Menulis dengan Gembira
12 August 2008 | Ditulis oleh: EWA |
Hari ini, Senin, 11 Agustus 2008, buku Menulis dengan Gembira terbitan GAMA MEDIA Jogja 2008 sampai ke tangan saya. Sayangnya, dari tiga kloi kiriman, satu koli ‘hilang’ di gudang ekpedisi PT Karyati Banjarmasin. Sudahlah. Lebih penting dari itu, buku tersebut resmi beredar di pasaran. Pada postingan ini saya kutip penghargaan pada buku tersebut.
TERBITNYA buku Menulis dengan Gembira, tidak dapat tidak, membuahkan ‘hutang diri’ kepada banyak orang. Banyak hal mendadak datang begitu saja dalam kontribusi suport yang tidak terbayangkan sebelumnya. Penghargaan tiada bertepi dilabuhkan untuk semua kebaikan yang diberikan kepada saya.
Sejak mengembangkan Ersis Writing Theory, membangun sharing menulis, dan me-launching www.webersis.com, komunikasi via blog dengan para blogger ternyata berbuah dahsyat. Bukan ide saja yang diraup dan saling didiskusikan, tetapi bermuara pada penulisan buku. Untuk semua pelibat, buku ini diperuntukkan sebagai buah kolaborasi.
Syamsuwal Qomar dan Suciati, ‘korban’ awal ambisi ‘melahirkan’ penulis buku (sejak) mahasiswa. Kalian akan merasakan betapa pentingnya penyadaran diri dan pencerahan aksi. Hari-hari ke depan adalah jawaban pastinya. Terima kasih atas suportnya.
Irsan, terutama Dona yang tulisannya sangat saya sukai. Saya ‘menyiapkan’ Dona menjadi penulis besar. Begitu juga Taufik, Fahmi, Helmiansyah, Lisnawati, Nellawati, Ratmi, Vera, Joko, Hidayatullah, Toni, Wahyudi, dan teman-teman KP EWA’MCo. yang tidak mungkin ditulis satu per satu karena bisa menghabiskan banyak halaman.
Thumbs up dengan kegigihan dan daya tahan kalian. Tapi ingat, Ersis bukanlah guru menulis, sebab guru sesungguhnya adalah diri kita masing-masing. Jadilah murid sekaligus guru menulis.
Hanna dan Fira di Jakarta yang ‘antik’, tetapi tak mengapa, kalian bisa menjadi penulis fiksi luar biasa apabila tetap menjaga latihan menulis dengan menulis. Guruilah diri masing-masing.
Didi Djunaidi Hz —entah di mana— teruslah menulis. Saya minta tulisan-tulisan Sampeyan di Republika atau media cetak lain selalu di-forward ke email saya. Kita tidak berakhir menulis artikel saja, mari kita labuhkan menjadi buku.
Teman-teman di Kalteng, Urip —kini S2 di UGM— Wilyedi, Fathurraji, kopi darat itu tidak penting, komunikasi tidak diukur kuantitas saja, terkadang kualitas lebih bermakna. Saya tabek atas atensinya selama ini.
Teman kunjungan blok www.webersis.com yang banyak memberi masukan. Ada pula yang hobi caci maki, he .. he … Dimas Arika Mihardja (Prof yang Doktor dari Jambi), Aank, Suratno (calon Doktor) yunizar, Amd, Anang, Anang Banjar, mathematicse, Unai, Gita Rose, Juju, leequisach, Zulfaisal, Ibnu, qmink, @gra, annmolly, roy, Cak Nulul, jamalts, tikabanget, x-ser, riza, Sarono Putro Sasmito, agorsiloku, kurt. zainudin, ARIE JAMAICA, triko, kakilangit, aragone79, kiddy, dimas, vyna, anak sultan, m_kharis, Ithoy, Paman Tyo, jt, Arif Kurniawan, winerwin, Kang Kombor, alam, santribuntet, dan seterusnya. Banyak banget sih.
Mari bina silaturrahmi. Dunia sesungguhnya adalah dunia maya. Thanks berat atas atensinya. Mula-mula biasa saja, seterusnya kita jadikan ajang memperbaiki diri, memperbaiki lingkungan, negara, bangsa dan … dunia. Ce ileee … kaya hebat banget ya. Tapi biarlah, di dunia maya kita bebas mengeluarkan apa saja, menulis sesuka, ya mudah-mudahan, muaranya demi kebaikan semua.
Erwin Dede Nugroho guru IT saya yang istimewa, referensi kebanggaan sebagai anak muda sukses. Saya bangga bersahabat. Betapun usilnya kamu, lima tahun sudah memahat di jantung hati, kau adalah saudara batinku yang hidup. Kita tidak punya beban dosa, tulus itu susah sekaligus mudah apabila persaudaraan dimulai dari lubuk hati, kuala jiwa.
Muhammad Arsyad, Sandi Firly, M. Mahfuz Abdullah, Deny Setiawan, Dewi Setya Amalia, Suriansyah Achmad, Almin Hatta, Khairil Anwar, Sapar, Ramli, Ibnu, Mul, Anto, Kholik, dan semua kru Radar Banjarmasin. Terima kasih atas fasilitas yang diberikan menyalurkan kehendak menulis dan berpendapat. Saya kog merasa bagian dari perjuangan semua.
Sobat saya, Jumadi —ingat nasehat saya tentang menulis (maaf Pak Doktor)— yang banyak memberi inspirasi dan masukan konstruktif. Seperti juga Bambang Subiyakto, Yudha Isharyuana, Daud Pamungkas, Syaharuddin, Achmad Sofyan, Wahyu, teman-teman sekampus, dan Abdurrahman Hakim.
Rudy Ariffin, ‘kakak’ dan ‘teman’, tidak peduli gubernur he … he … yang mengajarkan arti kegigihan, ketabahan, dan perjuangan. SMS-SMS Pak Gub sungguh berarti bagi saya. Bangunlah banua dengan sungguh-sungguh untuk semua.
Hermani Abdurrahman yang selalu mendukung dan menawarkan pikiran brilian. Seperti juga, Eddy Sukarma, Yudhi Wahyuni, Khairul Saleh, Alwi Sahlan, dan Rosehan. Silahkan saja jadi bupati, walikota, dan wakil gubernur, yang penting kita berteman. Pikiran dan dorongan semua menjadikan saya bersemangat. Jadilah pejabat yang amanah.
Rudy Resnawan, ini sobat paling istimewa. Saya jadi mantap ‘mendudukkan’ Allah pada posisinya karena diskusi mendalam kita sepanjang malam dalam tujuh tahun terakhir. Inilah ‘harta’ berharga yang saya pungut dari Sampeyan. Makasih Pak Walikota.
Bapak Ibnu Abbas (86) dan Ibu Nurbainar (78) di Muaralabuh. Berkat doa dan komunikasi yang selalu memberi semangat saya semakin ‘gila’ berkarya. Anakmu kini memilih jalan jadi penulis.
Adik-adik, Hasnawati Abbas (Bengkulu), Faidillah Abbas (Solok), Yulmina Hadradewi (Muaralabuh), dan Eva Abbas (Bengkulu) dan seluruh keponakan. Terima kasih atas supornya.
Risna Warnidah, isteri yang membiarkan suami berlarut-larut sampai pagi merangkai huruf, menganyam kata, menyusun kalimat menjadi alinea, terus menjadi buku. Buku ini dipersembahkan buat dedikasimu Sayang.
Terima kasih atas wakaf waktunya mengoreksi draf buku ini. Sesuatu yang menjadi penyakit menahun, saya malas mengoreksi tulisan. Terima atas imbuhannya sehingga buku ini menjadi.
Anak-anakku, Antragama EWA Abbas, Aprivisi EWA Abbas, dan Aztaraneta EWA Abbas yang rela membiarkan Bapak asyik memainkan keyboard komputer di saat kalian libur sekalipun.
Khusus untuk Antra, terus menulis dan peliharalah www.antra.webersis.com. Tidak usah ragu dan bimbang, minta sharing menulis dengan kakak-kakak, om-om, atau kenalan Bapak yang banyak di dunia maya. Insya Allah mereka mau sharing dan membantu Ananda.
Tegurlah bapak jika kalian merasa terabai. Jangan lupa, membaca, membaca, membaca, dan menulis, menulis, dan terus menulis. Bapak berharap keluarga kita menjadi keluarga penulis, menulis kebaikan di atas tinta kebaikan menyampaikan seruan ‘suara’ Allah SWT. Amin.
Banjarbaru, 17 Agustus 2008
Ersis Warmansyah Abbas
Motivator Penulisan.












24 Responses to “Menulis dengan Gembira”
By Sandy Guswan on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat atas terbitnya buku Pak Ersis
By suhadinet on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat Pak Ersis atas terbitnya buku ini.
Saya tertarik dengan ungkapan Bapak bahwa dunia yang sesungguhnya adalah dunia maya. Saya yakin dalam konteks kekinian, apa yang Bapak katakan itu adalah betul.
Sekali lagi, selamat Pak. Terus berkarya, karena banyak manfaat yang telah-akan Bapak sumbang untuk kemajuan Bangsa kita.
By enggar on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat Pak. Semoga dapat terus berkarya.
By marshmallow on Aug 12, 2008 | Reply
tahniah!
semoga apa yang bapak sumbangkan bagi semua menjadi amal jariyah bagi bapak.
ilmu bermanfaat yang diamalkan manusia.
By Anang on Aug 12, 2008 | Reply
semoga karya2 bapak bisa menginspirasi banyak orang untuk tetep menulis.. berbagi pengetahuan.. dan dibalas dengan amal jariyah.. amin pak…
By Septha on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat pak. Buat terbit buku barunya.
By Ahmad Rizky M.U on Aug 12, 2008 | Reply
Saya sudah baca sekilas bukunya pak di Book Fair JEC Jogja. Ada lomba resensinya juga lo disana, salah satunya buku pak ersis cuma saya lupa yang mana bukunya.
Kalo boleh tau, gimana ya caranya mengirim naskah ke Gama Media? Saya ada niatan nulis buku juga lo pak… yah, minimal kumpulan artikel2 saya di Radar Banjarmasin.
Syukron pak.
By 1rw@n on Aug 12, 2008 | Reply
selamat Pak Ersis,.. semoga tulisan bapak dapat menjadi amalan yang terus mengalir dan terus bermanfaat bagi yang membaca.
***Makasih. Amin. Terenyuh doanya. Makasi ya.
By Lena on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat ya pak,ntar ulun coba cari di toko buku sini..
***Yoi. Makasih atas atensinya.
By Alwi on Aug 12, 2008 | Reply
Salam Pak Ersis…
TAHNIAH dan SELAMAT atas penerbitan buku terbaru bapak…Saya kagum sekali ngan bapak…
Saya kepingin sekali menjadi penulis hebat kayat bapak…Semoga semuaya sucses…
Sebelum ini saya hanya dengar nama pak ersis melalui ustazah siti fatimah jer…Pabila saya mendalami blog ini..Aduhh…Bertambah gila saya untuk terus berkarya seperti Pak Ersis…he he he…
——————
Kalam Abu Musaddad
http://ibismail.wordpress.com
***Ah Sampeyan dah penulis hebat kog, saya kan berknjung ke blog Sampeyan. Kumpulkan tulisan, edit, kirim ke peneribt, jadi deh.
By erry on Aug 12, 2008 | Reply
Selamat pak!…waah jadi pengen cepet-cepet beli buku nya!..
***Makasih apresiasinya. Saya sih mau aja kirim, tetapi itu tu … kasihan anak-anak di kantor, bulan kemarin aja ongkos kirim pengiriman buku lebih empat kali gaji mereka. Jadi, ngak enak juga. Cara sendiri aja di toko buku ya atau hubungi penerbit GAMA MEDIA. Salam.
By aminhers on Aug 12, 2008 | Reply
great.
By Asep on Aug 12, 2008 | Reply
Wah! selamat pak atas buku barunya,Em…saya harus buru-buru beli nih, tar kehabisan:)
By achoey sang khilaf on Aug 12, 2008 | Reply
Bapak memang produktif
By Lena on Aug 12, 2008 | Reply
Pak,main k blog ulun donk.Trus tolong kritiknya ya..Oya,ulun ada kirim imel ke imel pian.
By Daniel Mahendra on Aug 12, 2008 | Reply
Pak Ersis, kok tanggal di bawah tertulis: “Banjarbaru, 17 Agustus 2008″?
By Zul ... on Aug 13, 2008 | Reply
Takzim buat EWA!
(Mau omong apa lagi, ya?)
Tabik!
By sondang on Aug 13, 2008 | Reply
kapan ya saya bisa seperti pak Ersis
menulis buku dengan senangnya
dan begitu gembira
By budimeeong on Aug 13, 2008 | Reply
Selamat pa EWA…tp di Barabai udah beredar lom pa..? Yg da cuma Apam aj…cakakkk…cz jauh banget ke gramed….
By mantan kyai on Aug 14, 2008 | Reply
wah selamat. tapi saya kok lebih sering nulis dengan duka lara yah. hiks :((
By unai on Aug 15, 2008 | Reply
wow.saya ketinggalan kereta pak, selamattttt…saya ikut bangga pak…
By syaharuddin on Aug 15, 2008 | Reply
selamat atas terbitnya buku EWA, semoga tetap konsisten jadi motivator menulis dan akhirnya bertumbuhan penulis-penulis handal. Semoga juga menjadi amal jariah, sebuah amal yang jarang diperbuat orang. Saya turut mendoakan agar EWA tetap istiqomah dalam menulis sampai akhir hayat, amin.
By meiy on Aug 15, 2008 | Reply
selamat ya pak, semakin byk warisannya utk dunia, tp kok saya gak ketemu buku bapak di gramed medan ya? dimana belinya?