you give is what you get kan, pak?

    senang membaca artikel ini.

  13. By SQ on Sep 26, 2008 | Reply

    Ya. Bosan hanyalah romansa hidup. Seperti capek, apalagi malas. Sebuah titik yang bisa membuat rajin dan nikmat itu menyenangkan.

    Lebih menyenangkan lagi, jadi tulisan. :D

  14. By imoe on Sep 26, 2008 | Reply

    kadang-kadang manusia merasa jenuh…itu alamiah…mekanisme untuk membuat otak refresh….tapi, kalau bisa menulis tentang kejenuhan…lebih baik lagi tuh pak….

  15. By Akhmad fauji on Sep 27, 2008 | Reply

    Bosan,kaya nya memang stiap pekerjaan/aktifitas pasti ada bosannya.

    Klau saya biasanya agar ga sering bosan,aktfitas yg kita lakukan itu kudu diberi fariasi sedik/istilah dlm tehnik vokal itu,di improf.Biar ga monoton,tp setereo lh enak didngarnya.Hee

    usha yg læn lg,ya klo dlm aktifits yg kta lakukan itu harus ad tujuan atau target.Jd kita bisa semangat bt mencpænya,jd ga bosan td.

  16. By genthokelir on Sep 27, 2008 | Reply

    bosan karena terjebak rutinitas kalo variatif nggak kali ya pak

  17. By Hanik on Sep 27, 2008 | Reply

    Bosan itu manusiawi,tapi bukan tidak mungkin untuk dihindarkan. Karna bosan itu datangnya dari luar diri manusia. Jadi, ga murni berasal dari dalam diri manusia. Bosan hadir manakala kita kehilangan tujuan atas suatu aktivitas. Namun, ketika tujuan itu kembali tergambar jelas. Bosan kadang-kadang perlu juga. Karna bisa jadi dari kebosanan itu, kita akan kembali memikirkan tujuan hidup kita yang mungkin udah agak terlupakan.

    Saya juga bisa bosan ketika kuliah, karna pelajaran dan suasananya yang seperti itu-itu saja. Materi yang kadang terulang, dengan metode mengajar yang itu-itu lagi. Namun, ketika perasaan itu hadir, coba fikirkan untuk apa kuliah? Coba ingat Bapak di kampung yang bekerja dari pagi sampai sore, bahkan kadang sampai malam masih banyak pekerjaan di luar rumah yang harus beliau kerjakan, yang jelas lebih berat dari pada kuliah di kelas. Coba ingat bahwa menuntut ilmu itu adalah kewajiban setiap muslim, dan dalam aktivitas itu Allah akan senantiasa mengawasi kita, menghisab aktivitas kita dan meminta pertanggungjawaban kepada kita kelak…

    Ya, bosan kadang bisa menghadirkan sesuatu yang lebih, dan lebih! Jadi, jangan takut bosan. ;D

  18. By erry on Sep 27, 2008 | Reply

    Setuju,…betul sekali,..tapi sekarang sih saya lagi bosan kerja, jadi menulis aja buat menyamabnkan..hehehe

    ***Ha ha kalau kerja pokok jangan bosan, jinakkan bosannya.

  19. By Mini Febrianti on Sep 27, 2008 | Reply

    Setiap orang suatu saat bisa jenuh dan bosan. tapi segala sesuatu yang kita sukai tidak pernah ada kata bosan,berusahalah menyukai apa yang kita kerjakan terutama dalam menulis.

  20. By mathematicse on Sep 27, 2008 | Reply

    Bagaimana kalau ada yg bosan membaca tulisan kita, Pak? :D

    ***Bagus. Tandanya mereka masih manusia. Saya lagi baca novel Snows karya Orhan Pamuk, dan karya dia berikutnya … setelah selsai ‘bosan’ he he

  21. By Rindu on Sep 27, 2008 | Reply

    Saya kan bukan penulis kang, jadi gimana bosen yah … menulis di blog kan buku harian saya jadi yah asal coret gitu, asal ngoceh aja. Suatu hari kalo saya jadi penulis [amin ya ALLAH] barangkali bisa bosan juga …

    ***Emang sekarang belum penulis? Lalu, yang say baca di blog Sampeyan itu apa he he? (Menyembunyikan fakta kena pasal … KUHP, lho).

  22. By budimeeong on Sep 28, 2008 | Reply

    Kalau bosan ngajar atau memberi kuliah…?emang
    bosan dapat duit…bosan dapat gaji…?ga mungkin.
    Kalau pa ewa mengatasi bosan dengan menulis..berarti pa ewa ga pernah bosan dong nulis…
    BOSAN MENULIS, BOSAN DITULIS…?

    tanya kenapa…

    * maaf komentar ke3 dalam 1 jam :mrgreen: *

    ***NGak usah bosan aja …

  23. By Septha on Sep 28, 2008 | Reply

    Hidup tanpa Bosan, Bagaikan samab al tanpa terasi. Hehe. Ya wajarlah namanya juga Manusia, yang penting jangan terlalu lama berbosan-bosan Ria.

  24. By Tria on Sep 28, 2008 | Reply

    Ahhhhhhhhh. Bosan Nich terlalu lama Libur Kuliah. Jadi dikit nich inspirasi yang saya dapatkan dalam menulis.

  25. By suhadinet on Sep 30, 2008 | Reply

    Saya, sampai hari ini belum bosan menulis. Cuma akhir-akhir ini memang jarang menulis karena ada kegiatan lain yang membutuhkan waktu dan perhatian lebih.

  26. By Asmia Ulfah on Sep 30, 2008 | Reply

    Saya setuju saja dengan pa ewa..akan tetapi apakah semua orang dapat mengatasi kebosanan dengan menulis…tentunya bervariasi sesuai dengan selera dan kesenangan yang disukai..met lebaran pa ewa..mohon maaf lahir batin.

  27. By aliansyah jumbawuya on Oct 3, 2008 | Reply

    kalau pengalaman saya, bosan atau lagi enjoy, jika sudah dikejar deadline harus menulis. Soalnya sudah digaji perusahaan, coba membangkang bisa didepak he he…

  28. By Ismawardah on Oct 6, 2008 | Reply

    Setiap manusia pasti pernah mengalami rasa bosan akan sesuatu. Namun rasa bosan tersebut harus diatasi secepatnya, agar rasa bosan tersebut tidak menjadikan kita malas dalam mengerjakan sesuatu.

  29. By Linda A. on Oct 6, 2008 | Reply

    Bosan menulis itu biasanya karena malas Pa..

  30. By Santy Dwi P. on Oct 6, 2008 | Reply

    bosan? we need to take a break, refreshing, rehat sebentar dari aktifitas yang kta lakukan, termasuk menulis.itu ntar k’lo dah fresh baru nulis lagi, asal jangan bosan terus2an, life is so beautiful if we can control our mood n asllu bersyukur

  31. By Erina Marsiana on Oct 7, 2008 | Reply

    Bosen y Bosen.. Mow diApain y Juga tetap bosan. Ntar juga hilang sendiri koq, ngga selamanya kan bosan terus menghinggapi diri. Diem’n aja, tar kalo waktunya Dah pergi,.dia akan pergi ja ko. Ada Bosan, ada menyenangkan, ada saatnya sedih dll.Kan jadi hidup kita tambah berwarna dan Lengkap..OK!!

  32. By haryani on Oct 8, 2008 | Reply

    setiap orang pasti menemukan saat-saat yang menjemukan.untuk urusan menulis, kalau orang yang sudah hobi menulis (seperti EWA misalnya), bosan itu dapat terobati, tapi kalau untuk orang yang memang tidak suka menulis, ya nggak bosan namanya, tapi emang enggak suka.

  33. By Lala on Oct 10, 2008 | Reply

    Iya, Pak.
    Saya setuju.

    Ketika saya kehilangan mood dan susah menulis, saya memutuskan untuk bersenang-senang dengan sahabat, nonton bioskop, nonton DVD seri nonstop, minum kopi, jalan-jalan… intinya: HAVING FUN.

    Alhamdulillah.. Sudah nggak bosan lagi.. dan mulai nulis lagi… Yang tadinya berhari-hari nggak nulis, kemarin bisa posting empat tulisan. Biar kata sederhana atau bahkan nggak penting, tapi tetap saja, dulunya (bahkan) menulis yang nggak penting-penting itu susahnya setengah mampus! hihihi

    Nice article, Pak EWA.
    Aduh, Bapak ini pandai sekali yaaahhh… :)

  34. By Dina Yulinda on Oct 11, 2008 | Reply

    Biar nulis dan hidup kita ga ngebosenin, sermuanya jalani Enjoy aja pa….

  35. By Helma novieanty on Oct 14, 2008 | Reply

    Wajar kalau kita punya rasa bosan,,..sesuatu yang dikerjakan pasti ada rasa jenuhnya, jadi untuk mengusir rasa bosan dan jenuh berusahalah untuk suka pada yang kita kerjakan dan tidak dijadikan beban.

    ***Wow hebat juga simpulannya.

  36. By Ganjar Muttaqin on Oct 16, 2008 | Reply

    Bosan???? alasan yang dibikin-bikin akhirnya menumpuk menjadi sebuah habit… tapi kadang-kadang manusia juga bisa mencapai titik jenuh hehehehe

  37. By budhi on Oct 22, 2008 | Reply

    bajuuus… he he he kebtulan lagi bosen eh dapet pencerahan. makaciih

    ***Giman kalau menulis tentang bosan menulis …

Post a Comment