Argumen ad populum

5 July 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

PADA postingan argumen ad hominen, kesalahan logis terjadi karena yang disasar bukan masalahnya, tetapi pribadi orangnya. Hal tersebut terjadi karena luapan emosi. Jelas bukanlah sikap penalar yang baik, dan kalau dalam bentuk tulisan, bukanlah tulisan dari penulis yang baik.
 
Sebaliknya, arugumen ad populum bidikan diarahkan pada kelompoknya. Lagi-lagi bukan pada masalahnya. Misal pidato politikus atau pemimpin temprametal yang main hajar saja. Etnis anu mengisap kekayaan bangsa saja. Atau, suku anu, boleh pula profesi anu, tidak berkontribusi pada negara, maunya meraih keuntungan saja.
 
Dalam menulis, kesalahan logis demikian bisa sangat berbahaya. Bagaimana kalau kelompok atau suku tertentu terprovokasi, kan bisa terjadi kekakacauan sosial. Padahal, yang bersalah —misalnya— hanya seorang yang kebetulan dari kelompok tersebut.
 
Jadi, kalau membahas satu masalah, tuntaskan masalahnya. Jangan dihubung-hubungkan dengan kaitan kelompok. Hindari argumen ad populum.
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 5 Juli 2008.

  1. 3 Responses to “Argumen ad populum”

  2. By lia on Jul 5, 2008 | Reply

    kalo menulis tentang sesuatu yang didalamnya itu ada sangkut pautnya dengan kita, apa pendapat/perasaan kita dalam tulisan tersebut tidak boleh dibawa??

  3. By selvia agustina on Jul 5, 2008 | Reply

    karena nila setitik,
    rusak susu sebelanga.

  4. By ihsan on Jul 5, 2008 | Reply

    mengkritik pribadi seseorang aja bisa perang apalagi kelompok,bahaya banget kan????

Post a Comment