Sesudahnya Maka Karenanya
5 July 2008 | Ditulis oleh: EWA |Oleh Ersis Warmansyah Abbas
KALAU tidak salah, ada olok-olokan kepada presiden Susilo Bambang Yudhoyono, SBY presiden bencana. Apa pasal? Sejak SBY dilantik banyak terjadi bencana di Tanah Air. SBY adalah presiden bencana.
Pasti sudah penalaran tersebut keliru. Kesalahan logis dalam penalaran. Harap dicatat, dalam penalaran logis yang menyangkut idea atau peristiwa adakalanya kita memerlukan argumen sebab akibat. Manakala dilakukan dengan serampangan, terjadilah kesalahan logis. Disimpulkan, karena SBY diangkat menjadi presdien, dan kemudian bencanna melanda Tanah Air, konklusinya SBY presiden bencana. Sesuatu yang tidak dalam katup sebab-akibat.
Karena itu, dalam menulis diperlukan ketajaman dan kesesuaian logika dalam menarik konklusi. Jangan sampai terjadi salah tafsir dalam hubungan sebab-akibat, alias post hoc ergo propter hoc; sesudahnya maka karenanya.
Bagaimana menurut Sampeyan?
Banjarbaru, 5 Juli 2008.










8 Responses to “Sesudahnya Maka Karenanya”
By Rafki RS on Jul 5, 2008 | Reply
Setuju. Namun, sayangnya kebanyakkan masyarakat kita jarang yang logis dalam menyampaikan pendapat. Kebanyakkan dilandasi emosi dan kepentingan pribadi yang tinggi. Makanya jadi kacau dan hantam kromo.
***He he … kita optmis saja, itu kondisi saat ini. Kewajiban kita, terutama pada anak-anak kita, membiasakan berpikir logis. Mana tahu pada generasi mendatang berubah ke arah lebih baik. Amin.
By nenyok on Jul 5, 2008 | Reply
salam
yap kebanyakan tak nyambung antara premis2 dan konklusinya..jadinaya unlogical or menggelikan..”jika..begini maka begitu..sesudahnya karena negasi ini” *halah apa seeh*
By Hery Azwan on Jul 5, 2008 | Reply
Kejadian yang kebetulan terjadi bersamaan sering dihubung2kan sehingga seolah2 ada sebab akibat. Contoh lain, garis tangan menentukan nasib seseorang. Karena itu, bahkan ada jasa mengubah garis tangan agar nasib bisa berubah. Ada-ada saja…
By Tria on Jul 5, 2008 | Reply
karena itulah pemikiran yang logis sangat diperlukan agar tidak terjadi penyimpangan dalam mengungkapkan pendapat kita,
By sawali tuhusetya on Jul 5, 2008 | Reply
sepakat, pak. tulisan yang logis akan sangat ditentukan oleh alur logika dari penulisnya.
By selvia agustina on Jul 5, 2008 | Reply
hubungan sebab akibat tidak bisa lepas dari kehidupan kita,
sekarang tergantung kepada pribadi masing-masing bagaimana menafsirkannya..,
By Suci on Jul 6, 2008 | Reply
Berarti, Mitos bisa menjadi satu penyebab mengapa sering terjadi kesalahan logis dalam masyarakat kita?
Berdiri di depan pintu tidak dapat jodoh, Pukul meja nanti banyak hutang, dsb, dst.
Atau bukan?
By marshmallow on Jul 7, 2008 | Reply
karena pak ewa rajin menulis, maka saya sulit mengikuti.
nah, itu contoh penalaran yang keliru.
yang benar, karena saya sulit ngenet, makanya jadi sulit juga mengikuti tulisan yang selalu up-date seperti tulisan di blog pak ewa.
*mencoba mempraktekkan panalaran logis*
***Ha ha bisa aja.