Archive for May, 2008
Friday, May 16th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
AGITASI, boleh pula dikatakan provokasi, melalui media cetak, arena seminar, pelatihan, dan terutama (belakangan) melalui www.webersis.com nampaknya sudah saatnya bergeser bingkai. Kalau sebelumnya lebih kepada motivasi, yang penting menulis dulu, kini beralih setapak demi setapak, bagaimana menulis yang nyaman; nyaman dibaca oleh pembaca tentunya, he he.
Hal ini ...
Posted in Renungan Menulis | 13 Comments »
Thursday, May 15th, 2008
Wacana kenaikan BBM (hampir pasti), menuai protes. Pemerintah berargumen, kalau tidak naik, APBN (P) bakalan 'gawat; tersedot subsidi. Bagaimana kalau jurus ngutang? Kata Wapres JK, siapa yang mau ngutangi untuk subsidi BBM. Nah, buah simalakama.
Kalau protes meningkat, bisa-bisa jadi ... yang ujung-ujung ... duh susah membayangkan. Sekalipun, alasan pemerintah mengalihkan ...
Posted in Blog EWA | 41 Comments »
Thursday, May 15th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MAHATMA Gandhi pejuang cerdas dan tangguh Tanah Hindi nampaknya melihat, perjuangan kehidupan adalah perjuangan ‘penyelamatan’ kemanusian, dan bahkan perkebinatangan. Sesama makhluk Sang Mahapencipta jangan menyakiti, apalagi membunuh. Menggunakan kekerasan tabu. Bapak kemanusian berkesederhanaan tersebut sungguh merasuk jiwa.
Tentu Gandhi anti penjajahan. Namun, dalam melawan penjajah bukan harus dengan ...
Posted in Renungan Menulis | 17 Comments »
Wednesday, May 14th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
SAYA bukan ambisius, kata seorang teman ketika mengutarakan keinginan menjadi Kepala Daerah. Mau ambisius atau tidak terserah. Banyak orang memahami kosakata ambisius berkonotasi negatif. Kalau berambisi, berkeinginan keras mencapai sesuatu, nyaman secara sosial. Berambisi bagus, ambisius tunggu dulu.
Bila seseorang berambisi menulis tentu bagus. Sebab, keinginan yang kuat ...
Posted in Renungan Menulis | 15 Comments »
Tuesday, May 13th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MENULIS sangat mudah. Kalau ingin menulis, tulis saja. Kalau belum lancar, terus menulis, lama-lama terbiasa. Kalau sudah terbiasa, pasti lancar. Intinya lakukan. Jangan akan. Akan, menulis anu, dan anu. Tulis. Pasti jadi tulisan.
Masih ingat karya Bobbi DePorter, Quantum Learning, Quantum Teaching, Quantum Business atau karya Colin Rose ...
Posted in Renungan Menulis | 18 Comments »
Monday, May 12th, 2008
Hallo teman-teman. Jarang lho yang nulis tentang kampus sendiri, ya kampusnya, dosennya, maahasiswanya, karyawannya, sistemnya, atau apa saja, fisik dan non-fisik. Bagaimana kalau menulis 'diri sendiri', melihat diri. Mana tahu dapat masukan dari teman-teman. Salam.
Posted in Blog EWA | 74 Comments »
Monday, May 12th, 2008
Oleh Ersis warmansyah Abbas
PEMANTIK menulis, sebagaimana rizki, terkadang datang tanpa diduga. Kalau Allah SWT mendatangkan rizki, tanpa mengharapkan akan didapat. Wajar, Rasulullah tidak mengajarkan, tidak ada hadis, menolak rizki. Rizki datang dari Allah.
Menulis tentu bukan ’rizki’ dalam artian harpiah. Hanya saja, kalau mampu dimaknai bisa jadi ‘ibu’ rizki. Menguntungkan secara ...
Posted in Renungan Menulis | 15 Comments »
Monday, May 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
PERMAINAN atau olah raga yang dapat memicu adrenalin, menaikkan tekanan darah dan denyut jantung, kini seolah mewabah di banyak tempat. Di Taman Impian Jaya Ancol banyak pilihannya, dari tora-tora sampai roadcoaster. Di Bali ada yang melambungkan badan ke udara. Kalau pengecut, jangan coba-coba. Ibarat kata, bisa copot ...
Posted in Renungan Menulis | 6 Comments »
Monday, May 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
Sesuai kesepakatan, dalam menunaikan tugas, soal cara urusan masing-masing. Yang penting, tugas dijalankan. Lolo mendatangi lagi PT TAR. Tetap ditolak. Sekalipun demikian, Lolo mendapat sedikit celah. Lebih mengenal represionis perusahaan, Panai. Gadis cantik asal Marabahan.
Celah itu dimanfaat sempurna. Lolo mendatangi tempat kos Panai. Diterima setengah hati. Bahkan, ...
Posted in Novel | 1 Comment »
Monday, May 12th, 2008
Oleh Ersis Warmansyah Abbas
MALAM ITU. Lolo tersandar lemas. Pikirannya mengawang. Hatinya gundah. Kiriman dari kampung tidak kunjung datang. Bapaknya, Lurah Kelurahan Gempol, tanpa sebab yang jelas ---menurutnya--- diperiksa kejaksaan, dan dijebloskan ke Hotel Pordeo. Kasusnya penggelapan uang Bantuan Tunai Langsung (BTL). BTL sebagai kompensasi kenaikan BBM untuk rakyat kecil. Kasus ...
Posted in Novel | No Comments »
Sunday, May 11th, 2008
Oleh Ersis warmansyah Abbas
OTAK tiap hari ditimbuni berbagai informasi. Dari apa yang dilihat, dibaca, didengar, dirasa, diraba atau dipikirkan sekalipun. Proses kerja otak, saking aktifnya, bahkan ketika ‘tidak sadar’ seperti ketika kita tidur, hampir tidak penah berhenti. Memori otak unlimited. Kalau otak berhenti beraktiviatas pertanda sesorang wassalam.
Dapat dibayangkan, betapa banyaknya ...
Posted in Renungan Menulis | 4 Comments »
Sunday, May 11th, 2008
Oleh Ersis Warmansya Abbas
TONG kosong nyaring bunyinya. Begitu pepatah tentang orang yang kalau bicara, omong kosong, cakap besar alias bual. Membual berarti bercakap-cakap yang bukan-bukan (sombong). Dalam menulis tinggal memindahkan maknanya, menulis dalam katup tidak berdasar, hil yang mustahal. Jauh dari yang sebenanrnya.
Suatu kali, ketika menulis di media cetak, dibuali ...
Posted in Umum | 13 Comments »