Doa di Mesjid Nabawi
5 September 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
DINI HARI, P29 Agustus 2008. Penerbangan Jakarta-Jeddah, 8 jam, dan naik bus Jeddah-Medinah, 4 jam, agak melelahkan. Namun, tidak sedikitpun menggerem keinginan ‘melapor’. Selama ini baru melihat dari gambar atau informasi dari beragam sumber. Kini, ya kini, begitu turun dari bis, menara Mesjid Nabawi terpampang jelas. Ya Allah, ya Rasulullah, hamba kini sejengkal dari rumahMu.
Air sejuk hangat hotel Taibah, dua ratusan meter dari Mesjid Nabawi, membasuh badan. Mandi yang diniatkan sebagai mandi menghapus dosa mengirim nyaman ke pikiran menghantar sejuk ke qalbu. Jam menujuk 02.00 (07.00 WIB) bergegas ke mesjid makam Rasulullah. Entah berdosa apa tidak, pokoknya nafsu ke ubun-ubun.
Dini hari itu, sekalipun manusia belum banyak tetapi cukup sulit mencapai Raudah. Alhamdulillah, sholat dan berdoa di tempat mustajab tersebut membasuh hati. Doa-doa dipanjatkan, minta ampun atas dosa-dosa, mendoakan agar hati dibukakan, diberikan segala yang baik, agar orang tua diampuni, dan … dipanggil ke Mesjid Nabawi. Lalu, … (menyampaikan) doa yang diminta teman-teman, juga teman-teman bloger. Ya Allah. Ya Rasulullah. Panggil mereka ke rumahMu. Amin.
Setelah menundukkan raga dan bathin di mihrab, di samping makam Rasulullah, mengambil tempat di sayap kanan. Saya jarang membaca Al-Quran. Padahal paham, Al-Quran adalah bacaan harian Muslim. Bacaan harian saya surat kabar, majalah, buku, dan postingan internet. Semoga Allah mengampuni keteledoran ini, dan berdoa agar proporsi membaca Al-Quran ditanamkan ke hati. Ada ragu menyeruak, melawan diri lebih susah, namun setidaknya, minta ampun dan pentunjuk.
Di Raudah. Ya, Allah. Kedatangan hamba mengaju tobat. Makhluk hina bergelimang dosa. Turunkan hidayahMu, lunakkan hati, gerakkan tangan mudahkan lutuk agar kepala menunduk sempurna. Hanya ampunMu ya Allah yang menyelamatkan hidup dan kehidupan. Ya Rasulullah, di tempatMu hamba menghadap, salawat dan salam untukMu. Terimalah sebagai umatMu yang sebenar pengikut.
Saya tak tahu lagi. Saya sangat jarang menangis. Air mata menetes membasuh diri. Suara yang tak elok melantunkan firman Allah, serasa lebih nikmat dari nyanyian Umi Kalsum. Dalam sejarah kehidupan, rasa-rasanya, baru pertama kali ini merasakan begitu nikmatnya membaca Al-Quran. Ketika sampai ayat … khatamallahu ala qulubihing … mohon ampun menjedahkan bacaan.
Semoga Allah SWT membukakan lempang qalbu, pandangan dan pendengaran ke arah yang lebih baik. Saya sadar, kekhusukkan belum sempurna. Tapi, di Medinah, di mesjid Rasulullah mendapat rasa yang belum pernah didapatkan. Minta ampun, bertobat, dan berdoa.
Pikiran terlempang, hati ringan. Terimah kasih ya Allah. Suara azan subuh mengalun. Mesjid yang begitu luas dan nyaman, dipenuhi manusia. Pinta pokok hari bersejarah ini hanya satu, mohon ampun. Semoga dalam relasi sosial, dalam hubungan kemanusiaan, dosa-dosa yang diperbuat sesama manusi diampuni. Minimal bagi yang membaca postingan ini. Amin. Amin ya Rabbal Alamin.
Jujur saja, karena saya memang orang kampung, merasakan kebahagiaan yang teramat sangat. Sungguh, tidak membayangkan selama ini betul-betul sampai di Mesjid Nabawi. Merasakan ‘suasana’ Nabi, para Sahabat, dan minta ampun serta berdoa di rumah dan makan Rasulullah. terima kasih atas perkenanNya.
Sungguh sayang untuk beranjak dari mesjid sejuk menyamankan tersebut. Setelah reguk puas memuaskan qalbu, di pagi itu kembali ke hotel. Menerawang berbasuh nikmat batin akhirnya tertidur.
Hotel Taibah, Jedah, 29 Agustus 2008.













13 Responses to “Doa di Mesjid Nabawi”
By zoel on Sep 6, 2008 | Reply
moga doa nya diperkenan kan allah
By budimeeong on Sep 6, 2008 | Reply
Allah slalu mendengar doa para Hambanya..amien..kami dari banua, selalu mendoakan agar pa ewa sehat dan maksimal beribadah disana…
By sawali tuhusetya on Sep 6, 2008 | Reply
semoga perjalanan spiritual dan doa terkabulkan, pak ersis. saya hanya bisa ikut berdoa saja.
By genthokelir on Sep 6, 2008 | Reply
Mbah Doakan saya juga dan jangan lupa panggil saya juga ketika berdoa
dan selalu saya mendoakan atas kesehatan mbah Ersis
Dan mudah mudahan mendapat keinginan pada Ke Imanan yang di harapkan
Mudah mudahan kita mendapat berkahnya
Beribadah dengan semangat
Pulang dengan Keberkahan
Menulis dengan kemanfaatan
saya hanya bisa berdoa Mbah
By Epat on Sep 6, 2008 | Reply
bener pak, saya setiap hari blogwalking, baca portal-portal news, beberapa koran, liyat siaran berita di tipi…tapi ituh Quran terpajang manis tak pernah tersentuh diatas meja kamar.
*plaks!…tepuk jidat
By Siti Fatimah Ahmad on Sep 6, 2008 | Reply
Amiin. Ya Rabbal ‘alamin. Ya Allah, semoga diperkenankan segala doa hambaMu itu, yang menuju dan bermunajat di sisiMu, juga memohon ihsan penuh syahdu atas dosa dirinya jua ampunan dari sauadaranya.
Terima kasih juga atas doa yang telah disampaikan. Keindahan Islam dan kemuliaan akhlak umatnya adalah apabila saudaranya meringankan diri buat menggalas beban yang bertumpuk dibahu untuk maslahat saudaranya yang lain, yang belum punya kemampuan melangkah jauh menyahut panggilan TUHAN SERU SEKELIAN ALAM. Semoga kebaikan Tuan Ersis mendapat rahmat dari Allah swt.
Salam kejauhan penuh hormat dan Selamat berpuasa.
By Syamsuddin Ideris on Sep 6, 2008 | Reply
Senangnyaaa….hati membaca perjalanan Pak Ersis ke “Rumah Nabi”. Semoga semua doa diperkenankan Allah SWT. Tolong doakan juga semoga nanti kami bisa ke sana. Amieennnn.
By suhadinet on Sep 6, 2008 | Reply
Semoga segala doa dikabulkan. Semoga segala air mata membasuhkan. Amin.
By enggar on Sep 6, 2008 | Reply
Semoga Allah mengabulkan doa pak Ersis. Dan semoga selalu dalam lindungan-Nya.
By Yari NK on Sep 6, 2008 | Reply
Semoga Allah mendengar doa2 pak Ersis dan melipatgandakan pahala atas segala amal ibadah pak Ersis. Amin. Turut mendoakan dari tanah air.
By Andy MSE on Sep 6, 2008 | Reply
Jadi pengin nih! kapan ya bisa ke tanah suci??? hhmmmm…
By Zulmasri on Sep 7, 2008 | Reply
semoga segala pinta dan harap terkabul pak. Insya Allah setelah menunaikan ibadah ini, ditunggu tulisan-tulisan khasnya sebagai bagian ibadah pada-Nya Pak.
By subakhi on Sep 7, 2008 | Reply
Boss..saya bagi pengalaman ya bukan maksud menggurui..berdoa yang khusuk dan berulang ulang ditempat yang Mustajab, saya berulang2 mendoakan Ayah dan ibu saya agar bisa menunaikan Ibadah Haji dan alhamdulillah tahun kemaren Ayah bisa ke tanah suci dan Insya Allah tahun ini Ibu yg ke Tanah Suci. Allah yg menerima dan menolak do’a hambanya, do’a yang ikhlas disertai penyesalan yg sangat dalam ( menangis dengan sendirinya …)Mudah2an dan Insya Allah akan kabul semua do’a yang dipanjatkan…Amien