Ikhlas Memaklumi
21 August 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
IKHLAS TAK BERHARAP. Suatu kali, mantan mahasiswa saya bertanya: “Pak masih ingat ketika saya ditugaskan mengambil bantuan dari bupati Anu?”.
“Ya ingatklah”, jawab saya seadanya.
“Bapak tahulah, Bapak minta Rp.5 juta, saya naikkan menjadi Rp.7 juta”, katanya setengah bertanya.
“Tahulah, bro. Emang kenapa?”.
“Bapak, kog ngak menyoal?”.
“Buat apa disoal. Mungkin Sampeyan perlu saat itu. Lagi pula, saya butuh Rp.5 juta, Sampeyan dapat Rp.7 juta. Itu urusan Sampeyan”.
Kami terbahak-bahak mengenang peristiwa lima belas tahun lalu. Pada waktu itu saya rajin melakukan aktivitas apa saja sembari ‘menjual’ kekayaan intelektual. Ya, ujung-ujungnya dibantu oleh pejabat. Harap maklum, aktivitas dalam memajukan daerahnya.
Kebiasaan saya, bahkan berlanjut sampai hari ini, mengikutsertakan mahasiswa. Dalam menggulirkannya membawa serta mahasiswa. Dulu, ketika menjadi mahasiswa tingkat I di IKIP Padang dibawa melakukan penelitian oleh dosen, Pak Amir B. Saya sangat terkesan dan membuka wawasan sejak awal menjadi mahasiswa.
Seperti biasa, kalau dianggap hal biasa saja, saya tidak suka menyoal masa lalu. Kebetulan mantan mahasiswa tersebut berhasil menjadi pengusaha sukses. Dalam bahasa saya, dia kaya raya. Orangnya gigih, ulet. Pantang menyerah. Saya suka itu.
Celakanya, dia mengaku-ngaku mendapat banyak inspirasi dari ‘gaya saya’. Begitulah. Pertama-tama diundang berbuka bersama keluarga. Isteri saya seangkatan dengannya. Lalu, mulai membantu aneka kegiatan. Jadi sponsor begitu. Saya sih cuek bebek saja. Menerbitkan majalah dan tabloid, dia pasang iklan. Pokoknya ringan membantu.
Rupanya, ada rasa berdosa diidapnya. Ya, itu tadi, soal menaikkan bantuan. Saya katakan: “Ngak usah dipikir, wong saya ngak pernah memikirkan”.
Rupanya, baginya sangat berkesan. Para pembaca sekalian. Ini kejadian nyata, faktual. Pada awalnya saya malah menolak dia membantu. Lalu, dia bicara tentang ikhlas. Saya mulai goyah. Akhirnya, ya itu tadi, dia menjadi donator aneka aktivitas. Kenapa saya mudah menerbitkan buku? Satu diantaranya berkat bantuannya.
Cerita berlanjut. Dia terenyuh susahnya saya membangun finansial. Dia ‘mendesak’ agar berbisnis. Setidaknya, membantunya. Padahal, selama ini kan sudah menjadi ‘konsultan’ tanpa pengalaman he he.
Entah bagaimana, suatu kali dia membawa mengembangan travel Haji dan Umroh. Ketika pembukaan, dia memberi sambutan, saya diberi hadiah khusus, umroh. Ya Allah, terima kasih panggilan ke Tanah Suci melalui mantan murid. Ikhlas tak berharap, rupanya dibalas dengan apa yang tak diharapkan, terbetikpun tidak.
Saya tercenung. Secara finansial sanggup saja. Bahkan, ketika ada ‘uang berlebih’ malahan membawa kru Bandjarbaroe Post ke Singapura dan Malaysia sekadar berwisata. Biayanya jauh lebih besar dari ke Tanah Suci.
Ketika didiskusikan dengan isteri dan teman-teman, mereka mengatakan: “Itulah hidayah”. Kalau begitu, tidak memikirkan lagi. Mulai ‘belajar’ sholat, memantapkan niat bertobat. Apabila jalan dilempangkanNya maka terbukalah pintu. Terima kasih ya Allah.
Kini, segala persyaratan telah terpenuhi. Insya Allah dalam hitungan hari ke Tanah Suci. Hati berbunga-bunga hendak bertaubat, meminta ampun, berdoa demi keselamatan dunia dan akhirat.
Ya Allah, ya Rabb. Lempangkan jalan, mudahkan hati, bukakan qalbu, berilah petunjuk dan kemudahan. HambaMu ingin menjadi Muslim sejati. Amin.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 21 Agustus 2008













24 Responses to “Ikhlas Memaklumi”
By fien prasetyo on Aug 21, 2008 | Reply
Subhanallah..memang kalo dah rejeki gak lari kmn y pak..Syukur alhamdulillah panggilan itu akhirnya datang..fien doakan perjalanan bpk lancar hingga kembali ke tanah air,amiin..titip doa jg ya pak..hehehe…
***Maksih Fien … aku jadi tergugah membaca komen Sampeyan. Insya Allah.
By zoel on Aug 21, 2008 | Reply
ikutan amin aja de,,,,
***Maksih. Amin.
By 1rw@n on Aug 21, 2008 | Reply
Alhamdulillah selamat pak Ersis, jgn lupa posting di blog pengalaman spiritualnya
***Maksih. Insya Allah.
By Rita on Aug 21, 2008 | Reply
Ntar dulu, Istri bapak seangkatan dgn dai ?? hmmm ngerti, ngrtiiii
Ini hidaya yang turun melalui si mantan siswa pak, yaitu panggilan tuk bertamu di rumah Allah
Rasanya ini imbas dari selisih antara 5 dan 7 juta itu, sekalipun bapak mengetahuinya namun bapak iklas untuk memakluminya…. Gak tau rumusnya, sebab didalamnya tentu ada unsur “ketidakjujuran” namun “kalau tujuannya baik”, boleh kan pak…:D
***Istri saya dan istrinya seangkatan, dan berteman. Ha ha, tanyanya dalam kali tu, tapi jawabannya dah tahu kan? Salam.
By Rita on Aug 21, 2008 | Reply
Oya karena sentilan bapak, akhirnya jadilah “Hello” sebuah postingan…..
***Wuaw keren abis …
By Achmad Sholeh on Aug 21, 2008 | Reply
Hidayah itu datang lewat berbagai jalan, satu diantaranya seperti cerita Bapak tersebut mudah2an kebaikan selalu menyertai.
***Yap, saya baru paham, mudahan begitu. Allahu Akbar.
By kw on Aug 21, 2008 | Reply
mengharukan. semoga setelah dari haji, makin mabrur… amin.
pak ersis, doakan saya bisa kesana secepatnya ya.
***Amin. Insya Allah didoakan untuk semua bloger. Umroh mabrur he he
By mantan kyai on Aug 21, 2008 | Reply
God knows what to do. Doesnt He?
**Yeah.
By Daniel Mahendra on Aug 21, 2008 | Reply
Aku meremang membaca cerita ini. Thanx, Pak Ersis, sudah berbagi. Semoga semuanya lancar.
***Amin. Bukunya dah nyampai?
By salwangga on Aug 21, 2008 | Reply
aku iri. kenapa belum bisa menjadi “ikhlas” seperti pak ersis.
tapi, memang syetan masih terlalu kuat menggelayut dialiran darahku.
atau, aku yang terlalu lemah?
***Ngak ah. Kehidupan adalah proses, jangan pernah memaki diri, ZMP en Insya Allah diberi hidayah Allah SWT. Amin.
By Rindu on Aug 21, 2008 | Reply
Tulisan ini mencubit saya … saya sudah berniat umroh sejak 2 tahun lalu, uang sudah terkumpul tapi saya tunda karena saya ingin membeli mobil dan saya pikir masih muda koq umroh, sekarang saya harus menabung lagi padahal saya ingin sekali umroh.
Ah dunia saya masih lebih menguasai … ampun ya ALLAH.
***Itu proses, niatkan lagi, nabung lagi … Insya Allah lebih bermakna. Amin.
By esa on Aug 21, 2008 | Reply
subhanallaah. Bener ya Pak, klo niatnya ikhlas, ada aja balasannya tanpa diduga dan tanpa diharap. Selamat ya Pak, dah dapet panggilan 2 kali berarti ya ke tanah suci?
Salam utk Rabb semesta alam. Doakan semoga kami dapat menyusul, mendapat undangan dari ALLAH untuk ke tanah suci.
Juga semoga menjadi haji yang mabrur. Amin.
Satu lagi, semoga suatu saat bisa umrah atau haji, ke tanah suci bersama. Amin.
Ampuni kami ya ALLAH atas kelalaian selama ini. Undang kami ke rumahMu yg suci..Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin.
***Amin-Amin, niatkan. Insya Allah.
By edratna on Aug 21, 2008 | Reply
Memang dengan ikhlas, selalu dibukakan jalan oleh Allah swt. Cerita yang menyentuh….
***Yap, makasih atensinya.
By Rita on Aug 21, 2008 | Reply
Prasaan tadi gak make “istrinya” dia deh pak…. baca lgi akhhh…..nah ini dia “Isteri saya seangkatan dengannya” hehehe rupanya ini jebakan yaa :D… kirainnnn…. duhhh gitu aja ko’ repot yaaa (gakr)
***He he he … ngak usah repot-repot.
By Syaharuddin on Aug 21, 2008 | Reply
saya teringat dengan sebuah firman Allah, yang kira2 intinya: “iblis tak akan dapat menggoda ummatku yang ikhlas”. Sungguh beruntung bagi mereka mampu menjalankannya. Bagiku, kata yang satu ini merupakan salah satu puncak ketaqwaan seorang hamba.
***Kutipan firman yang mengingatkan.
By borax on Aug 21, 2008 | Reply
berkat ikhlas om ae..
ikhlas memberi, ikhlas menerima.
***Yoi. Makasih komennya.
By noorlatifah on Aug 21, 2008 | Reply
Alhamdulillah, kini giliran Pa Ersis menjadi tamunya Allah. Mudahan-mudahan berikutnya kami, semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai kembali ke Tanah Air.Amin ……. Jangan lupa doakan kami ya Pak!
*maksih doanya. Insya Allah.
By mathematicse on Aug 21, 2008 | Reply
Pak, mau berangkat umroh? Selamat ya, hati-hati di perjalanan. Terus, do’akan, biar saya bisa ke Mekkah juga.
Memang, rizki itu datang dari arah yang tak terduga-duga.
By kurt on Aug 21, 2008 | Reply
IKHlas dduuuh dalem banget pak…. ilmu yang datangnya langsung Dari Allah… gak ada di pelajari di kampus…
By suhadinet on Aug 21, 2008 | Reply
Mudah-mudahan saya bisa kembali ke sana nanti. Pak Ersis membuat saya menangis. Banyak yang telah saya dapat di sana. Selamat Pak, semoga lancar ibadahnya. Amin.
By Daiichi on Aug 22, 2008 | Reply
Ilmu ikhlasss…. nyebutnya mudah dilakukannya susah….. doain moga bisa belajar ya mas…
By subakhi on Aug 22, 2008 | Reply
ikhlas itu artinya ndk ingat lagi apa yg sdh kita berikan..( mudahan menjadi Haji yang Mabrur Bossai..)yg bukan bloger do’akan jugalah hehehe
**Pas banget Pak … kapan ngajak golf nich … lama ngak ke Swarga Loka nich.
By sawali tuhusetya on Aug 22, 2008 | Reply
ihlas memaklumi? yaps, dalam dinamika hidup, agaknya memnang banyak sekali muncul beberapa kejadian yang tak terduga, pak. bisa jadi kado umraih itu juga buah dari kebaikan pak ersis selama ini, selamat, pak. semoga makin bersemnagt dalam berbagi dan bersilaturahmi.
**Jadi malu nich sama Pak Sawali …
By Nirmahda Bertha on Aug 27, 2008 | Reply
susah buat ikhlas itu Pak, biasanya kita suka ingat mulu sama apa yg kita berikan sama orang, By the Way………………bentar lagi kalo kuliah manggilnya Pak Haji Ewa dong …………..hehehe……………ALhamdulillah buat karunia Allah terhadap kita semua.