The Spirit of Change in Progress

25 August 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

RAPAT Kerja FKIP Unlam 2008, 20-21 Agustus 2008 berlangsung seru dalam artian, para peserta begitu bersemangat membicarakan FKIP Unlam ke depan. Setelah mengemukakan pendapat, mengaju usul, saling adu argumen, sampai pada kesimpulan: FKIP berubah, One FKIP Unlam. Sebagai nara sumber Kesimpulan Rapat Kerja saya bahasakan sebagai: The Siprit of Change in Progress.
 
FKIP berubah (ke arah lebih baik) dan Satu FKIP agak susah dipahami orang luar. Kandungan mendasarnya, antara lain, manajemen FKIP dikelola hanya dengan satu ‘gaya’, tranparansi. Artinya, apa pun yang akan dan dilakukan pimpinan dan jajarananya, dengan prinsip keterbukaan. Itu disuarakan sejak awal oleh rezim baru FKIP Unlam; Achmad Sofyan (Dekan), Wahyu (PD I), Herita (PD II), dan Naparin (PD III). Tinggal membuktikan mereka sekadar beretorika atau memang berniat baik.
 
Tranparansi menjadi pembicaraan paling hangat. Bukan hanya masalah keuangan, tetapi juga aneka kebijakan yang diawali dengan satu rangkaian kajian kebutuhan, program, prioritas, keterbukaan pelaksanaan dan seterusnya. Misalnya begini: Pada tahun 2015 FKIP idealnya Unlam memerlukan 100 dosen bekualifikasi Doktor, maka dalam matrik program dicantumkan tahun 2009 akan disekolahkan sekian orang, tahun 2010 sekian orang, dan bla-bla.
 
Aplikasinya sederhana saja. Misalkan, FKIP Unlam sedang melaksanakan sertifikasi guru. Ada sekitar 80 asesor yang dengan fasilitas sederhana menunaikan tugas negara. Nah, Dekan sebagai ‘bos proyek’ tinggal membeberkan nilai proyek sekian, dipakai untuk makan sekian, untuk salary sekian, untuk membayar fasilitas sekian. Hingga, warga FKIP paham, … oh uang proyek itu digunakan untuk anu, anu, dan anu. Dengan demikian, setiap proyek dapat lebih memacu pengembangan FKIP.
 
Saya yakin saja. Pimpinan yang tidak mau transparan, pasti ‘ada apa-apanya’. Lagi pula, mereka yang mendengungkan transpatansi. Kalau mereka ‘berdusta’ (saya yakin tidak), saya akan menjadi oposan pertama. Pimpinan yang ngomong doang, tapi kalau melaksanakan apa yang dijanjikan banyak alasan, tentu tidak elok. Saya kenal mereka, jadi yakin saja.
 
Tranparasi dalam praktik, bukan retorika lho, dimulai dari hal-hal kecil. Dari awal. Dan, itu sudah dimulai melalui Raker. Ini sesuatu yang membanggakan. Insya Allah, kalau alur pikir apungan para petinggi FKIP Unlam diimplementasikan, tidak dapat tidak akan menjadi landasan kemajuan.
 
Saya mungkin bukan ‘warga negara’ FKIP Unlam yang baik. Sungguh terkejut dengan ingatan Prof. Abdul Djebar Hapip, bahwa di FKIP Unlam ada beberapa jaket mahasiswa, misalnya. Sebenarnya bukan hal esensial, tetapi Prof. yang ‘mendirikan’ (dalam tanda kurip) FKIP Unlam tersebut mengapungkan semangat dibaliknya, yaitu: kebersamaan, persatuan dan kesatuan. Tidak usah dibahas dalam tulisan ini. Intinya, Satu FKIP.
 
Kini, hasil Raker sedang ditangni panitia kecil. Kalau skenaro berjalan dengan baik, akan dibahas di Senat Fakultas untuk dijadikan “undang-undang”. Kalau ada yang perlu diragukan, akankah apa yang didiskusikan dengan apik tersebut akan menjadi kenyataan?
 
Kalau itu pertanyaan, agak susah dijawab. Ada konvensi, hal-hal ideal Raker tidak usah terimplikasi semuanya, cukup berlandas kemampuan riiil dan Senat Fakultas menentukan prioritas. Terkadang, sekalipun tergolong kaum intelektual, ada saja orang yang berpikir, apa yang disepakati wajib dilaksanakan persis seperti diamini bersama.
 
Tentu tidak semudah itu. Sebab, kondisi obyektif adalah kenyataan. Yang pasti, semangat ke arah lebih baik menjadi pegangan tekad apungan Raker. Mana tahu, tahun 2009, FKIP Unlam mampu menyediakan satu meja satu kursi untuk setiap dosennya. Itu saja sudah sangat berarti. Sebagai catatan kecil, ketika dulu saya menulis hal tersebut ‘dihujat’. Aneh. Saya 23 tahun mendosen, memang tidak ada kog meja kursi dosen, kecuali meja bersama (kalah dari guru SD). Itu fakta. Soal lucu atau tidak, begitulah kenyataan. Kenyataan kog dibantah, perbaiki saja, beres.
 
Akhirnya, selamat kepada rezim baru pimpinan FKIP Unlam. Sukses selalu. Raker sudah berlalu, kini tinggal menyusun program, melaksanakan berdasarkan prioritas, sesuai kemampuan, dan … berlandaskan tranparansi. Selamat memparktikkan. Insya Allah FKIP menjadi institusi sebagaimana diharapkan. Amin.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 23 Juli 2008.

  1. 11 Responses to “The Spirit of Change in Progress”

  2. By ulan on Aug 25, 2008 | Reply

    njenengan salah satu anggota nya ya om?? btw blog nya ada lagu nya, huhuhuhu

    ***ya. Hello lagi favorite saya.

  3. By tri aja gin on Aug 25, 2008 | Reply

    ikut doanya aja, moga FKIP lebih baik lagi. go….FKIP….go…FKIP…..go….

    ***Amin. Amin (tanpa rais).

  4. By sawali tuhusetya on Aug 25, 2008 | Reply

    sbg think-thank dunia pendidikan, kampus idealnya harus mampu enjalangkan fungsinya sebagai agen perubahan dalam arti yang sesungguhnya, pak ersis. semoga unlam sanggup mengemban amanat semacam itu.

    ***Yoi, idealnya sih begitu. Tapi, begitulah kenyataannya. yang penting, kita berusaha. Saam.

  5. By mega on Aug 25, 2008 | Reply

    Giat terus uda Dosen awak ya…
    Salam da EWA..pakabare..?

    ***He he kemana aja nich, emang kalu di Jepang situ sibuk amat ya.

  6. By suhadinet on Aug 25, 2008 | Reply

    Saya sangat gembira. Jelek-jelek begini, saya alumnus FKIP UNLAM. O ya, selain transparansi, akuntabel, dosen-dosen doktor (kalau banyak yang nolak biar saya saja yang disekolahkan Pak. He.he..), jangan lupa perpuskaan dengan buku-buku bagus, up to date, dari dalam dan luar negeri. Dulu tahun akhir tahun 99 saya sangat bangga jadi mahasiswa jurusan Mipa karena perpust diisi buku-buku bagus oleh dosen-dosen yang sedang sekolah. Biar fotokopi ndak masalah. Yang penting bermutu dan up to date.

    ***Sip. Insyah Allah ke depan lebih baik. Kali ini semua hal direncanakan lebih serius.

  7. By budimeeong on Aug 25, 2008 | Reply

    Alhamdulillah kalau memang begitu keinginan dan rencana yang akan dicapai. Saya berharap FKIP memang memiliki fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai. Jumlah mahasiswa no. 1 di UNLAM, akan tetapi fasilitas untuk mahasiswa dan dosen masa no. kesekian…kan lutu gt loh…:-)

    ***Yap, kita berusaha ke arah lebih baik. Salam.

  8. By esa on Aug 25, 2008 | Reply

    semoga semua lembaga pendidikan pencetak pendidikan maupun non dik bisa lebih baik. teriring doa utk FKIP Pak EWA. :)

    ***Makasih. Amin.

  9. By hanggadamai on Aug 25, 2008 | Reply

    iya setuju memang harus selalu diperbaiki biar langsung beres..

    ***Yoi, makasih supportnya.

  10. By ibnusina on Aug 25, 2008 | Reply

    wah ini kabar baek utk kalsel, bermula dari FKIP menuju UNLAM yang berubah, banjar banar.. spirit o f change

  11. By DV on Aug 25, 2008 | Reply

    FKIP? Sekolah guru? Semoga makin laris karena konon gaji guru akan semangkin naik dari tahun ke tahun…

    ***Semoga semakin bermutu.

  12. By ganjar on Sep 4, 2008 | Reply

    FKIP, moga tambah sadar……

Post a Comment