Memilih Judul Tulisan

9 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

Tanya: Pak Ersis, menurut Bapak bagaimana caranya memilih kalimat yang menarik untuk judul tulisan yang tidak melenceng dari isi tulisan.
Terima kasih.
Dewi Yulis Setyawati, USA

SAYA baru saja nemu blog www.yulism.wordpress.com yang membuat kepincut. Yulis, memapar perjalanannya bermuatan keindahan Colorado Spring. Bahasanya bagus. Membacanya, seolah-olah ikut perjalananya. Dilengkapi gambar yang pas, duh sungguh membuai keinginan.
 
Pertanyaan mBak Yulis, setelah menyimak blognya agak serius, sebenarnya tidak pantas dijawab. Sekalipun demikian, mana tahu berguna buat yang mempunyai kesulitan memilih judul yang menarik.
 
Judul tulisan, merupakan daya tarik pertama, walaupun bukan utama, tulisan. Titel Royal Gorge (Goerge?) sudah pas, namun alangkah manisnya kalau dijadikan, Menuai Nyaman Royal Gorge. Kesannya lebih menggaruk kenyamanan. Lebih dari hanya sekadar mengandung paparan fakta namun bermuatan keindahan. Mengundang keinginan untuk membacanya.
 
Memilih judul, terutama bagi para pengecap pendidikan, biasanya dipatri ajaran, judul harus mengambarkan isi. Itu tradisi akademis. Apabila kita menulis makalah, skripsi, tesis, atau disertasi, hukumnya wajib. Kita tidak boleh main-main dengan judul.
 
Lain halnya manakala menulis tulisan populer atau bersifat umum untuk konsumsi khalayak. Judul, adakalanya lebih bagus ‘dimainkan’. Ada yang menjadikannya sebagai teka-teki, comotan kalimat menarik seperti ‘untouchable’, bahkan terbalik dengan isi tulisan. Seorang yang punya blog baru diamsalnya dengan beristeri kedua dimana di akhir tulisan baru disadari yang dimaksud penulis, dia mempunyai blog baru, blog kedua.
 
Judul tulisan, pada hakekatnya disamping titel, penanda, dan atau refleksi tulisan, agar tulisan menarik untuk dibaca. Mereka yang iseng, terkadang memilih judul yang kurang sopan, tidak seronok, bahkan menyinggung bukan saja individu, tetapi kelompok tertentu. Hingga, ketika selesai membaca, kita berkomentar, diamput.
 
Pada buku Menulis Sangat Mudah, (2007 dan 2008) saya menulis (sub) judul: Teori Berak. Mas Urip (Helduelberg) menposting ulang dan ramai ‘digunjingkan’ di blognya. Pada buku Menulis Mari Menulis (2008) saya menulis judul: Menulis, Belajarlah Bak Sholat. Agak nakal pada buku Menulis dengan Gembira (2008) saya tulis: Menulis BH dan Air Berkaki.
 
Membaca majalah Tempo saya paling suka judul yang diplesetkan dari kata-kata populer. Misalnya, Tidak satu jalan ke Jakarta, dari Tidak satu jalan ke Roma. Kan asyik begitu membaca judul tulisan: Sisa-sisa Laskar Korupsi DPR mengacu Sisa-Sisa Laskar Pajang, dan seterusnya. Yang penting, jangan menciplak judul. Kalau mengkreasii kan tidak ada salahnya. Ada pepatah, No New under The Sun.
 
Kembali ke pokok pertanyaan, kalau tulisan bagus, istilah orang-orang sok keren, kalau tulisan berbobot (emang kapal), apa pun judulnya pastilah akan menarik. Yang jadi persoalan, tulisan tidak menarik, judulnya membingungkan, Maka lengkaplah ketidakmenarikkan tulisan.
 
Dus, memilih judul tulisan bukanlah persoalan terlalu seruis. Sekalipun demikian, upayakan agar judul tulisan menarik dan tidak melenceng dari isi tulisan. Misalnya kita menulis tentang penjelajahan planet Mercury diberi judul planetarium. Yo ngak macht lah yaw.
 
Intinya, apabila judul tulisan (dikira-kira) mampu menarik orang untuk membacanya, ya jadilah. Bagaimana agar menarik itu, tidak ada ukuran pastinya. Bagi saya lebih kepada feeling. Yang perlu diingat, judul adalah bagian paling awal tulisan agar menarik untuk dibaca. Ah, kog berbelit-belit sih? Tidak juga.
 
Kriteria judul, tujuannya agar menarik dibaca. Kalau judulnya formal dan menarik, kenapa tidak? Tidak ada kriteria baku. Sebab, judul adalah ‘pilihan hati’ penulis. Kiat jitunya, menulis, menulis, dan terus menulis, dengan begitu judul-judul tulisan bagus akan menjadi dengan sendirinya.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 9 September 2008.

  1. 47 Responses to “Memilih Judul Tulisan”

  2. By Yulis on Sep 9, 2008 | Reply

    Terima kasih Banyak Pak Ersis atas jawaban pertanyaan saya, tambah pengetahuan sekarang. terimakasih

  3. By zainal muttaqien on Sep 9, 2008 | Reply

    Salam kenal………

    Saya adalah guru TIK di MAN Kotabaru tapi aslinya (sesuai SK dari Depag) saya seharusnya ngajar agama karena sarjana agama, tapi berhubung di madrasah kami guru agamanya numpuk ya terpaksa harus ada yang mau ngajar mata pelajaran umum, termasuk saya apalagi karena saya orang baru di sekolah. Gak kerasa udah 3 tahun ngajar TIK & ajaibnya tahun tadi lulus sertifikasi guru sbagai guru TIK profesional (meski belum nerima tunjangannya) tanpa melalui proses diklat. Saya sendiri bingung.. Makanya saya mau belajar dari sampeyan biar nggak malu2in di depan anak2 kalo ngajar TIK terutama yg berkaitan dengan materi yg aneh2 selain itu ingin menimba pengalaman sampeyan terkait dengan penggunaan TIK secara maksimal di sekolah dan yg paling penting saya pengen belajar nulis… mohon diterima ya sebagai murid, hehehehe!

    Terimakasih atas perhatiannya…
    By the way pa, kalo sampeyan sempat dan ada waktu luang mohon sudi kiranya bertandang ke gubuk blog reot kami di http://www.elmuttaqie.wordpress.com dan http://www.man-kotabaru.blogspot.com agar dapat nantinya memberikan bimbingan dan tuntunan yang pas untuk calon murid sampeyan yang gagap teknologi ini.

    Sampai berjumpa kembali di waktu dan gelombang yang sama

    zainal muttaqien

  4. By Syamsuddin Ideris on Sep 9, 2008 | Reply

    Ooo..gitu ya memilih judul
    Pantas saja saya kadang makin penasaran membaca sekilas judul postingan terbaru Pak Ersis, ternyata memang ada juga ilmunya memilih judul.
    Wahh..jadi makin tambah ilmu nih
    Terima kasih

  5. By suhadinet on Sep 9, 2008 | Reply

    Setuju sekali pak. Saking tertariknya saya dengan judul-judul tulisan pak ersis, itu saya jadikan poin penting saat memberikan resensi terhadap buku MDG (menulis dengan gembira) yang bapak kirim beberapa waktu lalu.

  6. By OktaEndy on Sep 9, 2008 | Reply

    Pak Eris, makasih dah mampir :))
    dan terimakasih juga “wejangannya” tentang memberi nama bayi. BTW buku2 nya banyak pak, ada menulis dengan gembira, menulis sangat mudah. sepertinya saatnya menulis buku memberi nama bayi dengan mudah dan gembira :D

  7. By Septha on Sep 9, 2008 | Reply

    Alhamduliilah dapat Ilmu lagi. Makasih pak. Saya sering kalo bikin tulisan judulnya sembarangan pak. Hehe.

  8. By DV on Sep 9, 2008 | Reply

    Gimana kalau mbikin judul yang bombastis ?
    Aku kadang jengkel dengan judul-judul yang dipilih di salah satu media online nasional seperti misalnya “Artis A Cerai!”
    Tapi ternyata cerainya hanya di sinetron…

    Meski menarik untuk membaca isinya tapi ya gimana gitu…. Nggak asyik aja hahahaha

  9. By Rindu on Sep 9, 2008 | Reply

    Kang, draft novel saya 200 halaman tapi belum nemu judulnya …. ah sulitnya, tulisan ini mencerahkan.

  10. By genthokelir/kambingkelir on Sep 9, 2008 | Reply

    Nggak nanya tapi dapat jawabanya

  11. By erry on Sep 9, 2008 | Reply

    Seragam komennya sama mas genthokelir,..nggak nanya tapi dapat jawabannya. Problem yang sama yang hampir selalu saya temui. Tulisannya udah berpanjang panjang,..eeh pas bagian ngasih judul kebingungan. Mungkin bapak juga membaca judul-judul yang aneh ketika mampir di blog saya….hehe…., judul sama isi sering ngak match…malahan tulisannya juga ngak puguh,..hehehe…

  12. By Qizink on Sep 9, 2008 | Reply

    judul poastingan ini saja udah bikin saya tertariki untuk membacanya… hehehe

  13. By edratna on Sep 9, 2008 | Reply

    Wahh kalau begitu saya termasuk ngawur juga dalam memilih judul….thanks ilmunya pak….

  14. By achoey sang khilaf on Sep 9, 2008 | Reply

    Wah bagus Pak
    kadang banyak yg sulit nentuin judul
    padahal tulisan dah selesai :D

  15. By meiy on Sep 9, 2008 | Reply

    yg penting provokatif kalee pak :D

  16. By Taufik R. Rahman on Sep 9, 2008 | Reply

    saya agak kesulitan dalam menyambung kaitkan antara judul dan isi, terkadang judul sudah ada, namun ketika menulisnya sering terjadi “Hang” di kepala.

  17. By atta on Sep 9, 2008 | Reply

    mulai agak paham dengan cara nulis yang baik dan benar.
    makasih pak Ersis

  18. By esa on Sep 9, 2008 | Reply

    lama tak berkunjung setelah sekian hari internet tak berfungsi krn sebuah tragedi. Iya Pak, kadang suka bingung nentuin judul. Isi udah jadi, judul malah kadang ga bagus *atau terasa ga bagus aja*. Terima kasih Pak.

  19. By Anang on Sep 9, 2008 | Reply

    wah mana oleh2nya dari tanah suci pak??? hehe… wah kadang judul posting yang hiperbolik itu juga perlu sebagai bumbu tulisan berikutnya

  20. By marsudiyanto on Sep 9, 2008 | Reply

    Wah, kalau bicara tentang judul, mungkin saya termasuk yang paling kronis. Hanya satu yang mungkin cocok (atau di cocok2an), yaitu mampu menarik orang untuk membacanya dan tidak menjiplak.
    Beberapa judul yang pernah saya buat misalnya:
    Puasa “Ng”, Cacing cacingan, Ejaan bin Edjaan, Empu Gambling.
    Kalau “isi” saya jelas nyerah, karena saya adalah “guru yang kagak bisa nulis”, sangat beda dengan Pak Ersis yang mampu “menulis tanpa berguru”.
    Makasih kuliah jarak jauhnya…
    Wassalam.

  21. By anggavantyo on Sep 9, 2008 | Reply

    Judul? Whaaa.. Judul saya semuanya jelek semua.. Hehehe..

  22. By Kurt on Sep 10, 2008 | Reply

    saya suka judul yang nakal, cuma belum punya isi tulisanya… *kudu blajar lagi*

  23. By SQ on Sep 10, 2008 | Reply

    Yang pasti. Harus ada tulisannya dulu. kalau ngak ada tulisannya. Apa yang mau dijuduli? :lol:

  24. By Achmad Sholeh on Sep 10, 2008 | Reply

    Inilah ilmu yang saya cari,terimakasih wejangannya pak

  25. By budimeeong on Sep 11, 2008 | Reply

    saya selalu mendapatkan judul yang menarik bahkan langka..akan tetapi sampai pada tahap menulis, pasti mendek lagi… :lol:

  26. By Siti Fatimah Ahmad on Sep 11, 2008 | Reply

    Terima kasih atas tulisan tuan yang membicarakan tentang memilih judul tulisan. Sesuatu yang menarik untuk dihidangkan kepada khalayak, tentu di pintu gerbangnya sebelum dijemput masuk untuk meneroka dunia disebalik tabir hadapan. Saya perlu banyak belajar lagi tentang perkara ini.

    Walaupun kecil ruangnya, tetapi amat bermakna dan memberi kesan mendalam sebagai satu daya tarik yang memobilkan gerak hati dan minda bagi khalayak pembaca meneruskan bacaan. Cuma kita sering upa. Tulisan kita perlu dimaknai dengan hati. Kesannya mendalam. Kadang-kadang kita culas terhadap hati ini. Salam kebaikan Ramadhan buat semua.

  27. By genthokelir/kambingkelir on Sep 12, 2008 | Reply

    Tapi Pak Judul Menulis Tanpa Berguru kok …
    Lha saya belajar …dan berguru dari tulisan Bapak
    Jadi gimana dong Kalo Judulnya Berguru menulis Gratis

  28. By Dina Yulinda on Sep 12, 2008 | Reply

    memilih judul ulisan emank susah - susah gampang, karena judul sebuah tulisan ibarat wajah sebuah tulisan, apabila sebuah judul menarik N unik orang banyak tertarik untuk tau lebih jauh isi tulisan tersebut. Tapi kita jangan terpacu hanya pada judul yang indah tapi isi tulisnnya sama sekali ga menarik. Ibarat manusia jangan cuma wajah cantik tapi hatinya ga bagus..ya kira - kira gitu lach, judul yang menarik n isi tulisan yang bagus serta saling berhubungan satu sama lain akan menjadikan hal yang sempurna. Walau ga ada sesuatu yang sempurna hasil karya manusia..
    Gitu ga Pa????

  29. By Tria on Sep 16, 2008 | Reply

    dapat ilmu lagi neh…. oh ya pak dalam membuat suatu tulisan, mana yang didahulukan apa tulisannya dulu(isi)yang dibuat baru mudah menentukan judul? ato judul dulu baru tulisan?? bingung pak…..

  30. By mathematicse on Sep 16, 2008 | Reply

    Waduh perasaan saya nulis judul banyak yang baku ya, Pak? Atau gara-gara terpengaruh lingkungan akademis?

    Tapi saya pikir judul yang baik itu judul yang: tidak menipu pembaca, informatif, populer, menggambarkan isi tulisan. :D

  31. By Santy Dwi P. on Sep 18, 2008 | Reply

    yup, memilih judul emang harus semenarik mungkin supaya membanngkitkan minat orang untuk membaca, ya tentunya g boleh melenceng dari isi tulisan. judul jg jangan dilebih - lebihkan, nanti pas membaca isinya ternyata tidak sesuai, kecewa lah yang membaca tulisan kita, jadi judul harus dibuat menarik tapi masih sesuai dengan isi tulisan

  32. By Akbar Alamsyah Hidayat on Sep 18, 2008 | Reply

    Pak saya itu kalau membuat sebuah tulisan tidak pernah saya beri judul terlebih dahulu, saya tulis dulu semuannya sampai selesai dan akhirnya saat tiba memberi judul, saya jadi hang sendiri. Kenapa ya pak ?

  33. By M.Yumni Rasyid on Sep 18, 2008 | Reply

    Ass….

    Terima kasih pak dengan penjelasan bapak diatas dapat memperjelas bagaimana membuat sebuah ide yang baik dalam sebuah tulisan agar terlihat menarik pembaca.

    wss….

  34. By Rumadi on Sep 18, 2008 | Reply

    Memang bila di lihat kembali memang judul itu ibarat wajah dari sebuah tulisan. Jika wajahnya tidak menarik, ya tidak banyak orang yang mau meneliti atau membaca tulisan kita itu.

  35. By Helmi Hakim on Sep 18, 2008 | Reply

    sip…judul ibarat sebuah gerbang halaman rumah yang harus kita lewati terlebih dahulu sebelum kita masuk ke dalam halaman untuk melihat rumah dan isinya.

  36. By Dwi Setiowati on Sep 18, 2008 | Reply

    “Memilih judul tulisan”. Mengajak kita untuk bermain kata-kata agar orang mau membaca tulisan kita. Judul juga merupakan tirai pertama untuk mengetahui isi tulisan kita.

  37. By Farida Ariyani on Sep 18, 2008 | Reply

    Ass…
    Memilih judul tulisan bagi saya sedikit ribet, mungkin karena saya yang males atau terlalu susah memikirkan judul tulisan.Padahal kalau ditelaah sepertinya membuat judul tulisan itu mudah dan menarik.
    Wasalam…

  38. By Ganjar Muttaqin on Sep 18, 2008 | Reply

    Judul yang menarik memang sedap untuk di baca, yang bisa membuat pembaca jadi jatuh karenanya hehe..

  39. By Mini Febrianti on Sep 20, 2008 | Reply

    Memilih judul tulisan diumpamakan memilih baju yang bagus dan menarik dilihat. Semisal isi dari tulisan tersebut bagus tapi judulnya dirasa kurang menarik tentu orang-orang tidak bakal tertarik untuk membacanya.Judul tulisan ibarat kulit luar yang menggambarkan bagus tidaknya yang ada di dalamnya atau isinya.Walaupun pandangan tersebut sangat subyektif akan tetapi kebiasaan kita sering kali begitu, lebih tertarik dengan kemasan luarnya dulu baru melihat isi yang ada di dalamnya.

  40. By Hamidah ulfah on Sep 20, 2008 | Reply

    Memilih judul tulisan dapat dikatakan sulit, karena terkadang kalau saya membuat sebuah tulisan hal pertama yang saya pikirkan adalah judul apa yang pantas,karena dari judul itulah menimbulkan minat seseorang untuk membaca tulisan tsb.

  41. By Kamsinah on Sep 20, 2008 | Reply

    Memilih judul untuk sebuah tulisan memang tidak mudah,apalagi bila ingin membuat kata-kata yang lebih menarik dan unik agar mengundang minat orang untuk membaca tulisan kita,kita juga harus menyesuaikan judul dengan isi tulisan,karena judul dapat tergambarkan isi tulisan.Kadang saya juga sering kebingungan untuk membuat sebuah tulisan,apakah kita harus menentukan judul dulu baru tulisannya,atau kita tulis saja apa yang ada dalam pikiran dan judul akan terpikir dengan sendiri?maaf kalau saya jadi nanya,.

  42. By Erina Marsiana on Sep 21, 2008 | Reply

    Memang sich Pa.. judul tulisan bisa menentukan ketertarikan si pembaca, walawpun isi tulisannya dinilai menarik, tapi kalau judulnya kurang memikat atau kurang membikin penasaran, si pembaca pun jadi kurang tertarik untuk membaca tulisan tersebut. jadi kriteria suatu judul, y itu tadi tujuannya memang agar menarik si pembaca.

  43. By haryani on Sep 21, 2008 | Reply

    Bagi saya pribadi, untuk menentukan sebuah judul yang bagus itu susah-susah gampang.kadang bisa dengan gampang dapat judul yang padat tapi menarik tetapi kadang untuk menentukan satu judul saja susahnya minta ampun. Jika saya menulis sesuatu, saya sering mendapatkan ide dan tema terlebih dahulu, baru kemudian setelah tulisan saya rampung, barulah saya dapat menentukan judul. Namun, terkadang dari sebuah judul saya langsung dapat menorehkan tulisan.Entahlah,teori apa yang saya pakai, yang penting saya merasa enjoy, tapi untuk dapat membuat judul yang menarik dan terkesan “berseni” kayaknya saya harus lebih banyak belajar lagi

  44. By SRI WAHYU ASTUTI on Sep 21, 2008 | Reply

    ooo..gitu ya pakk..??saya mah susaaah banget memilih judul, kadang kalo menulis bingung nyari judul jadi tulisannya ga ketulis - tulis..trus kalo tulisannya udah ada judulnya ga cocok pula…jadi serba salah lah….

  45. By Melisa Prawita Sari on Sep 21, 2008 | Reply

    Kata guru Bahasa Indonesia saya sewaktu SMA, kalau ingin membuat orang menjadi tertarik membaca tulisan kita adalah dengan cara memberi judul yang membuat orang penasaran. Sehingga orang akan tertarik untuk membaca tulisan tersebut walaupun awalnya tidak ada keinginan untuk membaca, tetapi setelah membaca judulnya yang menarik maka orang juga akan tertarik untuk membacanya. Tapi yang menjadi masalah adalah seringkali kita membaca judul yang sangat menarik, tetapi isi tulisannya sangat jauh dari menarik.

  46. By Linda A. on Sep 22, 2008 | Reply

    Memilih judul tulisan itu yang pastinya harus nyambung dengan isi tulisan tersebut selain itu juga judulnya harus menarik donk..kebanyakan orang kan liat judul dulu baru dibaca deh itu tulisan. kalau judulnya menarik, pasti orang akan tertarik juga untuk membaca isi tulisan tersebut

  47. By Edwin N. on Sep 24, 2008 | Reply

    Judul mewakili isi, isi mewakili ide, ide mewkili penulis. Yang pertama dibaca adalah judul, dari judul semuanya dimulai.. semoga tulisan bapa dapat membantu orang yang kesulitan memilihnya. Amiin…

  48. By Hanik on Sep 25, 2008 | Reply

    Judul memang ikut menentukan arah tulisan, tapi jangan sampai mempersulit seseorang untuk menulis. Adakalanya, sebuah tulisan mengikut saja apa yang sudah ditulis.

    Di dalam fikiran biasanya apa yang kita fikirkan itu sudah beruang-ruang (terkotak-kotak), misalnya tentang kuliah, keluarga, pribadi dengan teman-teman, kegiatan lain di luar kuliah dan keluarga. Nah, ketika berfikir kan sudah ada ruangnya masing-masing, jadi pilih dulu “dari ruang mana” yang akan dituangkan. Judulnya pun tergantung dari “ruang” mana tulisan itu lahir.

    Duh, jadi pusing….

    Namun, adakalanya untuk membuat suatu tulisan kita memerlukan judul terlebih dahulu supaya tulisannya punya batasan masalah.

Post a Comment