Tidak Relevan

5 July 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

DISKUSI tentang fallacy (kesalahan logis) kita akhiri dengan bahasan ringkas fallasi Tidak Relevan. Fallasi sedemikian terjadi karena penalaran, tulisan, tidak bertitiktumpu pada pokok masalah.
 
Seorang mahasiswa memasalahkan dosennya ketika Si Dosen mengingatkan ketidakhadirannya. “Bapak pernah tidak masuk”, katanya bersemangat.
 
Ya ya ya, yang dipermasalahan ketidakhadiran mahasiswa, itu hal pokoknya. Sekalipun Si Dosen pernah tidak memberi kuliah, dan anggaplah itu salah, toh kesalahan dosen tidak dapat membenarkan kesalahan mahasiswa yang tidak masuk waktu midtes. Bukan itu masalahnya. Tidak relevan.
 
Dalam contoh radikal agak ‘nakal’ misalnya. “Bapak Presiden yang terhormat. Bersama ini saya rekomendasikan Alui, S.Pd. sebagai menteri Perhubungan. Alui adalah teman saya satu kelurahan. Bertahun-tahun kami bergaul, dia suka menolong, dan lagi pula dia sangat pintar main catur. Penah menjadi juara catur tingkat RT pada HUT RI 2008”.
 
Oh ya, karena ini tulisan terakhir tentang Kesalahan Logis, perlu disampaikan, saya sedang mempersiapkan diri untuk Umrah. Jadi mohon doa restunya (Apa hubungannya he he, alias tidak relevan).
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 5 Juli 2008.

  1. 29 Responses to “Tidak Relevan”

  2. By nenyok on Jul 5, 2008 | Reply

    pertamax!!
    @the last paragraf: Selamat jalan ya Pak semoga lancar sukses dan selamat kembali ke tanah Air. Amin ya rabbal Alamin.

  3. By Hery Azwan on Jul 5, 2008 | Reply

    Kayaknya, yang lebih menarik paragraf terakhir deh Pak. Selamat menunaikan umroh. Doakan saya di multazam ya Pak, biar cepat memperoleh keturunan….(Hery Azwan dan Yuli). Ingat kan Pak nama saya? Catet…

  4. By leah on Jul 5, 2008 | Reply

    semoga pergi dan pulang dengan selamat dan doanya terkabul. Aminn

    ingat mekkkah bikin saya sedih soalnya ibu mertua saya meninggal di mekkah waktu naik haji. 3 bulan kemudian saya menikah dengan suami.

  5. By Rafki RS on Jul 5, 2008 | Reply

    Antara keinginan untuk umrah dengan mohon do’a restu agar terwujud dan diridhoi sih, sangat relevan. Do’a saya bersama Pak Ersis, semoga di ridhoi Allah SWT.

  6. By suhadinet on Jul 5, 2008 | Reply

    Semoga amal ibadahnya diterima Pak Ersis.
    Di tunggu tulisan Bapak yang selanjutnya.

  7. By catra on Jul 5, 2008 | Reply

    tapi kenyataannya memang banyak di kehidupan sehari-hari gaya bahasa dengan kalimat yang tidak relevan dengan kalimat selanjutnya.

    ya kan pak??

  8. By carra on Jul 5, 2008 | Reply

    hehe iya ya… biarpun bener tapi kalo jawaban tidak relevan juga jadinya konyol :D

    btw… met jalan ya… smoga sukses perjalanannya… dan membawa hikmah yg luar biasa ^^

  9. By Qizink on Jul 5, 2008 | Reply

    selamat menjalankan ibadah umroh….

  10. By lia on Jul 5, 2008 | Reply

    iya pa… selamat menjalankan ibadah umrah..
    kami tunggu bapak untuk bisa memberi kami kuliah lagi..
    jadi pa’ haji donk Hehehe….

  11. By cinker on Jul 5, 2008 | Reply

    kal pergi umroh jangan lupa doain saya biar banyak rezeki yach…..! he2

  12. By sawali tuhusetya on Jul 5, 2008 | Reply

    wah, sugeng tindak ke tanah suci, pak ersis, semoga membawa banyak berkah dan kemaslahan, baik buat pribadi pak ersis dan keluarga, maupun kepada sesama.

  13. By laporan on Jul 5, 2008 | Reply

    Wah selamat jalan pak ersis

  14. By selvia agustina on Jul 5, 2008 | Reply

    relevan nggak relevan,.
    selamat jalan pak.,
    semoga selamat dalam perjalanan.

  15. By ihsan on Jul 5, 2008 | Reply

    klo paragraf yang terakhir itu cuma contoh untuk tulisan tidak relevan memang sangat tidak relevan kok pak.
    tapi klo benar mau umroh bapak bisa tambah dekat dengan kopiah hajinya.semoga sehat disana ya pak,biar ibadahnya bisa lancar.
    AMIN

  16. By norjik on Jul 5, 2008 | Reply

    smoga ibadah bapak diterima dan lancar ya pak :)

  17. By SHALEH on Jul 6, 2008 | Reply

    Met umroh ya Pak, semoga selamat sampai tujuan dan sehat selalu biar ibadahnya lancar.
    *berharap dapat oleh2nya*

  18. By Suci on Jul 6, 2008 | Reply

    “Karena Bapak Mau pergi umroh berarti semakin bersemangat kerjanya”

    Hehe…contoh kalimat tidak relevan,pa.

  19. By catra on Jul 6, 2008 | Reply

    ternyata postingan saya terbaru yang menerapkan “ketidakrelevanan”, kurang berhasil pak… maklum nubi hehehe :lol:

  20. By zoel chaniago on Jul 6, 2008 | Reply

    komen saya relevan g’ ya

  21. By Edi Psw on Jul 6, 2008 | Reply

    Benar-benar mau umroh toh, Pak? Saya doakan agar perjalanan umrahnya lancar.

    Saya juga minta doanya, Pak. Saya akan ziarah walisongo. (Ini juga tidak relevan).

  22. By SJ on Jul 6, 2008 | Reply

    horeee… btw, arti kata umroh sebetulnya apa ya? serius pak gak tau nih… salam jumpa pula.

  23. By Diah on Jul 6, 2008 | Reply

    Ih paragraf terakhir .jadi kepingin pak. Mudah2 ketularan ..

    Semoga perjalan Umroh lancar pak haji..Do’akan supaya saya bisa ketularan ..dan bisa melihat Kiblatku secara langsung

  24. By aminhers on Jul 7, 2008 | Reply

    Mudah2an slamat di jalan, dan dapat beribadah dg khusu.

  25. By EWA on Jul 7, 2008 | Reply

    Waduh … kog komen pada mengarah ke unroh he he (makasih doanya, moga terkabul. Amin).

  26. By ganjar muttaqin on Jul 7, 2008 | Reply

    semoga selamat sampai tujuan amien…..
    relevan khan kekekekekekekeke

  27. By marshmallow on Jul 7, 2008 | Reply

    semoga umroh pak ewa relevan.
    amiiin…

    ***Amin.

  28. By monsterikan on Jul 7, 2008 | Reply

    di kelas kuliah gue dulu yang namanya fallacy jadi makanan utama. hampir selalu muncul di mana-mana katanya. sulit mau berharap negeri ini berkembang kalau ada kotoran di otak yang bikin fallacy itu muncul.

    ***Wow, berat tu kesimpulannya.

  29. By edratna on Jul 7, 2008 | Reply

    Semoga umrohnya berjalan lancar, mendapat pahala… (kalau ini doanya relevan ya)

    ***Maksih Bu Ratna

  30. By Siti Fatimah Ahmad on Jul 8, 2008 | Reply

    Assalaamu’alaikum..

    Semoga selamat dalam perjalanan menuju panggilan Ilahi bagi meniti keagungan buat insan sebaik tuan yang terpanggil hatinya dengan jasad penuh pasrah. Didoakan semoga amal ibadah diterima Allah.

    Salam kunjungan hormat dari saya. Terlalu sibuk dengan urusan untuk kembali ke kampus dan pendaftaran. Panggilan tetap di hati untuk menatapi tiap tulisan tuan namun kekangan masa menghambat untuk meneruskannya.

    Berkat Allah mengiringi tiap langkah. Selamat melaksanakan umrah dan selamat kembali ke tanah air tuan.

Post a Comment