Nominator Lomba Puisi Cinta Tanah Air
2 June 2008 | Ditulis oleh: EWA |Berikut Nominator Lomba Puisi Cinta Tanah Air. Tugas nominee melengkapi Cv di bawah postingan ini. Selamat.
1. Fien Prasetyo
Potret Negeri
Aku berdiri menatap langit bangsaku…biru, abu-abu…lalu menghitam
Lukisan indah alam negeri berubah menjadi pemandangan penuh haru
Di setiap sudut bumi pertiwi menangis…sedu sedan..
Perut membuncit, raga hanya belulang yang sesaat lagi akan patah
Ibu pertiwi…aku tak pernah lagi melihat senyummu
Tak jua kembali aku mendengar petuah-petuahmu
Yang ada kini kau membisu diantara keluh kesah anak negeri
Semakin hari semakin membuatmu nelangsa
Tanah airku tak lagi punya belantara, laut melepas, atau gunung
menjulang
Panas, datar, bah, api, kerontang, hitam mengabu, semuanya kini
jadi warnamu
Menangisku hampir membakar pelupuk mata…sendu…pilu…
Sementara sanubariku terpekur, tak sanggup menatap dunia
Ibu pertiwi tiba-tiba menamparku, berkali-kali, bertubi-tubi !
Sakit, perih, tapi aku merasakan kasih yang selama ini hilang
ditelan kesombongan
Mataku terbelalak saat hutanku terbakar, lautku tercemar, dan
gunungku meletus
Bah menelan tempat tinggal kami, asap membumbung menyesakkan
dada
Rasanya tak ada lagi waktu untukku terisak kembali
Menatap negeri tercinta dalam lahat kehancuran
Indonesia, aku tak ingin kehilangan tanah kelahiranku
Tanah yang akan dan selamanya menjadi tumpah darahku
Kurajut asa lukisan negeri ini hanya sepintas lalu…
Berlalu..berlalu..dan berganti potret abadi bersama Indonesia
sejati
Biarlah nanti lukisan pedih tanah air terbingkai dalam kenangan
Karena cinta akan membawa kedamaian dan kebaikan
Kapanpun…dimanapun…siapapun…dan selamanya…
Aek Nabara, 2008
2.Hasti Dwi Nugrahani
Cintaku pada negeri ini
warnanya biru
langit luas dalam cengkraman awan gelap
warnanya biru
lautan dan ombak yang tak pernah mesra
warnanya hitam
tanah gersang dan batang pohon yang berderak rapuh
warnanya hitam
luapan lumpur rawa yang menghisap pepohonan
negeri ini tak indah lagi
tanah ini tak hangat lagi
jiwa jiwa merapuh dalam asa yang senyap
karena rumput dan bunga tak lagi bisa teriak, bernyanyi atau
mengeluh
namun kakiku berpijak disini
dan menyirami mimpi dengan air mataku
tanah airku adalah pembangun cinta
dan aku adalah jiwa yang ditumbuhkannya
aku mencintai seluruh tanah yang gersang dan retak
seluruh lautan yang senyap oleh ikan yang berlalu
dan saat airmataku tak lagi mampu menumbuhkan harapan
darahku mengalir disana untuk sebuah asa kehidupan
3.Paundra
Kami Pewaris Negeri Ini *
kami disini…
menatap langit membelah cakrawala tanah air kami
tak apa,
bersandal jepit kami bersekolah
kadang tak beralas ini kaki dengan sepatu model terbaru
melewati tanah basah kaki-kaki kami
dimana tersiram hujan sawah padi menguning
menelusuri ngarai sungai
berlari kami pada tanah pertiwi,hijau menghampar surga hutan
negeri kami
sesekali menyeka peluh pada wajah
peluh jatuh dari badan karena cinta pada negeri
karena cita-cita tanah air gemilang ada pada puncak jiwa kami
tak gentar kami bila badai hujan menghadang
dimana membasahi baju dan tas terbuat dari anyaman bambu
karena kami tahu membangun tanah air adalah mulia
gunung krakatau menampakan kegagahanya
karang dihantam deburan ombak mengila
tetap kokoh ia berdiri
jiwa semangat ditempa sang guru
agar tak menjadi generasi cengeng
lihat…!
matahari mulai menampakan sinar cahayanya
berlari kita bersama
menuju indonesia bangkit
karena kami pewaris negeri ini.
sidoarjo april* 2008………
4.Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM
NEGERI YANG TERLUKA
Ibu pertiwi seperti buku yang tergeletak,
lupa tak tersentuh,
dan membiarkan anak negeri berlari dengan senja,
setelah lelah menantang mentari pagi.
Ibu pertiwi seperti Durga yang terbelalak,
melihat tugu yang runtuh,
dan membiaskan rona yang berbusur seroja,
menuju ke pusara yang diguyur doa dan sesaji,
Visit Indonesia, Enjoy Jakarta, Stay with us …..
But what for ???
5.Febry abrar
Satu Buat Ibu Pertiwi
Negri Langit Biru
Dalam dongeng Ibuku…
Tentang Tanah harum
Di Ujung Pulau
Yang Kehilangan Bapa
Sunyinya nyanyian
Anak-anak seribu pulau
Rataplah….
Senyum-senyum awan
Yang Hampir Pudar
Bunga-bunga indah
Yang Berguguran
Hilangnya Buaian-buaian angin
Yang Lembut
Tentang benang-benang
Yang kusut
Kaca-kaca yang retak
Dalam keluh kesahnya
Dekaplah…
Seribu pulau yang sedang piatu
Taburkan Bunga-bunga
Yang Kembali Mekar
Rentangkan benang-benang yang kusut
Satukan kaca-kaca yang retak
Dalam Satu Ibu
Agar Awan-awan Kembali Tersenyum
Dalam persembahahan
Nyanyian Anak-anak Seribu pulau
Untuk Satu
Ibu Pertiwi.
Banjarmasin 10 april 2008
6.Zienoer
antara aku,angin, dan bangsaku
kala itu aku tersindir
oleh desir angin yang mengisyaratkan kegetiran
kalau bukan karena firman tuhan
aku tak akan sudi lagi menari
di atas hamparan mega birumu
tak sudi aku menyaksikan bangsamu
yang dipenuhi darah amarah
diamlah kau angin!
jangan kau salahkan bangsaku
kau hanya bisa mencibir
menyebarkan kejelekan bangsaku kenegeri-negeri tetangga
tidakkah kau ingat di negeri siapakah kau sedang menari
negeriku negeri suci
bangsaku bangsa beradab!
kesucian negerimu hanyalah rekayasa belaka
berapa juta galon darah tertumpahkan di negerimu
atas nama kesucian menurut versi bangsamu
kau kemanakan daftar orang-orang hilang
yang sampai aku serenta ini
tidak ada kabar yang jelas
itupun atas nama keberadaban
menurut versi bangsamu
sindiran itu masih mengabut dalam kalbuku
mengaburkan pandangan cintaku pada ibu pertiwi
akankah kecintaanku pada negeri ini luntur
akankah kidung cinta yang senentiasa kudendangkan pada ibu
pertiwi harus terhenti
tak mungkin aku memandang sebelah mata
pada tanah airku yang kucinta
wahai dunia
tunggulah saatnya
ketika bangsaku telah sembuh
mercusuar dunia akan berada dalam tangan kami!
sang angin tersenyum sinis
dianggapnya aku bangsa bedebah yang membual
ia berlalu sambil berkata
semoga tuhan memberimu keberuntungan
ngayogyakarta hadiningrat
segaris dengan puncak merapi
10 April 2008
7.Iva
Penyakit dan Bangkit
Badannya penuh borok
mukanya penuh jerawat bernanah
kulitnya ditumbuhi bisul beringas
semua menambah bebannya
Hamparan kulit mulus yang dulu ku lihat
hancur tercabik-cabik luka
luka durjana karena bakteri yang memiliki otak pintar
pintar membuat luka di dalam hatinya
Jantung yang tertusuk perasaan marah
namun hanya gempa dan bencana yang dapat membalasnya
walaupun sudah berjuang melepas cinta
dalam tumbuhnya benih-benih pohon harapan
namun yang ada masih saja polusi laknat
untuk kegemukan segelintir kuman penyakit
Biarkan aku menjadi ulat
walaupun menjijikkan namun bisa menjadi kupu-kupu
yang memperindah parasmu
biarkan aku menjadi pohon
yang akan tumbuh kokoh beranak pinak
yang menyembuhkan lukamu
biarkan aku menjadi diriku
yang mencintaimu apa adanya
karena hanya turut menanggung hutang
dari orang yang tidak merasa harus bertanggung jawab
biarkan doaku menyelimutimu
biarkan cintaku membakar semua kelam sejarahmu
sekarang kita akan bangkit bersama
menyongsong hari esok yang cemerlang
yang tiada luka
matilah semua durjana
perusak bangsa, penyakit semesta.
damailah bangsaku, puaslah rakyatku.
8.Ainun
Indonesiaku………..
Kau Tak Lagi Harum Mewangi
Hutan Mu Tak Lagi Perawan Sejati
Karena Telah Di Jamah Di Kotori Dan Di Perkosa
Oleh Tangan Manusia Yang Tak Bertanggung Jawab
Mereka Tebangi, Mereka Bakar Dan Mereka Curi
Tanahmu Telah Di Nodai
Bumimu Yang Asri Kini Menangis Sedih
Karena Mereka Sudah Di Cemari
Lautmu Nan Indah telah Dikotori
nanti kalau ada lagi bolehkan pak?
9.Makaribi
SURAT BUAT GENERASI BERIKUTNYA.
Dalam remang cahaya lampu, kutulis surat untukmu.
Agar setiap kenangan terawetkan dalam tulisan.
1\ : Buat Anakku nanti
jika kau telah mampu membaca tulisan ini
mungkin saat itu kau mulai melawan hari
Aku ingin ceritakan tentang hariku dan negeriku
saat masih pagi dan langit biru
sebiru hati ditengah udara kota bertuba
Kupilih kupilah kenangan yang ada
hingga kuingat saat tumbuh ditanah tercinta
tanah yang hijau dengan langit seluas samuderanya.
aku lahir disebuah pulau
pulau terpadat dari puluhan ribu pulau
tapi yang ingin kuceritakan bukan tentang keindahannya
bukan tentang kekayaan alamnya, bukan pula
tentang ramahtamah penduduknya, bukan pula
tentang kesuburan dan kesejahteraannya
cukuplah kiranya kaudapatkan cerita itu
dari dongeng guru sejarahmu.
2\ : Janganjangan negeri kita telah digadaikan
Hari ini utang kita menumpuk, sudah sangat menumpuk
kuingin tahu darimu saat kau dewasa,
utang itu berkurang atau bertambah berapa ?
aku tak tahu bagaimana sebabnya
negeri yang kaya kekayaan alamnya
bisa miskin begini rupa
seperti tikus mati dilumbung padi.
tidak, aku tidak ingin ceritakan tentang rentenir
yang sering datang kesini
dan suka mencampuri urusan dalam negeri
aku juga tak ingin ceritakan tentang tetangga kita
diseberang samudera, yang menguras kekayaan alam kita
dan hanya meninggalkan sampahnya
dan suka pula mengintimidasi dengan senjata
tidak, aku tidak ingin ceritakan itu semua
aku juga tidak ingin menceritakan pejabat, pegawai
atau temanteman yang suka korupsi dana APBD atau APBN,
ditambah kolusi dan nepotisme disingkat KKN.
aku tak ingin menceritakannya, karena bisabisa aku diseretnya
juga
aku ini bukan orang suci atau ulama
jadi jangan paksa aku menghakiminya,
tapi jangan cobacoba jadi koruptor
jika tak ingin gelisah tidurmu, atau ketangkap dan tekor.
tapi tenang jika kau dijebak atau menjebakkan diri dalam korupsi
tidak akan kau dihukum mati, apalagi jika kau bisa negoisasi
itu lebih bagus lagi, kau bisa dibebaskan atau setidaknya
diringankan.
ah sudahlah jangan diperpanjang.
3\ : hari ini kita makin susah
aku hanya ingin ceritakan padamu
kemarin ada ibuibu membunuh anakanaknya dan dirinya sendiri
karena kabarnya sudah tak mampu lagi beli nasi.
susah cari kerjaan
maka banyak peminta dijalanjalan
ingin kukasih setiap orang
apa boleh buat, buat makan aja paspasan.
ada juga kisah gadis diperkosa,
banyak yang kira nafsu pemicunya
tapi kukira juga karena nikah mahal biaya
apalagi belum punya kerja
ada lagi cerita, orangorang keluar negeri jadi tenaga kerja
disana mereka disiksa, pulang hanya tinggal nama.
yang paling mengerikan perampokan dengan pembunuhan
tak bisa kubayangkan, dirimu hartaku satusatunya
dirampas dan diperbudak jaman.
10.Izzah anwar
Alam Mengadu
Sayang… sayang… sayang…
Keping uang menina-bobokan Tuan
Kealpaan menghanyutkan penumpang
Ketulian membutakan mata-hati Tuan
Tak hiraukan kanan-kiri kehancuran
Hijauku jadi abu
Tanahku gersang
Air bah pun menyerang
Menderai tangis alam
Merkuri ikut merajam lautku
Istana biruku
Jadi kelabu
Terlumuri limbah nistamu
Tuan…
Tak cukup kau sematkan
Racun itu dalam kehidupanku
Tapi juga merasuk, menggerogoti
Otak anak negeriku
Jadi pilu, dungu, sendu
Tak merindukah kau…?!!
Bersitatap dengan keelokan nusantara kala itu
Jernih, tersenyum indah
Bak mutiara, yaqut dan marjan
Berseri-seri seperti mentari pagi
Menentramkan hati
Tuan…
Rangkul aku, peluk aku
Rawat aku, sayangi aku
Ar-Rahmaan*…
Jerit pohonku mengadu
Alun-isak bayuku mendayu merayu
Pun Ayat-Ayat Kauniyah-Mu
Tunduk di hadap-Mu
Atas seruan Rabbul ‘Alamin ku
Fabiayyi aalaa irabbikumaa tukadz dzibaan*…
Tundukkan pula tangan, hati hamba-hamba-Mu
Dari durja
Di atas nestapa alamku.
*Ayat-ayat dalam surat Ar-Rahman
11.Asep
gemetar tangan ini meraihnya
gemetar hati ini merasakannya
aku dijajah…
dijajah oleh pemikiranku yang tak bisa membangun negeri ini…
aku dijajah..
dijajah oleh anggapanku yang tak mungkin membanggakan negeri ini
tanah kupijak..
hatiku terinjak
laut kutatap
tangis terisak
inikah negeriku yang gagah?
inikah negeriku yang megah?
ya!
aku mengerti
aku memang tak punya prestasi yang bisa membuat dadaku busung
didepan dunia internasional
tapi aku punya cinta yang bisa mengiringi negeriku dengan alunan
surga
yap IT’S OUR LOST PARADISE
IT”S OUR GOD’S ISLANDS,,,our land in our heart,,,with our love…
12.Bibidapi
Baitii Jannatii
Biarkan aku bernafas
Di sini
Bersama angin-angin yang memenuhi langit
Dan samudera yang siap mengalir
Hari itu
Adalah saat pertama kujejakkan kaki
Maka kutetapkan untuk berdiri di sini
Hingga akhir, hingga entah
Di tempat darah para durjana pernah singgah
Tempat raja-raja membangun singgasana
Tempat rempah-rempah bernaung dalam kerak bumi
Negeriku adalah surga dunia
Kucari tempat sempurna ke pelosok negeri
Dimana tak ada korupsi,
Tak ada kejahatan,
Tak ada kelalaian,
Tak ada dusta,
Tak ada kemunafikan,
Namun entah
Ada sesuatu di hati ini berbisik,
Tanah airku adalah surgaku
13.Nani
Negeriku
Di negeri ini
tangisan pertamaku menggema
disambut seutas senyum dan belaian lembut
ibu pertiwi
Aku menjelma jadi bocah ceria
dari asupan gemah ripah bumi pertiwi
masih kurasakan hangat dekapannya
dan segarnya hembusan angin
disela-sela hijau dedaunan
aliran sungai menebar aroma rempah-rempah
kebanggan negeri
dan nyanyian burung-burung di pagi hari
pertanda damainya jiwa menyongsong hari
kini………..
air mata membanjiri lorong-lorong hati
menyaksikan ibu pertiwi tak lagi tersenyum
belantara tak lagi hijau
dan sungai-sungai hitam pekat
menjadi saksi pancaroba negeri ini
Aku yang tertegun……….
bukan saatnya mencari kambing hitam
tapi, bangkit bersama
kembalikan negeriku yang nyaman
14.Eno Purwa
Pertiwiku
kelam abu
menerpa semestaku
raut senja tak elakkan
senyap membisu
ketika pertiwiku tidur
nyanyian tangis mengiringi
do’a pilu terlontar
ahh ………
kandung jiwa telahir darah
kandung raga terlahir noda
bunda, jangan kau pergi
bangunlah bersama sajak harapku
bangkitlah bersama rinduku
nafasku, rohku untukmu
pangkulah aku
tuk indahnya pertiwiku
15.Shanty
Tanya kami padamu
apa yang kau beri selain utang di negeri asing
apa yang kau wariskan selain tingkat ekonomi yang bikin pusing
apa yang kau ceritakan saat ini hanyalah koalisi
konglomerasi, perbudakan politik yang buat rakyat mati berdiri
negeriku, disini dulu ku tumpahkan darahku
disini dulu kami bersatu
disini dulu kami saling membahu
melupakan perbedaan ras, agama dan suku
negeriku, mengapa wajahmu bermuram durja
kenapa tanahmu tak lagi indah
kenapa bumimu kini porak poranda
kenapa manusiamu hanya berebut kekuasaan dan harta
di setiap sudut desa
di setiap sudut kota
masih ada anak-anakmu yang berjuang
berpikir dan mencoba bangkit dari kemelaratan
kau tahu kami disini masih cinta
kami disini masih suka
negeriku satu bernama Indonesia
bhineka ika tunggal ika
16.Amanatia
Dear Ibu pertiwi
Maafkan Kami…, Ibu
Keluh lidah kami, Ibu
Hanya untuk mengucapkan sepenggal kalimat tulus
Permintaan maaf pun
Kami sungguh kesusahan
Pedih mata ini…, Ibu
Hingga mata kami tak sanggup mengerjap
Kami telah lupa bagaimana cara menangis
Sungguh, dimana letak telaga air mata?
Kami tak pernah tahu
Apa yang harus kami perbuat…, Ibu?
Untuk dapat merobek daftar panjang dosa kami
Untuk mengganti segala kesadisan kami
Yang tanpa segan mencoretkan warna nista
Kepada realita bangsa
Kami khilaf…, Ibu
Kami telah menghancurkan peradaban!
Kami mulai porak-porandakan tanpa iba!
Kepada suatu dinasti Negara
Yang masih tertatih-tatih belajar berjalan
Seperti bayi, Indonesia
Ibu Pertiwi…
Kami mohon, janganlah engkau menangis darah
Mungkin hanya inilah wujud pengakuan kami
Generasi tak kenal balas budi
Cacilah kami… Ibu
Karena kami pantas untuk dicaci
17.Siti Nur Hidayati
RAUT-RAUT WAJAH CINTA
Di sini…….. pada sebuah cermin tak berbingkai
Sungguh tempatnya mengabarkan berita
Dari raut-raut wajah berbaur makna
Bercerita tentang pergulatan antara hidup dan mati
Lihatlah…….. wahai siapapun yang sudi saksikan
Ada raut-raut wajah cinta yang pucat bergurat letih
Sorot mata nanap menerawang kosong
Menatapi kejauhan yang tak bertepi
Itu….. wajah cinta si bocah pengemis?
Entah karena suasana apa……………..
Ia terdampar merayap dilembah kemiskinan
Terbelit berbagai kesulitan yang tak bertepi
Dan kini letih menunggu uluran tangan sang dermawan
Itu….. wajah cinta si pemuda penganggur?
Entah karena suasana apa……………..
Ia terapung dihempas sang mujur
Terjerembab diantara kolusi dan nepotisme yang tak bertepi
Dan kini letih menggapai nasib baik
Itu….. wajah cinta si bocah narkoba?
Entah karena suasana apa……………..
Ia tenggelam dalam buaian impian yang melupakan
Lari dari carut marut hidupnya yang tak bertepi
Dan kini letih mencari tempat berpijak
Itu….. wajah cinta si bocah pemabok pencuri?
Entah karena suasana apa……………..
Ia terjebak dalam lingkaran setan penyamun
Terdampar ditandusan kasih yang tak bertepi
Dan kini letih menggapai nasib baik
Atau Itu….. wajah cinta sang koruptor?
Entah karena suasana apa……………..
Ia bergelimang dalam perbuatan yang tak punya malu
Terbuai dalam kesenangan diatas penderitaan kaum miskin
Dan kini letih menghadapi persidangan dunia
Lihatlah…….. wahai siapapun yang sudi saksikan
Ada raut-raut wajah cinta yang pucat bergurat letih
Sorot mata nanap menerawang kosong
Menatapi kejauhan yang tak bertepi
Melihat kepedihan ada diantero negeri
Tapi…… semua hendak kabarkan cinta
Meski entah karena apa …………………..
Ini cinta! Untuk Indonesiaku……..
Purbalingga 5 April 2008
18.Mey
Takkan kutukar cinta padamu, bunda pertiwi
Satu;
Hari ini
catatan cinta kueja tadi malam, bunda
ketika terdampar pada resah
tanahku
seolah jerit bumi berteriak
minta tolong pada penghuninya
yang tak peduli
tetap tergesa-gesa
kesana kemari memperkosa dirimu yang semakin tua
meratakan hutan jadi tanah kering
menuangkan banjir, menyisakan kerontang bergantian
asap kebakaran racun timbal tak cukup mencemari
bertambah intensitas hari ke hari
mereka menodai lautmu, sungaimu dengan racun kimia
membotaki gunung-gunung
melobangi tubuhmu seperti bopeng-bopeng bulan
mengerikan!
(sungguh aku tak ingin jadi mereka!)
mereka
memperebutkan apa saja dengan loba
tamak menginjak-injak yang kalah
si miskin, si melarat,
sengsara
mengais-ngais sisa remah
disudut-sudut kota yang sesak
berhimpitan berbagi ruang sempit
di desa petani-petani kehilangan sawah
menangis kalah
ada anak yang mati kelaparan, kata media
“hanya sebuah kabar, tak perlulah dibesar-besarkan,”
kata orang itu, entah siapa
datang dalam mimpiku menjijikkan
melubangi lumbung pertiwi tercabik-cabik menyeramkan
aku terpelanting
pada realita
pening
kuheningkan hati mencari jawab
belum bisa banyak berbuat
masih terbatas mencoba
berbagi yang tak berlimpah,
dan harapan, Tuhan pasti cukupkan untuk mereka
tak sanggup kusaksikan bening mata bocah menangis
berkaca-kaca menahan lapar.
Dua;
Dulu
menelusuri jejak cinta padamu pertiwi
apakah cinta mesti menuangkan darahku dalam perang?
aku hanya punya perang melawan diri
sejak dini
walau hanya bertahan tak menyontek waktu ujian kala remaja
biarlah nilaiku jeblok
tapi aku tak goblok, bunda
kubaca jejakku pada cinta:
dimana cinta diuji?
ketika kau mampu menolak amplop tebal dihadapanmu
mencoba membeli kejujuran
padahal kebutuhanmu menderu-deru
kapan kesetiaan terbukti?
ketika nafsu memburu-buru
ingin memiliki yang bukan milikmu
kau memilih siksa.
ketika perawan rela menukar cinta demi sekedar bedak lipstik
menjual cinta pada bandot tua demi materi
kau memilih menderita.
kubaca lagi jejak dimana cinta pernah tertoreh
di Aceh, di Aceh!
kutahankan cinta di tengah ledakan bom, hujan peluru menderu-
deru
ketakutan, darah dan trauma,
takkan kutinggalkan bunda pertiwi
mendesah di tiap doa, janganlah negeriku terpecah-pecah
damai-damailah, jangan hanya dalam mimpi
sampai aku lelah
kehilangan kata. doa terhenti
dalam hening mengeja cintaNya
lalu ombak yang menghempas, mencipta neraka di hadapanku
terpana membaca kehendakNya
kucoba lagi menghayati cinta
tetap kucinta kau
sebab kurasakan tangismu bunda
perih, perih menyayat hati
dikhianati anak-anak sendiri
kekasih jiwa.
Tiga;
Di hati, sekarang
meski terbatas di pikir dan zikir
kueja namamu dalam kasihNya
semoga tetap bertahan
dari perpecahan oleh tangan-tangan
gergasi, siluman, manusia
yang ingin membelah negeri
yang ingin kau tak ada lagi
menjadi serpihan-serpihan kecil tak berarti
semoga kau bertahan
sebab masih ada anak-anak bumi yang peduli
tersenyum, tersenyumlah bunda pertiwi
meski pahit menggigit hati
Ruang Biru, 24 April 2008
19.Yunita P
Ratapan Senja
Apa yang diperjuangkan, kini dihancurkan
Apa yang dimenangkan, kini dienyahkan
Negeri tercintaku luruh dalam balutan nafas sang waktu
Bar-bar menjadi identitas tersohor bagi bumiku
Semerbak wewangingan damai, tercerabut oleh anyir permusuhan
Etika moral bergelayut di titik nadir
Menanti terperosok…
Negeriku malang, negeriku jalang
Tenggelam dalam kebobrokan mental yang kental
Apa yang ku cinta, kini terbalur rancu
Semua samar…
Kemajuan yang kasat mata,
Hanya bermuara pada barisan pelahap ilegal rupiah berjamaah
Selebihnya,
Tergeletak pasrah pada guratan takdir Hyang Jagat
Bahkan lingkaran cahaya mentari hanya memantulkan semburat
nestapa
Tak terelakkan,
Air mata menggantung di pipi bulan
Menangisi alam yang menggerutu tak bersahabat
Negeriku dipenuhi lubang-lubang borok yang tak sempat terjamah
Perut membuncit menjadi pertanda derita, bukan makmur
Sedih…
Miris…
Aku menyaksikan ratapan senja nan malang
Adakah yang masih peduli?
Kemana perginya sang pekerti?
Bahkan seorang pahlawan kesiangan pun enggan turun tangan…
Lakukan sesuatu!!!
Jika kau tak sanggup menjadi sebongkah karang yang kokoh
Jadilah kerikil yang tak bergeming terlindas zaman
Jika kau tak sanggup menjadi khalayak yang bersatu padu
Jadilah sekawanan lebah pekerja yang gencar membela sang ratu
Kayuh seluruh roda cinta sang nurani
Lalu tebarkan ke setiap sudut Ibu Pertiwi
Berikan yang terbaik…
Demi Indonesia maju…
20.M. Rizky Adha
Negeri Sebatas Khayal
Sejauh mata memandang
Tak Kulihat senyum
Elok nan permai
Dari Sang Pertiwi…
Nyanyian-nyanyian alam
Berubah menjadi tangisan
Yang tak berujung…
Ku rindu saat-saat berada
Dalam pangkuanmu…
Membelaiku dalam tidur panjangku…
Memimpikan sebuah negeri
Yang kekal nan damai…
Tak kurasa kini, hanya ada jeritan-jeritan
Membahana…
Menyemarakkan hati
Sekaligus mencengangkannya
Dalam satu euforia…
(Bjm, April 2008)
21.Ichsan
Hijau kuning merah dan kelabu warnai bangsaku
Hijau kuning merah dan kelabu warnai bangsaku
Seperti langit
yang tak selalu biru
Awan mulai menghitam
Menutup membuyarkan kesadaran
Suaramu masih riang
Walo tak sedahulu
Kakimu terus melangkah
Langkah lari
nyeri
Dinding rumahmu mulai buta
Tuli
Bisu
tak mampu berpetuah
Caya
Kau masih mampu memelukku
22.Lalu Abdul Fatah
Bangga (Aku) Jadi Orang Indonesia
Boleh saja Taufik Ismail
Merasa malu jadi orang Indonesia
Merutuk-rutuk seribu dosa
Berjamaah bangsa kita
Namun, aku di sini berdiri
Berikrar segenap-penuh hati
: Bangga aku jadi orang Indonesia.
Boleh saja kita akui
Indonesia keadaannya memang begini
Hancur di segala segi
Namun, tak layak kita pesimis
Berkicau mencela sampai menangis
Berharap Indonesia berhenti diguyur gerimis.
Optimis satu-satunya harapan yang tersisa
‘kan menjadi senjata pamungkas kita
Menatap hari esok yang cerah
Bumi pertiwi yang cantik sumringah.
Lihatlah…
Indonesia sepotong surgaloka nan jelita
Terhampar di sepanjang khatulistiwa
Kaya budayanya
Subur tanahnya
Makmur lautnya
Laksana pelangi aneka rupa
Itulah Indonesia
Membuat iri bangsa lain di dunia.
Boleh saja Taufik Ismail
Merasa malu jadi orang Indonesia
Namun, kita di sini
Mari berjanji segenap-penuh hati
Ikrarkan selalu tiap detak nadi
: Bangga aku jadi orang Indonesia.
Surabaya, 30 April 2008
23.Novichharullah
Kursi kebatilan dihantam keriuhan batinku
memporak-porandakan revolusi yang memuncak
menghardik bumi pertiwi ini
bencana membuncah bak air yang tak bertepi
Indonesia……
Berteriaklah….
Hingga Riak air menggema
memperkuat tali kemerdekaan
membanggakan tanah hijau yang lapang
Indonesia….
Berkaryalah Hingga gedung kesenian
menjadi warna rupa yang terus terisi
Kecintaan pada kebudayaanku
membuat semangat raksa terus mengepul
Indonesia….
Kibarkan sang saka
pada tiang keyakinan tertinggi
bersorak bahwa kemerdekaan terus
membahana membawa rakyat tuk trus
mencintai negara ini
Aku cinta Indonesia
sebuah keyakinan yang trus terpatri di dada
yang melekatkan Pancasila sebagai simbol
tanah air…
Proklamasi trus terngiang dimemoarku
membangkitkanku tuk hadapi masa depan…..
Cukup satu kata tuk raih
keberhasilan
Aku Cinta Indonesia…..
24.Eka First
Namai Negara Ini Cinta
Katakan bahwa negara kami negara miskin..
Aku tak pernah malu
Katakan bangsa kami bangsa bodoh…
Aku takkan kecewa
Katakan pemimpin kami tak bermoral..
Aku menerima kenyataan
Jika semua itu membuat kau tertawa
Aku hanya tersenyum
Ini negaraku…
Bagaimanapun kalian mencacinya,
sebenci apapun kalian terhadapnya
Semua cermin kebencianmu…
merefleksikan kecintaanku padanya
Negaraku memang negara miskin..
Kemarin aku menatap bocah kecil lemah
Yang kelaparan namun tertidur…
Kadang ia terbatuk-batuk di sela tidurnya
Dan ia juga menaruh mangkuk kecil di samping tubuhnya
Yang diisikan oleh orang-orang dermawan yang melewatinya
Bukan oleh pelindungnya yang bersembunyi di gedung ber-AC
Bangsaku juga bodoh..
Tetanggaku tak melanjutkan sekolahnya sekalipun ia mampu
Tanpa sadar betapa berharganya pendidikan itu
Tanpa sadar bahwa tak berartinya ia tanpa ilmu
Tanpa sadar betapa bodoh bangsanya…
Tanpa sadar ia menambah bodoh bangsanya itu
Pemimpinku tak bermoral…
Ia yang tertidur di tengah membicarakan rakyatnya
Kalu begitu, apa ia juga mendengar suara rakyatnya?
Apa ia melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati?
Atau hanya ingin mengangkat namanya, lalu korupsi?
Aku tak ingin peduli
Seburuk itukah negaraku?
Tentu saja tidak
Aku terpana melihat candi borobudur sang kejaiban dunia
Aku bangga miliki Habibie yang brilian
Aku senang bisa menari tradisional kala semua gila modern dance
aku bangga… kau mesti tahu itu













49 Responses to “Nominator Lomba Puisi Cinta Tanah Air”
By langitjiwa on Jun 2, 2008 | Reply
terima kasih,bang ersis.
dan ini CV saya,
nama ; muhammad marshell
TTL : jakarta 11 april 1973
alamat: jl.sedati agung I/66.sidoarjo.jawa-timur
menulis puisi sejak dari masa-masa SMA dan kembali memulai menulis puisi beberapa tahun ini.melukis juga sebagai hasrat jiwanya.
dapat ditemui di :
alamat website : http://langitjiwa.wordpress.com.
email : paundra.andra@yahoo.co.id
By langitjiwa on Jun 2, 2008 | Reply
oh iya lupa puisi saya dengan judul :
Kami Pewaris Negeri Ini.
By M. Rizky Adha on Jun 2, 2008 | Reply
Nama : M. Rizky Adha
TTL : Banjarmasin, 04 Agustus 1987
Alamat : Jl. Sutoyo S Rt.14 RW. 05 No.34/A Banjarmasin
Blog : rizkyadha.blogspot.com
email : rizkyadha@gmail.com/madha88@yahoo.co.id
By hanggadamai on Jun 2, 2008 | Reply
wah kang langit termasuk…
***hayya …
By Siti Nur Hidayati, SH on Jun 2, 2008 | Reply
CV. Siti Nur Hidayati
Alhamdulillah… dan terima kasih, team yuri telah memilih puisi saya berjudul “Raut-raut Wajah Cinta” masuk nominasi. Insyaallah ini mendorong minat saya untuk nimbrung dalam dunia tulis.
Saya ingin coba memakai nama pena Sinhaya. Tidak ada kata terlambat untuk mencoba, alumnus FH. UII. Sering terpikir untuk mengirim aneka tulisan, namun selalu saja belum terwujud. Kegiatan amat beragam & terbaru bergabung dengan teman dalam lembaga pemberdayaan.
Alamat : jl. Amarta, Blok P-12, Rt 10 Rw 04, Perumahan Abdinegara, ds. Bojanegara, Kec. Padamara, kab. Purbalingga, Prop. Jateng
Email : siti_nur_hidayati@yahoo.com
no rek : BCA cab. Purbalingga. No. 0970258155
a/n Siti Nur Hidayati, SH
By izzah on Jun 2, 2008 | Reply
Alhamdulillah wa syukrulillah masuk lagi…jazakillah pak EWA…what theme for next month? Makasih…
By izzah on Jun 2, 2008 | Reply
Judul Puisi: Berebut Kasih
Izzah Anwar adalah nama pena dari Dhikrotul Izzah. Sering disapa Izzah/ I’is/ Dhikro. Lahir di Malang, 30 Mei 1981. Sekarang tinggal di Jl. Raya Caru 2 Pendem Junrejo Batu.
Suka berkecimpung di dunia seni lukis, kria, tari, desain grafis dan dunia anak juga penggemar sastra.
Website: http://www.creative-bee.blogspot.com
E-mail: creative_izzah@yahoo.co.id
By yunita06 on Jun 2, 2008 | Reply
Alhamdullilah…. puisi saya bisa masuk nominasi untuk kedua kalinya… Terima kasih banyak Bang Ersis ^_^
Ini CV sy :
judul puisi : Ratapan Senja
Nama : A. A. Kt. Yunita Paramita
TTL : Jakarta, 6 April 1991
Email : yp_oks@yahoo.co.id
By makaribi on Jun 2, 2008 | Reply
Alhamdulillah. Puisi saya :
“Surat Buat Generasi Berikutnya”
masuk nominasi.
Biodata Makaribi.
Sementara ini tinggal di Bandung.
Bisa dihubungi di : makaribi@yahoo.com
Buku kumpulan puisi pertama :
“Perjalanan Kesunyian”
Bisa di download gratis di :
http://jendela-puisi-makaribi.blogspot.com/
Puisi-puisinya hanyalah seperti catatan harian.
Terima Kasih Pak Ersis
Salam.
By achoey sang khilaf on Jun 3, 2008 | Reply
Saya jugha padahal suka bikin puisi
Tapi kira2 gimana ya ualitas puisi saya Pak?
By Jb'loç on Jun 3, 2008 | Reply
Assalamualaikum wr wb
Waaaahhh
Puisi saya mana Pak Ersis ?
Kok ndak masuk Nominasi ? hehehheeee
Selamat Selamat buat Nominator
Puisinya Bagus Bagus
Semoga Menjadi Penyair dan Sastrawan yang elegan
Salam Jabek Arek
By Febry Abrar on Jun 3, 2008 | Reply
Makasih banyak pa ewa…hee.
Nama : Febry Abrar
TTL : Amuntai, 28 Februari 1987
Alamat:JL.Padat Karya.Blok Tanjung 25.s.andai(BJM)
Email : http://www.febry.abrar@yahoo.co.id
Blog : abrarfebry.blogspot.com
By shanty on Jun 3, 2008 | Reply
Thanks… thanks… buanget ya kang
udah 2 x ini jadi nominator.
I love the poetry so much
untuk rekan2 lain tetap semangat dan jangan menyerah ok!!!
ini biodata lengkapku
CV
Judul puisi : Tanya Kami Padamu
Nama : Susianti
Ttl : Surabaya, 02 Agustus 1980
Alamat : Jl. Adam Malik No. 05 Rt.03/05 Pagar Dewa
Bengkulu
Pekerjaan : Konsultan
No. Rekening : BRI Unit Pagar Dewa
3390-01-000017-50-0
a/n. Susianti
By ainun on Jun 4, 2008 | Reply
Alhamdulillah, puisi saya dengan judul Indonesiaku masuk nominasi.padahal saya tidak menyangka sedikitpun bakal terpilih. Terima kasih untuk pak ewa karena telah memilih puisi saya.ini CV saya
Judul Puisi : Indonesiaku…
Nama : Ainun Jariah
Ttl : Pebaun Hilir ( RIAU ) 19 Okt 1981
Status : Menikah
Alamat : Perum. Anggrek Sari Blok DI/03.
Batam Centre. BATAM- KEPRI
Pekerjaan : GURU
email : ainun_jariah81@yahoo.com
No Rek : 7082003499 a/n.Ainun Jariah
By ainun on Jun 4, 2008 | Reply
maaf pak, No Rekeningnya BTN SYARI’AH. tadi lupa nulis BANKnya. Mana tau nanti terpilih jadi pemenang he…he… mimpi kale….
***Hayya …
By Haris MAP on Jun 5, 2008 | Reply
wah kawal msuk nominasi jualah,m.rizky adha.,,
By meiy on Jun 5, 2008 | Reply
alhamdulillah, makasih pak EWA.kalo nulis yg ini saya semangat bgt kemarin
———————————
CV:
Meiy Putirenobaiak. Pencinta alam, penyuka sastra, lukisan dan petualangan. Menulis untuk keseimbangan jiwa raga dan kebahagiaan. Menuangkan cinta terhadap alam dalam upaya pemyelamatan Ibu bumi, berusaha berbuat semaksimalnya.
Saat ini tinggal di Jl. Sendok No. 27, Ayahanda Medan bersama 3 lelaki terkasih dan satu perempuan mungil cantik.
desmerry@gmail.com
By iva on Jun 5, 2008 | Reply
Alhamdulillah…asyikk.. puisiku masuk nominasi
, sebenarnya sih aku udah lama suka puisi jadi pas ada lombanya jadi semangat deh ikutannya
judulnya penyakit dan bangkit yah ada di urutan ke tujuh
CVku
Nama : Iva Soneta
TTL : Teluk jolo (Kalteng) 7 juli 1983
Alamat : Jl Nuri No 4 Banjarbaru
pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
email : ivadunia@yahoo.com.sg
No. Rek. : 031-00-0559726-8 mandiri cabang Banjarbaru
yup itu cv saya
makasih ya bang ngasih kesempatan puisi saya untuk nangkring
By Bibidapi on Jun 5, 2008 | Reply
Judul Puisi : Baitii Jannatii
CV Bibidapi: Bibidapi adalah nama pena dari Marisa Ermita Devy. Terus belajar menulis dari setiap apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Puisinya yang berjudul “Ayat-Ayat Alam” pernah menang sebagai favorit Lomba Puisi “Pesan Kepada Presiden 2009-2014″ Januari lalu. Sekarang menetap di Jakarta.Menulis membuat kita memahami hidup yang rumit.
Terima kasih pak Ersis, hidup menulis!
By Siti Nur Hidayati on Jun 5, 2008 | Reply
Maaf bang Ersis, bisakah sedikit ralat puisi saya berjudul Raut-Raut Wajah Cinta? karena saking terburu ikut lomba, ada salah ketik yang cukup mengganggu, hehehe… siapa tahu ikut mejeng dlm buku Antologi Puisi Cinta. :
“Terdampar ditandusan kasih yang tak bertepi
Dan kini letih menggapai nasib baik ”
tolong kalimat pada baris ke 28 ini diganti :
“Dan kini letih hatinya menggapai Cahaya ”
Terima kasih bang!
By Fien Prasetyo on Jun 6, 2008 | Reply
Alhamdulillah…makaciih p.ersis n tim juri…
judul puisi : potret negeri
nama lengkap fifin chahyani R.N,S.Sos dengan nama pena fien prasetyo. Aktif menulis dan berkegiatan sosial bersama teman-teman. Kelahiran Jember, 17 April 1982 dan sekarang tinggal di jl.Rumah sakit komplek perum staf PTPN 3 kebun aek nabara utara, bilah hulu, labuhan batu, sumut
menulis adalah gairah, keep on writing !
By Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM on Jun 9, 2008 | Reply
CV
Nama : Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM
Judul Puisi: Negeri Yang Terluka
Tempat dan Tanggal Lahir : Surabaya, 21 Juli
1954
Pendidikan :
1. S-2 (Master in Development Management)
dari Asian Institute of Management
(AIM) th. 1999 (MDM ‘99)
2. S-1 (Sarjana Sains (S.Si.) dari Jurusan
Kimia IPB (Nrp. G 26.1748) th. 1994
3. D-3 dari Jurusan Kimia IKIP Malang
(Nrp. 24416) th. 1976
Pekerjaan : Staf Yayasan Adikara Niat
(pengelola Sekolah Regina Pacis Jakarta)
merangkap Bag. Akademik Yayasan Keluarga
Bunda (pengelola Sekolah Pax Bekasi)
Alamat : Wisma Guru Regina Pacis
Jl. Palmerah Utara 1 - Slipi
Jakarta Barat 11480
E-mail : wendierazif@tc.recisjkt.net
HP : 081387171134
By ichsan on Jun 9, 2008 | Reply
Alhamdulillah
ni cv saya:
nama:ichsan gana widiyanto
ttl:klaten, 08 juni 1983
alamat:kpp pratama bandung tegallega jl.soekarno hatta no.216 bandung
email:Ichsan.Widiyanto@pajak.go.id ato kobo_18@yahoo.com
makasih….
By izzah on Jun 11, 2008 | Reply
ups..maaf judulnya ampe’ salah cz copy-paste lama
yang benar ALAM MENGADU
By novicharullah on Jun 23, 2008 | Reply
alhamdulillah….^_^
terimakasih untuk para juri yang telah
memilih puisi saya sebagi nominator lomb aini
judul puisi:Aku cinta indonesia
Nama:Novicharullah arkie
TTL:Yogyakarta 21 juni 1992
email:vick_ezageto@yahoo.co.id
alamatnya nysull
makasihhhh sbelumnya
By novicharullah on Jun 27, 2008 | Reply
alamatnya jl.pakuncen 19 A MKASII
By izzah on Nov 17, 2008 | Reply
assalamu’alaikum pak…ups udah masuk cetakan belom pak untuk kumpulan lomba nulis puisi cintanya? he.he..I’m waitin’…:)
By GHANnie P on Dec 2, 2008 | Reply
………………………………….
…………………………………
…………………………………
…………………………………
???????????????????????????????????????
???????????????????????????????????????
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
========================================
—————————————-
By Mei on Dec 22, 2008 | Reply
Apakah aku harus berterima kasih pada cinta
Sebuah aura yang meretakkan kegiranganku
Hingga aku jatuh terjerembab teraniaya sakit
Cinta itu melukiskan guratan yang tersayat pilu
Karena aku tak mampu merasakan cinta itu bahagia
Semua begitu menatap iba
Mengapa aku harus berlutut pada kesenyapan
Yang tervs mengajariku untuk tersenyum hancur?
Apakah aku harus tegar bertahan?
Aku kinì telah lelah berdiri
Taj ada daya menjauh darì tamparan itu
Aku tak bisa
Kegetiran parah ini telah terjerit nyaring
By sasNas on Mar 16, 2009 | Reply
hujan adalah sahabatku
kasih sayang adalah pelindungku
namun cinta maaf kuberkata
kau adalah musuhku
tak pernah mau hati senang karnamu ini.
By ************ on Aug 27, 2009 | Reply
Buat para cewek dn cowok temani lah seseorng ibu yang telh memberikn mu hidup yng panjang jangn qmu menyakitkan perasan seseorng ibu hibur lah di sat seseorng ibu lagi sedih temani lah dengan senyuman mu jangn biyar kan hidup seseorng ibu mu kesepian hibur lah dengan hati yang tulus karna seseorang ibu ituh adalh napas mu dn hidup mu karna hidup
Di dunia ini cuma sekli untuk bernapas jagn
Qmu lukai hati seseorg ibu yg selalu merawat mu begituh
Tulus dn tak pernah lalah memberikan kehidupn mu
By ***** on Aug 27, 2009 | Reply
Sepat kan lah waktu
Mu untuk seseorang ibu yang mencintai seseorang anak nyh
Tak akn ada hidup bila tidak ada seseorang ibu yang selalu membrikn kehidupan
Untuk anak nyh jangn
Biyar kan ibu menangis karna kehidupn ini berikan ia
Dengan hati mu yang
Tulus tak ada manusia yg sempura
Di dunia ini cuma ibu mu yg bisa memberi
Kan tempat kehidupn
Mu terlalu banyak jalan yg kita lalui namun terlu banyak
Jurang untuk kita lalui hidup akn terus berganti dengan waktu berikn waktu yg panjang untuk mengisi waktu ibu mu
By ***** on Aug 27, 2009 | Reply
Waktu demi waktu hidup pun terus berjalan dengan begituh cepat untuk menanti kedatngan
Seseorng di hati lautan akn terus menjadi lauatn yang
Luas cinta akn selalu
Terus merasa dn di rasakn alam pun ikut
Menyambut keindahn
Yg akn menyatu dengn kehidup pan yg
Terus memberikn hidup ini menjadi indah untuk selalma nyh tak terasa waktu ini untuk berkata akn terasa waktu ini bila seseorg
Membaca dengan ketulusan hati hayati
Lah dengan perasan mu dengar kan apah kata hati mu bicara
Ituh lah hati dn ketulusan hti
By ***** on Aug 27, 2009 | Reply
Cinta akn selalu menjadi lautan yang akn selalu terisi dengn kasi sayng dn ketulusan cinta tidak
Bisa di katakan dengn
Kebncian tapi bisa di katakan dengan rasa sayng dn menyayangi satu sama lain nyah aku mengetik dengan jemari qu tapi aku berpikir dengan hati dn perasan qu aku cuma manusia biyasa
Yg selalu menerima kehidupan ini tapi hati
Qu berkata hidup lebh
Penting menghibur kehidupan oranglin gunung akn terus menjadi bukit yang menjaga lautan ini
Cinta memang begith indah untuk di
Rasakan hati kehati
By +++++ on Sep 1, 2009 | Reply
Kehidupan pun terus berjalan waktu demi waktu betapah indah
Dunia ini bila di lengkapi dengan senyuman mu yang begituh indah untuk kehidupan ini sayangi
Lah kehidupan ini seperti kmu sayang sama ibu tak ada kehidupan yang abadi
Di dunia ini kalo melihat seseorng seblah mata berikan lah senyuman mu untuk semua orang
Berikan cinta mu untuk satu orang yang sayangi di duia ini keindahan datang bukan dari materi tapi keindahan datang dari hati mu dn senyuman mu karna senyuman mu untuk duia ini begituh
Tulus
By +++++ on Sep 1, 2009 | Reply
Hidup ini begituh indah
Untuk kita jalanin dn untuk kita lewati aku bercirita bukan membahas kehidupan oranglin tapi aku membahas
Tentang kehidupan ini
Jangan pernah membenci kehidupan
Di dunia ini karna kehidupan di dunia begituh indah yang kita jalanin kita hidup di dunia ini untuk bernapas dn untuk menjalankan perintah tuhan yang harus kita jalanin hidup dn mati akan kembali kepada nya
Kita harus mensukuri
Nikmat yng telah di berikan berjalan di kehidupan duia ini
By MaRlaN on Sep 3, 2009 | Reply
Kehidupan ni bagaikan indah nya alam membimbing masa depan untuk semu orang dan kita harus bersyukur bisa melihat indah nya alam namun ku ta bisa membìmbing ke hidupan alam itu lah yang dinamakan ke hidupan adalah bagian hidup kita melihat kehidupan alam alam yang indah indah..
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
CiNta persahabatan cinta yang tidak bisa kìta ketahui tiba tiba cinta dapat menimbul rasa sayang pada persahabatan sahabat adalah bisa membagiakan kita dari pada cewe kita sendiri persahabatan tidak mengenal kata putus..
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
Begitu indah cinta dalan persahabatan
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
Itu bisa membahagiakan kita dalam cinta persahabtan dan itu lah kita bisa hidup bahagia bersama
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
Dapat membimbing rasa cinta kita dan qu tidak bisa melupakan nya namun ku akui cinta itu lupa pada waktu nya..
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
Tapi bisa ketahui lah cinta dapat bersemi kembalì padanya dan kadang kapan kita tidak bisa lupa dengan kata cinta
By MaRlan on Sep 3, 2009 | Reply
Namun indah di mata ku cinta ter capai dalam hidupmu bersamaku tercipta nya cinta persahabatan teman ku kholifah,
By MaRlaN on Sep 3, 2009 | Reply
Sayang kita bersama dalam ke hidupan cinta lama indah nya perasaan ku pada mu tercapai..
By MaRlaN on Sep 3, 2009 | Reply
Dalam hidupku mengenal mu perasaan mu padamu tenang kepada ku kholifah kau bagaikan bagian terindah
By MaRlaN on Sep 3, 2009 | Reply
Bersemi kembali terlanjur sudah memandang kenangan indah nya cinta tak dapat orang kita miliki
By Marlan on Sep 4, 2009 | Reply
Cinta tak sampai bagian cinta yang tidak sampai kita coba namun qu rasa kan hidup ku tak ada arti lagi bagi dia yang qu alami masa aku cinta sama dia
By +++++ on Sep 4, 2009 | Reply
Di saat diri qu berjalan selalu qu bayang kan kehidupan ini selalu sepi hati tiak ada yang menemani diri qu terasa hampa hidup yang qu jalani
Ingin rasa nya diri qu
Menangis di kehidupan ini waktu pun terus berjalan hari demi hari telah qu lewati hidup ini sunguh sempit dunia
Ini untuk melangkah
Malam pun datang kegelisahan pun selalu datang di hidup
Qu yang penuh dengan rasa terluka di hati qu tak perna kehidup ini merubah kesedihan qu bintang
Pun terus besinar di malam hari seakan mewarnai kesedihan
Qu
By Stefany on Jan 28, 2010 | Reply
asli! kerenn bangett…