Kesulitan Menulis
9 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |KAMMI Banjarbaru, mengundang EWT Center sharing menulis selama tiga bulan. Dapat dipastikan, bermuatan bagaimana ‘mengatasi’ kesulitan menulis. Penyakit yang banyak diidap orang. Kalau para bloger berkenan, kalau punya ‘pengalaman’ dalam (kesulitan) menulis, tolonglah dengan pertanyaan. Saya akan berusaha membahasnya.
Oh ya, belakangan, banyak permintaan sharing menulis. Prinsip Ersis Writing Thepry (EWT) tidak menggurui, EWT dikembangkan berbasis Menulis Tanpa Berguru. Artinya, setiap orang adalah guru bagi dirinya dalam menulis.
Jadi, dayungannya pada ranah motivasional, contoh konkret, dan latihan. Latihan menulis dengan menulis, menulis, dan menulis. EWT dimaksudkan membangunkan potensi menulis. Mau menolong dengan pertanyaan? Please.













30 Responses to “Kesulitan Menulis”
By DV on Sep 9, 2008 | Reply
Pertamax dulu, Pak Ersis!
Menolong pertanyaan maksudnya gimana yak ?
***Misal Mas DV pernah mengalami kesulitan dalam mengembangkan tulisan tentang syair Bohemian Rhapsody Queen, dan menanyakan, kenapa kog begitu ya? Saya akan berusaha jawabnya. Jadi ingat pengembaraan Queen di India ketika mereka mencari identitas religiusnya. Atau, kenapa kembangan ide tiba-tiba mandeg ketika menulis baru satu-dua alinea.
By Yulis on Sep 9, 2008 | Reply
Wah kebetulan nih lagi belajar menulis nich Pak Ersis, menurut Bapak bagaimana caranya memilih kalimat yang menarik untuk Judul sebuah tulisan tetapi tidak melenceng dari isi tulisan. terimakasih
By atta on Sep 9, 2008 | Reply
wah…
bagus sekali konsepnya pak
“menulis tanpa berguru”
salam kenal pak!
By suhadinet on Sep 9, 2008 | Reply
Saya mau bikin novel, tapi kok gak pede nulisnya. Kesulitan bikin alur cerita biar menarik, tapi logik. Di jawab ya pak.
By Septha on Sep 9, 2008 | Reply
Jadi bingung nich mo nanya apa? Pak saya masih bingung nich gimana caranya menulis sesuatu itu tanpa di ikuti emosi terhadap sesuatu itu sendiri? MAkasih pak.
By marshmallow on Sep 9, 2008 | Reply
saya lagi tertarik nulis fiksi.
pengennya bisa bikin ending yang manis dan gak terduga.
ada kiat-kiat bagus gak, pak?
By SQ on Sep 9, 2008 | Reply
Ya. untuk sedikit gambaran. Kegiatan EWT center mungkin bisa di klik di http://www.sqolbu.com
Terima kasih saya sudah diberi kehormatan memasyarakatkan EWT pak. Sekarang sedang mempopulerkan suara dan sekolah Qolbu.
By Anang on Sep 9, 2008 | Reply
menulis itu sulit? ah… kata mas atau pak ersis gampang kok…. ya kan pak!
By budimeeong on Sep 11, 2008 | Reply
berkali-kali pa ewa bilang begitu, akan tetapi saya tetap aja ga produktif menulis..
By genthokelir/kambingkelir on Sep 12, 2008 | Reply
setelah mendapat seruan dari pak Ersis saya berusaha menuliskan pikiran saya cuma kadang ketika saya baca ulang tulisan tersebut kadang bingung menyusun paragrap ,jadi sering kali tulisan itu berhenti ,seringya saya masih menulis dengan selaju pikiran ,jadi gimana proses editingnya pak apa mesti di baca ulang
By Rumadi on Sep 18, 2008 | Reply
ya yang paling mendasar masalah yang sering di hadapi oleh para penulis amatir seperti saya ini yaitu kebanyakan bimbang dan berfikir akibat dan tanggapan orang serta mencari ide yang pas gitu… itu itu saja lo pak.
By M.Yumni Rasyid on Sep 18, 2008 | Reply
Menurut saya hal yang tersulit bagi saya dalam menulis yakni ide pokok dalam menulis yang kadang membuat pikiran saya terkunci. sehingga tulisan tidak 100% selesai
By Riduan Saidi on Sep 18, 2008 | Reply
Ass…Ewa
Kesulitan menulis terjadi karena kurangnya penguasaan akan materi, tetapi ada juga menguasai materi tetapi sulit menuangkan.Kenapa? Karena tidak mempunyai cukup keberanian untuk mengungkapkan.
Bagaimana mau menulis, membaca saja dia tidak. Saya sangat ingat dengan teori bapak yaitu “teori berak”.
Begitu juga dengan menulis memerlukan keberanian. Keberanian untuk apa? Keberanian untuk melakukan kesalahan. Kita dapat belajar dari kesalahan untuk benar.
Piece Man
By Helmi Hakim on Sep 18, 2008 | Reply
kesulitan dalam menulis adalah menumbuhkan keinginan untuk menulis…….dan memulai untuk menulis
By Farida Ariyani on Sep 18, 2008 | Reply
Ass,,,
Sebenarnya dalam membuat suatu tulisan itu tidak sulit kalau memang ada keinginan kita untuk menulis tetapi terkadang dikatakan menjadi sulit menulis karena kita sering tidak yakin dengan apa yang kita tulis.
wasalam…
By Ganjar Muttaqin on Sep 18, 2008 | Reply
saya mengalami kesulitan ketika mendapatkan ide sewaktu berada di jalan jadi sesampainya di depan komputer dengan terburu-buru ide tadi sirna begitu begitu saja,jadi bagaimana pa agar saya tidak kehilangan moment dalam menulis????
By Mini Febrianti on Sep 20, 2008 | Reply
Ass’alaikum wr.wb
yang menjadi masalah saya dalam menulis adalah kurangnya pengetahuan dan ketidakpercayaan diri sendiri. sebagian orang tentu mengalami hal serupa. tapi dengan menulis kecil-kecilan seperti menulis diary untuk mencatat kejadian-kejadian yang dialami dari waktu ke waktu akan sedikit demi sedikit membuat kita terbiasa menulis
By Hamidah ulfah on Sep 20, 2008 | Reply
Sebenarnya kesulitan dalam menulis itu terletak pada ketidak percayaan diri kita sendiri, karena perasaan salahlah, itu yang sering menghantui pikiran kita.
By KAMSINAH on Sep 20, 2008 | Reply
sebenarnya keinginan untuk dapat menulis itu ada,apalagi dapat membuat tulisan yang bagus dan orang lain dapat membacanya,tapi yang menjadi masalah adalah kurang percaya diri atau tidak PD terhadap diri sendiri,dan juga kesulitan dalam merangkai kata ,mengembangkan tulisan yang disebabkan kurangnya wawasan yang dimiliki juga perasaan takut salah dan malu.
By Taufik R. Rahman on Sep 20, 2008 | Reply
punya tulisan yang berkualitas tentunya adalah impian semua orang, tapi tentunya harus berlatih terus, sampai sekarang saya belum bisa membuat tulisan seperti itu, masih dalam tataran rendah. hehe
By ihya ul ihsan on Sep 20, 2008 | Reply
pak,cara apa yang seharusnya saya lakukan bila saya masih kesulitan untuk menulis,padahal saya sudah berusaha untuk banyak membaca agar menulis saya lancar?
By selvia agustina on Sep 20, 2008 | Reply
gini pak,
saya sebenarnya pengen menulis apa yang terjadi dalam kehidupan saya dalam buku harian,
tapi saya selalu menemui kendala dalam memulai tulisan.
saya bingung.
saya harus bagaimana untuk mulai menulis?
By Erina Marsiana on Sep 21, 2008 | Reply
Menurut saya,.. menulis itu gampang-gampang susah. Tapi saya pribadi banyak susahnya sich, karena menulis itu kan sedikt ada ikatan seni-seninya, mesti ada yang bbakatnya jg seh, kalo menulisnya asal tulis y bisa percuma, selain kurang nyaman dibaca bisa2 yang baca pun juga nggak memahami apa yang kita tulis..jadi semuanya itu kan butuh proses, yang pasti jangan pernah takut untuk menulis.
By haryani on Sep 21, 2008 | Reply
Kesulitan menulis itu ada banyak faktor diantarannya adalah kurangnya wawasan dan bacaan. disamping itu juga ada faktor kemalasan dan ogah berfikir,serta faktor lingkungan yang tidak “bersahabat”.untuk saya pribadi, faktor kemalasan masih sering menyerang.
By SRI WAHYU ASTUTI on Sep 21, 2008 | Reply
ya…bagi saya menulis yang bagus sangat susah,jangankan yang bagus yang jelek aja kadang gak tertulis padahal keinginan ada..pengen jadi penulis novel remaja yang seru, romantis,trus novelnya di filmkan dan saya jadi terkenal(ga yang melarangkan berimajinasi)hahaha…..kesulitan saya dalam menulis itu selalu dimotivasi rasa malassssssssssssssssss……
By Melisa Prawita Sari on Sep 21, 2008 | Reply
Ketika saya masih kecil (sewaktu SD) saya sangat suka menulis, saya suka menulis cerpen dan puisi.Ide dan Ceritanya sering muncul tiba-tiba dan saya dapat menulisnya tanpa hambatan yang berarti. Namun, seiringnya bertambah usia saya semakin jarang menulis, bahkan menjadi sangat malas untuk menulis. Entah kenapa saya juga tidak mengetahui penyebab pasti menjadi malas menulis. Apakah ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan kita menjadi suka atau tidak suka menulis?
By Linda A. on Sep 22, 2008 | Reply
Kesulitan menulis yang seringkali saya alami yaitu kesulitan dalam mengutarakan ide-ide yang ada di otak saya. Kadang-kadang saya merasa tulisan saya tersebut kurang menarik sehingga di ganti dan diganti lagi. Ya, akhirnya banyak waktu yang terbuang.
By Edwin N. on Sep 24, 2008 | Reply
Menulis …dapat dikatakan susah2 gampang, tapi kita ambil gampangnya saja.. ya kan pa, ga usah mempersulit diri sendiri, because bisa termasuk kedalam golongan orang-orang yang stress..
By hanik on Sep 27, 2008 | Reply
Masalah pertama yang paling sulit untuk dihapuskan adalah “malas”. Kalau malas udah bisa teratasi, menulis mah pekerjaan yang gampang, tinggal duduk, dikit berfikir lalu tuangkan apa yang sedang difikirkan… tapi, kalau udah malas makan aja bisa malas, padahal makan kan gak perlu mikir lagi.
Trus lagi, mengikuti perkembangan dunia tulis-menulis, kayaknya makin rame aja. Entah tulisan tentang pengetahuan Islam, masakan, oba-obatan, busana dan yang paling hangat adalah novel-novel yang bernuansa islam. Nah, yang terakhir ini. Kadang ada keinginan untuk membuatnya, tapi saya agak takut. Takutnya, kalau-kalau pengalaman pribadi dengan gak sengaja tertulis…
Selabihnya, walaupun kurang enak didengar dan diucakan, saya setuju dengan teori berak…
***Bunuh saja malasnya … kalau ngak mempan, baru orang yang punya malas itu (jangan dipraktikkan, bahaya, JK).