Menulis Manusia Prasejarah

31 May 2008 | Ditulis oleh: EWA |

Oleh Ersis Warmansyah Abbas

SEJAK belajar sejarah di SD, kita diajarkan, awal masa sejarah Indonesia tahun 400 M. Penandanya penemuan tulisan di prasasti Kutai, Kalimantan Timur. Sekalipun sampai sekarang masih ada bagian masyarakat yang belum mempunyai peninggalan tertulis, kita telah memasuki zaman sejarah. Sebelumnya? Zaman prasejarah.
 
Zaman prasejarah adalah masa dimana komunikasi masyarakat ditandai dengan ‘ngomong’, berbicara. Sebelumnya, berbahasa isyarat. Bahasa tulis merupakan revolusi kehidupan mansusia. Binatang, tidak bertutur ala manusia; dalam berkomunikasi memakai bahasa isyarat, atau boleh jadi ‘berbicara’ ala binatang. Beda binatang dengan manusia, diantaranya, pada kemampuan tulis-menulis. Binatang hanya bisa ‘bicara’, tidak menulis.
 
Kalau dianalisis agak tajam, kemampuan membaca dan menulis, adalah pula pantulan ‘kebudayaan’. Kemampuan membaca dan menulis menjadikan manusia ras terunggul. Dengan kemapuan membaca dan menulis, manusia membangun kebudayaan, membangun peradaban. Beda dengan binatang.
 
Konon, dari awalnya sama-sama bergerak dari otak reptilia, mamalia, dan belajar. Manusia mempunyai dan memamfaatkan jenis otak ketiga, sementara binatang tidak. Terlepas, terkadang manusia memakai otak reptilia dan mamalia. Manusia menjadi sangat istimewa dengan otak belajar, satu diantaranya, ‘melahirkan’ pikiran dengan menulis, dan atau ‘memasukkan’ sesuatu ke otak melalui bacaan, terutama yang tertulis.
 
Pada aplikasi kehidupan, kalau awalnya bermula, misalnya dalam mencari makan, binatang dan manusia sama-sama berpola food gathering, binatang mengalami involusi. Manusia beranjak ke food producting, dengan bantuan otak belajarnya.
 
Kini, manusia menggunakan otak demi memenuhi kehidupan. Mempelajari, menulis, dan selalu meningkatkan kemampuan dalam memudahkan hidup. Bahwa dalam kasus bangsa Indonesia, semakin banyak lembaga pendidikan, literatur, sampai sarjana, magister, doktor, dan aneka litbang pertanian, produk pertanian semakin mendenda rakyat, itu soal lain.
 
Yang hendak dikedepankan, dengan kemampuan membaca dan menulis, kebudayaan bergerak cepat ke arah kemajuan. Dalam tradisi akademis, kita mengenal aneka literatur merujuk kepada tulisan sebagai hasil pemikiran. Tidak heran, kemampuan mempelajari literatur, dan mengaplikasikannya, melahirkan tingkatan manusia.
 
Kembali ke introdusir tulisan ini, ketika ‘sejarah’ ditorehkan di Kutai, tentu sangat sedikit, bisa jadi satu dua orang saja yang berkemampuan membaca dan menulis. Pada komparasi saat ini, kemampuan tersebut juga tidak merata dipagut manusia-manusia sejarah. Bahkan, ada yang hanya sekadar ikut gerbong.
 
Allah SWT telah memberi ‘kunci’ pada ayat petama yang diturunkan: iqra, iqra’, iqra’. Manusia diajarkan dan diperintahkan membaca, dengan kalam. Terutama membaca Al-Quran dan tanda-tanda kebesaranNya pada citaanNya. Disitu ada kewajiban menulis. Kalau semua hanya membaca, siapa yang menyandang kewajiban menulis? Siapa yang akan menulis tanda-tanda kebesaran Allah? Apakah akan berpola food gathering?
 
Pikiran pintasnya, kalau kemampuan menulis tidak ditabalkan pada kehidupan, sekalipun hidup di era sejarah, pada dasarnya masih hidup di zaman prasejarah. Satu kaki di zaman prasejarah, kaki lainnya di zaman sejarah. Lebih celaka, kalau seolah-olah menjadi manusia historis paripurna, padahal tingkah pola, manusia prasejarah.
 
Dengan kata lain, tanpa harus diperdebatkan lagi, secara leterlijk sudah jelas, manusia prasejarah adalah manusia yang tidak berkemampaun membaca dan menulis. Manusia historis adalah manusia yang berkemampuan membaca dan menulis.
 
Menjadi manusia ‘setengah’ prasejarah dan ‘setengah’ sejarah, tentu tidak apa-apa. Wong jadi binatang, juga ngak apa-apa kog. Hanya saja, apalagi kemampuan ‘membaca’ sudah begitu baik, kenapa kita masih mengumandangkan alasan untuk menulis. Padahal, penanda manusia sejarah, ya menulis. Manusia yang hidup dan berkehidupan di zaman sejarah. Apa enaknya sih jadi penumpang terus-menerus?
 
Bagaimana menurut Sampeyan?
 
Banjarbaru, 31 Mei 2008.

  1. 68 Responses to “Menulis Manusia Prasejarah”

  2. By Suci on May 31, 2008 | Reply

    Inspiratif..
    ketika sudah menulis, selain sukses menjadi manusia sejarah, kita juga telah sukses mengkuir nama kita dalam sejarah atau bahkan menciptakan sejarah itu sendiri.

    ***Manusia sejarah, tapi berprilaku manusia prasejarah … inilah ambilan kalau tidak menulis he he

  3. By SQ on May 31, 2008 | Reply

    yap. semua itu adalah pilihan. Mau menjadi manusia seperti “apa” juga, itu adalah pilihan yang diambil dalam otak.

    Hanya, sebaik-baiknya orang adalah orang yang berguna bagi orang lain. Menulis adalah satu cara membagi ilmu dan pengalaman yang berguna. Terlepas dari kadar bagus tidaknya, atau banyak tidaknya pengetahuan yang bisa diberikan.

    Yang penting, kita sudah mau berbagi lewat menulis, dan pastinya, menjadi manusia Historis. :-)

    ***menulis ‘pembuat’ sejarah, setidaknya menulis sejarah.

  4. By edratna on May 31, 2008 | Reply

    Adanya tulisan, catatan, tanda-tanda, membuat kita memahami seperti apa sejarah manusia zaman dahulu. Dari sini kita belajar banyak.

  5. By Alex on May 31, 2008 | Reply

    saya mencoba menulis komentar disini….hehe:D

    Dan ini pulalah yang saya salutkan sama pak Ersis, setiap saya kesini pasti sudah ketinggalan edisi…, rajin nian pak Ersis menulis.

    ganti template ya pak ????

  6. By aminhers on May 31, 2008 | Reply

    Betul, bisa di bayangkan kalau pada saat pra sejarah tidak ada yg menulis (membuat karya monumen) kita akan kehilangan jejak.

    kalau mngenai bahasa isyarat, saya punya cerita menarik; pertama kali ke bangkok saya sangat susah berkomunikasi dg masyrakat, karena banyak perbedaan,terutama pengucapan dan arti. tapi Allah memeberikan suatu bahasa yg sama di seluruh alam ini yakni bhasa isyarat.

    ***Bayangkan kalau Zaman Reformasi heregene kita tidak menulis, bagaimana anak cucu memandang kita kelak. Bahasa isyarat, bisa jadi bahaas universal, … masih relevan sampai sekarang, dan akhir zaman he he

  7. By Jb'loç on May 31, 2008 | Reply

    batua Da
    mari kito manulis
    manulis dimano sajo walau tak ado kapur tulis
    manulis dimano sajo walau semakin maha alat tulis
    manulis dimano sajo walau hanyo diblog dengan internet nan susah ado gratis
    manulis dimano sajo
    manulis
    Salam Jabek Arek

    ***Diman Bumi di pijak, disitu awak manulih, he he

  8. By Jb'loç on May 31, 2008 | Reply

    ayoooo menuliiss

    ***Menulis, dan terus menulis.

  9. By Zul ... on May 31, 2008 | Reply

    Sebuah keniscayaan bahwa manusia prasejarah lebih apik membangun peradaban tinimbang manusia pascasejarah. Manusia prasejarah juga lebih sadar akan keseimbangan alam tinimbang manusia modern. Bahkan, manusia prasejarah lebih jujur dalam bertindak dan bertutur dibanding manusia postmodernisme.

    Sekarang, apa enaknya hidup jadi manusia sekarang?

    Tabik!

    ***Karena kita tidak bisa hidup di masa lalu, jadi kehidupan kita adalah kehidupan paling enak, sebab itulah kenyataan.

  10. By mathematicse on May 31, 2008 | Reply

    Mau OOT nih Pak. Maaf…
    Silakan baca ini: http://mathematicse.wordpress.com/2008/05/31/gadis-manis-di-jendela/

  11. By mathematicse on May 31, 2008 | Reply

    Mau OOT Pak. Maaf
    Pak saya nulis ungkapan terimakasih atas buku yg sudah dikirim ke saya. Silakan baca di blog saya.

    ***Yoi, sama-sama. Meluncur.

  12. By septha on Jun 5, 2008 | Reply

    Manusia Indonesia saat ini masih berkutat pada tiga kebutuhan Primer Yaitu: Sandang, Pangan Dan Papan, jadi mungkin untuk saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan untuk menulis. Menulis dianggap kebutuhan tersier bagi hampir semua lapisan masyarakat yang ada di INdonesia walaupun dia dari kalangan atas.

  13. By hamsin on Jun 5, 2008 | Reply

    sederhana saja pak komentar dari saya,zaman dahulu
    orang udah pandai menulis di atas prasasti, zaman sekarang yang penuh kemajuan jangan sampai kita kalah dengan mereka…mari kita menulis dimana z

  14. By toni februari on Jun 6, 2008 | Reply

    Allah menciptakan sesuatu selalu berpasang-pasangan, ada hitam ada putih, ada laki-laki ada perempuan, ada bumi ada langit, ada rembulan ada matahari,,
    ada bacaan ada tulisan, habis membaca akhiri dengan menulis, baiknya begitu…input n outputnya ada…

  15. By Akhmad fauji on Jun 6, 2008 | Reply

    Bermulanya masuk ke jaman sejarah negara kita ini ditandai dengan temuan prasasti di Kutai(kalimantan).Hal ini mestinya menjadi suatu kebanggaan bagi masyarakat Kalimantan.Karena sebagai masyarakat yang pertama menulis,yang berarti peradabannya lebih tinggi dari masyarakat daerah lain.

    Namun hal itu sepertinya tidak disadari oleh masyarakat kita.Mestinya kita harus meninjau kembali sejarah daerah kita ini,karena dimasa dulu itu masyarakat kita ini masyarakat yang unggul dengan adanya tulisan-tuliasan/buku.Seperti syekh M.Arsyad Al-Banjari yang namanya tersohor kemana2,dan dikenang sampai sekarang,karena tulisannya dalam buku Sabilal muhtadin.

    Mestinya kita menyadari hal itu dari sekarang,betapa perlunya kita untuk menulis.Karena selain kita akan selalu dikenang,ilmu kita yang kita tulis itu akan selalu kekal dan dibaca orang dalam jangka waktu yang panjang.

  16. By Riduan Saidi on Jun 6, 2008 | Reply

    Ass… Ewa
    Manusia pra sejarah adalah orang yang banyak omong, tanpa bukti tulisan. Masih bagus pembicaraan mempunyai bobot dan bisa dipertanggungjawabkan. Kebanyakan orang yang pandai bicara hanya tong kosong isinya tidak ada. Lebih baik buktikan kemampuan dengan menulis.

    Menulis dan membaca merupakan ciri manusia sejarah. Untuk mempunyai kemampuan menulis yang baik kita harus banyak membaca. Membaca akan menambah pengetahuan kosakata. Hasilnya tulisan kita akan lebih enak dan nyaman dibaca.

  17. By Setiyadi on Jun 6, 2008 | Reply

    Ass, EWA..
    Manusia merupakan penghasil kebudayaan, namun kebudayaan tersebut akan terjaga sampai kapan pun bila ada bukti atau peninggalan yang menunjukan keberadaan kebudayaan tersebut, contohnya saja seperti dokumen, prasasti, kitab-kitab, mazhab, dan lain-lain. Untuk dapat mempelajari isi-isi dari peninggalan masa lalu tersebut maka diperlukan keahlian untuk menterjemahkan atau membaca. Dari masa lampau orang-orang sudah meninggalkan tulisan-tulisan yang sekarang kita pakai sebagai bahan pembelajaran, penelitian, dan lain-lain. Dilihat dari jaman dulu, kita yang hidup dalam jaman yang berbeda ini harusnya juga meninggalkan bukti-bukti kehidupan masa sekarang, caranya yaitu dengan menulis. Menulis apa yang kita ketahui, apa yang ada di otak kita,asalkan apa yang ada di otak kita berupa pengetahuan yang benar adanya, tidak ngawur.
    Menulis juga membawa kita ke arah yang lebih maju dari jaman dahulu, agar kita tidak disamakan dengan orang-orang jaman prasejarah.

  18. By diah eka rini on Jun 6, 2008 | Reply

    Pada saat ini memang tidak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya masih manusia prasejarah. padahal dirinya bisa baca tulis akan tetapi belum bisa menulis. jadi memang tidak ada bedanya hidup pada jaman sekarang atau pada jaman purba toh sama-sama prasejarah. kurang membaca atau kurangnya referensi membuat sebagian orang takut untuk menulis. budaya ngomong doang memang sudah mendarah daging sebagian besar orang bahkan ada pribahasanya Tong kosong nyaring bunyinya. menjadi penulis memang butuh keberanian dan tidak takut salah. namun yang menjadi masalah otak kita sering menjadi tempat sampah jadi saat digunakan untuk menulis pun akhirnya menjadi tulisan sampah. oleh karena itu bersihkan dulu isi otak kita agar mudah menulis yang indah-indah dan yang baik-baik agar dapat berguna bagi masyarakat.

  19. By Dwi Setiowati on Jun 7, 2008 | Reply

    Manusia disebut memasuki jaman sejarah, karena telah mengenal tulisan. Tulisan menghasilkan bacaan yang dapat dijadikan input bagi orang lain untuk memulai menulis. Jadi belajar memasukan input/ bacaan dan proseslah menjadi tulisan. Agar kita dapat disebut sebagai manusia “sejarah”.

  20. By Martina on Jun 7, 2008 | Reply

    Manusia prasejarah adalah manusia yang belum mampu menulis dan membaca. Karena memang di zaman itu orang belum mengenal tulisan. Dan sekarang kita hidup di zaman sejarah. Zaman dimana orang sudah mampu baca, tulis dan mengenal tulisan. Tetapi kita cuma mampu membaca bacaan hasil karya orang lain tanpa mampu menulis. Oleh karena itu kita adalah manusia setengah prasejarah dan setengah sejarah. Kita semua tidak mau kan terus-terusan jadi manusia setangah-setengah!! Oleh karena itu ayo mencoba membaca dan menulis!!!

  21. By selvia agustina on Jun 7, 2008 | Reply

    Zaman prasejarah dikatakan zaman di mana manusia masih belum mengenal tulisan.Sedangkan zaman sejarah bercirikan sudah adanya tulisan.Kehidupan manusia yang sudah mengenal membaca dan menulis dan mempunyai kemampuan untuk itu membuat peradabannya menjadi lebih tinggi.Dan tentunya dengan kemampuannya itu membuat pembeda yang jelas antara menusia dan binatang.

  22. By ihya ul ihsan on Jun 7, 2008 | Reply

    Untuk dapat dikatakatan sebagai manusia yang hidup di zaman sejarah,haruslah mengenal tulisan.Tapi mengenal tulisan saja tidak cukup,kita harus terus menerus menulis.Urusan tulis menulis sangat erat kaitannya dengan otak.Otak manusia terus berevolusi.Dari pemikiran yang sederhana hingga sampai pada tingkat yang lebih kompleks.

  23. By Ni Luh Sri Arsini on Jun 7, 2008 | Reply

    Perbedaan manusia prasejerah dan sejarah yaitu manusia prasejarah tidak bisa membaca dan menulis, sedangkan manusia sejarah sudah bisa membaca dan menulis. Manusia sejarah saat ini seharusnya sudah bisa membaca dan menulis, namun pada kenyataannya mereka banyak yang tidak mau menulis. Hal ini terjadi karena budaya “malas membaca”, sehingga pengetahuan yang dimiliki terbatas dan pada akhirnya mereka tidak tahu apa yang seharusnya mereka tulis. Padahal semua orang bisa menulis asal mereka mau rajin belajr dan membaca, sehingga pengetahuan yang mereka miliki luas. Jika pengetaun mereka luas, maka mereka akan mudah menuliskan apa saja yang ada di pikiran mereka. Menulis memerlukan latihan , semakin sering seseorang menulis maka akan semakin mudah mereka dapat menuliskan hasil-hasil pikirannya. Jika semua orang mau sering-sering membaca dan menulis , maka kita tidak akan menjadi “setengah” prasejarah dan “setengah” sejarah.

  24. By Linda Araini on Jun 7, 2008 | Reply

    jika merasa sebagai manusia sejarah dan bukan sebagai manusia prasejarah, maka mulailah dari sekarang untuk kita semua belajar menulis, karena untuk menulis tidak diperlukan banyak biaya dan tenaga namun hanya pengetahuan yang diperlukan dengan banyak-banyak membaca.Apalagi kita sekarang yang katanya hidup di zaman serba modern, bukankah itu artinya sudah ada kemajuan dari waktu ke waktu,mengapa harus banyak beralasan untuk memulai suatu yang baru dengan membaca dan menulis. Dengan melatih diri kita untuk membaca dan menulis itu sama artinya dengan kita meneingkatkan kualitas kita sebagai manusia sejarah yang sudah berada di zaman yang serba modern.Semakin sering kita untuk membaca dan menulis berarti semakin kita berusaha untuk memperkaya diri kita dengan ilmu yang akan berguna bagi diri kita dan sesama.

  25. By Asmia Ulfah on Jun 7, 2008 | Reply

    Dijaman prasejarah, sangat sedikit yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis, bandingkan dengan sekarang. Apakah pantas disebut jaman sekarang ini disebut prasejarah. Bagi saya tentunya tidak. Yang prasejarah bukanlah jamannya, akan tetapi individu manusia itu sendiri. Di Indonesia memang banyak yang buta huruf dan aksara apalagi pengangguran, terlepas dari itu kita sebagai individu yang berpendidikan, kita wajib memberantas itu semua. Lapangan kerja banyak, sekolah sudah merambat ke pelosok-pelosok gunung, tentunya pemerintah tidak tinggal diam. Indonesia tercinta ini sangat tidak pantas disebut prasejarah. Hidup Indonesia !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  26. By abdul rahman s. on Jun 7, 2008 | Reply

    Manusia prasejarah adalah manusia yang belum mengenal tulisan dan membaca, di zaman prasejarah sangat sedikit yang dapat mempunyai kemampuan untuk menulis dan membaca dan di bandingkan dengan sekarang perbedaannya sangat jauh, karena itu manusia dan kebudayaan sekarang sudah menjadi sebagai individu yang berpendidikan. dengan semakin banyak kita membaca dan menulis maka banyak pula ilmu yang diperkaya diri kita sendiri, dengan banyaknya ilmu maka akan semakin mudah bagi kita untuk meluangkan ilmu tersebut dalam pemikiran kita.

  27. By Santy Dwi P. on Jun 7, 2008 | Reply

    Manusia adalah makhluk yang dibekali otak oleh Sang pencipta, hal ini membuat manusia dapat berkembang menuju ke arah yang lebih baik. Manusia Pra Sejarah adalah manusia yang belum bisa membaca dan menulis, sedangkan Manusia sejarah adalah manusia yang sudah mengenal tulisan dan bisa membaca. Sebagai manusia yang hidup di zaman modern sepatutnya kita harus bisa menulis, menulis sesuatu yang kita dapatkan dari pengetahuan yang kita dapatkan dari otak kita, namun pada kenyataannya manusia modern banyak yang malas menulis, lalu apa bedanya kita yang hidup di zaman canggih ini dengan manusia prasejarah? So, writing is a must, wajib, kudu bagi kita yang hidup di zaman sekarang, menulis memang identik dengan majunya suatu kebudayaan, menulis juga menjadi tolak ukur kecerdasan seseorang, menulis memang penting, tidak perduli tulisan kita akan dicela oleh orang lain, selama kita menulis kita jauh lebih baik daripada orang yang tidak menulis dan hanya bisa mencela saja. Menulis adalah sebuah proses, bila kita terbiasa menulis maka tulisan yang ‘jelek’ lama – lama akan menjadi bagus. Jadi mari menulis agar kita tidak menjadi manusia prasejarah zaman modern.

  28. By Melisa Prawita Sari on Jun 8, 2008 | Reply

    Zaman sejarah selalu disebut-sebut sebagai zaman yang sudah ada bukti tertulis itu berarti zaman sebelum sejarah atau prasejarah merupakan zaman yang tidak mengenal tulisan. Kita memang sudah berada di zaman sejarah bahkan sudah disebut sebagai zaman yang modern dimana seluruh fasilitas hidup tersedia. Oleh karena itu sudah sepantasnyalah kita memperbanyak menulis agar kita benar-benar menjadi manusia yang modern dan bukan manusia prasejarah yang hidup dizaman modern karena kita tidak pernah menulis.
    Menulis bukan hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri tetapi juga bermanfaat untuk orang banyak dan untuk masa depan karena bisa jadi apa yang telah kita tulis sekarang dapat menjadi bukti tertulis untuk masa depan.

  29. By Siti Nurul Kamila on Jun 8, 2008 | Reply

    Zaman sejarah yang ditandai dengan diketemukannya bukti-bukti tertulis. secara tersurat dapat diartikan bahwa manusia-manusia yang hidup di zaman prasejarah merupakan manusia yang tidak bisa dan tidak mengenal, sedangkan manusia yang hidup di zaman sejarah merupakan manusia yang lihai tulis-menulis. Tetapi apakah pernyataan tersebut benar? karena pada kenyataannya manusia sekarang sangat malas untuk menulis terutama di negara kita Indonesia sehingga menyebabkan mutu pendidikan di negara kita juga rendah. Untuk itu marilah kita terus menulis untuk keselamatan masa depan kita agar kita terbiasa menjadi manusia yang menulis dan tidak kembali menjadi manusia prasejarah yang tidak bisa menulis.

  30. By muhammad fauzi on Jun 9, 2008 | Reply

    Zaman prasejarah adalah zaman di mana orang belum mengenal tulisan, sedangkan zaman sejarah adalah zaman di mana orang sudah mengenal tulisan. Kalau kita cermati dari kata mengenal dan belum mengenal tulisan, tentu kita yang hidup di zaman sekarang yang sudah mengenal tulisan jangan mau terima lah kalau kita disamakan dengan zaman dulu yang sama sekali belum mengenal tulisan. Sebenarnya kenapa kita yang hidup di zaman sekarang disamakan dengan manusia prasejarah itu karena kita kurang mengaplikasikan apa yang sudah kita kenal yaitu tulisan. Kita hanya tahu itu sebuah tulisan, tapi kita tidak mencoba untuk membuat tulisan,intinya adalah tulis apa yang mau ditulis, buatlah sebuah tulisan, itu saja sebenarnya.

  31. By Mini Febrianti on Jun 9, 2008 | Reply

    Masa prasejarah suatu bangsa dimulai sejak adanya manusia disuatu wilayah dan berakhir ketika manusia itu telah mengenal dan menggunakan tulisan. Masa prasejarah setiap bangsa pada umumnya berbeda-beda dan berlangsung sangat panjang (evolusi). Misalnya, peradaban masyarakat prasejarah Indonesia menurut para ahli purbakala berkembang selama ribuan tahun. Masyarakat prasejarah indonesia hidup ratusan ribu tahun yang lalu. Hal ini didasarkan pada berbagai penemuan yang bersifat teknologis, seperti alat-alat perlengkapan hidup, manusia pendukung, dan hasil-hasil kebudayaan yang berbeda antara satu zaman dengan zaman lainnyawalaupun perbedaan tersebut hanya bersifat evolutif. Kemajuan tingkat peradaban pada setiap zaman prasejrah disesuaikan dengan tingkat kemampuan berfikir masyarakat pendukungnya yang setiap memasuki tingkatan zaman selalu berkembang kemampuan berfikirnya. Begitu juga dengan tingkat kebutuhan akan konsumsi makanan, berangsur-angsur naik dari food gathering ke food producing. Walaupun masyarakat pada zaman prasejarah masih tergantung pada alam tempat dia tinggal. Tentunya kita yang mengaku masyarakat modern juga akan mengalami tingkatan kemampuan berfikir yang lebih canggih dari masyarakat prasejarah. Seandainya kita masih jalan ditempat tanpa mengasah kemampuan berfikir dan tidak menghasilkan apa-apa maka tidak salah kita sendiri masuk ke dalam katagori masyarakat prasejarah.

  32. By Catur Widyastuti PH on Jun 10, 2008 | Reply

    Catur Widyastuti PH

    Perjalanan hidup manusia pasti mengalami perubahan, dimana dahulu ada masa prasejarah yaitu masa dimana manusia belum mengenal tulisan dan masa sejarah yaitu masa dimana manusia sudah mengenal tulisan. Dari gambaran yang bapak paparkan diatas sangat jelas bahwa sekarang manusia belum begitu memperhatikan yang namanya ” menulis”. Hal tersebut bisa jadi menimbulkan berbagai kemungkinan kenapa manusia tidak menulis, bisa jadi kurangnya wawasan pengetahuan mereka, takut salah, atau takut ketahuan bodohnya. Seharusnya kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah dengan sempurna jangan takut melakukan hal baik dan benar lebih-lebih lagi demi kemajuan manusia itu sendiri. Tidak ada salahnya kita untuk mencoba menulis dari hal-hal yang kecil misalnya menulis kejadian yang terjadi pada hari ini dibuku diary. Dari gambaran masa lalu kita seharusnya dapat belajar dengan baik agar dapat dijadikan sebagai guru kita di masa sekarang ini. Jadi ayo menulis rame-rame….

  33. By RUMADI on Jun 10, 2008 | Reply

    Menulis.boro-boro menulis membaca aj masih males,gimana mau menulis.

  34. By Helmi Hakim on Jun 10, 2008 | Reply

    Memang menulis adalah yang menandai berakhirnya jaman prasejarah.tapi seteleh masuk jaman sejarah kok ngga banyak yang nulis katanya sudah bukan masa prasejarah lagi.

  35. By Farida Ariyani on Jun 10, 2008 | Reply

    Ass…
    Manusia prasejarah manusia yang belum mengenal tulisan atau belum bisa menulis,dan manusia yang sudah bisa menulis di katakan manusia yang sudah masuk ke dalam jaman sejarah.seperti sekarang ini di sebut sebagai jaman sejarah tapi kok banyak yang ngga bisa nulis.katanya manusia sejarah kok ngga nulis.
    wss……

  36. By Hamidah ulfah on Jun 11, 2008 | Reply

    Setiap kejadian pasti ada hikmahnya.sekarang kita hidup dizaman modern, dimana orang-orang sudah pandai baca dan tulis.Kalau kita melihat kebelakang(zaman prasejarah),ketika itu manusianya tidak berkemampuan untuk membaca dan menulis,namun itu hanya sebagian kisah yang masih hingga dipikiran kita.Jadi, yang dipikirkan kenapa manusia sekarang jarang sekali mau menulis,salah satu adalah keterbatasan pengetahuan yang kita miliki, hal itulah yang menjadi penghambat seseorang untuk menulis.Mulailah menulis dari sekarang,urusan diterima tau tidaknya tulisan kita, itu tidak usah dipikirkan,yang penting tulis apa yang mau ditulis.

  37. By kamsinah on Jun 11, 2008 | Reply

    Manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal dan pikiran yang bila dibandingkan dengan binatang jelas sangat berbeda. Manusia sejarah adalah manusia yang telah mengenal tulisan dan dapat membaca, sedang binatang tidak bisa dan pada manusia ada yang namanya otak yang dapat difungsikan, dengan otak manusia dapat memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan kehidupan sebagaimana layaknya manusia.

    Bila mengingat perintah Allah swt yang pertama yaitu iqra yang mana artinya baca, sudah jelas kalau kita membaca pasti ada tulisan yang dibaca, jadi baca dan tulis tak dapat dipisahkan.

    Yang menandakan kita menjadi manusia sejarah adalah dimana manusia telah mengenal tulisan dan mengalami kemajuan dan kita tidak boleh kembali menjadi manusia prasejarah yang belum mengenal tulisan, di zaman yang modern dan serba canggih ini dengan hanya malas membaca dan tidak menuangkan hasil pikiran dan pengetahuan kedalam bentuk tulisan atau sebuah hasil karya dalam bentuk sebuah buku.

  38. By DINA YULINDA on Jun 12, 2008 | Reply

    Memang saat ini kita sudah masuk zaman sejarah, dimana manusia sudah banyak yang mampu membaca dam menulis. Hanya saja zaman saat ini tak banyak berperan agar manusia yang hidup didalamnya benar - benar menjadi manusia sejarah. Banyak sekali manusia yang mamapu membaca dan menulis tapi enggan melakukannya dengan berbagai alasan, parahnya mereka beranggapan berbicara lebih menarik dibandingkan menulis ataupun membaca, tanpa di sadari mereka masih menganut pola prasejarah dalam kehidupan mereka.
    mampu membaca dan menulis tak menjamin seseorang mau menulis, semuanya masih pada sibuk berbicara tanpa membuat bukti dengan tulisan. Jadi ga da bedanya dengan manusia prasejarah.

  39. By Rizal Hasannor on Jun 12, 2008 | Reply

    Ass…
    Memang benar zaman sejarah ditandai dengan dikenalnya tulisan. Sekarang ini kita berada di zaman sejarah karena hampir semua masyarakat kita sudah bisa menulis. Tapi sayangnya tidak semua orang senang menulis. Kita malah lebih senang bicara yang parahnya lagi hampir semuanya omong kosong. Sepertinya konteks masa sejarah ditandai dengan adanya tulisan haruslah diganti dengan mulai rajinnya manusia untuk menulis.
    Wss…

  40. By Ganjar Muttaqin on Jun 12, 2008 | Reply

    Dengan rajin membaca dan menulis kita sudah meninggalkan zaman prasejarah menuju zaman sejarah agar kelak dimasa akan datang lebih baik, karena dengan membaca dan menulislah bangsa kita akan berbudaya dan lepas dari belenggu kebodohan. Bravo menulis

  41. By Dewi Komalasari on Jun 12, 2008 | Reply

    Kalau begitu sangat jelas sekali ditekankan.Apakah kita masih berada Zaman Prasejarah atau sejarah ? sebab ciri dari manusia pra ataupun sejarah adanya tulisan.Kita kembalikan lagi pada individu masing-masing,Mau jadi manusia Prasejarah atau manusia sejarah.

  42. By Erina Marsiana on Jun 12, 2008 | Reply

    Memang peradaban sejarah yang ditinggalkan nenek moyang pada waktu dulu patut untuk ditiru, karena sejarah yang ditinggalkan benar-benar bisa dijadikan contoh dalam kehidupan. misalnya manusia prasejarah bisa bergantung dengan alam, sedangkan manusia sekarang terbiasa hidup instan dan tergantung pada teknologi. So belajar lah dari masa lalu sebagai cermin untuk masa yang akan datang.

  43. By Zul Haziah on Jun 12, 2008 | Reply

    Manusia prasejarah berkomunikasi melalui lisannya, berbicara. Menyampaikan semua hal yang ada di pikiran dan keinginan/maksudnya melalu berbicara. Berbeda dengan manusia sejarah, yaitu manusia yang hidup pada masa di mana tulisan sudah dikenal, berkomunikasi tidak lagi hanya dengan lisan/berbicara, tetapi juga melalui tulisan. Menulis tidak hanya untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mengungkapkan / menuangkan semua hal yang diketahui, baik yang berasal dari pengalaman-pengalaman hidup, membaca, ataupun hal-hal baru yang muncul di kepala hasil dari pengalaman dan membaca yang sudah “diproses kembali” di otak.

    Membaca saja tanpa mau menuangkan kembali pengetahuan-pengetahuan yang sudah didapat dari membaca tersebut dalam bentuk tulisan, belumlah bisa disebut manusia sejarah. Karna membaca tanpa menulis sama dengan bergantung pada orang lain, menunggu orang lain menyediakan/membuat bahan bacaan, sama dengan menunggu alam menyediakan keperluan hidup manusia di zaman prasejarah. Sedangkan tindakan menulis sama dengan tindakan memproses kembali hasil-hasil alam untuk bisa dinikmati manusia lain, tanpa harus kembali/bergantung pada alam.

  44. By henny suryaningsih on Jun 13, 2008 | Reply

    Zaman prasejarah dan masa zaman sejarah hanya sebagai istilah atau tanda untuk menandai perbedaan waktu tapi yang lebih penting bagaimana kita sebagai manusia yang sering di anggap binatang ini memaknai arti dari istilah ini. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk manjadikan manusia sebagai manusia bukan manusia jadi-jadian. Karena setiap manusia ini tidak sama maka dalam menjalani kehidupan maka ini juga berbeda dan tidak bisa di paksa untuk sama, keinginan untuk membaca dan pemikiran untuk menulis juga tidak mungkin sama. Meminjam kata-kata dari salah satu dosen saya yaitu teori (maaf) “berak” ini juga berlaku pada perbedaan sifat manusia, semakin banyak yang kita makan maka semakin banyak yang kita keluarkan menjadi hasil karya, maka menulis juga begitu, semakin banyak yang kita masukkan dalam otak dengan cara membaca maka makin banyak juga yang kita keluarkan dalam bentuk tulisan. Kembali pada masalah awal, semakin banyak yang kita hasilkan maka semakin sempit kita di anggap sebagai manusia yang setengah kakinya ada di dunia prasejarah. Sekarang yang terpenting kita ingin dianggap sebagai manusia historis atau manusia prahistoris semua ada di tangan kita semua termasuk saya didalamnya.

  45. By haryani on Jun 13, 2008 | Reply

    perbedaan manusia sejarah dan prasejarah terletak pada tulisan.jika sebuah bangsa sudah memunculkan tulisan, maka bangsa itu sudah di sebut bangsa yang memasuki gerbang sejarah. meskipun hanya seorang saja yang baru bisa menorehkan tulisan, dan orang lain yang lebih banyak jumlahnya itu tentu saja hanya ikut nempel predikat sejarah, tapi toh pada faktanya manusia banyak yang cukup dan merasa puas atas kinerja rekannya, meskipun ia sendiri tidak melakukan apa-apa, yang penting kan nama bangsanya sudah terangkat. Fakta tersebut sangat banyak kita temukan dikalangan akademika, contoh kecil, saat ada kerja kelompok tuk buat makalah, kadang hanya satu dua orang aja yang mengerjakan,itu baru contoh kecil apalagi untuk contoh-contoh besar guna mengukir sejarah, yakni untuk melejitkan tulisan. belum apa-apa, kayaknya udah minder duluan.

  46. By Puji Astuti on Jun 13, 2008 | Reply

    Apa bedanya zaman prasejarah dan sejarah..toh masih banyak manusia zaman sejarah yang ga nulis..malu dong sama diri kita..hidup itu harus lebih baik daripada yang sebelumnya..makanya budayain dong nulis..apa susahnya sih

  47. By Wiwik Norliyana S on Jun 13, 2008 | Reply

    Manusia merupakan salah satu makhluk yang sempurna, karena diciptakan tidak hanya disertai dengan nafsu, tetapi juga dibekali dengan akal pikiran. Hal yang membuatnya berbeda dengan binatang.

    Sejarah vs Prasejarah

    Sejarah adalah masa sekarang, di mana semua orang bisa membaca dan menulis. Kedua hal ini menandakan bahwa kita, manusia sekarang, bukan manusia prasejarah lagi, karena manusia prasejarah belum meangenal baca dan tulis.

    Setipa orang bisa membaca dan menulis. Namun, menulis di sini bukan dalam artian menghasilkan tulisan yang bisa dipublikasikan. Dalam pelajaran bahasa Indonesia yaitu mengarang bebas, kadang ada yang tidak bisa mengarang karena kesulitan menuangkan apa yang ada dalam pikiran kedalam bentuk tulisan.
    Kemudian, karna tidak bisa menulis lalu dibilang manusia prasejarah? Waduh jangan dong pak………..
    Ya……… mungkin dari tulisan bapak saya bisa pelan-pelan belajar menulis sedikit demi sedikit.

  48. By Irma on Jun 13, 2008 | Reply

    Manusia sejarah pada hakikatnya adalah manusia yang telah mengenal tulisan. Membaca dan menulis merupakan suatu kebudayaan yang telah dimiliki manusia pada zaman ini. Dengan membaca dan menulis mereka telah dapat membuktikan bahwa manusia pada zaman sejarah memiliki kebudayaan yang tinggi. Tentunya hal ini sangat berbeda dengan zaman Prasejarah, dimana pada zaman ini manusia belum mengenal tulisan.
    Sekarang tergantung kepada usaha setiap manusia,apakah ingin menjadi manusia sejarah atau prasejarah.

  49. By Akbar Alamsyah Hidayat on Jun 14, 2008 | Reply

    Berakhirnya jaman prasejarah memang sudah berakhir, tetapi sekarang kita sedang menghadapi jaman prasejarah yang baru, karena banyaknya tidak ada bukti-bukti bahwa manusia sekarang sudah menulis. hahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha

  50. By st.nurhapsah on Jun 14, 2008 | Reply

    Entah mengapa menulis itu menjadi sebuah momok yang menakutkan. Padahal bila di lakukan atau dikerjakan, menulis itu mudah saja. Tapi kebanyakan orang tidak mau menulis karena takut akan kritik dan hujatan yang akan diterimanya.

  51. By A.muzain on Jun 14, 2008 | Reply

    ada kalanya kehidupan disekeliling kita memasuki dunia prasejarah,padahal banyak sarana untuk hidup bersejarah,misal,bagaimana orang yang buta huruf,apakah manusia tersebut termasuk manisia prasejarah?.kalau praejarah diartikan sebelum mengenal tulisan.kalau manusia yang hidup di goa-goa yang menggambar,menulis binatang-binatang ,seperti babi, rusa,serta simbol-simbol yang lain,apakah manusiatersebut dikatakan prasejarah? padahal mereka bisa menulis.

  52. By Hanik Puspitasari on Jun 15, 2008 | Reply

    Semakin banyak danm bagus tulisan yang dihasilkan oleh suatu zaman, menandakan semakin majunya pemikiran yang berkembang pada suatu masyarakat. Tulisan juga merupakan karya terbesar dibanding karya-karya lain yang dihasilkan oleh sejarah. kebanyakan dari kita belajar dasri hasil tulisan dari orang-orang yang telah tiada. Coba kalau dia tidak meninggalkan tulisan, dari mana kita bisa belajar?? Sekarang, kewajiban itu memang telah menjadi tanggungjawab kita-kita yang masih hidup, untuk berkarya dalam wujud tulisan supaya kelak dapat digunakan orang lain. Dengan begitu berarti kita telah mengukir sejarah. Namun, kesadaran akan hal tersebut belum sepenuhnya tertanam didalam tujuan hidup setiap orang. Untuk yang telah menyadarinya, bersyukur dan teruslah berkarya…

  53. By Hanik Puspitasari on Jun 15, 2008 | Reply

    Kemajuan suatu peradaban, ditentukan oleh seberapa berkualitasnya peninggalan dari peradaban tersebut. Tulisan merupakan peninggalan paing berharga sepanjang sejarahnya. Dengan catatan para penulis tentang sejarah, kita jadi bisa belajar banyak hal yang tidak terjadi pada masa kita. Saat ini banyak buku-buku yang menjadi pegangan kita, justru berasal dari generasi sebelum kita yang bahkan orang-orangnya telah tiada. Jadi, untuk menjadi orang yang bahkan lebih baik dari pada orang-orang dalam sejarah, membaca dan menulis haruslah menjadi kebutuhan. Sayangnya, tidak semua orang menyadari akan hal tersebut. Beruntung dan bersyukurlah bagi mereka yang sudah sadar akan hal itu serta teruslah berkarya…..

  54. By Hanik Puspitasari on Jun 15, 2008 | Reply

    ops… jadi double. Tadi waktu ngirim yang pertaman lagi gangguan, tak kira ga kekirim…

  55. By juwita sari on Jun 15, 2008 | Reply

    Apabila tidak ingin menjadi atau disebut manusia prasejarah atau malah parah lagi di sebut hewan, mulailah dari sekarang kita menulis. Ingin menulis mulailah dengan banyak baca, karena dengan banyak baca akan lebih banyak ilmu pengetahuan yang dimasukan ke otak, sehingga otak mudah memproses atau mengolah menjadi sebuah ide. Setelah ide didapat kita keluarkan dalam bentuk tulisan. Dengan pengetahuan yang banyak di otak kita dapat lebih mudah mengembangkan ide yang kita miliki sehingga menghasilkan tulisan yang berkualitas. Dengan adanya tulisan kita akan meninggalkan sedikit warisan pengetahuan kepada anak cucu kita, karena nampaknya cuma itu saja sekarang ini yang dapat kita wariskan, sebab segala kekayaan alam yang terutama dimiliki bangsa ini makin berkurang malah terancam musnah. Jadi apalagi yang bisa kita warisakan kecuali ilmu pengetahuan yang direkam dalam tulisan. Kekayaan ilmu pengetahuan tidak bakal habis, malah akan terus berkerkembang.

  56. By Noor Fahriani on Jun 17, 2008 | Reply

    Manusia adalah sumber dari segala sejarah,
    setiap hari manusia membuat catatan sejarah diseluruh dunia sejak dia bangun sampai dia kembali tidur, pengukir sejarah terbaik adalah kita para penulis, sejarah itu tak lebih dari buku harian yang berisi detik - detik kehidupan manusia, pada jaman prasejarah mereka mengabadikan sejarah dengan tulisan dan gambar pada jaman mereka sendiri yang bedanya dulu tak ada buku seperti sekarang. Namun seiring perputaran bumi zaman pun berganti menjadi jauh lebih maju hingga sekarang, zaman prasejarah yang lama terkubur kini dimuat dalam berbagai wadah dan tulisan.sekarang kita adalah sejarah bagi anak cucu kita yang akan datang jadi buatlah sejarah yang terbaik untuk menjadi penyemangat mereka kelak.
    Manusia Prasejarah saja bisa melangkah maju kenapa kita tidak bisa lebih???
    Tunjukin semangat mu!!!

  57. By vida aulia rakhman on Jun 17, 2008 | Reply

    Jelas tampak terlihat kebiasaan menulis merupakan suatu kemampuan yang digali dalam diri sendiri untuk mencapai suatu kemajuan,jadi pada intinya suatu peradaban akan maju apabila dibarengi dengan kreatifitas yang ada.

  58. By Chairi Ramadhan on Jun 19, 2008 | Reply

    manusia purba adalah manusia yang belum mengenal tulisan, dan manusia yang mengenal tulisan adalah manusia sejarah. tapi anehnya manusia sekarang kenal tulisan tapi tidak mau menulis???disebut apa mansia sekarang. . .?tapi saran saya lebih baik kenal tulisan dan terus menulis, sehingga jadi sebuah hasil karya.

    ***Siiiiiiiiip. Setjuuuuuuuuuuuuu.

  59. By M. Yumni Rasyid on Jun 19, 2008 | Reply

    manusia purba belum mengenal tulisan akan tetapi manusia purba merupakan awal dari sebuah peradaban yang kemudian hari akan menjadi kebudayaan yang di gunakan semua orang. manusia yang mengenal tulisan adalah manusia prasejarah, akan tetapi pada saat ini banyak orang kita sebut manusia purba karena apa, karena mreka hanya bisa mengenal saja tetapi belum bisa menulis sebuah hasil karya.

    ***Mata rantai perjuangan peradaban manusia, kita bersyukur nenek moyang kita mampu menulis, tingal melanjutkan saja lagi. Oh ya maaf, saya belum bisa menulis ‘yang baik’, tapi … hobi memotivasi menulis. Mudahan tidak salah. Salam.

  60. By nurkhulis wardani on Jun 19, 2008 | Reply

    banyak media yang bisa digunakan untuk menulis, tinggal bagaimana kita memenfaatkan media itu..
    dan mengembangkan pikiran untuk memulis, dengan input yaitu membaca..yang namanya manusia pasti banyak alasan untuk tidak menghasilkan tulisan.

    ***Persis … mari kita pengaruhi teman-teman menulis, menuli, dan terus menulis. Kampanye menulis, mungkin lebih bermanfaat dari kampanye Pilkada (ah becanda).

  61. By Randy Ahmad on Jun 19, 2008 | Reply

    Dengan mengenal adanya tulisan dan kita bisa membaca, maka kita bisa dikatakan telah meninganlkan zaman prasejarah dan memasuki seajarah. Namun apakah kita telah benar-benar memasuki sejarah dimana kita bisa menulis dan membaca?Hal itu tergantung dari individu masing-masing, pakah ingin masuk zaman sejarah atau tetap bertahan di zaman prasejarah.

  62. By Arien Noor Rahman on Jun 20, 2008 | Reply

    Manusia prasejarah memang belum mengenal tulisan tapi setidaknya mereka selalu berusaha menciptakan penemuan-penemuan baru untuk kemajuan kebudayaannya sehingga tidak terjadi stagnan dalam proses perkembangan kebudayaannya. Hasilnya dapat kita lihat sekarang dimana sudah dikenalnya tulisan dan kita menganggap diri kita manusia moderen tapi sayangnya malah malas menulis. Ironis bukan ????

  63. By Nuril Najmi on Jun 21, 2008 | Reply

    Hidup di Zaman sejarah serasa hidup di zaman prasejarah,,
    Banyak orang yang tidak mau maupun tidak mampu menghasilkan tulisan,,maka tak aneh jika semua itu disamakan dengan zaman prasejarah,sama-sama tidak menghasilkan tulisan,,
    padahal hidup di zaman sekarang yang fasilitas serba ada dan serba lengkap tidak menutup kemungkinan dan alasan untuk tidak menulis.

    Zaman sudah berkembang,,tetapi otak tidak berkembang,,
    seharusnya kita tidak seperti manusia prasejarah lagi dan tidak hidup seperti di zaman prasejarah,,
    marilah kita hidupkan menulis,pelajari dan manfaatkan untuk kebaikan,
    abadikan dalam sesuatu yang bisa dibaca generasi yang akan datang. Sehingga mereka tercatat dalam sejarah,dengan tulisan semua terikat kuat sampai zaman yang akan datang,,

  64. By Muhammad Hidayat on Jun 21, 2008 | Reply

    Memang sangat disayangkan sekarang masih banyak yang hanya berani ngomong tanpa ada bukti, mungkin itu menunjukkan bahwa kita kalah dengan manusia prasejarah, manusia prasejarah saja banyak meninggalkan peninggalan-peninggalan yang dapat kita jumpai pada masa sekarang, namun kita sebenarnya sudah bisa meninggalkan suatu penemuan atau peninggalan apabila kita menuliskannya ke dalam sebuah buku, karangan dan sebagainya, karena dengan menulis kita dapa membuktikan bahwa pikiran kita yang tertuang dalam tulisan tersebut tidak bias dihilangkan apabila kita sudah tidak berada di dunia ini, kita akan menjadi bagian dari sejarah sebagaima yang anda maksud.

  65. By M.AGUSTIANNUR on Jun 21, 2008 | Reply

    BINGUNG MEMANG KALAU KITA MEMAHAMI SEJARAH DARI APA YANG DITINGGALKANYA. MENULIS MERUPAKAN KEMAMPUAN YANG DIMILIKI SESEORANG UNTUK MELUKISKAN SESUATU YANG TERJADI. TAPI KEBANYAKAN KITA LEBIH SENANG UNTUK BERBICARA DARIPADA CAPEK MENULIS. SEJARAH BUKAN SAJA BESUBTANSI PADA TULISAN TAPI JUGA PENGETAHUAN ATAU INTELEKTUAL. JADI TERGANTUNG KITA MEMAKNAI HASIL TULISAN TERSEBUT.

    ***Hayya … tampakkan dengan menulis, jangan alasan, pasti jadi manusia sejarah benaran.

  66. By Helma Novieanty on Jun 23, 2008 | Reply

    Tulis apa yang ada otak,walaupun mandek,sedikit-sedikit pasti jadi tulisan, sekarang kita bebas berkreasi. Manusia diciptakan sebagai makhluk yang sempurna,diberikan akal dan nafsu,jadi gunakan akal yang diberikan tersebut sebaik-baiknya untuk tujuan yang positif… manusia prasejarah dahulu banyak menulis digoa-goa dengan kreatifnya menggambar bentuk-bentuk hewan dan lain lain,sekarang dengan kemajuan zaman banyak media yang disediakan orang bisa menulis dimana dan kapan saja.jadi manfaatkan….

  67. By Ganda Resnadi on Jun 23, 2008 | Reply

    Manusia meninggalkan jejak sejarahnya dengan menggunakan tulisan. Tulisan menjadi suatu ciri tingkatan peradaban manusia yang selalui berpikir dan mengembangkan pikirannya itu dengan perbuatannya. Sekarang bukan zamannya lagi menulis di atas sebuah batu, selain pekerjaannya yang sulit karena menggunakan tenaga yang besar, juga karena sekarang sudah dibuat media yang lebih praktis. Sekarang tinggal manusianya yang dituntut untuk bisa mempergunakan media tersebut. Ingin jadi manusia prasejarah yang hanya ngomong, ingin jadi manusia sejarah yang menulis di atas batu, atau jadi manusia sejarah “modern” yang mempergunakan media yang lebih praktis?
    “Sejarah adalah guru kehidupan”, tetapi selain sejarah, manusia juga pernah mengalami masa prasejarah, yang juga merupakan bagian dari kehidupan masa lalu manusia sehingga kita juga patut belajar dari masa prasejarah agar kita tidak kembali pada masa itu. “sejarah lahir dari masa prasejarah, untuk itu kita harus belajar dari kedua masa ini”.

  68. By Fahrian hefni on Jun 23, 2008 | Reply

    MAnusia prasejarah adalah manusia yang dimana dalam peradapan mereka masih belum mengenal tulisan. Dengan berjalannya waktu, manusia dibekali dengan akal yang diberikan oleh sang pencipta yang berbeda dengan para binatang dan mahluk hidup yang lainnya, sehingga manusia dapat terus berkembang hingga mencapai peradapan yang maju dan dapat mengungguli mahluk hidup yang lain.
    Dengan ini, manusia mulai belajar menulis segala kegiatan mereka dan menulis hal-hal yang mereka anggap baru, lalu mereka pelajari dan dikembangkan dalam kehidupan mereka.
    Jadi pada dasarnya setelah manusia mengalami Zaman prasejarah, lalu mereka mulai memasuki zaman sejarah yang selalu menulis apapun yang mereka kerjakan.

  69. By SRI WAHYU. A on Jun 23, 2008 | Reply

    Ya memang susah memaksakan keada orang yang memang tidak ada keinginannya untuk menulis kalau bukan dari diri orang itu sendiri, membaca yang gampang aja malas dan masih pilih – pilih begitu kebanyakan dari sebagian orang dan anak muda saat ini. Tapi mending toh pak dari manusia pada manusia purba, manusia sekarangkan baca cuma nulisnya yang males. Tinggal menggali eksistensinya aja lagi. Masih mending lagi kaya saya nulis dikit – dikit (itu juga kalu ga di motivasi EWA) dari pada ga ada sama sekali. Kaya…hehe…

Post a Comment